Senin, 13 September 2010

Ajaib, Gempa 7,1 SR Tak Ada yang Tewas!


Chirstchurch -- Perdana Menteri (PM) New Zealand (NZ) John Key mengungkapkan keheranannya seka­ligus bersyukur pasca gempa 7,1 skala Richter yang menggoyang negerinya. Bagaimana tidak, gempa dahsyat yang meluluhlantakan Kota Chirstchurch sama sekali tidak menelan korban jiwa.

“Ini adalah keajaiban. Tidak ada yang tewas,” ujar John Key, saat meninjau lokasi kejadian di Kota Chirstchurch, kemarin. Namun diakuinya, memang terdapat warga yang mengalami luka ringan hingga luka parah. Menurut Key, salah satu alasan tidak banyak yang lolos dari gempa karena bencana alam itu terjadi sebelum fajar, di mana banyak warga melakukan aktivitas di luar gedung.

“Jika ini terjadi lima jam sebelumnya atau lima jam kemudian (ketika banyak orang di kota itu), maka akan terjadi pembantaian mutlak kehidupan manusia,” terang Key.

Profesor Geologi Mark Quigley dari Universitas Canterbury menjelaskan, gempa itu disebabkan oleh tabrakan antara lempeng Pasifik dengan lempeng tektonik Australia. Kini, NZ tengah berbenah. Pemerintah setempat berusaha menangani dan mengaktifkan berbagai kebutuhan sanitasi, seperti listrik dan air. Setidaknya 500 ge­dung, termasuk 90 properti pusat kota, hancur lebur, setelah gempa, Sabtu 4 September. (RMOL)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Ajaib, Gempa 7,1 SR Tak Ada yang Tewas!

Pasca Gempa Susulan ; Selandia Baru Perpanjang Keadaan Darurat


Christchurch, (Analisa). Petugas keselamatan Selandia Baru merobohkan bangunan yang rusak akibat gempa di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (8/9).

Pemerintah Selandia Baru memperpanjang keadaan darurat di Christchurch, Rabu (8/9) setelah gempa susulan kuat.
Gempa susulan berkekuatan 5,0 SR terjadi pukul 07.49 waktu setempat (02.49 WIB, Rabu), menyebabkan penduduk yang ketakutan berlamburan lari ke jalan-jalan, memutuskan aliran listrik sebentar dan menjatuhan puing-puing dari gedung-gedung yang sudah rusak.

Markas pertahanan sipil kota dan pusat kesejahteraan rakyat yang menampung penduduk kehilangan tempat tinggal akibat gempa Sabtu untuk sementara waktu dikosongkan.

Sekitar 1.000 pengendara mobil dalam terowongan sepanjang 1,9 km menghubungkan Christchurch dengan pelabuhan Lyttleton terdekat menjadi ketakutan setelah gempa susulan membuat retak bangunan itu.

Terowongan tadi ditutup sebagai tindakan pencegahan tapi akhirnya dibuka kembali setelah teknisi menemukan kerusakan tidak berat.

Gempa terbaru berkedalaman satu km dan jauh lebih dekat dengan pusat kota daripada gempa berkekuatan 7,0 SR, yang menyebabkan kerugian senilai miliaran dolar AS, kata para pakar seismologi.

Kementeriaan pertahanan sipil memperpanjang keadaan darurat di kota itu yang berakhir tengah hari Rabu (07.00 WIB) selama sepekan lagi, kendati keputusan diambil berdasarkan skala kerusakan pada Sabtu, bukan gempa susulan terbaru.

Kementerian Keuangan juga mengatakan, biaya perbaikan dari gempa itu kemungkinan senilai empat miliar dolar Selandia baru (2,7 miliar dolar AS), dua kali lipat perkiraan sebelumnya. (AFP/es)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Pasca Gempa Susulan ; Selandia Baru Perpanjang Keadaan Darurat

Gempa 5,0 SR Guncang Jogjakarta


JOGJAKARTA, BANGKAPOS.com- - Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 skala Richter mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pukul 23.38 WIB, dengan pusat gempa 23 kilometer tenggara Bantul.

