Minggu, 08 Januari 2012

Masyarakat Kepulauan Membutuhkan Helikopter


UMENEP - Cuaca ekstrim yang melanda wilayah perairan kepulauan Kabupaten Sumenep yang diprediksi bakal berlangsung sepekan ke depan membuat Syahbandar Kalianget melarang semua operator kapal melakukan pelayaran, baik ke Pulau Masalembu, Kangean maupun ke Sapeken, sejak Sabtu (7/1) kemarin.

"Semua operator kapal dianjurkan tidak melakukan aktivitas, seiring dengan ketinggian ombak yang mencapai 3 meter. Pihak BMKG memprediksi, cuaca buruk bakal berlangsung sepekan kedepan," kata Fadjar Sidik, salah seorang petugas Syahbandar Kalianget, Sumenep, Minggu (8/1).

Perairan Sumenep dilayani banyak operator kapal, yakni Kapal Express Bahari 3C milik PT Sakti Inti Makmur (SIM) melayani Kalianget-Kangean, Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I dan II, milik PT Sumekar melayani Kalianget Kangean dan jalur keperintisan (Pulau Masalembu), dan kapal milik Dharma Lautan Utama yang melayani Kalianget-Sapeken dan Banyuwangi.

Kondisi gelombang, kata dia, sangat membahayakan pelayaran, terutama pelayaran terjauh semisal Masalembu dan Kangean. Apalagi kapal cepat yang sangat berisiko tinggi saat cuaca buruk. "lebih baik tidak melayani pelayaran selama cuaca kurang baik, karena mengancam keselamatan penumpang dan crew dari kapal itu sendiri," ujarnya.

Manager Operasional PT Sumekar, Bambang Supriyo, membenarkan jika ada saran untuk tidak berlayar. Sebab, selain angin cukup kencang juga gelombang laut rata-rata mencapai 3 meter. "DBS II sempat menjual tiket, namun karena cuaca buruk akhirnya dibatalkan. Kami off dulu sampai cuaca membaik," katanya.

Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Kelas III C Kalianget, Sumenep, Syamsul Arifin menjelaskan, gelombang diperairan Sumenep mencapai 3 meter. Lebih-lebih yang termasuk perairan Laut Jawa, semisal Masalembu. "Sewaktu-waktu, kondisi cuaca di tengah laut bisa lebih ekstrim dari perkiraan. Dan kecepatan angin rata-rata 45 kilomter per jam," katanya.

Ditemui terpisah, salah seorang anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Dul Siam mengatakan, setiap kali cuaca buruk hingga menghentikan aktivitas pelayaran, masyarakat kepulauan dalam kondisi ketar-ketir. Sebab, akan berdampak pada stok sembilan bahan pokok (sembako). "Kalau cuaca buruk, otomatis stok sembako akan berkurang. Saat ini saja, stok sembako sudah menipis seiring dengan seringnya cuaca buruk dan menghentikan aktivitas pelayaran," katanya.

Cuaca buruk, kata dia, bukan hanya sekali dalam setahun, melainkan sering kali terjadi. Bahkan, disaat cuaca benar-benar ekstrim, hampir satu bulan tidak ada aktivitas pelayaran. Stok sembako di sejumlah kepulauan terjauh habis.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai sudah waktunya pemerintah daerah mempunyai helikopter. Disaat cuaca buruk, maka sembilan bahan pokok (Sembako) tetap bisa didistribusikan lewat udara. "Jadi, tidak salah bila ada pengadaan helikopter untuk pelayanan prima bagi masyarakat kepulauan," tegasnya. md2.

____________

Alam dan Bicara

READ MORE - Masyarakat Kepulauan Membutuhkan Helikopter

Jumat, 06 Januari 2012

Bencana Alam-Banjir Bengawan Solo Ancam Jatim


Beberapa warga Solo memilih bertahan di tenda pengungsian yang berada di atas tanggul bantaran sungai Bengawan Solo, kemarin.


BOJONEGORO,SINDO
– Banjir luapan Bengawan Solo, Jawa Tengah (Jateng), mengancam daerah hilir di Provinsi Jawa Timur (Jatim) mulai Bojonegoro,Tuban, Lamongan hingga Gresik.Indikator ancaman adalah ketinggian air pada papan duga di Jurug Solo yang mencapai 10,24 meter (siaga III).

”Banjir luapan Bengawan Solo di Solo,Jateng,terjadi akibat hujan di daerah setempat, bukan dari buangan air Waduk Gajah Mungkur,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Agus Bachtiar kemarin. Dia memperhitungkan,perjalanan air banjir yang terjadi di Solo, Jateng, akan merambah kawasan Bojonegoro dalam waktu 40 jam.

Berdasarkan perhitungan itu, air Bengawan Solo di Bojonegoro mengalami peningkatan secara signifikan sejak tadi malam. Dalam mengantisipasi luapan banjir Bengawan Solo di daerah hilir,Jatim,akibat turunnya banjir di Solo tersebut, pintu sudetan Sedayu lawas di Lamongan,yang mampu mengalirkan air Bengawan Solo, sudah dibuka.Dengan demikian, air Bengawan Solo, selain dialirkan melalui saluran utama di Sembayat, Gresik, juga dibuang ke laut Jawa melalui sudetan sepanjang 13,4 km itu.

”Dengan kondisi Bengawan Solo di hilir sekarang ini,(yaitu) airnya masih kosong, kemungkinan bertambahnya debit air banjir yang terjadi terkendali sepanjang tidak terjadi hujan,” katanya. Dia menggambarkan, banjir besar yang terjadi pada akhir 2008 dan awal 2009, ketinggian air di Jurug,Solo,mencapai 11 meter lebih dan dalam waktu bersamaan ketinggian air di Ndungus, Ngawi, juga mencapai 11 meter lebih.

Jajaran instansi terkait yang menangani masalah banjir di daerah hilir tetap diminta waspada menghadapi ancaman banjir setelah melihat kondisi yang terjadi di Solo, Jateng. Alasannya, kalau dalam waktu bersamaan di daerah hulu dan hilir terjadi hujan, bisa timbul banjir besar. ”Yang jelas melihat perkembangan air banjir di daerah hulu Jateng, kita semua tetap harus waspada,” katanya menegaskan.

Sementara itu, bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jateng hingga kemarin belum sepenuhnya surut. Bahkan di Kabupaten Pekalongan, banjir kemarin merendam 827 rumah di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto.Selama sepekan ini, banjir telah melanda 10 kabupaten/kota. Tak hanya merendam ribuan rumah,banjir tersebut juga merusak ribuan hektare areal persawahan.

Para petani pun terancamgagalpanenkarenapadinya terendam air.Atas kondisi ini,pemerintah siap membantu petani yang merugi tersebut. Pemerintah menjanjikan bantuan hingga Rp3,7 juta per hektare (ha) bagi petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat tanaman padinya hancurdilandabanjir.

Definisigagal panen adalah tanaman padinya rusak sekitar 75%.“Perincian bantuan itu, Rp2,6 juta untuk bantuan pengolahan lahan dan Rp1,1 juta untuk pupuk,“ ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di sela acara Panen Pedet di Wonogiri kemarin. abdul alim/sumarno/m rokib.

________________
Alam dan Adat Bicara
READ MORE - Bencana Alam-Banjir Bengawan Solo Ancam Jatim

Minggu, 16 Oktober 2011

Fenomena Alam Semesta Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal

Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior

Kejadian aneh aneh telah sering terjadi pada banyak bencana besar di indonesia. Kejadian aneh tsb adalah sebuah manifest pelajaranNya tentang universalitas kebinasaan yang didahului oleh peringatanNya. Secara hakikat dan sederhana, kejadian aneh yang terjadi sebelum terjadinya kebinasaan merupakan refleksi dari jaman n.Musa, ketika itu firaun diberikan peringatan yang aneh-aneh berupa kemarau panjang dan langkanya buah-buahan, kemudian muncul keanehan di negeri mesir tsb berupa taufan, belalang, kutu, katak dan darah.

Setelah fase pengiriman kejadian aneh sebagai peringatanNya, yang mana manusia di mesir atau balatentara mesir saat itu, yang beberapa gelintir orang, tidak tersangkut pautnya dengan keangkuhan firaun, jika mereka mengerti tentang kejadian aneh ini, maka sesungguhnya kejadian aneh ini adalah pintu untuk menghindarkan diri dari bahaya kebinasaan. Hal ini terbukti, saat fase pengiriman kejadian aneh tsb, firaun sudah ‘menyerah’, Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.(al-a’raaf:135)

Namun hakikat kejadian aneh tersebut sebagai awal dari kebinasaan akhirnya terukir sebagai keingkaran dari diri manusia ketika sudah merasa aman dan selamat dari mara bahaya, hingga datanglah kebinasaan itu. Pada masa kini, ketika jaman para nabi sudah berhenti, sesungguhnya era siklus kejadian aneh yang mendahului dari sebuah kebinasaan dapat dijumpai dibanyak kejadian. (baca Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar). Hal ini merupakan sebuah manifest panjang dari siklus alam semesta yang sangat jelas tertulis pada surat yunus ayat 24

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai perhiasannya , dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya , tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan kepada orang-orang berfikir (yunus:24)

Kejadian aneh jelang bencana yang membinasakan pada posisi orang yang saleh adalah sebuah tanda dari tuhan yang akan menyempurnakan janjiNya dari mereka. Beberapa dari mereka yang memperhatikan kejadian aneh hingga dapat diambil sebuah hikmah.

Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior

Banyak kasus kejadian aneh jelang bencana besar sering melingkupi diri dari seorang pemimpin negeri tsb, dimana dengan kejadian aneh tsb, diharapkan sang pemimpin dapat segera berbenah atau paling tidak berdoa iklash kepada Allah swt semata agar kebinasaan yang akan muncul berikutnya tidak membawa korban jiwa yang cukup banyak.

Sebelum Bencana Wasior, tepatnya tgl 9-9-2010 dimana hari itu adalah HUT dari presiden kita, bapak SBY, Kamis, 09/09/2010 20:19 WIB Selamat Ulang Tahun Bagi SBY Mengemuka Dalam Tabligh Akbar. Tepat tgl itulah kejadian aneh terjadi di kediaman pak Wapres jalan Madiun di timpa pohon besar. ,Rumah Dinas Wapres Tertimpa Pohon Kamis, 9 September 2010, Rumah Dinas Wapres Tertimpa Pohon

Headline News / Metropolitan / Kamis, 9 September 2010 20:01 WIB Metrotvnews.com, Jakarta: Hujan deras yang mengguyur sebagian Kota Jakarta, Kamis (9/8), menimpa pagar rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Madiun, dan Duta Besar Amerika Serikat di Jalan Besuki. Belasan pohon tumbang juga terjadi di Kawasan Menteng. Hal itu disebabkan karena usia pohon sudah tua. Di Jalan Imam Bonjol pohon tumbang juga menimpa sebuah rumah mewah. Akibatnya, arus lalu lintas dari bundaran Hotel Indonesia ke Taman Surapati dialihkan. Tidak hanya itu, hujan lebat sore tadi juga membuat lampu lalu lintas di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum pusat juga jatuh.(**)

Kejadian rumah wapres di timpa pohon adalah sebuah keanehan, sebab kejadian itu bertepatan dengan HUT presiden SBY (bandingkan dengan kejadian pasar Turi yang terbakar di HUT pak SBY tahun 2007 lalu, setelah itu, tiga hari berselang gempa bengkulu terjadi, selengkapnya baca di Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar)

Setelah rumah dinas pak Wapres di timpa pohon tepat di HUT presiden, maka esok harinya, giliran di depan rumah pak presiden yang membawa korban, lewat Open House SBY Makan Korban Satu Tewas


Jum’at, 10 September 2010 18:24:57 WIB
Reporter : -

Jakarta (beritajatim.com) – Acara silaturahmi presiden Susilo Bambang Yudhoyono di pintu gerbang istana bawa bencana. Korbannya adalah Jhony Malela, tunanetra asal Sulawesi.

“Iya benar ada yg meninggal di depan karena kecapean,” ujar Petugas Dinas Kesehatan DKI, Teresia Indah Susanti, ketika dihubungi via telpon.

Menurut Indah, Jhony yang berusia 45 tahun, tidak bisa bergerak di antrean tengah warga yang tetap berdesakan dan saling dorong, “Dia nggak bisa mundur karena keinjak-keinjak,” ucapnya.

Ia pun menambahkan, Jhony yang sebelumnya pingsan, sempat diberi oksigen dan bantuan napas oleh tim paramedis sekitar 10 menit. Sayangnya, pria yang tinggal di Cinangka ini keburu menghembuskan nafasnya. Saat ini jenazah sudah berada di RSCM, didampingi sang istri, Euis Rahmawati, yang juga tunanetra. Pihak Istana Presiden belum dikonfirmasi terkait korban meninggal ini. Adapun Biro Rumah Tangga Presiden sebelumnya mengatakan Presiden SBY hanya menerima warga di open house sekitar 1.250 orang dari pukul 15.00-17.00 WIB.

Sampai berita ini diturunkan, acara open house Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan masyarakat sudah selesai. Halaman komplek Istana Negara penuh sampah bekas air mineral. Pukul 17.00 WIB para pengunjung open house di Istana Presiden berangsur menyusut. [ist/gir]

Dua kejadian aneh yang urut, didekat kediaman para pemimpin kita, seyogyanya, harus diberikan tanggapan yang sangat serius tentang sebuah siklus kejadian aneh yang berikutnya terjadi kebinasaan. Bandingkan hal ini dengan kejadian sebelum Tsunami Aceh, dimana dua hari berturutan helikopter saling berjatuhan, selengkapnya baca Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar

Setelah itu, kejadian aneh berlanjut kepada diri presiden kita, bapak SBY terkait masalah transportasi, dimana tepat tgl 17-september-2010 itulah bapak presiden merasakan gambar yang gelap dari teleconverensi yang dilakukan dengan pak Kapolda Jateng. Jumat, 17/09/2010 11:01 WIB CCTV Pemantau Arus Balik Mati, SBY Omeli Telkom & Telkomseldan dimedia lain disebutkan Video Conference Mati, SBY Tegur Telkom-Telkomsel. Setelah kejadian aneh yang menimpa diri bapak presiden SBY, maka terjadilah tabrakan kereta api di jawa tengah, ketika saat CCTV mati itulah presiden SBY berbincang dengan kapolda Jateng.

