Sabtu, 10 Juli 2010

Awas, Ada Lagi Tabung Gas yang Meledak


Liputan6.com, Jember: Lagi-lagi tabung gas elpiji meledak. Kali ini menimpa seorang warga Desa Sempolan, Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/7). Dahsyatnya ledakan mengakibatkan rumah korban hancur berantakan, dan dua orang penghuninya mengalami luka bakar serius.

Ledakan tabung gas elpiji yang terjadi di rumah Ineke, warga Desa Sempolan, Jember, Jawa Timur, terjadi sekitar pukul 5:00 pagi tadi. Musibah terjadi saat Ineke hendak memasak di dapur. Ketika itu korban tidak menyadari jika tabung gas elpiji ukuran dua belas kilogramnya bocor, padahal aroma gas sudah menyebar di seluruh ruangan. Saat kompor dinyalakan ledakan pun tidak terhindarkan hingga melukai Ineke dan ibunya Misri.

Hingga saat ini kedua korban yang menderita luka bakar serius dibagian wajah dan lengan masih dirawat intensif di Puskesmas Mayang, Jember. Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa kompor gas dan tabung elpiji 12 kilogram. Musibah ini merupakan korban kesekian kalinya yang terjadi di berbagai daerah.(AYB)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"

READ MORE - Awas, Ada Lagi Tabung Gas yang Meledak

186 Pabrik Rokok di Jatim Gulung Tikar


SURABAYA POST - Jumlah perusahaan rokok di Pulau Madura dari tahun ke tahun kian surut. Pada tenggang waktu satu tahun, sekitar 186 perusahaan rokok gulung tikar alias tidak beroperasi lagi.

Data di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Madura di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menyebutkan pada tahun 2009 jumlah perusahaan rokok home industry di Pulau Madura yang terdata sebanyak 276 perusahaan.

Setelah dilakukan pendataan lagi pada tahun 2010, ternyata jumlah PR yang masih aktif memproduksi tinggal 88 perusahaan. Sedangkan 186 perusahaan rokok lainnya sudah tutup.

Bendahara Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPP BC) Madura di Sumenep, Abu Bakar, menilai, penutupan ratusan perusahaan rokok itu disebabkan karena kalah bersaing dengan perusahaan rokok besar.

”Perusahaan rokok yang ada tidak memiliki modal besar, sehingga mereka sedikit demi sedikit berhenti beroperasi,” kata Abu Bakar, Rabu 7 Juli 2010.

Selain penutupan PR tersebut karena kemauan sendiri, banyak juga PR yang ditutup karena ditertibkan oleh kantor bea dan cukai. ”Kita lakukan penertiban melalui operasi, jika memang ada perusahaan yang tidak memenuhi syarat, maka kita tutup,” jelasnya.

Banyaknya perusahaan rokok yang tutup mempengaruhi perolehan pendapatan dari hasil penjualan pita cukai rokok. Meski hanya tinggal puluhan perusahaan rokok, namun pihaknya akan berusaha maksimal untuk mencapai target penjualan pita cukai rokok.

Terhitung mulai Januari hingga awal Juli 2010 ini, kantor pelayanan dan pengawasan bea dan cukai hanya mampu menjual pita cukai rokok sebesar Rp 4,8 miliar.

Padahal, target perolehan penjualan pita cukai rokok tahun ini sebesar Rp 16 miliar. ”Pendapatan dari hasil penjualan pita cukai rokok selama 6 bulan masih jauh dari target yang telah ditentukan, yakni sebesar Rp 12 miliar,” katanya.

Jika kondisi perusahaan rokok terus tidak sehat, Abu Bakar memperkirakan target pendapatan dari pita cukai rokok tahun ini sangat sulit untuk dicapai. ”Kami optimistis bisa mencapai target dalam penjualan pita cukai rokok tersebut, jika perusahaan rokok yang ada tetap bisa bertahan,” katanya.

Dia juga meminta para pemilik perusahaan untuk tetap taat aturan pembelian cukai pita rokok. Selain itu, pihaknya juga akan menggencarkan operasi rokok ilegal untuk meningkatkan pendapatan dari penjualan pita cukai rokok.

Sebab, Abu Bakar sendiri menengarai masih ada beberapa perusahaan yang menjual rokok tanpa pita cukai. ”Kita akan mengintensifkan operasi pita cukai rokok,” tegasnya.

Sementara itu, kucuran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBH CHT) dari Pemerintah Pusat kepada Pemkab Sumenep untuk tahun ini nominalnya tidak jauh berbeda dengan tahun 2009, yaitu sebesar Rp 13 miliar lebih.