Menurut staf Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta David, di Jogjakarta, Minggu malam menjelang dini hari, pusat gempa berada di pantai dengan kedalaman 10 kilometer.

Ia menyebutkan pusat gempa berada di koordinat 8.10 Lintang Selatan - 110.37 Bujur Timur, atau 23 kilometer tenggara Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).ant

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Gempa 5,0 SR Guncang Jogjakarta

Batavia Air Tujuan Jakarta Rusak di Pekanbaru


Pekanbaru (ANTARA News) - Pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan 566 dan rute Pekanbaru-Jakarta, pada pukul 13.00 WIB Senin, batal berangkat dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, Riau, karena mengalami kerusakan.

"Pesawat Batavia tujuan Jakarta dari SSK II batal berangkat pada pukul 13.00 WIB Senin, karena kerusakan teknis," kata Koordinator posko Lebaran bandara SSK II, Amintas Sinaga, kepada ANTARA, Senin.

Dia mengatakan, pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.00 WIB tujuan Jakarta itu masih dalam perbaikan.

"Kami sudah menyampaikan pembatalan keberangkatan pesawat ini kepada penumpang," urainya.

177 penumpang asal Pekanbaru yang hendak berangkat ke Jakarta terpaksa menunggu di bandara tersebut.

"Pihak Batavia sudah mengumumkan pembatalan ini ini kepada penumpang, dan penumpang nampaknya maklum menunggu pesawat pengganti atau pesawat yang rusak usai diperbaiki," tegasnya.

Dia mengungkapkan, Batavia sudah melakukan kewajibannya dengan memberikan konpensasi sesuai aturan kepada penumpang.(*) ANT/B012/AR09


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Batavia Air Tujuan Jakarta Rusak di Pekanbaru

Sabtu, 11 September 2010

Meregang Nyawa di Open House Istana


Bukan kali ini saja acara seperti membawa korban jiwa.

VIVAnews - Joni Malela, 45, barangkali tak pernah menyangka sebelumnya, bahwa dirinya bakal menemui ajal di Hari Raya Idul Fitri. Alih-alih mendapat uang Rp100 ribu, pria tunanetra asal Garut ini malah merengang nyawa saat mengantre di Istana Negara untuk bersalaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Penyebab tewasnya Joni sebetulnya belum dapat dipastikan secara medis. Sebab, dokter hanya memeriksa bagian luar tubuhnya. Dokter forensik RSCM, Wibisana Widyatmaka menyebutkan, tidak ada luka akibat kekerasan. "Dari hasil pemeriksaan dari kepala hingga kaki, tidak ada tanda-tanda kekerasan," ungkapnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Namun, yang bisa dipastikan, berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih usai melihat kondisi jenazah, Joni tewas bukan karena terinjak atau akibat kekerasan. "Sudah dilakukan pemeriksaan luar dan tidak dijumpai ada tanda-tanda kekerasan atau diinjak-injak," kata Endang.

Dalam keterangan persnya, Endang menyatakan, tim forensik siap jika keluarga bersedia untuk melakukan otopsi. Namun, Euis Rusmiati, istri Joni yang juga tunanetra dan agak tuli ini tidak bersedia jasad suaminya diotopsi.

"Setelah tadi bertemu, beliau (Euis) meminta langsung dimakamkan saja. Beliau ikhlas, langsung dimakamkan saja," ucap Endang setelah berdialog dengan Euis di kamar jenazah RSCM.

Berawal dari acara open house yang diadakan Presiden SBY di Istana Negara, Joni dan ribuan warga lainnya mendatangi Istana Negara. Saking banyaknya warga yang antre, desak-desakan pun terjadi. Joni yang terkulai lemah akibat berdesakan, segera dipapah petugas untuk diberikan pertolongan. Namun tak berdaya, Joni pun pingsan dan akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.

Ribuan warga berdesakan, mereka saling dorong masuk Istana Negara untuk bersalaman dengan Presiden SBY. Ribuan warga nampaknya khawatir, tak mendapat kesempatan bertemu Presiden SBY.