Cikampek – Rencana Presiden SBY memantau arus balik Lebaran 2010, terganggu dengan matinya koneksi CCTV dari Telkom dan Telkomsel di Pospol AJU Cikopo. SBY pun kesal dan meminta para petinggi perusahaan itu turun tangan. Ketika SBY datang ke Pospol AJU Cikopo, Cikampek, Jumat (17/9/2010) pukul 09.30 WIB, TV flat screen yang semestinya menampilkan gambar CCTV sudah dalam kondisi mati. CCTV yang providernya adalah Telkom dan Telkomsel itu baru menyala pukul 10.15 WIB.Selama itu, SBY hanya mendengarkan presentasi dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Kapolda Jabar Irjen Sutarman. Saat giliran telekonferensi dengan Kapolda Jateng Irjen Edward Aritonang, BHD tiba-tiba meminta Edward berhenti presentasi. “Kapolda Jateng berhenti sebentar,” kata BHD.Para menteri pun saling lirik. Rupanya Presiden SBY ingin bicara. “Telkom atau Telkomsel, Saudara harus turun ke lapang. Jangan di belakang meja saja. Pastikan sistem berjalan dengan baik,” kata SBY sejurus kemudian dengan nada tegas. Begitu SBY bicara demikian, Sekretaris Kabinet Dipo Alam langsung keluar dari Pospol. Dia menelepon seseorang. “Panggil Dirut Telkom dan Telkomsel sekarang! Call saya segera sekarang! Ini sama Presiden,” perintah Dipo. Hingga pukul 10.45 WIB, SBY sedang memberikan arahan di Pospol Cikopo.

Kejadian aneh yang benar benar aneh berupa empat KA bertabrakan secera serentak (baca Mengapa Argo Bromo Anggrek Tabrak Senja Utama dan Bima Serempet Gaya Baru Terjadi Tepat 2-10-2010 ?), merupakan sebuah sentuhan halus dari kejadian aneh tsb pada bapak menteri perhubungan, Bpk Freddy Number asal papua. Dimana sebelum KA saling bertabrakan itu, maka terjadilah gempa cukup besar di papua yang bertepatan dengan peringatan satu tahun gempa padang (baca Peringatan Setahun Gempa Padang, Ditandai Terjadinya Gempa Papua dan Aceh, Mengapa ?)

Akhirnya kejadian aneh demi kejadian aneh telah terkirimkan, maka kebinasaan itu benar nyata terjadi, Presiden Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa.. Mengapa harus kebinasaan itu di wasior ? mengapa bukan tempat lain ? tiada lain kejadian aneh berupa empat KA yang saling bertabrakan adalah sebuah kejadian aneh yang sempurna untuk ‘memanggil’ menteri perhubungan yang asal papua, lalu mengapa harus terjadi berselang 2 hari setelah tabrakan KA itu terjadi ? baca Banjir Bandang Wasior, Mengapa Tepat 4-oktober-2010 ? yang menunjukkan kebinasaan itu masih liar.

Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya kembali , agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. (QS 10:4) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Surat ke 10 ayat 4 menerangkan arti sebuah siklus, semua mahluk akan terkena siklus sebagai bentuk keadilan yang general. Surat ini diambil dari tgl terjadinya banjir wasior 4-10-2010 yang merupakan sebuah kebalikan dari peristiwa sebelumnya, dimana presiden polandia meninggal karena kecelakaan pesawat tgl dan bulan kebalikan dari banjir wasior yakni tgl 10-4-2010.

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Fenomena Alam Semesta Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal

Jumat, 07 Oktober 2011

Kecelakaan di Tanjakan Emen Dirlantas Polda Jabar: 3 WNA Tewas di Lokasi Kejadian


Bandung - Tiga warga negara asing (WNA) yang tewas dalam kecelakaan tunggal mini bus bernopol B 7917 IB belum diketahui identitas dan asal negaranya. Ketiganya tewas seketika di lokasi kejadian, Jalan Raya Ciater-Lembang, Jumat (7/10/2011).


"Tiga korban itu tewas di lokasi kejadian," ujar Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Bimo Anggoro Seno saat meninjau langsung tempat kejadian perkara.

Sementara korban luka berat 9 orang dan luka ringan 2 orang.

Menurut Bimo, minibus itu membawa 14 penumpang termasuk sopir dan knek. Sebanyak 11 penumpang merupakan turis asing yang hendak liburan ke Ciater. Kini semua korban baik yang meninggal, luka berat maupun luka ringan dibawa ke puskesmas terdekat.
(bbn/ern)

____________________
ALAM DAN ADAT BICARA
READ MORE - Kecelakaan di Tanjakan Emen Dirlantas Polda Jabar: 3 WNA Tewas di Lokasi Kejadian

Selasa, 30 Agustus 2011

Data RSU dr Soetomo Surabaya Korban Mercon

Data RSU dr Soetomo Surabaya Korban Mercon Selama Ramadan 13 Orang, 5 Diantaranya Diamputasi

Surabaya - Jumlah korban letusan petasan selama Bulan Ramadan 2011 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hingga Senin (29/8/2011) malam, korban yang telah dirawat di RSU dr Soetomo sebanyak 13 orang.