Tepatnya, tahun lalu Rp 13.321.702.000, tahun ini sebesar Rp 13.634.522.381. Terdapat lima Satuan Kerja di Sumenep yang akan mengelola DBH CHT, yaitu Dinas Kesehatan, Disnakertrans, Disperindag, Badan Lingkungan Hidup dan Dishutbun.

Sebagian dari dana tersebut, menurut Peraturan Menteri Keuangan, mestinya juga digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan baku dan industri, pembinaan sosial, sosialisasi ketentuan cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Laporan: Zahrir Ridlo

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"



READ MORE - 186 Pabrik Rokok di Jatim Gulung Tikar

Hujan Lebat, Waspada Jarak Pandang Terbatas


VIVAnews - Masyarakat pengguna jalan di imbau untuk tetap waspada dan menjaga jarak berkendaraan karena sejumlah wilayah DKI Jakarta diguyur hujan yang membuat jarak pandang terbatas, Jumat 9 Juli 2010 sore.

Permukaan jalan yang licin juga bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Selain itu, pengguna jalan juga diimbau untuk waspada terhadap pohon yang tinggi dan papan reklame. Hujan deras disertai angin bisa membuat pohon dan papan reklame roboh.

Genangan air juga patut diwaspadai di beberapa titik yang menjadi langganan, lubang yang biasanya tertutup genangan air berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Masyarakat pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor juga diminta untuk mencari tempat yang tidak mengganggu arus lalu lintas.

Banyaknya pengendara sepeda motor yang berhenti untuk bertenduh di bawah Fly Over dan jembatan penyeberangan juga menyebabkan arus lalu lintas terhambat.

Sejumlah ruas jalan kini terus mengalami kepadatan, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto yang menuju Slipi maupun arah sebaliknya.

Kemacetan panjang juga terjadi di ruas jalan dari kawasan Pancoran menuju Cawang. Kepadatan kendaraan juga terjadi di ruas Tol Dalam Kota.


-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"

READ MORE - Hujan Lebat, Waspada Jarak Pandang Terbatas

Pohon Tumbang, Lalu Lintas Fatmawati Lumpuh


VIVAnews - Satu pohong berukuran besar tumbang di dekat traffic light Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Juli 2010 pukul 16.00 WIB. Pohon itu menutup arus lalu lintas hingga menimbulkan kemacetan parah.

Arus lalu lintas yang mengalami kemacetan adalah rute dari Lebak Bulus yang akan menuju Fatmawati.

Kemacetan di jalan ini karena batang pohon tersebut menghalangi laju kendaraan dan menyisakan satu lajur jalan bisa dilintasi oleh kendaraan.

Informasi dari Aiptu Sriyoko, petugas operator Traffic Management Center Polda Metro Jaya, tumbangnya pohon itu melumpuhkan arus lalu lintas dari Lebak Bulus menuju Fatmawati.

Sriyoko menuturkan saat ini petugas lalu lintas sudah berada di lokasi kejadian untuk mencairkan kemacetan.

Polisi juga sudah menghubungi petugas Dinas Pertamanan sudah agar bisa mengevakuasi pohon tersebut.

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Pohon Tumbang, Lalu Lintas Fatmawati Lumpuh

Kebakaran Hanguskan Rumah Makan di Tanjung Barat


Jakarta Detiknews- Kebakaran menghanguskan Rumah Makan Palapa di Jl Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

"Saat ini sudah berhasil dipadamkan," ujar Petugas Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, Suparman kepada detikcom pukul 21.30 WIB, Jumat (9/7/2010).

Suparman menjelaskan api mulai berkobar pukul 18.52 WIB. Petugas butuh waktu satu jam lebih untuk memadamkan api di rumah makan yang terletak di RT 05 RW 01, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa ini.

"Tadi kita mengerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran," terang Suparman.

Penyebab kebakaran diketahui berasal dari arus pendek listrik. Api menghabiskan seluruh dapur rumah makan tersebut.

"Kerugian sekitar Rp 200 juta. Tapi tidak ada korban jiwa," terang dia. (rdf/rdf)

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Kebakaran Hanguskan Rumah Makan di Tanjung Barat

Jumat, 09 Juli 2010

Truk Kontainer Kapas Terguling


Liputan6.com, Bandung: Sebuah truk kontainer bermuatan kapas terguling di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (9/7). Truk mengalami mogok dan berjalan mundur di tanjakan curam.