Nampaknya, bersalaman dengan Presiden bukan satu-satunya alasan warga rela antre lama-lama. Sebelumnya, beredar kabar bahwa akan ada pembagian uang sebesar Rp 300 ribu. "Katanya dapat Rp 300 ribu," kata Rina, seorang warga yang rela antre sebelum open house dibuka.

Hal yang sama juga dikatakan Ani, warga Tangerang. "Saya dapat kabar katanya dikasih Rp 300 ribu, makanya saya datang," ujar Ani.

Namun kabar pembagian uang dibantah pihak Istana. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha malah mempertanyakan kabar itu. "Keliru. Tidak ada pembagian duit. Itu kabar yang tidak bertanggung jawab. Dari mana ada kabar itu?" kata Julian yang menyesali informasi sesat itu.

Sebetulnya, kericuhan saat open house bukan kali ini saja terjadi. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pernah merasakan imbasnya mengadakan open house. Terlebih, acara silaturahmi itu disisipkan dengan pembagian sedekah, sembako atau apapun namanya.

Demi menghindari terulangnya kejadian serupa, gubernur DKI ini tidak mau ambil resiko. Dan menghentikan kegiatan open house disertai pembagian sedekah mulai tahun ini. "Tertutup untuk masyarakat umum," ujar Foke begitu sapaan Fauzi Bowo.

Dalam acara tahun lalu itu, Foke menyediakan 6000 paket sembako untuk warga kurang mampu di Jakarta. Gubernur juga menyiapkan angpao Rp 40 ribu untuk setiap warga. Hal itu jelas mengundang antusiasme warga. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan anak-anak pun menyemut di Balai Kota sejak pagi, hingga terjadilah kericuhan. VIVAnews


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Meregang Nyawa di Open House Istana

Kamis, 09 September 2010

Asrama Polisi Pontianak Utara Terbakar


PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak empat rumah di Asrama Kepolisian Sektor Utara, Pontianak Utara, Kamis (9/9/2010) sekitar pukul 11.00 WIB, terbakar. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar (Pol) Suhadi Siswo Wibowo, saat dihubungi membenarkan adanya musibah kebakaran asrama tersebut.

"Peristiwanya sekitar pukul 11.00 WIB, diduga karena arus pendek listrik," kata Suhadi. Namun ia belum dapat memastikan nilai kerugian akibat musibah tersebut. "Saya harus pastikan dulu dengan Direktur Pol Airud," katanya.

Lokasi Asrama Polsek Utara berada satu kompleks dengan Markas Kepolisian Perairan Polda Kalbar di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Bangunan di kompleks itu rata-rata berusia tua berdinding semen dan kayu belian.

Saat ini, menurut Suhadi, api yang membakar empat unit bangunan itu sudah dipadamkan petugas pemadam kebakaran dari sejumlah yayasan sosial yang ada di Kota Pontianak.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Asrama Polisi Pontianak Utara Terbakar

Jayapura Diguncang Gempa 5,7 SR


Liputan6.com, Jayapura: Gempa berkekuatan 5,7 skala Richter (SR) mengguncang Jayapura. Gempa tersebut berada pada 2.61 LS - 138.42 BT dengan kedalaman 10 km.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 10.14 WIB, Sabtu (4/9). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa berada pada 254 km Barat Daya Jayapura, 273 km Timur Laut Timika, 304 km Tenggara Biak, 318 km Timur Laut Keawkwa, 3.532 Timur Laut Jakarta. (MEL)


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Jayapura Diguncang Gempa 5,7 SR

Gempa 5,2 SR Guncang Dili


Liputan6.com, Dili: Gempa berkekuatan 5,2 skala Richter mengguncang Dili, Timor Leste, Kamis (9/9). Beradasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa dengan kedalaman 516 kilometer itu tidak berpotensi tsunami.

