Tampilkan postingan dengan label Venomena Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Venomena Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

Pagi Ini Gerhana Matahari Tampak di Kalimantan Berlanjut ke Papua


Moyang Melanesia News: Detik.com. Jakarta, Fenomena gerhana matahari akan terjadi pada pagi ini, Senin (21/5/2012). Bermula dari wilayah Jepang dan diakhiri di wilayah Amerika Serikat, Indonesia juga akan disambangi oleh fenomena yang setidaknya terjadi selama dua kali dalam setahun ini.
Gerhana Matahari






Fenomena ini terjadi ketika bulan berada di posisi terjauh dari bumi, berada di antara matahari dan bumi, dan juga posisi bulan sejajar dengan matahari. Karena ukuran bulan lebih kecil dari matahari, maka ada sebagian cahaya matahari menuju bumi yang tertutup oleh bulan dengan bagian tengah yang gelap dan tepi yang cemerlang. Fenomena ini terkenal dengan nama gerhana cincin yang akan terjadi pagi ini.

Namun, menurut Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Thomas Djamaluddin, Indonesia hanya terkena fenomena gerhana sebagian, yang artinya kondisi pencahayaan di wilayah tersebut tidak akan terlalu gelap.

"Mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Termasuk gerhana sebagian, sehingga nanti suasana siangnya tidak terlalu gelap. Kebetulan wilayah Indonesia di bagian tepi dari jalur gerhana," ujar Thomas saat dihubungi detikcom, Minggu (20/5/2012) malam.

Namun fenomena ini hanya akan berlangsung dalam waktu yang singkat sejak pukul 06.30 WIT dan terjadi sekitar 5 menit.

"Untuk Kalimantan hanya bisa melihat bagian terakhir terjadinya gerhana, sedangkan Sulawesi saat di tengah dan akhir gerhana. Maluku hingga Papua kemungkinan bisa melihat dari awal sampai akhir," tambah Thomas.

------------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Dewan Alah, Alam dan Adat


READ MORE - Pagi Ini Gerhana Matahari Tampak di Kalimantan Berlanjut ke Papua

Jumat, 23 Juli 2010

Polandia Perangi Nyamuk dengan Kelelawar


WARSAWA, KOMPAS.com - Sebuah desa di Polandia memberantas nyamuk bukan dengan pestisida tetapi dengan kelawar. Populasi nyamuk yang sedemikian banyak membuat pusing warga desa itu.

Maka, pihak berwenang desa Lelow di Polandia selatan lalu membagikan 50 "kotak kelelawar" yang terbuat dari kayu kepada penduduk. Kotak kelelawar itu berfungsi untuk menarik hewan pemangsa serangga tersebut.

Kepala Desa Lelow, Jerzy Szydlowski, mengatakan, "Spesies kelelawar kecil dapat tidur di dalam kotak itu dan pada saat yang sama memakan nyamuk. Satu kelelawar kecil mampu melahap sebanyak 2.000 nyamuk per hari."

Populasi nyamuk di banyak daerah Polandia membengkak setelah banjir besar melanda negeri itu yang memporakporandakan Polandia Mei dan Juni lalu. Szydlowski, yang juga pencinta alam, berharap metode ekologis tersebut dapat mengendalikan serangga sehingga memungkinkan warga desa itu terhindar dari penggunaan produk kimia untuk memerangi nyamuk.

"Kotak kelelawar" yang terbuat dari kayu dibuat sesuai saran para ahli kelelawar, yang mengatakan diperlukan waktu sekitar satu tahun bagi penduduk untuk dapat merasakan manfaat kotak itu.

Szydlowski berharap proyek tersebut akan membantu melestarikan populasi kelelawar Polandia, yang merosot akibat menyusutnya habitat alamiah hewan malam itu.

Kelelawar, satu-satunya hewan mamalia yang dapat terbang, merupakan spesies yang dilindungi di Eropa. Kelelawar berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap. Kelelawar merupakan makhluk yang sangat menarik. Yang paling hebat dari kemampuannya adalah kemampuannya yang luar biasa dalam penentuan arah.

Di dalam otak kelelawar, terdapat dua jenis neuron (sel saraf) yang mengendalikan sistem sonar. Satu di antaranya mengindera suara ultrasonik (suara di luar jangkauan pendengaran manusia) yang terpantul dan yang lain memerintahkan otot untuk menghasilkan jeritan yang membuat gema penentuan tempat.

Kedua neuron itu bekerja dalam suatu kesesuaian sempurna sehingga penyimpangan amat kecil sekalipun di dalam sinyal yang terpantul akan memperingatkan sinyal berikutnya dan menghasilkan frekuensi jeritan senada dengan frekuensi gema. Karena itu, nada suara ultrasonik kelelawar berubah menurut lingkungannya demi efisiensi sebesar-besarnya.

------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Polandia Perangi Nyamuk dengan Kelelawar

Selasa, 27 April 2010

Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

VIVAnews - Fenomena aneh terdapat di Gurun Karakum di Turkmenistan.
Di dekat desa terpencil, Derweze yang dihuni 350 orang, terdapat sebuah kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter. Kawah ini terus-menerus mengeluarkan api dan terbakar selama 38 tahun.

Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer.

Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif.

Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.

Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu.

Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video 'Gerbang Neraka' juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang -- meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.

Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov 'Gerbang Neraka'.

Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.

Berdymukhamedov mengatakan bahwa "anomali ini' telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum.

Sumber: (static.atlasobscura.com, Allvoices)
READ MORE - Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.