Abduloh sang pengemudi tidak sempet mengerem saat melintasi tanjakan Cicau dari arah Jakarta. Truk pun mundur sehingga kontainer di belakang truk terguling dan menutupi badan jalan. Abduloh sengaja mengarahkan kontainer ke jalan karena takut jatuh ke jurang.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kecelakaan ini. Namun arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Purwakarta dan sebaliknya sempat terputus.(WIL/AYB)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Truk Kontainer Kapas Terguling

Tak Ada Hujan Tak Ada Angin


Pohon Beringin Tumbang Timpa Tiga Mobil
DENPASAR.KOMPAS.com - Sebuah pohon beringin di Jalan Raya Peti Tenget, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Denpasar sekitar pukul 12.15 WITA, tumbang. Batang pohon itu kemudian menimpa tiga buah mobil yang sedang parkir di bawahnya hingga ringsek.

“Tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian pengemudi mobil tidak ada di dalam mobil. Akibat kejadian ini pemilik mobil akan mendapat asuransi,” ujar Kapolsek Kuta Utara, AKP Nyoman Sukanada, Jum’at (9/7/2010).

Dikatakan Kapolsek, tiga mobil itu milik karyawan hotel. Ketiga mobil itu sering parkir di sekitar pohon beringin.

Tumbangnya pohon itu secara tiba-tiba, diduga karena usianya yang sudah cukup tua. Pasalnya, saat kejadian tidak ada hujan maupun angin kencang. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar Pura Petitenget kerobokan sempat mengalami macet total karena pohon tersebut menutupi badan jalan.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Tak Ada Hujan Tak Ada Angin

Baling-baling Patah, Semua Selamat

Prima Air Tergelincir di Mamberamo

JAYAPURA, KOMPAS.com — Pesawat maskapai penerbangan Prima Air berbadan kecil jenis Cessna yang membawa rombongan pejabat daerah dilaporkan tergelincir dan menabrak batu di Lapangan Terbang Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, Jumat (9/7/2010) pagi.

Pesawat yang membawa rombongan pejabat dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang akan mengikuti kegiatan turun kampung Gubernur Papua Barnabas Suebu di Kabupaten Mamberamo Tengah itu tergelincir karena kondisi lapangan terbang yang licin akibat turun hujan sejak semalam.

Sumber di Kobakma, Mamberamo Tengah, Willem Yobi, mengatakan, akibat tergelincirnya pesawat Prima Air ini, kedua baling-baling pesawat patah karena menabrak batu. Menyinggung tentang adanya korban jiwa dan luka atas kejadian tersebut, Willem Yobi mengatakan, semua penumpang dan kru pesawat selamat dalam kejadian itu.

"Tidak ada korban jiwa. Hanya, kondisi pesawat rusak cukup parah karena menabrak batu yang ditaruh di sekitar lapangan terbang untuk rencana renovasi lapangan terbang itu," ucap Willem Yobi, salah satu orang kepercayaan Bupati Mamberamo Tengah David Pagawak.

Pesawat Prima Air merupakan salah satu pesawat berbadan kecil yang melayani penerbangan di daerah pedalaman Papua. Pesawat yang tergelincir itu hanya berkapasitas tujuh penumpang. Kabupaten Mamberamo Tengah adalah salah satu kabupaten yang baru dimekarkan dari kabupaten induk Jayawijaya, Papua.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Baling-baling Patah, Semua Selamat

Pesawat Rombongan Pejabat Menabrak Batu


JAYAPURA, KOMPAS.com — Pesawat berbadan kecil Prima Air yang memuat rombongan pejabat daerah tergelincir dan menabrak batu di lapangan terbang Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, Jumat (9/7/2010) pagi. Pesawat itu memuat rombongan pejabat dari Wamena Kabupaten Jayawijaya yang akan mengikuti kegiatan turun kampung Gubernur Papua Barnabas Suebu di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Sumber di Kobakma, Mamberamo Tengah, saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan kejadian itu. Namun, dia mengatakan belum menerima informasi yang jelas mengenai kemungkinan adanya korban jiwa dan kerugian yang diderita akibat kejadian ini.


-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Pesawat Rombongan Pejabat Menabrak Batu

Bukit Barisan Longsor di Lima Lokasi

PAGARALAM, KOMPAS.com - Lima titik tebing Bukit Barisan di Kelurahan Jangkarmas dan Kelurahan Bumiagung, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumsel Jumat (9/7/2010) longsor selebar 100-200 meter dengan ketinggian 400 meter.

Dilaporkan, longsor juga berdampak terhadap kerusakan puluhan ribu batang kopi dan mengancam puluhan pondok warga setempat yang berada hanya berjarak sekitar 1 meter dari tebing runtuh tersebut.

Lokasi longsor selain kebanyakan berada di areal kebun kopi dan hanya berjarak beberapa meter saja dari kawasan persawahan di dua kelurahan tersebut. Kemudian sekitar daerah itu juga sudah banyak hutan gundul dan alih fungsi menjadi perkebunan.