Lokasi gempa berada di 6.08 LS-125.88 BT. Pusat gempa berada di 278 kilometer timur laut Dili, Timor Leste, 370 kilometer tenggara Baubau, Sulawesi Tenggara, 371 kilometer barat daya Ambon, Maluku, 434 kilometer tenggara Kendari, Sulteng, dan 2.116 kilometer timur laut Jakarta.(IAN)


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Gempa 5,2 SR Guncang Dili

Kebakaran di Porong Bakar 3 Rumah dan 3 Warga Api Jalan di Udara, Kolam Ikut Membara


Kebakaran di Porong Bakar 3 Rumah dan 3 Warga
Api Jalan di Udara, Kolam Ikut Membara

SIDOARJO - Semburan lumpur Lapindo yang disertai gas metan terus memunculkan ancaman bagi warga sekitar. Tiga rumah di Desa Siring, Kecamatan Porong, Selasa malam (7/9), terbakar. Tiga warga menjadi korban kebakaran tersebut. Dua di antara mereka mengalami luka bakar serius.

Ketiga korban itu adalah Purwaningsih, 55; Debi Purbianto, anak Purwaningsih, 23; dan Budirahayu, 50. Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.30. Tiga rumah yang terbakar adalah milik Suncoko, Purwaningsih, dan Okki Andrianto, ketiganya warga Jalan Beringin. Sampai berita ini ditulis, penyebab awal kebakaran masih simpang siur karena kejadian itu begitu cepat.

Beberapa sumber di lapangan menyebutkan, awalnya, Purwaningsih menyalakan api di atas tungku buatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang memanfaatkan gas dari bubble. Tungku itu bisa menyala karena dialiri gas dengan menggunakan pipa.

Saat dia menyalakan tungku, tidak terjadi apa-apa. Namun, tiba-tiba api diketahui sudah menjalar ke mana-mana. Abdul Halim, salah seorang saksi, melihat saat itu api sudah menjalar di atas Jalan Beringin. Api menjalar di atas jalan penghubung rumah Purwaningsih, Okki, dan Suncoko yang berjarak sekitar sepuluh meter. "Saya biasa lewat sini. Tapi karena ada api, saya tidak berani lewat," katanya.

Kobaran api itu lantas membakar sebuah toko milik Okki yang berada di rumah Jalan Beringin Nomor 5. Sempat terjadi ledakan beberapa kali disertai hembusan api dari bawah yang menimbulkan getaran.

Akibatnya, sebuah sepeda motor dan seluruh isi toko yang baru diisi barang dagangan beberapa hari lalu itu musnah terbakar. "Untung saja tidak ditempati kalau malam. Siangnya, anak saya di toko," kata Okki.

Bukan hanya itu, bagian dalam rumahnya juga menjadi kolam api. Dari sebuah kolam yang berukuran sekitar 8 x 7 meter persegi itu keluar semburan lumpur disertai gas. Api pun mewarnai permukaan air yang terus bergolak seperti mendidih. Warga di sana ada yang menyebutnya sebagai neraka kecil. Kolam tersebut terbentuk karena sebelumnya tembok yang di atasnya ambles.

Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan memadamkan api. Lebar jalan yang hanya sekitar empat meter menyulitkan pergerakan petugas. Selain itu, lokasi kebakaran cukup jauh di dalam rumah. Ditambah lagi, banyaknya warga yang menonton mengakibatkan aparat harus turun mengusir warga yang mendekat.

Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Namun, api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 03.30 setelah mobil pemadam bolak-balik untuk mengisi air karena kehabisan. BPLS juga menyemprotkan cairan busa untuk memadamkan api agar tidak bergeliat lagi.

Sebelumnya, rumah Okki pernah mengalami hal serupa pada 7 Juli 2009. Semburan gas di rumah tersebut mengeluarkan api hingga membesar dan akhirnya bisa dikendalikan. Namun, hal itu terulang pada 7 September 2010 kemarin.

Bukan hanya itu, rumah Suncoko yang bersebelahan dengan rumah Okki pun ikut terbakar. Api sempat membubung hingga setinggi atap rumah. Setelah disiram air, api pun padam. Namun, dari titik tersebut tetap mengeluarkan suara mendesis yang bisa didengar dari jarak sepuluh meter.

Sementara itu, api juga membakar sisi dalam rumah Purwaningsih. Beberapa perabot rumah tersulut api. Purwaningsih yang saat itu sedang menonton televisi bersama Debi, anaknya, langsung tersambar api.

Menurut Hadi Wijayanto, 56, suami Purwaningsih, saat kejadian, dia sedang berada di gudang rumahnya. Sementara Purwaningsih dan Debi Purbawiyanto menonton televisi. Tiba-tiba api masuk ke dalam rumah dan menyulut ibu serta anak tersebut.

Melihat hal itu, Hadi segera mengambil air seadanya untuk memadamkan api, yang juga menyulut perabot rumah tangganya. Saat api masih menyala, dia tidak berani keluar rumah meski para tetangga meneriaki untuk segera keluar. ''Waktu itu api masih menyulut, saya juga masih bau gas. Jadi, gak berani keluar,'' ucapnya. Setelah api mengecil, Hadi keluar rumah. Untung, dia hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, istrinya, Purwaningsih, dan anaknya, Debi, mengalami luka cukup serius.

Budirahayu, korban lain, mengalami hal yang sama. Saat kejadian, kebetulan dia sedang menengkok rumah di Siring Barat yang sudah tidak ditempati. Dia kaget dan penyakit asma yang dideritanya pun akhirnya kambuh. Oleh beberapa warga, Budirahayu dibawa ke RSUD Sidoarjo. Namun, karena lukanya hanya ringan, dia langsung diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Purwaningsih dan Debi saat ini dirawat di Ruang Mawar Pink RSUD Sidoarjo. Purwaningsih mengalami luka bakar sekitar 58 persen. Dia mengalami luka bakar di bagian muka, punggung, tangan, dan kaki. Sedangkan Debi mengalami luka bakar sekitar 48 persen. Dia mengalami luka bakar di punggung, wajah, tangan, dan kaki.

Kapolres Sidoarjo AKBP M. Iqbal di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kebakaran tersebut. Dia bakal menerjunkan saksi ahli untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran itu. "Apakah karena kelalaian warga atau petugas lapangan BPLS. Kami akan cari tahu," ucapnya.

Humas BPLS Akhmad Khusairi menyatakan, kebakaran tersebut tidak berasal dari kompor gas alam, melainkan dari sulutan api yang mungkin berasal dari petasan. ''Kalau berasal dari ledakan kompor, rumah korban pasti sudah hangus terbakar,'' ujarnya. (eko/adh/byu/c3/nw) [ Kamis, 09 September 2010 ]


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Kebakaran di Porong Bakar 3 Rumah dan 3 Warga Api Jalan di Udara, Kolam Ikut Membara

Jalan Poros Barat Kalimanatan Putus 12 Jam


Jalan Poros Barat Kalimanatan Putus 12 Jam

SAMPIT - Jalan provinsi poros barat Kalimantan, tepatnya di KM 90, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali putus kemarin (7/9) akibat luapan Sungai Basawang Besar. Air berwarna coklat deras mengalir dari arah dataran tinggi, merendam jalan dan semak-semak di sekitarnya.

Pantauan di lokasi kejadian menyebutkan, jalan sepanjang sekitar satu kilometer tidak bisa dilalui kendaraan selama 12 jam lebih. Akibatnya, ratusan kendaraan harus antre hingga tiga kilometer lebih di kedua sisi jalan.

Menurut warga setempat, banjir berawal dari hujan deras yang mengguyur sejak Senin petang (6/9). Menjelang tengah malam, hujan kian deras."Kami mulai melihat air naik sekitar pukul 03.00. Namun, saat itu mobil masih bisa melintas. Sejam kemudian, air makin tinggi sehingga kendaraan tidak berani melintas. Antrean kendaraan mulai memanjang sekitar pukul 07.00," tutur Dehes, 55, warga setempat.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Dehes, warga setempat berinisiatif menawarkan jasa penyeberangan dengan menggunakan empat getek dan tiga rakit terbuat dari ban dan drum kosong. Hanya manusia dan kendaraan roda dua yang bisa diseberangkan dengan rakit tersebut. "Satu orang dikenai tarif Rp10 ribu, motor Rp 20.000," terangnya.

Yang banyak menggunakan jasa penyeberangan tersebut adalah penumpang travel tujuan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Mereka terpaksa diberangkatkan dengan cara estafet antar travel.

Akan halnya kendaraan roda empat, semua tidak bisa bergerak sama sekali. Sebab, ketinggian air hampir satu meter. Mobil yang antre baru bisa melintas sekitar pukul 11.30 saat genangan air mulai surut. (gus/jpnn/c7/soe)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Jalan Poros Barat Kalimanatan Putus 12 Jam

Senin, 06 September 2010

Hujan, Sejumlah Ruas Jalan Macet


Liputan6.com, Jakarta: Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak pagi tadi membuat sejumlah ruas jalan di Ibu Kota macet, Senin (6/9). Hingga siang ini dilaporkan sejumlah ruas jalan masih tersendat bahkan tidak bergerak sama sekali.

Kemacetan terjadi di ruas jalan Sudirman yang menunju Semanggi. Selain meningkatnya volume kendaraan yang melintas, permukaan jalan yang licin akibat hujan yang masih terus mengguyur menjadi salah satu penyebab kemacetan. Kemacetan juga terlihat di ruas jalan arteri Gatot Subroto menuju Semanggi.

Padatnya arus lalu lintas juga terjadi di kawasan Buncit Raya, dari Warung Jati menuju Mampang Prapatan tampak padat merayap. Genangan air di sejumlah tempat membuat ruas jalan yang dapat dilalu makin sedikit. Demikian juga dengan ruas jalan Arteri Pancoran menuju Kuningan.(AYB)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Hujan, Sejumlah Ruas Jalan Macet

Longsor Guatemala Korban Tewas Longsor Menjadi 54 Orang


GUATEMALA, KOMPAS.com — Jumlah korban jiwa akibat tanah longsor yang terjadi Sabtu malam di bagian barat Guatemala telah naik menjadi 54 orang.

Sumber tersebut mengatakan, petugas pertolongan menemukan 18 mayat lagi sehingga jumlah korban tewas menjadi 54 orang dari yang diumumkan sebelumnya 36 orang.

Pada Sabtu malam, tanah longsor di Jalan Raya Inter America menimbun lima kendaraan dan satu bus penumpang.

Tanah longsor kedua dilaporkan terjadi di tempat yang sama dengan tempat tim pertolongan sedang berusaha menggali korban yang tertimbun tanah longsor pertama.

"Tebing runtuh menimpa satu bus dan 100 warga setempat bergotong royong untuk menggali dan mengeluarkan korban. Namun kemudian terjadi tanah longsor yang menimbun mereka," kata petugas pemadam, Sergio Vasquez, Senin (6/9/2010).

"Itu adalah tragedi nasional, kami sangat prihatin," kata Presiden Guatemala Alvaro Colom Caballeros.

Menurut Presiden, hampir 12.000 orang diungsikan ke tenda darurat. "Menyakitkan bahwa orang miskin harus membayar harga bencana alam ini semahal ini," katanya.

"150 petugas SAR menggunakan traktor dan ekskavator menolong korban. Tetapi, hujan lebat memaksa mereka menghentikan operasi," kata juru bicara Koordinator Tanggap Bencana Nasional David de Leon.

Menurut dia, kegiatan pertolongan akan dilanjutkan segera setelah hujan reda.

"Kami tak ingin membahayakan petugas pertolongan. Kami telah bekerja keras, tapi hujan tak kunjung reda. Ada petir dan geledek, selain kabut tebal. Bekerja dalam kondisi ini sangat berbahaya," kata juru bicara Regu Pemadam Kotapraja Jose Rodriguez.

Lebih dari 30 lokasi tanah longsor telah memutus Jalan Raya Antar-Amerika, satu jalan utama di Guatemala, dalam rentang 50 kilometer, demikian laporan media setempat.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Longsor Guatemala Korban Tewas Longsor Menjadi 54 Orang