Jumat, 08 Oktober 2010

Banjir Bandang di Wasior 95 Korban Tewas, 76 Hilang


JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga pukul 06.15 waktu Indonesia timur, jumlah korban meninggal yang ditemukan dari lokasi bencana banjir bandang Distrik Wasior, Papua Barat, mencapai 95 orang. Jumlah itu terungkap dalam laporan dari Posko Palang Merah Indonesia atau PMI di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, yang diterima Kompas.com, Jumat (8/10/2010) pagi.

Menurut La Abidin, Sekretaris PMI daerah Papua Barat, sebanyak 1.061 orang mengalami luka, dan 76 orang masih dinyatakan hilang. Sementara pasien yang dirujuk ke Nabire mencapai 87 orang (tiga di antaranya meninggal dalam penanganan di rumah sakit). Mereka dievakuasi dengan menggunakan helikopter.

Tindakan yang dilakukan tim Satuan Penanggulangan Bencana PMI saat ini adalah mencari korban-korban yang tertimbun, pendataan pengungsi, dan penyemprotan vektor di lokasi penemuan mayat. Penyemprotan dilakukan karena di lokasi mulai muncul bau menyengat yang dikhawatirkan akan menyebar wabah penyakit.

Di sisi lain, arus pengungsi yang meninggalkan Distrik Wasior terus berlanjut. Umumnya warga mengungsi ke kabupaten terdekat, seperti Nabire dan Manokwari, dengan kapal laut.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Banjir Bandang di Wasior 95 Korban Tewas, 76 Hilang

Jumat, 24 September 2010

Topan Fanapi Menerjang, 107 Orang Cedera

TAIPEI (Suara Karya): Badai Topan Fanapi dengan kecepatan lebih dari 162 km per jam menerjang Taiwan dan mencederai sedikitnya 107 orang saat topan bergerak menuju China.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri Taiwan melaporkan, badai tersebut telah meluluhlantakkan kaca-kaca gedung bertingkat serta membawa dan mengangkut ratusan motor dan mobil yang sedang pakir.
"Ratusan motor yang sedang parkir di pusat bisnis Taipei itu beterbangan seperti sekumpulan lebah yang sedang terbang. Badai itu juga membawa beberapa kendaraan roda empat yang melintas di jalan-jalan protokol di ibu kota," kata pejabat kementerian itu.
Badai itu menaikkan tanah hingga 1.125 mm (44 inci) di sebagian wilayah Taiwan, sehingga menghentikan operasi pembangkit listrik yang dikelola USI Corp, TSRC Corp, dan lainnya di selatan kawasan industri petrokimia Taiwan. Beberapa pembangkit listrik, kemarin, masih ditutup.
Pengapalan produk Formosa Petrochemilak Corp milik Taiwan juga terhenti akibat ditutupnya pelabuhan dekat kompleks penyulingan berkapasitas 540.000 barel per hari di Mailiao itu.
Agustus 2009, Topan Morakot yang bergerak lambat membawa hujan hingga berhari-hari dan mengakibatkan tanah longsor yang menewaskan 700 jiwa itu.
Fanapi, yang merupakan badai kategori 3 dalam skala 1-5, diperkirakan mengarah ke Provinsi Guangdong di China, Senin (20/9), sebagai badai tropis dengan skala lebih rendah, demikian pernyataan situs prakiraan cuaca Tropical Storm Risk (www.tropicalstormrisk.com).
Topan sering kali melanda China, Taiwan, Filipina, dan Jepang selama semester kedua tahun ini mengakumulasikan kekuatan dari "arus hangat" Samudra Pasifik atau Laut China Selatan sebelum melemah di daratan.
Sementara itu, dari arah utara, Topan Igor bergerak kencang disertai gelombang dan hujan yang diperkirakan dalam beberapa minggu menuju Asia. Pusat Topan Nasional Amerika Serikat menyebutkan, Topan Igor sangat besar. (AP/Kentos)

---Alam dan Adat Bicara---
READ MORE - Topan Fanapi Menerjang, 107 Orang Cedera

Badai Matahari Ancam Bumi 'Kiamat' di 2013


VIVAnews - Ilmuwan memperingatkan suatu ledakan energi Matahari bisa melumpuhkan Bumi tiga tahun mendatang. Para peneliti khawatir ledakan besar itu terjadi pada tahun 2013 dan bisa menyebabkan pemadaman listrik secara total di seluruh dunia dan kekacauan global.

Seperti dilansir The Sun edisi 21 September 2010, potensi bencana yang terjadi sekali dalam seabad ini bisa membawa ancaman serius pada sejumlah fasilitas vital: kerusakan jaringan listrik, hancurnya sistem komunikasi, pesawat jatuh, dropnya stok pangan dunia, dan porak-porandanya jaringan Internet.

Bencana sejenis disebutkan pernah terjadi pada tahun 1859 dan mendatangkan kerusakan dahsyat di Eropa dan Amerika. Saat itu dilaporkan kawat telegraf terbakar habis. Bahkan, saat itu diberitakan dua pertiga langit di Bumi diselimuti cahaya aurora berwarna merah darah.

Peringatan malapetaka ini--yang mengingatkan pada gambaran kiamat di film '2012' ala Hollywood--tak kurang membuat was-was Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox. Dia lalu menggelar konperensi darurat di London pada 20 September lalu. Fox yang bergelar doktor mengatakan bencana yang dampaknya sulit diukur dan diprediksi ini bisa mengakibatkan kerusakan berskala hebat. Dan jika benar terjadi, maka badai matahari itu bisa menciptakan kerusakan yang jauh lebih berbahaya ketimbang ledakan serupa pada tahun 1859.

Da lalu meminta para ilmuwan untuk menyusun strategi guna mengantisipasinya. Konperensi yang diselenggarakan oleh Dewan Keamanan Infrastruktur Listrik Inggris itu mendengar paparan dari para ahli bahwa Matahari akan mencapai tahap kritis dari siklusnya di tahun 2013 mendatang.

Ketika itu, gelombang energi magnetik yang tercipta di atmosfer diperkirakan akan memicu badai radiasi yang menyebabkan lonjakan energi berkekuatan besar. Akibatnya, akan tercipta badai awan di kota-kota besar dunia seperti London, Paris, dan New York. Pada tahun 1989, bencana serupa yang berskala kecil sempat mengganggu pembangkit listrik di Quebec, Kanada.

Mantan penasihat pertahanan pemerintah AS, Dr. Avi Schnurr, juga memperingatkan, "Badai geomagnetik bisa menghancurkan negara-negara di muka bumi. Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu bencana itu datang." (kd)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Badai Matahari Ancam Bumi 'Kiamat' di 2013

Minibus Terbalik di Tol Jakarta-Merak


JAKARTA, KOMPAS.com — Mobil minibus Suzuki Carry B 8950 CU terbalik di ruas Tol Tangerang Km 33.200, tepatnya di sekitar Karawaci menuju Serang, Jumat (24/9/2010) pukul 09.40 WIB.

Berdasarkan informasi dari Briptu Widia, petugas TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan tersebut terjadi di lajur dua sehingga mengakibatkan kemacetan karena hanya satu lajur yang bisa dilintasi kendaraan, sedangkan dua lajur lainnya tertutup oleh Suzuki Carry.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab maupun korban jiwa dalam insiden tersebut, saat ini petugas PJR sudah berada di lokasi kecelakaan untuk mengamankan TKP dan melakukan pengaturan arus lalu lintas. (Tr)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Minibus Terbalik di Tol Jakarta-Merak

Pesawat Cessna Jatuh di Bandung


JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat Cessna yang sedang melakukan atraksi akrobat di acara Bandung Air Show, Jumat (24/9/2010) pagi, jatuh dan meledak. Demikian informasi yang diperoleh Kompas.com.

Bandung Air Show sendiri berlangsung di Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, dan baru dibuka Kamis.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Pesawat Cessna Jatuh di Bandung

Ancaman Kerusakan Alam Semakin Nyata

Bukti kerusakan alam semakin terlihat nyata di hadapan kita. Salah satu fakta adalah semakin merebaknya ancaman abrasi air laut. Apa yang terjadi di Jakarta Utara dimana akibat abrasi air laut yang semakin parah telah menghancurkan badan jalan dan fasilitas publik lainnya yang ada di sekitarnya. Demikian juga dengan daerah pemukiman semakin dekat dengan bahaya keganasan abrasi tersebut. Di bahagian lain, bencana banjir pun turut menggejala. Bahaya yang ditimbulkannya sudah semakin berat.
Dilihat dari faktor utama pemicu terjadinya dua fenomena alam ini adalah karena semakin meningkatnya suhu bumi atau yang akrab disebut pemanasan global. Dan jika dibiarkan, tentu akibat yang lebih serius bisa saja terjadi dari yang diprediksikan semula. Karena itu, satu langkah penting yang mesti dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan bertindak untuk penyelamatan lingkungan.
Ancaman abrasi air laut dan bahaya banjir harusnya menyadarkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Barangkali baru setelah ada fenomena yang menakutkan akan muncul kesadaran kritis, bahwa penanggulangan bahaya banjir tidak bisa dilakukan dalam tempo sekejap. Pemanasan global adalah fenomena yang bertali temali dengan banyak dimensi kehidupan. Katakanlah soal penataan ruang yang tidak menghargai aspek kelestarian lingkungan, penebangan pohon secara massif, pemakaian CFC yang berlebihan dan lain-lain turut serta memberi kontribusi bagi terjadinya pemanasan global.
Salah kalau kita menyebutkan bahwa gejala kerusakan alam adalah hanya sebuah tragedi apalagi misteri. Tanpa meminggirkan adanya tragedi (sesuatu yang terjadi di luar dugaan), bahaya kerusakan sesungguhnya dapat dipredikasi dan sekaligus diantisipasi. Ancaman kerusakan alam sudah sering muncul setiap tahunnya. Akan tetapi, kita sulit untuk berubah dan berbenah. Untuk itu, langkah-langkah sebagai tindakan antisipatif dapat dilakukan secepatnya. Hal inilah yang tidak kita pikirkan secara matang.
Pemerintah atau pejabat publik jangan lagi hanya terampil ber-slogan semata, melainkan harus membuat tindakan nyata. Pemerintah jangan pula hanya tampil dengan politik tebar pesona, seolah-olah menjadi malaikat yang menolong rakyat dalam kesusahannya, termasuk seperti akibat banjir. Pemerintah harusnya hadir dengan tindakan-tindakan antisipatif terhadap kemungkinan bencana yang menghampiri masyarakat banyak.
Dan itulah sepenuhnya fungsi pemerintah; hadir untuk melayani rakyat. Seperti terjadi di masa-masa silam, di setiap kali ada bencana, maka dengan cepat pejabat kita mendengar adanya statemen optimis bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi. Nyatanya, bukan hanya terulang, tetapi menjadi langganan.
Ke depan, kita memerlukan hadirnya pemimpin yang cerdas dan tegas. Pemimpin yang tidak hanya pintar beretorika, tetapi pemimpin yang berkinerja baik. Pemimpin yang mengerti dan mau mengabdi untuk kepentingan rakyat. Bila perlu tak pandang bulu dalam melakukan hal apapun yang tujuannya untuk menyelamatkan lingkungan, termasuk mengantisipasi terjadinya masalah banjir. Banjir tidak bisa diatasi dengan kata, tetapi dengan perbuatan dan tindakan nyata.
Bahaya banjir sudah terpampang di hadapan kita. Tidak ada pilihan lain, selain bekerja keras untuk mengatasinya. Dalam konteks itu, kita tidak hanya membutuhkan tekad yang membara, tetapi juga tindakan nyata. Misalnya, tekad pemerintah daerah untuk saling koordinasi antar daerah untuk mengantisipasi banjir. Kita tidak pula memerlukan adanya slogan-slogan yang positif, tetapi juga langkah-langkah nyata untuk mewujudkannya.
Kerusakan lingkungan memang semakin menegaskan akan pentingnya mewujudnyatakan kepedulian terhadap keselamatan bumi. Kenyataan yang ada, terjadi dekadensi atas kualitas lingkungan, tidak bisa lagi dilawan dengan bermain wacana. Harus dengan langkah konkrit. Semua komponen bangsa dan masyarakat internasional harus terlibat di dalamnya.
Komitmen untuk peduli pada lingkungan harus menjadi kewajiban kita semua. Lingkungan adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus ditata dan dan dikendalikan secara bertanggung jawab. (*)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Ancaman Kerusakan Alam Semakin Nyata

New York Diterjang Badai, 1 Tewas

NEW YORK - Badai yang tiba-tiba saja menerpa New York pada Kamis 16 September tengah malam waktu setempat. Fenomena alam itu memporakporandakan kota tersebut.
Satu orang warga dikabarkan tewas dalam badai yang dikatakan tidak terlalu memiliki kekuatan besar.
Badai berkekuatan kecil dan disertai awan hitam, bergerak pelan menuju pusat Kota New York. Badai tersebut merusak atap rumah dan menyebabkan beberapa pohon besar di Brooklyn tumbang.
Korban tewas dalam badai ini, terjadi setelah seorang pria menabrak sebuah pohon saat sedang mengendarai mobil.
Seperti dilansir AFP, Jumat (17/9/2010), lebih dari 26 ribu warga di wilayah Queens tidak dapat menikmati aliran listrik karena alirannya terputus. Kondisi serupa juga dialami sekira lima ribu warga di Staten Island.
Badai ini memang cukup kecil kekuatannya, tetapi hujan deras yang disertai petir amat menganggu aktifitas warga. Diperkirakan cuaca akan bertambah buruk di wilayah yang terkena badai ini. (faj)
--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - New York Diterjang Badai, 1 Tewas

Laut Terbelah Jadi Fenomena Menarik di Korea Selatan

AsiaRoom Laut terbelah sebuah keajaiban di Korea Selatan adalah sebuah fenomena alam yang unik. Ini keajaiban dunia alami dengan kemiripan kisah nabi Musa dan "replika" dari fenomena yang sama terjadi ketika bagian laut dan dua pulau yang bergabung selama surut.

Seperti dilansir dari AsiaRoom, Sebuah hamparan tanah dengan panjang sekitar 2,8 kilometer dan lebar 40 meter akan terbuka dan dikunjungi oleh orang-orang dalam jumlah besar. Fenomena ini terjadi dua kali setahun saat air laut surut.

Seperti di Indonesia fenomena laut terbelah tersebut dikait-kaitkan dengan keyakinan bahwa ketika desa Jindo diserang oleh harimau, semua penduduk desa telah pergi ke desa Modo kecuali seorang wanita tua yang tinggal sendirian.

Dari keputusasaan ia kemudian berdoa kepada Allah Sea untuk membantu dan laut Tuhan menjawab doa-doanya oleh membelah Laut. Namun, fenomena magis dikenal dunia ketika Mr Pierre Randi, seorang Duta Besar Perancis di Korea datang untuk mengunjungi Korea pada tahun 1975 dan menulis tentang hal ini di koran Prancis.

Fitur Musa Keajaiban Jindo di Korea Selatan

- Festival Laut bernama Jindo Festival Perpisahan biasanya terjadi tiga kali setahun pada bulan Maret, Mei dan Juli. Namun dengan meningkatnya arus wisatawan antusias festival diputuskan akan diadakan pada bulan April juga.

- Untuk menangkap pandangan grand membagi laut dalam dua bagian dan membuat jalan, orang dapat menikmatinya baik dengan mendaki bukit atau Anda juga dapat berjalan-jalan melalui terusan yg berhubung dgn laut terungkap. Keajaiban Musa dari Jindo adalah sesuatu yang benar-benar harus dialami secara pribadi.

- Peristiwa Festival berkaitan dengan Miracle Musa dari Jindo menikmati secara menyeluruh oleh jutaan pengunjung. The folksongs Jindo dan tarian Korea khusus bernama Ganggangsullae dilakukan dan dinikmati oleh para profesional dan mengunjungi turis.

- Tempat-tempat lain dari Miracle Musa dari Jindo terdiri dari layar kembang api, sinar laser menunjukkan, kinerja yang oleh Shamanists Korea, dan musik tradisional ekstravaganza bersama dengan drum kinerja.(Dom)

------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Laut Terbelah Jadi Fenomena Menarik di Korea Selatan

Kamis, 23 September 2010

Truk Brimob Terguling Satu Tewas


BATANG, KOMPAS.com - Truk dinas pengangkut anggota Brigade Mobil Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (22/9/2010) terguling di jalur pantai utara Simbang Tulis, Kabupaten Batang, sehingga mengakibatkan satu korban tewas dan 21 anggota lainnya luka-luka.

Korban tewas, adalah Brigadir Satu (Briptu) Erik Candra Setiawan (33), sedangkan korban luka, yaitu Novel Riyanto Wibisono (33), Sasi (25), Kisrol (24), Agus Tri (22), Dodi Yulianto (31), Yoyon (35). Saat ini mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang.

Adapun korban luka yang dirawat di Rumah Sakit QIN Kabupaten Batang, yaitu M. Rif’an (33), Suratno (33), Kasmui (33), Windartono (25), Saefudin (33), Bambang Agus (31), Suryo (33), Egon (35), Budi (35), Hartono (31), Sunarto (30), Onni (31), Aji Wahyu (21), Bagus Hendra (22), dan Suwanto (22).

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan tersebut berawal saat truk rombongan Satuan Brimob Pekalongan yang dikemudikan Briptu Yoyon (35) melaju dari arah Kota Pekalongan menuju Semarang.

Namun, saat sampai di tikungan Jalan Raya Simbang Tulis, truk yang sarat penuh penumpang tersebut mendadak terguling.

Akibatnya, seluruh penumpang yang berada di bak belakang truk pada terjatuh ke jalan raya dan satu korban ditemukan tewas, sedangkan 21 lainnya mengalami luka ringan dan berat.

Warga setempat melihat ada kecelakaan tersebut, kemudian memberikan pertolongan terhadap pada korban dan melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Kecelakaan itu pun mengakibatkan arus lalu lintas sempat tersendat beberapa saat. Arus lalu lintas kendaraan kembali lancar setelah truk tersebut disingkar ke tepi jalan.

Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, truk rombongan anggota Brimob itu melaju dari arah barat (Kota Pekalongan) menuju ke timur (Semarang).

"Namun, kami tidak tahu kenapa tiba-tiba truk itu terguling. Diduga saat truk melaju di jalan menikung oleng dan menabrak trotoar hingga akhirnya terguling," paparnya.

Waka Polres Batang Kompol Sungkono Santoso, saat di RS QIM Kabupaten Batang enggan memberikan komentar.

Sejumlah anggota Sat Brimob Pekalongan terlihat berjaga dan menunggu rekan lainnya yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kalisari Batang.

--------------------------
am dan Adat Bicara "
READ MORE - Truk Brimob Terguling Satu Tewas

Minggu, 19 September 2010

Jl RE Martadinata Diprediksi Bisa Ambrol Lagi


Jakarta - Ambrolan di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, bisa bertambah lagi. Sebab kedalaman amblesan jalan mencapai lebih dari 5 meter. Hal itu diperparah dengan adanya pergerakan tanah."Bisa saja (ambrol lagi). Kalau kita melihat kedalaman amblesan ini yang mencapai lebih dari 5 meter dan juga gerakan tanah yang terbawa gelombang pasang surut," ujar Staf Puslitbang Sumber daya Air Kementerian PU Sudarta di lokasi ambrolnya jalan, Minggu (19/9/2010).Hari ini, Kementerian PU mengkaji gerakan air terhadap stabilitas struktur jalan. Hal itu ilakukan untuk mengetahui apakah ada gerakan yang bisa mengerosi struktur jalan."Penelitian telah dilakukan dua hari sejak kemarin, tempo yang diambil adalah tipografi kawasan yang ambles. Kita ingin tahu kawasannya. Kita ingin tahu juga dasar launya seperti apa," sambung Sudarta.Pihak Kemeterian PU juga mengukur kecepatan air dengan memasang alat ukur kecepatan air yang dipasang di kedalaman 8 meter. Untuk jangka panjang tiang pancang akan dipasang sampai ke dasar laut. Tujuannya adalah agar gerakan tanah tidak terbawa oleh air.Saat ini bagaimana pergerakan tanahnya? "Lambat atau merayap," kata Sudarta.Dalam bekerja, petugas Kementerian PU juga menggunakan waterpass. Ketika akan menancapkan alat ukur ke dalam air, petugas menggunakan perahu. Perahu dinaiki dua petugas. Satu orang bertugas mendayung, sementara seorang lainnya menancapkan alat ukur ke dalam air untuk mengetahui bentuk dasar laut.Hinga pukul 09.30 WIB, lokasi ambrolnya jalan masih menjadi tontonan warga. Sekitar 200 orang menyemut di tempat tersebut. Meskipun garis polisi sudah dipasang 100 meter dari tempat kejadian, tetap saja warga nekat menerobos.Salah seorang warga yang penasaran ingin melihat jalan ambrol adalah Supardi (21) yang tinggal di Warakas, Jakarta Utara. "Baru kali ini ke sini. Sudah dari kemarin ingin ke sini karena lihat di TV. Baru kesampaian sekarang. Saya di sini dari pukul 09.00 WIB. Ingin tahu saja bagaimana kalau melihat langsung," ujar Supardi. (vit/ndr)
--------------------------
am dan Adat Bicara "
READ MORE - Jl RE Martadinata Diprediksi Bisa Ambrol Lagi

Saat Warga Tidur Lelap Ratusan Rumah Terendam Air Banjir


TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Ratusan rumah di pemukiman padat penduduk di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung ,Jawa Timur Minggu (19/9/2010) dini hari, terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan banjir mulai melanda sekitar pukul 02.00 WIB akibat luapan air dari Sungai Song setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di atasnya sejak Sabtu (18/9) malam.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sejumlah warga mengaku rumah berikut harta benda mereka sempat terendam selama beberapa jam.

"Kami tak sempat menyelamatkan perabot rumah maupun harta benda yang ada di dalam rumah karena banjir terjadi saat warga tertidur lelap," kata Sunarti, warga Desa Bolorejo.

Selain merendam ratusan rumah warga, terjangan air bah selama beberapa jam itu juga memporakporandakan lahan pertanian setempat. Akibatnya, kerugian yang ditanggung petani maupun penduduk sekitar ditaksir mencapai seratus juta rupiah lebih.

"Banjir seperti ini memang selalu terjadi setiap tahun karena permukaan Sungai Song hampir sejajar dengan daratan," kata seorang warga Desa Bolorejo lain, Kumhayati.


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "

READ MORE - Saat Warga Tidur Lelap Ratusan Rumah Terendam Air Banjir

Puluhan Rumah di Kramat Pulo Hangus Terbakar


Liputan6.com, Jakarta: Kebakaran terjadi di kawasan bepemukiman padat di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Ahad (19/9) dinihari. Sedikitnya 10 rumah ludes dilalap si jago merah.

Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik dari sebuah rumah kosong yang ditinggal penghuninya mudik. Api dengan cepat menjalar ke rumah warga lainnya. Namun kondisi ini dimanfaatkan seorang remaja. Di tengah kepanikan, remaja tersebut diduga mencuri barang-barang milik warga. Alhasil, remaja itu babak belur dihajar warga yang kesal. Namun amukan berhasil diredam dan pelaku pencurian berhasil diamankan kepolisian.

Kobaran api berhasil dipadamkan setelah satu jam berlangsung. Belasan unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan. Tak ada korban jiwa dalam musibah kali ini. Namun, kerugian yang disebabkan kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kasus tersebut kini ditangani Polsek Senen. (MEL)



--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Puluhan Rumah di Kramat Pulo Hangus Terbakar