Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Barak Milik BPMD Ludes Terbakar

WAMENA- Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jayawijaya. Kali ini,satu barak yang terdiri dari 4 kopel ruang milik Badan Pemerintah Desa (BMPD) yang kini berubah nama menjadi Badan Pemeberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) yang berada di perempatan Jalan Bhayangkara dan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Wamena, Distrik Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (1/2) sekitar pukul 18.00 WIT ludes terbakar.
Dalam musibah kebakaran ini, tidak ada kor­ban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, barak yang terbuat dari kayu dan dindingnya dari tripleks itu dalam sekejap ludes terbakar, sebab kondisi bangunan barak ini juga sudah termasuk bangunan lama.
Kobaran api yang menjalar begitu cepat dan membesar itu, sempat mengagetkan warga di sekitar Kota Wamena. Warga yang mengalami musibah ini pun hanya pasrah dengan kobaran api yang sangat cepat merembes ke seluruh barak tersebut.
Kobaran api dapat berhasil dipadamkan setengah jam kemudian setelah, satu unit mobil tangki dinas pemadam kebakaran Kabupaten Jayawijaya di turunkan ke TKP.
Kapolres Jayawijaya. AKPB Alfian Budianto SH, MH. Melalui Kasat Reskrim AKP Philip M Ladjar saat dikonfirmasi terkait penyebab kebakaran ini, belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran, sebab masih dilakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut. ”Penyebab kebakaran dan kerugian materil belum kami ketahui, sebab kami masih melakukan olah TKP lebih lanjut,” ujarnya. Hingga saat ini petugas sat Reskrim Polres Jajawijaya masih mendalami penyebab kebakaran ini dengan meminta keterangan kepada sejumlah saksi. (ben/nan).
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Barak Milik BPMD Ludes Terbakar

Pasar Woma Wamena Terbakar

WAMENA - Kasus kebakaran kembali terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Jika sebelumnya Rabu (1/2) satu unit barak milik Pemerintah Kabupaten Jawijaya ludes terbakar, maka Jumat (3/2) sekitar pukul 15.30 WIT, giliran Pasar Woma mengalami kebakaran.

Akibatnya, satu los dan 14 petak kios pasar milik Pemerintah Kabupaten Jawijaya itu tinggal puing Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kobaran api yang begitu cepat langsung membesar dan menghanguskan seluruh bangunan los pasar yang terletak di bagian belakang pasar itu. Kobaran api baru dapat dipadamkan setengah jam kemudian setelah satu unit mobil pemadam kebarakan milik Pemkab Jawijaya turun ke lokasi kejadian.

Mina, salah satu saksi mata saat ditemui Cenderawasih Pos mengatakan, titik api dan asap kebakaran pertama kali terlihat dari salah satu warung makan yang posisinya bersebelahan dengan los pasar di bagian belakang itu. Dari titik awal asap yang mengempul itulah kobaran api kemudian membesar dan merambat ke sejumlah kios dan warung serta los pasar.

"Saya pada saat itu melihat asap berasal dari warung makan di belakang los, kemudian teriak ada kebakaran. Namun kami tidak bisa berbuat banyak karena kobaran api begitu cepat membesar," ujarnya.

Petugas Reskrim Polres Jayawijaya pun melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kebakaran ini. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan kepada sejumlah saksi.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, sejumlah korban kini telah mengungsi ke keluarga mereka, karena rumah dan tempat usaha mereka telah ludes terbakar dilahap si jago merah itu. (ben/fud).
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Pasar Woma Wamena Terbakar

Jumat, 03 Februari 2012

Kebakaran di Entrop, Kerugian Rp 10 M


JAYAPURA – Meski tidak ada korban jiwa, namun kebakaran yang menghanguskan 8 bangunan di daerah Bucen 2 Entrop Jayapura kemarin Rabu (1/2)sekitar 17.00wit, menimbulkan kerugian yang sangat besar yakni mencapai Rp 10 miliar . Kerugian material ini meliputi bangunan dan isinya.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono kepada Bintang Papua ketika dikonfirmasi di Jayapura Kamis (2/2). “ Untuk kebakaran kemarin yang terjadi di Bucen 2 Entrop yang melahap bangunan serta seluruh isinya habis mencapai kerugian sekitar Rp 10 milyard,”katanya.
Lanjut Kabid Humas Polda Papua Wachyono “ untuk sementara penyebab kebakaran masih lidik dan masih dalam penyelidikan yang langsung ditangani oleh Pihak Polda Papua dengan melakukan olah TKP . “Dan untuk penyidikan kami telah melakukan pemeriksaan kepada tiga orang saksi yakni NA, AGS, A,” lanjut Wachyono. Ia mengatakan untuk sementara saksi akan diminta keterangan yang akan diperkuat oleh pengumpulan barang bukti dan proses penyidikan masih terus di lakukan. Sedangkan untuk korban jiwa sendiri tidak ada tegas Wachyono,”.(cr32/don/l03).
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Kebakaran di Entrop, Kerugian Rp 10 M

Kamis, 02 Februari 2012

‘Si Jago Merah’ Ngamuk, Mobil Pemadam Diteriaki


JAYAPURA - ‘Si jago merah mengamuk’ enam (6) unit rumah toko (ruko) maupun kios, di Kompleks Bumi Cenderawasih (Bucend) II Entrop, ludes terbakar. Musibah kebakaran ini terjadi Rabu (01/02) kemarin sore sekitar pukul 15.10 WIT.
Sumber api diduga berasal dari salah satu tempat usaha yang dijadikan bengkel, kemudian menyebar ke beberapa kios maupun ruko, dimana sampai berita ini diturunkan belum diketahui siapa pemiliknya.
Peristiwa kebakaran ini sempat membuat jalanan di sepanjang jalan raya Kompleks Bucend II atau Ardipura Bawah menjadi macet total selama satu jam setengah dan menjadi tontonan warga yang ingin datang melihat musibah kebakaran tersebut.
Berdasarkan Pantauan Bintang Papua, saat api sudah berkobar tinggi atau sekitar setengah jam kemudian mobil pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura yang berada di Distrik Jayapura Selatan ini datang ke lokasi, namun sagat disayangkan oleh warga, dikarenakan mobil Damkar tersebut tidak bisa berfungsi alias rusak, semprotan air dari mobil Damkar tersebut tidak bisa mengeluarkan air guna memadamkan kobaran api yang sudah membesar.
Mobil Damkar yang tidak bisa berfungsi ini langsung mendapatkan cemohan warga yang ada di sekitar lokasi kebakaran dan menyuruhnya pulang saja. “Untuk apa kalian (mobil Damkar) datang, yang hanya Cuma menambah kekecewaan dan kemarahan kepada kami disini,” kata salah satu warga yang tidak mau namanya di korankan. Yang sangat disanyangakn warga ternyata lokasi kebakaran itu tidak jauh dari tempat ‘Markasnya’ Mobil Pemadam milik Kota Jayapura. Kalau musibah dekat saja seperti ini tidak bisa diatasi lantas bagaimana kalau kejadiannya di luar Entrop. “Harusnya mobil pemadam seperti itu selalu siap di tempat, kalau tidak apa gunanya dibeli pemerintah,”jelas warga lainnya.. Saat itu juga korban kebakaran bersama warga sekitar serta dibantu oleh aparat kepolisian bahu membahu untuk memadamkan api yang sudah membesar dan menjalar ke sudut-sudut lainnya, tak lama kemudian mobil Water Cannon dari Polresta Kota Jayapura dan empat unit mobil tangki air, juga datang untuk membantu memadamkan kobaran api yang semakin membesar, sehingga kobaran api sudah agak mengecil.
Ketika Bintang Papua hendak menanyakan mengenai musibah kebakaran ini kepada salah satu korban, tapi korban enggan memberikan komentar dan korban terus menangisi, yang tak disangka tempat usaha butiknya juga ikut terbakar.
Kebakaran ini begitu cepat terjadi, dikarenakan semua bahan-bahan yang ada baik di rumah toko maupun kios tersebut merupakan barang-barang yang mudah terbakar contohnya yang diduga api berasal dari bengkel ini didalamnya banyak tersimpan bahan bakar minyak (BBM) maupun yang terbuat dari bahan karet seperti oli dan ban.
Sedangkan di beberapa tempat lain yang juga ikut dilalap si jago merah merupakan barang-barang yang mudah terbakar di tempat sablon, penjahit maupun butik, dimana barang-barangnya mudah terbakar seperti tinta, kain maupun pakaian jadi.
Sementara itu, saksi Citra (30) Ibu Rumah Tangga (IRT) mengatakan, saat itu dirinya berada didalam dapur mendengar suara gaduh dari luar sekitar pukul 15.10 WIT dan langsung keluar dari dapur melihat apa yang terjadi sebenarnya, namun dirinya kaget bahwa telah terjadi peristiwa kebakaran yang tak jauh dari arah rumahnya.
“Saya yang berada di dapur mendengar suara gaduh dan ribut dari luar rumah, ketika itu juga saya keluar dari dapur melihat asap hitam sudah mengepul dan kobaran api sudah sangat besar sekali dan saya kembali masuk kedalam rumah lagi untuk memberitahukan kepada suami dan anak-anak saya adanya musibah kebakaran yang tak jauh dari rumah kami, setelah itu suami saya menyuruh keluar dari rumah dengan membawa anak-anak dan suami yang keluar rumah belakangan dengan membawa keluar barang-barang berharga milik kami,” tutur Citra yang dimana rumahnya selamat dari musibah kebakaran ini.
Kerugian dari kebakaran ini ditaksir sekitar ratusan juta rupiah, diantaranya rumah toko (Ruko) yang ikut terbakar ini baru saja selesai dibangun dengan dua lantai, kios kelontongan, begkel motor, sablon, penjahit dan butik Lily bangunan dengan dua lantai dan sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian. (CR-36/don/l03)
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - ‘Si Jago Merah’ Ngamuk, Mobil Pemadam Diteriaki

Minggu, 18 Juli 2010

10 Rumah Hangus Terbakar di Deliserdang


Medan - 10 Rumah di Komplek Perumahan Pardede, Jl. Medan-Binjai, Km 10, Dusun VII, Kelurahan Puwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) hangus dilalap si jago merah, Minggu (18/7/2010). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Salah seorang warga, Martin Simanjuntak mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi saat penghuni rumah sedang pergi ke gereja melaksanakan kebaktian Minggu.

"Warga sekitar kebingungan memadamkan api karena pemilik rumah sedang kebaktian di gereja," kata Simanjuntak. Sementara Kepala Dusun VII, Kelurahan Puwodadi, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, O. Arianja mengatakan, api cepat menjalar karena rumah warga berbentuk kopel dan saling berdempetan. "Api cepat menjalar karena rumah kopel. Selain rumah, satu unit sepeda motor ikut terbakar," kata Harianja.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Deliserdang dan Pemko Medan, menurunkan sedikitnya lima unit mobil pemadam untuk menjinakkan api. Api dapat dipadamkan setelah petugas bekerja ekstra keras selama satu jam lebih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di rumah salah seorang warga. Meski begitu, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. (rul/Rez)

------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - 10 Rumah Hangus Terbakar di Deliserdang

Jumat, 16 Juli 2010

Korban Perahu Terbakar Belum Ditemukan


MEDAN, KOMPAS.com - Korban perahu terbakar, yakni Surya Dharma (25) dan Baharuddin (57), hingga Jumat (16/7/2010) pukul 13.30, belum ditemukan oleh tim pencari. Keluarga korban dan tim pencari menduga, kalau keduanya tewas, semestinya jasadnya sudah mengapung karena sudah lebih dari 24 jam sejak kejadian.

Pencarian terus kami lakukan untuk memastikan ada tidaknya jasad kedua teman kami itu.
-- Zulfahri Siagian


"Pencarian terus kami lakukan untuk memastikan ada tidaknya jasad kedua teman kami itu. Kalau kami tidak menemukannya di laut, akan kami perluas pencarian sampai ke hutan dekat laut," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Medan, Zulfahri Siagian.

Saat ini, empat Petugas Keamaman Laut dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laul (Lantamal) I Belawan yang mengendarai satu sekoci terus mengitari daerah sekitar terbakarnya perahu nelayan. Mereka dibantu dua sekoci lain dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Belawan I. Keluarga korban juga ikut mencari.

Kejadian tersebut bermula ketika perahu motor yang ditumpangi Komaruddin Ritonga (40), Surya, dan Baharuddin hendak pulang dari melaut, Kamis dini hari. Ketika memasuki daerah Lampu I menuju Pelabuhan Belawan, sekitar dua mil laut dari bibir pantai, perahu tersebut melanggar pipa berisi bensin yang mengapung di laut. Bocoran bensin tersebut tersulut oleh percikan api mesin perahu, sehingga perahu terbakar. Perahu mereka meledak.

Akibatnya, Komaruddin terlempar ke laut dan mengalami luka bakar. Adapun Surya dan Baharuddin hilang.

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Korban Perahu Terbakar Belum Ditemukan

Rabu, 13 Januari 2010

10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar

10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar

Api Diduga Berasal dari Kompor Minyak.

Jayapura - Jumat (13/01) Mes PT. Masa Irian Jaya Indah yang berlokasi di Komplek Karsatama Jl. Proyek Perumnas II Waena, Distrik Heram, ludes terbakar. Warga sekitar dengan dibantu mobil tangki pengangkut air minum, beramai-ramai berusaha memadamkan api yang menghanguskan 10 blok, yang semua dihuni karyawan PT. Masa Irian Jaya Indah.
Data yang dihimpun Bintang Papua, peristiwanya bermula sekitar pukul 08.30 WIT, Ny Mimi Yuliati yang memasak nasi dengan menggunakan kompor minyak, selesai masak kemudian memadamkan api. Selanjutnya ditinggal pergi kerja tanpa memastikan apakah kompornya telah padam.
Akibat pengatur sumbu kompor tidak berfungsi atau dol, sehingga api tidak mati, sehingga sekitar pukul 09.00 WIT, terdengar suara ledakan yang diduga dari kompor tersebut. Api pun membesar dan menyambar mess lain yang besebelahan.
Kapolsek Abepura Kompol Arie Sandy Sirait dan sejumlah anggotanya yang tiba di TKP langsung mengamankan lokasi kebakaran yang tidak lama kemudian (Sekitar pukul 09.35 WIT), api berhasil dipadamkan.
Mobil pemadam kebakaran yang tiba di TKP sekitar pukul 09.45 WIT memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mengumpulkan data-data dan barang bukti guna proses penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran. “Kita masih memeriksa saksi dan melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran,” ungkap Kapolsek saat dikonfirmasi Bintang Papua kemarin.
Demikian juga terkait nilai kerugian materil yang ditaksir mencapai milyaran, juga masih dalam proses pendataan.
Sedangkan data korban kebakaran yang semua adalah karyawan PT. Masa Irian Jaya Indah, adalah Rahmat, Yusak, Idris, Samsu, Ama, Andrian, Anto, Amri, Mualip, dan Jecki Kiseu.(aj/don/l03).
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - 10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar