Kamis, 08 Juli 2010

Kapal Motor Tabrak Bagan, Satu Hilang


08/07/2010 18:01

Liputan6.com, Jakarta: Sebuah kapal motor milik Ambulan 118 menabrak bagan di tengah laut di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta. Satu orang dinyatakan hilang. Tim Search and Rescue gabungan dari Palang Merah Indonesia, Basarnas, dan Polres Kepulauan Seribu terus melakukan pencarian sejak semalam. Hingga Kamis (8/7)petang, korban masih belum ditemukan dan pencarian dilanjutkan esok hari. Kapal Ambulan 118 berangkat dari Dermaga Marina untuk menjemput pasien di Pulau Panggang. Di tengah perjalanan, kapal menabrak bagan sehingga bagian samping kapal hancur.(WIL/YUS)


-----------------------

" Alam dan Adat Bicara"




READ MORE - Kapal Motor Tabrak Bagan, Satu Hilang

Siang Ini Demo Minta Referendum Papua

JAYAPURA, KOMPAS.com - Ratusan orang berkumpul di pusat pertokoan tepatnya di depan Kantor Pos Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (8/7/2010) pagi. Mereka bersiap menuju kantor DPR Papua untuk melakukan aksi demonstrasi.

Mereka berkumpul untuk menantikan kedatangan rekan-rekannya yang lain untuk bergabung. Ratusan orang yang sebagian memakai pakaian adat Papua itu membawa spanduk antara lain bertuliskan "Otonomi Khusus Gagal, Minta Referendum".

Akibat aksi itu, jalanan macet dan seluruh pertokoan dan kantor swasta di Abepura memilih untuk tidak beroperasi. Sementara itu, aparat kepolisian sektor Kota Abepura tampak telah berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

-----------------------

" Alam dan Adat Bicara"


READ MORE - Siang Ini Demo Minta Referendum Papua

Polisi "Sweeping" Demonstran Sentani

SENTANI, KOMPAS.com - Polres Jayapura melakukan razia terhadap massa pengunjuk rasa dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (8/7/2010). Mereka akan bergabung dengan rekan-rekannya di Kota Jayapura untuk melakukan aksi ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua.

Razia yang dimulai dari pukul 08.00 Waktu Indonesia Timur sampai pada pukul 12.30 WIT itu dipusatkan di Hawai depan SMK Negeri I Sentani sempat membuat macet arus lalu lintas di kota tersebut.

Polres Jayapura menurunkan sepertiga anggota Polres dipimpin langsung Kapolres Jayapura Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mathius Fakhiri. Petugas berhasil menyita tiga buah senjata tajam berupa pisau dan satu buah gunting.

Ketua Dewan Adat Papua Porkorus Yoboysembut yang memimpin massa dari Sentani tidak luput dari razia tersebut.

Kapolres Jayapura AKBP Mathius Fakhiri, di Sentani ibukota Kabupaten Jayapura, mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan timbul akibat demo tersebut maka pihaknya melakukan razia.

"Yang kami ’sweeping’ adalah senjata tajam, minuman keras yang dibawah oleh massa," katanya.

Menurut dia, ratusan pendemo dari Sentani dengan menggunakan 10 truk dan empat mobil "star wagon " dan kendaraan sepeda motor sebagian besar telah mematuhi rambu-rambu lalu lintas sehingga pada saat "sweeping" tidak memakan waktu yang cukup lama.

Masyarakat Papua yang hari ini secara serentak melakukan demo damai di DPRP adalah menuntut Otonomi Khusus (Otsus) dikembalikan ke Pemerintah Pusat karena dianggap gagal, dan meminta referendum dan SK MRP nomor 14.

----------------

" Alam dan Adat Bicara"


READ MORE - Polisi "Sweeping" Demonstran Sentani

Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir Intai Jakarta 9-12 Juli

Jakarta - Cuaca ekstrem membayangi Jakarta pada 9-12 Juli 2010. Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang mengancam.

Menurut BMKG, Kamis (8/7/2010) cuaca kurang bersahabat itu terjadi akibat pusaran angin tertutup di Samudera Hindia Barat Bengkulu yang mempengaruhi terbentuknya pumpunan/pertemuan angin yang memanjang dari Laut Jawa bagian Barat hingga Samudera Hindia Barat serta adanya pumpunan angin yang memanjang dari Maluku Utara, Laut Sulawesi hingga Laut Sulu.

Kondisi ini menyebabkan peningkatan aktivitas pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, Kalimantan bagian barat, Jawa bagian barat, Sulawesi bagian utara, Maluku Utara dan Papua Barat.

Untuk lengkapnya, wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:
  • Riau bagian Timur
  • Kep. Riau
  • Bangka Belitung
  • Pesisir Barat Sumbar dan Bengkulu
  • Kalbar bagian Barat dan Selatan
  • Kalteng bagian Utara
  • Kaltim bagian Tengah dan Timur
  • Banten
  • Jabodetabek
  • Jabar bagian Barat
  • NTT bagian Barat
  • Sulut
  • Sulteng
  • Maluku bagian Utara
  • West Papua
(nrl/asy)


-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir Intai Jakarta 9-12 Juli

Bandara Durban Lumpuh

08/07/2010 06:52 Liputan6.com, Durban:
Durban International Airport di Afrika Selatan penuh sesak, Kamis (8/7) dinihari. Banyak orang berada di bandara itu, bertepatan dengan pelaksanaan pertandingan semifinal Piala Dunia 2010 antara Jerman melawan Spanyol di Stadion Moses Mabhida.

Kebanyakan penumpang pesawat datang dari Cape Town, tempat pertandingan semifinal Belanda melawan Uruguay. Rupanya mereka ingin juga menyaksikan pertandingan semifinal yang lain, yakni Jerman-Spanyol. Namun, tak sedikit penumpang yang menggerutu karena arus lalu lintas udara di Durban menjadi lumpuh, seiringnya banyaknya penumpang di bandara.

Ada yang mengecam Presiden FIFA Slepp Blatter atas kekacauan yang terjadi. Sebab, mereka harus menunggu hingga lima jam untuk bisa keluar dari Bandara Durban. Bahkan, ada suporter Spanyol yang gagal memberi dukungan kepada tim kesayangannya. Namun, bagi penggemar Tim Matador, kekecewaan mereka gagal menyaksikan pertandingan sedikit terobati dengan kemenangan Spanyol atas Jerman. Ini membuat Spanyol mulus melangkah ke babak final.(ULF)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Bandara Durban Lumpuh

Puluhan Warga Bogor Keracunan

08/07/2010 01:35 Liputan6.com, Bogor: Kasus keracunan terjadi di Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya 50 warga dua desa di Leuwiliang mengalami keracunan setelah minus es campur pada sebuah pesta panen hasil pertanian, Rabu (7/7).

Menurut Putri Nana, korban keracunan, dirinya mengalami mual, pusing, dan akhirnya muntah setelah minum es campur buatan Dede binti Ajun. Selain dia, puluhan orang--kebanyakan anak-anak, yang meminum es campur tersebut juga mengalami gejala yang sama, sehingga dibawa ke Rumah Sakit Umum Leuliang. "Kondisi korban sangat lemah dengan gejala seperti keracunan," kata dokter Esther Melani, yang menangani korban.

Kanit Reskrim Polsek Leuwiliang Iptu Asep Sutriono menegaskan, polisi sudah memeriksa Dede binti Ajun terkait kasus keracunan. Polisi juga akan melakukan uji laboratorium terhadap bahan es campur yang digunakan Dede.(ULF

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Puluhan Warga Bogor Keracunan

Puluhan Warga Bogor Keracunan

08/07/2010 01:35 Liputan6.com, Bogor: Kasus keracunan terjadi di Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya 50 warga dua desa di Leuwiliang mengalami keracunan setelah minus es campur pada sebuah pesta panen hasil pertanian, Rabu (7/7).

Menurut Putri Nana, korban keracunan, dirinya mengalami mual, pusing, dan akhirnya muntah setelah minum es campur buatan Dede binti Ajun. Selain dia, puluhan orang--kebanyakan anak-anak, yang meminum es campur tersebut juga mengalami gejala yang sama, sehingga dibawa ke Rumah Sakit Umum Leuliang. "Kondisi korban sangat lemah dengan gejala seperti keracunan," kata dokter Esther Melani, yang menangani korban.

Kanit Reskrim Polsek Leuwiliang Iptu Asep Sutriono menegaskan, polisi sudah memeriksa Dede binti Ajun terkait kasus keracunan. Polisi juga akan melakukan uji laboratorium terhadap bahan es campur yang digunakan Dede.(ULF

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Puluhan Warga Bogor Keracunan

Ledakan bom tewaskan 40 di Irak

Kamis, 08/07/2010 12:52 WIB
Lebih dari 40 orang tewas dan puluhan lain terluka dalam serangan bom terhadap peziarah Syiah di Baghdad, kata polisi.

Korban yang tewas dan luka ini tengah berada di sebuah kawasan yang didominasi Sunni, Adhamiya dan sedang menuju Masjid Moussa Al-Kadhim.

Pihak keamanan sudah mengambil sejumlah langkah untuk melindungi ribuan peziarah yang akan menghadiri festival yang akan mencapai puncak perayaannya pada Kamis waktu setempat.

Kendaraan bermotor telah dilarang memasuki daerah Kadhimya, lokasi tempat yang dikeramatkan oleh kaum Syiah.

Sekitar 200.000 anggota polisi dan tentara telah ditempatkan di kawasan itu untuk melindungi jalur yang dilewati para peziarah menuju Kadhimya.

Festival ini merupakan sebuah acara perayaan yang memperingati wafatnya Mousa al Khadim, satu dari 12 Imam Syiah yang meningal pada abad ke-8.

Perayaan ini sempat dilarang saat Irak dipimpin oleh Sadan Hussein, belakangan ketika acara ini kembali diperbolehkan oleh penguasa setempat, ribuan peziarah menghadiri perayaan festival tersebut setiap tahunnya.

"Kami menduga kelompok teroris akan melakukan serangan lagi terhadap peziarah dalam beberapa jam ke depan tapi kami sudah mempunyai rencana untuk menggagalkan serangan jahat mereka," kata Mayor Jenderal Ahmed al-Saedi.

Sementara itu wartawan BBC di Baghdad, Gabriel Gatehouse mengatakan serangan ini terjadi saat aksi kekerasan di seluruh wilayah menurun tajam belakangan ini.

Meski demikian ketegangan perselisihan sektarian masih terus meningkat, serangan antar kelompok terus terjadi khususnya pada saat perayaan hari besar masing-masing kelompok agama ini.

Serangan mendadak

Sejumlah saksi mata yang menyaksikan serangan itu mengatakan pelaku bom bunuh diri langsung menyusup dan meledakan diri di tengah kerumunan peziarah.

"Kami mendengar ledakan besar dan kemudian semua orang berlarian menuju tempat suci untuk melihat jenazah dan kami mendengar ada beberapa orang terluka yang meminta tolong," kata salah satu warga, Saif al-Azami seperti dikutip dari Associated Press.

"Kami tadi juga menolong mengantar beberapa korban yang mengalami luka ke rumah sakit sebelum ambulan bantuan tiba."

Dia juga mengatakan beberapa rekannya dari kelompok Sunni membantu para peziarah yang terluka dengan memberikan mereka makanan dan air minum.

Serangan mematikan terhadap para peziarah Syiah ini tidak menyurutkan niat mereka untuk merayakan festival dan mendatangi kawasan suci tersebut.

"Pada masa pemerintahan Saddam saja saya mendatangi tempat suci meskipun ada larangan untuk melakukan perjalanan dan mengunjungi tempat suci ini," kata Hamid Talib kepada AFP.

"Saya tetap akan berziarah apapun kondisinya."

Serangan pada hari Rabu waktu setempat ini, terjadi ditengah persiapan penarikan mundur tentara Amerika dari wilayah tersebut pada akhir Agustus mendatang.

Rencana panjang untuk menarik pasukan ini terhalang oleh kegagalan kekuatan politik utama di Irak untuk membentuk pemerintahan koalisi menyusul hasil pemilu legislatif pada Maret lalu yang tidak menghasilkan pemenang mayoritas. (bbc/bbc)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Ledakan bom tewaskan 40 di Irak

Kemarau Tak Kunjung Tiba

08/07/2010 12:53; Liputan6.com, Jakarta:
Sedia payung sebelum hujan. Inilah tindakan yang mesti Anda lakukan meskipun bulan kemarau sudah datang. Juli ini waktunya musim kemarau bertandang, namun hingga Kamis (8/7) belum ada tanda-tanda cuaca panas. Sejak awal Januari hingga Juli hujan masih mengguyur Jakarta dan sejumlah daerah di Tanah Air.

Akibatnya, petani terancam gagal panen. Banjir juga terjadi berulang-ulang. Tak sedikit pohon yang roboh atau longsor karena tanah yang tergerus air. Sejauh ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi, musim kemarau di Sumatera dan Jawa baru akan terjadi awal hingga Juli ini. Namun nampaknya ramalan BMG ini tidak tepat buktinya hujan masih datang.(OMI/AYB)
READ MORE - Kemarau Tak Kunjung Tiba

Selasa, 06 Juli 2010

Ratusan Kios di Pandeglang Habis Dilalap Api

Headline News / Nusantara / Selasa, 6 Juli 2010 08:15 WIB
Metrotvnews.com, Pandeglang: Sekitar 200 kios di Pasar Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, ludes terbakar. Api menjalar dari satu kios ke kios lain berlangsung sangat cepat. Kebarakan yang berlangsung sejak Senin (5/7) pukul 22.00 WIB itu Selasa (6/7) dini hari tadi belum berhasil dijinakkan.

Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya karena Pemerintah Kkabupaten Pandeglang belum memiliki mobil pemadam kebakaran. Seorang pedagang yang ikut memadamkan api jatuh tertimpa reruntuhan kayu. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran. Didugan, kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik. (DOR)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Ratusan Kios di Pandeglang Habis Dilalap Api

Pabrik Busa di Bandung Terbakar

06/07/2010 19:08
Liputan6.com, Bandung: Sebuah pabrik busa di Jalan Mengger Girang, Cigareleng, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/7) sore, hangus dilalap si jago merah. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Sementara besarnya kerugian belum bisa ditaksir.

Pemilik pabrik Krisnatria Susanto mengatakan, pada saat kejadian pabrik dalam keadaan kosong. Seluruh karyawan sudah pulang. Sementara api baru berhasil dipadamkan dua jam kemudian. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran turun menjinakkan si jago merah.

Banyaknya material yang mudah terbakar mengakibatkan api cepat merambat dan menghanguskan seluruh bangunan. Termasuk adanya bahan kimia yang terdapat di kawasan pabrik. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung John Siregar mengatakan, pihaknya masih menyelidiki asal api.(AIS)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Pabrik Busa di Bandung Terbakar

Indonesia Darurat Ledakan Gas Elpiji

Selasa, 06/07/2010 18:10 WIB
Mulai Besok, Regulator dan Selang Elpiji Diganti yang Ber-SNI

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setuju mulai Rabu besok (7/7/2010), dilakukan penggantian terhadap selang karet dan regulator tabung gas 3 kg milik masyarakat yang selama ini sering meledak. Selang dan regulator akan diganti dengan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Presiden menyetujui mulai besok diganti untuk tabung gas itu khususnya komponen terkait 3 kilo regulator dan selang karet yang selama ini ditengarai menjadi penyebab kecelakaan ledakan tabung gas,” kata Menko Kesra Agung Laksono usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Agung ditemani oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menkeu Agus Martowardjojo, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Direktur Pertamina Karen Agustiawan.

Agung menjelaskan, masyarakat bisa menukar selang karet dan regulatornya berstandar SNI itu dengan harga untuk selang karet Rp 15 ribu regulator Rp 20 ribu. "Adapun pajak penjualan sebesar 10 persen ditanggung pemerintah," lanjut Agung.

Harusnya penukaran tersebut sesuai dengan jadwal dilakukan kemarin, namun ditunda hari ini. Menurut Agung, untuk mendapat sesuatu yang lebih baik tidak perlu tergesa-gesa. "Tak menjadi masalah lebih baik mundur satu hari tapi dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Masyarakat yang hendak menukar regulator dan tinggal menukarkan saja milik mereka yang lama dengan membayar total Rp 35 ribu kepada agen-agen resmi. Dengan demikian, dapat meminimalisir adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menjual yang palsu.

Soal antisipasi adanya pemalsuan-pemalusan, menurut Agung pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Kok nggak digratiskan saja Pak? "Yang pertama kan sudah digratiskan, melalui program perdana, sampun (sudah)," jawab politisi Partai Golkar tersebut. Tabung elpiji 3 kg ini, imbuhnya, telah dibagikan secara gratis kepada 16 juta warga di seluruh Indonesia.

"Kami menjual atas rekomndasi Badan Standarisasi Nasional," tutup Agung.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Indonesia Darurat Ledakan Gas Elpiji