Bencana itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Pagaralam, dalam beberapa bulan ini, sehingga menyebabka sejumlah daerah terutama bukit Kayu Manis longsor cukup besar. Kemudian ada juga hutan di sepanjang sungai sudah banyak beralih fungsi dan gundul.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa tapi kerusakan kebun kopi cukup parah mencapai ratusan hektar akibat longsor. "Memang sudah berulang kali terjadi longsor dan banjir bandang termasuk yang berada di daerah Bukit Kayu Manis Kecamatan Dempo Utara. Hampir sebagian besar posisi areal perkebunan kopi dan persawahan sudah rusak akibat banjir dan longsor, pada saat hujan deras berlangsung," kata Yuni, warga setempat.

Ia mengatakan, kondisi itu cukup membahayakan bagi warga pemilik kebun jika tetap tinggal di sekitar lokasi longsor, apalagi ada tiga perumahan berjarak sekitar 2-3 meter saja dari lokasi tersebut.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Bukit Barisan Longsor di Lima Lokasi

Krisis Gula Intai Kalsel

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Provinsi Kalsel terancam mengalami krisis gula menjelang Ramadhan, apabila hal tersebut tidak diatasi secepatnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Ketua Assosiasi Gula Bersatu Kalsel H. Aftahuddin di Banjarmasin, Jumat (9/7/2010) mengatakan, Kalsel diperkirakan akan mengalami krisis gula apabila stok tidak dipenuhi menjelang bulan Ramadhan yang jatuh pada Agustus 2010.

Lanjutnya, selama ini stok gula di Kalsel yang ada hanya berkisar 2.000 ton, sedangkan di kebutuhan gula masyarakat di wilayah Kalsel bisa mencapai 9.000 ton setiap bulan.

Dengan adanya kondisi seperti itu diharapkan Pemda setempat bisa mengambil tindakan secepat apabila tidak maka harga gula saat menjelang Ramadhan bisa naik drastis.

Apalagi, saat ini stok gula yang ada hanya berkisar 2.000 ton dan diperkirakan dengan stok minim seperti itu gula tersebut hanya bisa bertahan lebih kurang satu setengah bulan saja.

"Stok gula kita hanya 2.000 ton, sedangkan yang diperlukan dalam sebelum 9.000 ton dan stok gula tersebut hanya mampu bertahan hingga satu setengah bulan," katanya.

Selain itu, juga dalam membahas gula yang sedang dalam krisis ini diharapkan Pemda Kalsel bisa mengajak para pengusaha gula berkumpul untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi krisis gula jelang Ramadhan.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Krisis Gula Intai Kalsel

Usia Produktif Dominasi Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas

Surabaya - Kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Jatim selama Juni 2010 mencapai 883 kejadian. Dari kejadian itu, pelaku yang terlibat kecelakaan didominasi usia produktif.

Dari data yang diperoleh di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, pelaku yang terlibat kecelakaan usianya antara 16-25 tahun sebanyak 231 orang. Kemudian disusul usia antara 26-35 tahun sebanyak 195 orang, usia 36-45 tahun sebanyak 173 orang, usia 46-55 tahun sebanyak 118 orang, usia 56 tahun ke atas sebanyak 51 orang dan usia antara 5-15 tahun sebanyak 49 orang.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Lafri Prasetyono menyayangkan tingginya usia produktif yang terlibat kecelakaan. "Kita sudah berupaya
mensosialisasikan ke tingkat pelajar dengan memasukkan pendidikan lalu lintas ke kurikulum ke sekolah mulai tingkat dasar hingga SMA. Mungkin nantinya juga bisa
masuk ke kampus-kampus," ujar Lafri kepada wartawan di mapolda, Jalan Ahmad Yani, Jumat (9/7/2010).

Dari berprofesi yang terlibat kecelakaan selama Juni 2010, tertinggi adalah karyawan swasta sebanyak 588 orang. Kemudian pelajar sebanyak 109 orang, pengemudi sebanyak 49 orang, TNI/Polri sebanyak 22 orang, pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 19 orang, buruh atau petani sebanyak 14 orang, mahasiswa sebanyak 12 orang dan pedagang 4 orang.

Lafri mengatakan, berbagai program Ditlantas Polda Jatim digulirkan seperti safety riding, responsible riding, road safety action gubernur award, maupun goes to campus serta mensosialisasikan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ).

"Kecelakaan memang tidak bisa dihapuskan, karena banyak faktor penyebab kecelakaan, seperti human error atau dari kendaraannya. Dengan tetap mensosialisasikan tentang program-program Ditlantas maupun UU No 22 Tahun 2009, diharapkan masyarakat selalu waspada dan dapat mengurangi tingkat kecelakaan," tandas pria asal Kebumen Jawa Tengah ini.
(roi/wln)


-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Usia Produktif Dominasi Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas