Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Pesawat jatuh di Bandung Air Show


Pesawat latih AS-202 Bravo jatuh.
MoyangNews: Sebuah pesawat ringan jatuh saat bermanuver di pameran dirgantara, Bandung Air Show 2012, Jawa Barat. Pesawat jatuh sekitar pukul 11.42 WIB saat melintas di atas Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Seorang wartawan lokal yang meliput Bandung Air Show kepada BBC Indonesia mengatakan ada dua orang di dalam pesawat latih AS-202 Bravo tersebut.
Sejumlah saksi mata menyebut insiden pesawat jatuh menimbulkan kepanikan para pengunjung pameran dirgantara yang digelar untuk merayakan hari ulang tahun kota Bandung tersebut.
Pesawat dilaporkan terbang rendah sebelum akhirnya jatuh tidak jauh dari sekitar lokasi pameran dan masih berada di sekitar bandara Husein Sastranegara.

Lokasi kecelakaan yang berada di kawasan milik TNI Angkatan Udara tersebut langsung ditutup aparat setempat, dan terlihat asap hitam mengepul dari lokasi.
Sejumlah laporan menyebut pesawat yang jatuh milik Federasi Aero Sport Indonesia.

Hilang tenaga

Pesawat latih Cesna 172 ini jatuh
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional yang diterima BBC Indonesia menyebut pesawat jatuh dari ketinggian 400 meter di tanah kosong, dan dua awak tewas
Komandan Landasan Udara Husein Sastranegara Kolonel Umar Sugeng Haryono dalam keterangan pers menyatakan, kedua awak yang tewas adalah pilot Marsekal Muda Purnawirawan Nurman Lubis dan Co-Pilot Tony Hartono.
"Pesawat hilang tenaga, tiga menit mengudara mau akrobatik terjadi kecelakaan"
Umar Sugeng Haryono
Kedua jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Umar Sugeng Haryono menyatakan pesawat jatuh akibat hilang tenaga saat baru terbang tiga menit.
''Pesawat hilang tenaga, tiga menit mengudara mau akrobatik terjadi kecelakaan,'' kata Umar.
TNI Angkatan Udara dan FASI kini tengah menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Bandung Air Show sendiri sempat dihentikan untuk sementara waktu pasca insiden jatuhnya pesawat.
Pameran Dirgantara ini telah dilanjutkan lagi meski tanpa ada aksi demo pesawat udara.
Tahun 2010, peristiwa yang sama juga pernah terjadi saat Bandung Air Show berlangsung di lokasi yang sama.
---------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat

Sumber: http://www.bbc.co.uk
            : http://regional.kompas.com
 

READ MORE - Pesawat jatuh di Bandung Air Show

Senin, 13 September 2010

Mobil Masuk Jurang di Wonosobp, Dua Tewas


WONOSOBO - Sebuah mobil bernopol AA 8746 BB terbang sejauh 20 meter dan mendarat di jurang sedalam 15 meter di Sungai Gajian, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Wonosobo, kemarin (12/9). Dua korban tewas dalam insiden tersebut. Seorang lagi dirawat di RSI Wonosobo karena terluka parah.

Korban tewas dikenali sebagai Andriyanto, 11, dan Mosita Dyah, 48, anak dan ibu. Korban luka parah adalah Ign Iryanto, 48, ayah dan suami korban. Ketiganya warga Dusun Maliyan, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang.

Insiden itu berawal saat mobil Zebra yang mereka naiki melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo. Saat melaju di turunan Reco, Iryanto diduga dikejutkan oleh motor di depannya. Untuk menghindari tabrakan, dia membanting setir ke kanan untuk mendahului motor tersebut.

Setelah menyalip motor, Iryanto kaget lagi karena mobil di depan motor tersebut hendak menyalip bus di depannya. Dia pun spontan membanting setir ke kiri. Nahas, mobilnya menghantam tembok pembatas jalan lalu "terbang" sejauh 20 meter, jatuh di jurang sedalam 15 meter, melintasi Sungai Gajian. "Mungkin remnya blong. Sebab, mobil itu sepertinya tak bisa dikendalikan," ujar Supriyanto, 34, saksi mata.

Bodi mobil itu remuk. Tiga penumpangnya segera dilarikan ke RSI Wonosobo. Menurut Andi Prabowo, paramedik RSI Wonosobo, Andriyanto dan Mosita tewas karena benturan keras di kepala. Iryanto juga terluka di kepala. "Kondisinya kritis," lanjutnya.

Kapolres Wonosobo AKBP Yavied Duma Parembang melalui Kasatlantas AKP Darmono menuturkan, berdasar keterangan saksi mata, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat rem blong. "Tapi, kami masih menyelidiki kondisi mobil tersebut," katanya. (zah/jpnn/c2/soe)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Mobil Masuk Jurang di Wonosobp, Dua Tewas

Senin, 09 Agustus 2010

Kecelakaan Pesawat di Alaska, Mantan Senator Ted Stevens dan Empat Penumpang Tewas

WASHINGTON - Liburan mantan Senator Amerika Serikat (AS) Ted Stevens alias Uncle Ted dan sahabatnya, Sean O'Keefe, mantan ketua NASA, berakhir petaka. Pesawat DeHavilland DHC-Z3T Otter yang mereka tumpangi bersama tujuh orang lainnya celaka di Aleknagik, Dillingham, Alaska, Senin malam waktu setempat (9/8).

Rencananya, Ted dan O'Keefe yang sama-sama hobi memancing itu berlibur di pondok pribadi milik Ted di pinggir Danau Aleknagik. Tapi, belum sampai ke lokasi yang dituju, pesawat amfibi bermesin tunggal yang dipiloti Theron ''Terry'' Smith tersebut jatuh di Pegunungan Alaska. Ted dan empat penumpang lainnya tewas seketika. Sementara itu, O'Keefe dan tiga lainnya selamat.

''Hingga Selasa malam (10/8), Sean O'Keefe masih kritis. Putranya, Kevin O'Keefe, juga terluka serius,'' ujar Kirsten Schultz, jubir Providence Alaska Medical Center, tempat para korban selamat dirawat, seperti dilansir CNN kemarin (11/8).

Jenazah Ted dan empat korban tewas lainnya diotopsi di rumah sakit yang sama dan dijadwalkan selesai Rabu malam waktu setempat (pagi ini WIB).

Mulai kemarin, pemerintah mengerahkan banyak petugas ke lokasi kecelakaan di kawasan terpencil Pegunungan Alaska itu untuk menginvestigasi. Termasuk, menyelidiki penyebab kecelakaan. Tim investigasi sementara meyakini cuaca buruk sebagai penyebab utama kecelakaan. Juga, medan Aleknagik yang bergunung-gunung.

''Cuaca buruk selalu menjadi faktor utama jika Anda berada di luar. Sebab, belakangan, cuaca bisa berubah drastis dalam waktu singkat,'' terang Mayor Guy Hayes dari Garda Nasional Alaska kepada Associated Press.

Selain Ted dan Terry, tiga korban tewas lainnya diidentifikasi sebagai William ''Bill'' Phillips Sr dari Washington DC, Dana Tindall dari Anchorage, dan putrinya, Corey Tindall.

Dua korban luka selain O'Keefe dan putranya, Kevin, adalah William ''Willy'' Phillips Jr dari Washington DC dan Jim Morhard dari Alexandria, Virginia. Willy yang masih berusia 13 tahun adalah putra Bill. Konon, mereka diundang Ted untuk ikut berlibur di pondok pribadinya dan memancing bersama. Sayangnya, ajakan politikus 86 tahun tersebut tidak sempat terlaksana.

Sejak celaka Senin malam, para korban, baik yang tewas maupun selamat, harus bertahan di lokasi kecelakaan selama sedikitnya 12 jam. Sebab, tim SAR sulit mencari posisi pesawat di pegunungan terpencil itu. ''Cuaca tidak mendukung upaya pencarian. Akibatnya, kami tidak bisa merespons panggilan darurat dengan segera,'' terang Deborah Hersman, chairwoman Badan Keselamatan Transportasi Nasional. (hep/c5/ami)

------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Kecelakaan Pesawat di Alaska, Mantan Senator Ted Stevens dan Empat Penumpang Tewas

Kamis, 29 Juli 2010

Pesawat Airblue Pakistan Jatuh di Hutan, 152 Tewas

ISLAMABAD - Sebuah pesawat milik Airblue, maskapai penerbangan swasta Pakistan, jatuh saat hujan lebat dan cuaca buruk kemarin (28/7). Sebanyak 146 penumpang dan enam awak pesawat tewas dalam musibah tersebut. Insiden itu merupakan kecelakaan penerbangan terburuk di Pakistan.

Bola api cukup besar dan asap tebal muncul di udara setelah pesawat jatuh di kawasan hutan lebat tidak jauh dari Islamabad. Hal itu terlihat hingga beberapa distrik dari lokasi.

''Saya melihat bola api dan asap yang amat besar saat kecelakaan itu. Lalu, potongan besar pesawat jatuh menghantam bukit dan berceceran di hutan,'' ungkap Haji Taj Gul, polisi yang menjadi saksi tragedi tersebut.

''Saat itu, pesawat terbang sangat rendah. Lantas, kami tiba-tiba mendengar suara yang sangat keras,'' ujar Wajih-ur Rehman, warga permukiman eksklusif di perbukitan Margalla, tempat tinggal para ekspatriat dan kalangan elite Pakistan di luar Kota Islamabad.

Petugas penyelamat menemukan banyak potongan mayat dan puing-puing pesawat di lokasi yang berada di perbukitan. Stasiun televisi menayangkan gambar puing-puing pesawat berceceran di hutan. Sebagian puing dari logam tersangkut di pepohonan. Api dan asap tebal terlihat mengepul di antara reruntuhan tersebut saat helikopter petugas penyelamat melintas.

Petugas agak sulit menggali reruntuhan karena kobaran api dan asap tebal. Meski api akhirnya bisa dipadamkan, evakuasi tidak bisa berjalan lancar karena medan yang sulit di tengah hutan lebat dan perbukitan. Tentara Pakistan telah dikerahkan untuk membantu pencarian dan evakuasi korban.

''Saya hanya menemukan potongan mayat,'' kata Dawar Adnan, petugas penyelamat dari Bulan Sabit Merah Pakistan. ''Kondisi di lokasi kecelakaan amat mengerikan. Kami sudah meneliti hampir seluruh lokasi, tapi tidak menemukan korban selamat,'' lanjutnya.

Petugas penyelamat lain, Arshad Javed, bertutur senada. ''Yang kami lihat hanya potongan tangan, kaki, dan bagian tubuh lain. Saya mengumpulkan dua kepala, dua kaki, dan dua tangan, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kantong mayat,'' ungkapnya. ''Kami juga berteriak untuk mencari korban selamat. Tapi, tidak ada suara balasan,'' tuturnya.

Polisi mengungkapkan, reruntuhan pesawat tercecer di tiga arah. ''Selain mayat, kami menemukan peralatan yang diduga sebagai black box (kotak hitam berisi rekaman penerbangan, Red). Saat ini, sejumlah pakar sedang memeriksa,'' ucap Bani Amin, kepala kepolisian Islamabad.

Petugas penyelamat sedikitnya telah mengevakuasi potongan tubuh 90 orang. Evakuasi dan pencarian korban akhirnya dihentikan kemarin sore karena hujan lebat tak kunjung reda. Apalagi, lokasi kecelakaan hanya bisa dicapai dengan helikopter.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab kecelakaan. Raheel Ahmed, juru bicara Airblue, menduga cuaca buruk menjadi pemicu kecelakaan itu. ''Tidak ada kerusakan teknis sebelum dan ketika pesawat lepas landas,'' tuturnya.

Pesawat dengan nomor penerbangan ED 202 tersebut meninggalkan Bandara Karachi, selatan Pakistan, pukul 07.45 waktu setempat (pukul 09.45 WIB), dengan tujuan Islamabad. Penerbangan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.

Musibah terjadi saat pesawat jenis Airbus 321 itu mendekati dan hendak mendarat di Bandara Internasional Benazir Bhutto, Islamabad. Pesawat kehilangan kontak dengan menara kontrol bandara pukul 09.43 waktu setempat (pukul 11.43 WIB).

''Pilot sudah diberi instruksi dan petunjuk supaya mendarat di runway (landasan) I atau II,'' jelas Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik. ''Sebelum mendarat, pesawat terbang di ketinggian 2.600 kaki (sekitar 792 meter). Tanpa ada penjelasan, pesawat tiba-tiba bergerak di ketinggian 3.000 kaki. Mungkin pandangan pilot ke landasan terhalang,'' lanjutnya.

Pakistan mengabaikan kemungkinan kecelakaan itu karena aksi terorisme. Pemerintah memberlakukan hari libur dan berkabung nasional kemarin. Airbus juga mengirimkan tim untuk membantu penyelidikan kecelakaan tersebut.

Dalam manifes penerbangan, penumpang pesawat itu termasuk tujuh anak dan dua bayi. Dua warga negara Amerika Serikat (AS) termasuk korban tewas. Airblue memastikan bahwa warga Pakistan mengisi sebagian besar penumpang pesawat.

Airblue merupakan salah satu maskapai penerbangan terpopuler di Pakistan. Perusahaan swasta tersebut beroperasi sejak 2004 dengan menggunakan pesawat baru Airbus A320 dan A321 untuk rute domestik serta internasional. Rute internasional yang diterbangi adalah Dubai, Sharjah, Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Muscat (Oman), dan Manchester (Inggris).

Sebelumnya, maskapai itu hanya mengalami sekali kecelakaan pada bagian ekor pesawat di Bandara Quetta pada 2008. Tidak ada korban jiwa saat itu.

Kali terakhir kecelakaan pesawat di Pakistan terjadi pada Juli 2006. Ketika itu, sebuah pesawat Fokker F-27 milik Pakistan International Airlines (PIA) jatuh di ladang gandum di pinggiran Kota Multan, Pakistan bagian tengah. Sebanyak 45 orang tewas.

Sebelumnya, kecelakaan terburuk pesawat terbang Pakistan terjadi pada 1979 dan 1992. Sebuah pesawat jet milik PIA jatuh di Jeddah, Arab Saudi, pada 1979 dan menewaskan 156 penumpang dan awaknya. Sedangkan kecelakaan pada 1992 terjadi Kathmandu, Nepal, dan menewaskan 167 orang. (AFP/Rtr/AP/c5/dwi)


------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Pesawat Airblue Pakistan Jatuh di Hutan, 152 Tewas

Jumat, 23 Juli 2010

Truk Masuk Jurang, 1 Tewas dan 2 Orang Tergencet


Jember - Sebuah truk pengangkut kayu masuk ke jurang sedalam 6 meter di Desa Seputih Kecamatan Mayang, Jember, Jumat (23/7/2010). Akibatnya, Rohim (35) warga Kediri yang berada di dalam truk tewas seketika di lokasi kejadian.

Sementara sopir Gunawan (25) warga Kediri dan seorang lagi M Nanang (31) warga Kecamatan Rambipuji-Jember mengalami patah tulang dan dirawat di RSD dr Soebandi Jember.

Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Jember Iptu Gatot S, peristiwa itu terjadi di sekitar Jembatan Rahim di kawasan perkebunan jati di Desa Seputih.

"Truk mengangkut karet sebanyak 14 meter kubik, melaju dari arah timur, arah perkebunan menuju arah barat. Tujuannya ke Surabaya. Saat tiba di jembatan itu, memang menikung dan dimungkinkan sopir mengantuk sehingga tidak hati-hati,
truk oleng ke kiri dan masuk jurang," kata Gatot.

Akibatnya kepala truk yang dinaiki tiga orang itu remuk tak berbentuk. Rohim tewas seketika sedangkan dua orang tergencet. "Warga yang mengetahui segera melapor dan mencoba mengevakuasi. Satu orang meninggal seketika di lokasi kecelakaan. Saat ini, sopir menjadi tersangka karena tidak berhati-hati," tukas Gatot. (fat/fat)

------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Truk Masuk Jurang, 1 Tewas dan 2 Orang Tergencet

Kamis, 08 Juli 2010

Mobil Ditabrak KA, Tiga Selamat


PADANG Kamis, 8 Juli 2010 | 21:05 WIB, KOMPAS.com - Kereta api penumpang dari arah Kota Padang menuju Lubuk Alung menabrak sebuah mobil Toyota Rush nomor polisi BA 2405 FE di daerah Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.

"Kereta api penumpang dari arah Padang menuju Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, menabrak sebuah mobil yang melintasi rel kereta api di daerah Lubuk Buaya persisnya depan SMU 7 Padang," kata Kapolsek Koto Tangah, IPTU Eri Saja, di Padang, Kamis (8/7/2010).

Menurutnya, peristiwa kecelakan tersebut terjasi di daerah Lubuk Buaya pada Kamis sekitar pukul 14.00 WIB. Namun dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, tiga orang penumpang mengalami luka ringan.

"Tiga orang penumpang mobil selamat dari maut adalah Lola (22), Febri (17), dan Suhatrizal (40)," katanya.

Dia menambahkan, beberapa warga setempat memberikan peringatan untuk mundur disebabkan ada kereta api yang mau lewat, tapi pengemudi mobil tidak mendengarkan teriakan tersebut.

"Mobil Toyota Rush Nopol BA 2405 FE terlanjur masuk rel kereta api," katanya.

"Mobil Toyota Rush terseret sekitar 5 meter akibat ditabrak kereta api penumpang dari arah Kota Padang menuju Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman," kata IPTU Eri Saja sambil menambahkan, kereta api yang menabrak mobil itu langsung berhenti.

"Mobil Toyota Rush mengalami kerusakan bagian belakang akibat ditabrak kereta api tersebut," kata IPTU Eri Saja.

Dia mengatakan, tiga orang penumpang mobil Toyota Rush, langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Penumpang tersebut setelah menjalani perawatan diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.

"Kasus tabrakan kereta api ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian," katanya.

Tempat terpisah, Lola (22) korban kecelakaan di Padang, mengatakan ia sedang dalam perjalanan ke Lubuk Alung setelah selesai mendaftar ulang adiknya ke SMA 7 Padang.

"Usai mendaftar ulang adiknya ke SMA 7 Padang, ia berencana mau balik ke Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman," katanya.

Ketika melintasi rel kereta api, ia tidak mendengarkan teriakan warga yang berada di tempat lokasi kejadian ada kereta api penumpang mau lewat,lanjutnya Lola kami tidak melihat kereta api berjarak sekitar 50 meter.

"Akibatnya mobil tertabrak oleh kereta api hingga tersert sekitar 5 meter," katanya.

Dia manambahkan, untung saja nyawa kami yang berada dalam mobil dapat selamat walapun terserat sekitar 5 meter dari lokasi kejadian.

"Akibat kejadian tersebut mobil mengalami kerusakan, kami yang berada dalam mobil hanya mengalami luka ringan," katanya.

-----------------------

" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Mobil Ditabrak KA, Tiga Selamat