Dari ke-13 korban, lima laki-laki yang dikoyak mercon itu berasal dari luar Surabaya dan terpaksa harus menjalani amputasi ringan di IRD RSU dr Soetomo.

"13 korban ini data semalam. Hari ini belum terpantau. Tahun lalu hanya korban yang dirujuk ke RSU dr Soetomo hanya lima orang," katanya," kata dr Urip Murtedjo SpB-KL saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (30/8/2011).

Kelima korban itu adalah Dasurjaya dari Kediri, Artiga dari Kertosono, Fatur dari Pamekasan, Imam dan Zailani dari Bangkalan, Madura. Kelimanya mengalami luka berat di bagian tangan hingga ujung jari-jari.

Sebelumnya, hingga tanggal 19 Agustus 2011 lalu, terdata 8 orang dirawat di IRD RSU dr Soetomo. Salah satunya Noval (12) warga Surabaya yang mengalami luka akibat petasan di bagian pantatnya.

"Sebagian besar dari korban berusia dewasa," kata pria yang menjabat sebagai Ketua Forum Pers RSU dr Soetomo Surabaya.

Sementara itu, tiga korban petasan lainnya yang menderita luka berat yaitu Sulaiman (50) warga Wonokusumo, Misnasi (51) warga Wonokusumo Bakti dan Imron (20) warga Bangkalan, Madura. Ketiganya menderita luka di ujung-ujung jemari hingga kulitnya terkelupas.

Di awal-awal Ramadan, lima korban petasan juga telah terdata dirawat di IRD RSU dr Soetomo. Mereka adalah Fikri (11), Siti Aisyah (43), Abdul Ghofur (16) dan Rozak (10) yang mengalami luka bakar ringan. (nrm/gik)
__________________________
BARISAN ALAM DAN ADAT BICARA
READ MORE - Data RSU dr Soetomo Surabaya Korban Mercon

Gempa Berkekuatan 6,8 SR Guncang Timor Leste


Jakarta - Gempa berkekuatan cukup kuat, 6,8 SR mengguncang Timor Leste. Beruntung gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Dari situs BMKG, Selasa (30/8/2011), gempa berkekuatan 6,8 SR ini terjadi tepat pukul 13.57 WIB. Posisinya berada di 271 KM dari Timur Laut Dili.

Pusat kedalaman gempa berada di 469 Km. Dari situs BMKG, tidak disebutkan jika gempa ini akan menimbulkan gelombang tsunami. (mok/mok)
___________________________
BARISAN ALAM DAN ADAT BICARA
READ MORE - Gempa Berkekuatan 6,8 SR Guncang Timor Leste

Sabtu, 16 Juli 2011

Lokasi Penggalian Longsor, Empat Tewas


GROBOGAN, KOMPAS.com — Untuk kesekian kalinya, lokasi penggalian di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menelan korban jiwa. Empat pekerja yang sedang berada di lokasi penggalian, Sabtu (16/7/2011) petang, tewas tertimbun longsoran tanah setinggi sekitar 20 meter.

Berdasarkan informasi dari Camat Tanggungharjo, Teguh, peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 saat para pekerja sedang menggali batu di lokasi penggalian. Akibat longsoran tanah tersebut, tiga perempuan dan satu laki-laki tewas tertimbun.

Hingga Sabtu malam, evakuasi terus berlangsung karena proses evakuasi dilakukan secara manual. "Evakuasi korban masih berlangsung sampai malam karena dilakukan manual sehingga kami mengupayakan mendatangkan backhoe," ujarnya.

Menurut Teguh, lokasi penggalian yang longsor tersebut adalah milik PT Semen Grobogan. Di lokasi tersebut warga biasa melakukan penggalian. "Kejadian seperti ini bukan baru pertama kali, tetapi sudah lima kali terjadi," katanya.

___________________________

BARISAN ALAM DAN ADAT BICARA

READ MORE - Lokasi Penggalian Longsor, Empat Tewas

Tikus Raksasa Ini Makan 2 Bayi


CAPE TOWN, KOMPAS.com - Afrika Selatan diteror tikus. Bukan tikus biasa, melainkan tikus-tikus seukuran kucing. Dengan ukuran sebesar itu, tikus-tikus itu mencari mangsa yang cukup besar. Bayi.


"Tikus itu bisa tumbuh hingga hampir satu meter, dari moncong hingga ekor. Sementara gigi depannya sepanjang 2,5 cm".

Pekan ini terjadi dua tragedi mengerikan. Tikus-tikus raksasa memakan dua bayi dalam dua peristiwa berbeda. Lunathi Dwadwa (3) tewas dalam tidurnya di kawasan kumuh di luar Cape Town. Sementara seorang bayi lain menjadi mangsa tikus di Soweto, tak jauh dari Johannesburg pada hari yagn sama.

Lunathi ditemukan tewas dalam kondisi mengerikan oleh orangtuanya, Minggu (29/5/2011). Tidak ada tangisan ataupun jeritan sebelumnya.

"Saya tidak bisa lupa betapa mengerikan kondisi anak saya. Matanya keluar. Wajahnya rusak dari alis hingga pipi," kata Bukiswa Dwadwa (27), ibu bayi itu.

"Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali tikus," ujar Mncedisi Mokoena, ayah Lunathi.

Beberapa jam kemudian, polisi menemukan kasus serupa. Seorang bayi perempuan diserang segerombolan tikus besar saat ibunya yang masih remaja pergi dengan teman-temannya.

"Kami mendapat panggilan dari lokasi kejadian, tentang tewasnya bayi akibat serangan tikus," kata polisi bernama Bongai Mhlongo.

"Kami menahan ibunya dengan tuduhan kelalaian yang mengakibatkan kematian," imbuhnya.

Bulan lalu, Nomathemba Joyi (77) juga tewas setelah tikus-tikus raksasa memakan sisi kanan wajahnya.

Di kawasan kumuh Afrika Selatan, tikus raksasa biasa ditemukan di tempat-tempat sampah. Tikus jenis itu bisa tumbuh hingga hampir satu meter, dari moncong hingga ekor. Sementara gigi depannya sepanjang 2,5 cm.

Tikus-tikus itu diyakini termasuk jenis African Giant Pouched Rats, salah satu jenis tikus terbesar dunia. Mereka lebih aktif di malam hari, pemakan segala, dan bisa memproduksi 50 anak dalam setahun. Beberapa suku di Afrika mengembangbiakkan tikus jenis itu untuk dimakan.


___________________________

BARISAN ALAM DAN ADAT BICARA

READ MORE - Tikus Raksasa Ini Makan 2 Bayi

Kelaparan, Warga Korut Jadi Kanibal


SEOUL, TRIBUN - Sebuah dokumen kepolisian Korea Utara menyebutkan ada laporan tentang kasus kanibalisme di negara itu. Jika benar, laporan itu mendukung kecurigaan yang beredar selama ini, GlobalPost melaporkan Rabu (22/6/2011).

Cerita tentang kanibalisme itu kebanyakan disampaikan oleh para pembelot dari Korea Utara. Kelaparan masif akibat menipisnya persediaan bahan pangan di negara itu memaksa warganya melakukan hal-hal tak terduga.

Kelaparan yang sudah berlangsung sejak akhir 1990-an itu diperkirakan telah menewaskan sekitar 2 juta orang. Korea Utara kini bergantung pada bantuan pangan internasional.

Dalam laporannya pada Senin (20/6/2011), Korean Herald menuliskan kepolisian Korea Utara merilis dokumen setebal 791 halaman pada 2009 yang berisi panduan untuk menangani para penjahat. Dalam pembuka laporan itu disebutkan, laporan itu berdasarkan kasus dan kondisi yang pernah terjadi.

Dalam laporan yang kemudian berada di tangan kelompok misionaris Korea Selatan Caleb Mission itu disebutnya ada kasus yang diduga terkait kanibalisme dan sejumlah kejahatan lain. Namun laporan itu tidak menyebut apakah kanibalisme sudah kasus yang sering terjadi.

Satu kasus yang disebut adalah seorang lelaki yang membunuh rekannya karena tidak bisa menahan lapar. Dia memakan sebagian daging rekannya itu lalu menjual sisanya ke pasar dan menyebutnya sebagai daging kambing. Sayangnya laporan itu tidak menyebut lebih detail tentang tempat dan waktu terjadinya.

Harian Kookmin Daily yang pertama kali mengungkap kasus itu. Disebutkan, terjadi tiga hingga empat kejahatan lain terkait kanibalisme dalam laporan polisi itu.

Seorang pembelot Korea Utara juga menceritakan kasus serupa. Dia mengaku melihat sendiri eksekusi mati yang dilakukan di depan umum terhadap seorang lelaki yang terbukti menjual daging manusia di pasar pada 1997.

"Banyak kasus kanibalisme saat itu," kata pembelot itu kepada kantor berita Yonhap. Dia meminta namanya tidak disebut karena mengkhawatirkan keselamatan keluarganya yang masih berada di Korea Utara.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan pemerintah tidak berhak mengonfirmasi kebenaran berita itu. Menurutnya, sulit menentukan otentisitas laporan tersebut.

Sementara itu tentang kelaparan di Korea Utara, laporan-laporan terbaru menyebut kelaparan tidak separah dan seluas yang dikabarkan selama ini.

Berdasarkan laporan sebuah tim Amerika Serikat yang dipimpin utusan khusus AS untuk hak asasi manusia di Korea Utara, Robert King, beberapa wilayah memang mengalami kekurangan bahan pangan.

___________________________

BARISAN ALAM DAN ADAT BICARA

READ MORE - Kelaparan, Warga Korut Jadi Kanibal

Waspadai Awan Panas dan Gas Beracun

MANADO, KOMPAS.com — Hingga Jumat (15/7/2011), pengungsi korban letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, mencapai 4.544 orang menyusul letusan dahsyat, Kamis sekitar pukul 23.31.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Utara Hoyke Makawarung, kemarin, mengeluarkan peringatan agar mewaspadai awan panas dan gas beracun. "Semua warga yang masih bertahan di kawasan rawan bencana dua, yaitu di dalam radius 3,5 kilometer, sudah dievakuasi," ujar Hoyke.

Abu vulkanik Gunung Lokon dilaporkan menghujani wilayah perkebunan Lemoh dan Lola di Kecamatan Tanawangko, Kabupaten Minahasa.

Erupsi Gunung Lokon terjadi melalui kawah Tompaluan setinggi 1.140 meter di atas permukaan laut dan memancarkan bara api, semburan debu, serta asap hitam setinggi 1.500 meter. Selanjutnya, letusan kembali terjadi pada Jumat sekitar pukul 01.30 dengan lontaran material vulkanik setinggi 600 meter.

Keadaan ini mengejutkan dan membuat panik masyarakat Kota Tomohon. Bara api dan asap hitam yang keluar dari kawah Tompaluan dapat disaksikan dari Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Warga Manado tumpah ke jalan menyaksikan pemandangan langka dari puncak kawah Tompaluan tersebut.

Selengkapnya mengenai artikel ini dapat disimak di http://cetak.kompas.com/read/2011/07/16/04435254/waspadai.awan.panas.dan.gas.beracun.

____________________
ALAM DAN ADAT BICARA
READ MORE - Waspadai Awan Panas dan Gas Beracun

12 Penumpang KM. Sinar Pagi Masih Dalam Pencarian

JAYAPURA-Setelah dilakukan upaya pencarian terhadap Penumpang KM Sinar Pagi yang tenggelam di Perairan Sidey, Manokwari Selasa (5/7) lalu oleh TNI/Polri, Tim SAR dan warga selama seminggu, hingga Selsa (12/7) kemarin, 12 penumpang termasuk 6 anggota Badan Intelijen Negara (BIN) masih dalam pencarian.

“Upaya pencarin masih dilakukan dan perlu kami akan dibantu dengan helykopter untuk memudahkan pencarian dari udara. Rencananya hari ini baru dilakukan lagi,” jelas Kapolres Manokwari AKBP Agustinus saat ditemui usai kegiatan acara Farewel And Welcome Parade Kapolda di Mapolda Papua, Selasa kemarin.

Hingga saat ini pihak penyelamat masih terus melakukan pencarian. “Saya sudah meminta tolong kepada kapolres Biak, Sorong Kota dan juga Supiori serta masyarakat nelayan yang mencari ikan. Untuk membantu mencari,” harapnya.

Menurutnya, KM Sinr Pagi kpasitas penumpangnya hanya 6 atu 7 orng saja, namun memuat 13 orang. “penyampaian dari Vikky Kendi (penumpang yang ditemukan kalau saat itu mereka mancing dengan 13 orang didalam kapal kecil atau KM Sinar pagi,” jelasny.

Seperti diketahui KM Sinar Pagi yang diketahui hilang berdasarkan informasi dari salah seorang penumpang atau korban yang selamat bernama Vikky Kendi (14) yang terdampar di daratan Manokwari.

Dan jelasnya mengenai kecelakaan, Selasa 5 Juli, KM Sinar Pagi berlayar ke perairan Sidey untuk memancing dengn mengangkut 13 orang. Namun setelah sampai di Perairan Sidey dengan jarak ke daratan Manokwari sekitar 2-3 mil atau 4 kilometer. Saat itu salah seorang mendapat tangkapan ikan besar, sehingga penumpang lain berlomba-lomba untuk berfoto. Tiba-tiba perahu miring dan terbalik secara perlahan-lahan. “Akibat senang mendapat ikan besar, mereka berfoto-foto, kemudian perahu hilang keseimbangan dan terbalik sebelum kemudian tenggelam,” jelas Kapolres. (ro/nan)

Berikut adalah identitas penumpang KM Sinar Pagi yang hilang.

1. Prim (Ipeng) anggota BIN Manokwari
2. Bayu Anggota BIN Manokwari
3. Ali (Siswa PKL BIN)
4. Andre (Siswa PKL BIN)
5. Pratu Sohibun (Anggota Batalion 752/VYS kompi D)
6. Pratu Hana (Anggota Batalion 752/VYS kompi D)
7. Yono Rerey umur 28 tahun motoris
8. Tepi Rerey umur 10 tahun alamat Fanindi pantai
9 Wasidi umur 45 tahun alamat Kampung Mansaburi
10 Slamet umur 45 tahun alamat Kampung Mansaburi
11 Romli umur 29 tahun alamat Kampung Mansaburi
12. Dedi umur 19 tahun alamat Kampung Mansaburi

Rabu, 13 Juli 2011 , 06:35:00
Cepos: http://cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=627

READ MORE - 12 Penumpang KM. Sinar Pagi Masih Dalam Pencarian

Minggu, 06 Februari 2011

Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo

Fenomena Helaybhu Yakheleh ‘Batu Ajaib’ Gemparkan Danau Sentani

Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo

HELAYBHU YAKHELEH, sebuah fenomena alam yang terjadi di sekitar perairan Danau Sentani, tepatnya antara Kampung Nendali (Netar), Ifar Besar, Asei Pulau, Yallow dan Ayapo dan sekitarnya, Selasa (1/2) kemarin. Munculnya fenomena alam ini sering mengkait-kaitkan dengan cerita-cerita mitos ataupun ramalan-ramalan bagi kehidupan dimasa yang akan datang.

Laporan Jimmy Fitowin, Sentani



Helaybhu Yakheleh dikenal oleh masyarakat di kampung-kampung tersebut sebagai sebuah ‘batu ajaib’ yang menyerupai payung dan sering muncul ke permukaan pada waktu-waktu tertentu.Bagi masyarakat setempat keberadaan batu tersebut sudah ada sejak dulu kala, dan jarang sekali muncul ke permukaan. Jika Helaybhu Yakheleh muncul ke permukaan air masyarakat yang mendiami tepian danau Sentani sudah tahu apa yang bakal terjadi menurut cerita leluhur orang tua mereka.Seperti yang terjadi, Selasa (1/2) kemarin, meski banyak orang memprediksikan macam-macam terhadap fenomena Helaybhu Yakheleh yang muncul di sekitar perairan kampung Nendali, namun masyarakat disitu tetap tenang dan sudah mulai mewanti-wanti pertanda dari munculnya Helaybhu Yakheleh. Munculnya Helaybhu Yakheleh kemarin cukup aneh dan menarik simpati ratusan warga yang kebetulan lewat disitu, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, untuk sekedar melihat-lihat dan juga mengabadikan fenomena aneh itu. Yakni setelah Helaybhu Yakheleh tenggelam nampak hamparan hewan laron membentuk hamparan pasir putih sepenjang 3 KM dari ujung Kampung Nendali sisi barat hingga ke depan pantai Kalkhote.
Juga tanaman ecenggondok seperti tertata rapih memagari hamparan pasir laron itu, bahkan tidak sedikit ikan-ikan busuk dan sampah yang juga mengapung bersama laron yang tebalnya mencapai 5 cm itu.
Konon jika Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda akan ada duka bagi keluarga Ondofolo yang mendiami perairan disekitar munculnya Helaybhu Yakheleh. Maria Pallo salah seorang warga Kampung Nendali yang ditemui kemarin kepada Bintang Papua menjelaskan, kehadiran Helaybhu Yakheleh itu harus dibayar dengan harta benda seperti manik-manik (Hemboni rela) Tomako batu (rela) dan barang berharga lainnya jika ada warga yang terjebak oleh kehadiran Helaybhu Yakheleh.
Sementara keberadaan laron-laron tersebut Maria menjelaskan dari cerita orang tuanya itu adalah hewan yang tiba-tiba keluar dari dalam air, dimana laron-laron tersebut berasal dari dalam perut ikan-ikan (muntah ikan) yang naik ke permukaan setelah Helaybhu Yakheleh menampakkan dirinya. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul kita harus bayar dengan Hemboni atau rela, agar bisa luput dari jebakan tersebut,” ujarnya.
Laron ini biasanya bersamaan dengan salah satu jenis rumput yang hidup di dasar danau makhluk inilah yang sering menjebak para nelayan di danau dan untuk melepaskan diri dari jebakan tersebut yakni membayar dengan barang berharga jika tidak maka nyawa taruhannya.
Namun cerita Maria tentang wujud Helaybhu Yakheleh ini sedikit berbeda dengan Jhon Modouw salah satu tokoh adat dari Kampung Waena. Bagi Jhon Modouw, Helaybhu Yakheleh adalah sosok dewa kematian yang dikenal oleh masyarakat Sentani yang wujudnya seperti tanah yang sering muncul ke permukaan air secara tiba-tiba.
Dan kehadiran Helaybhu Yakheleh itu seluruh warga Sentani telah tahu yakni untuk menuntut 1 nyawa seorang Ondoafi (Ondofolo) dari kampung terdekat munculnya Helaybhu Yakheleh. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda “dia” minta 1 nyawa Ondofolo,” ujar pria yang juga telah mengabadikan kisah Helaybhu Yakheleh dalam sebuah syair lagu yang diciptakannya dalam album Cyclop. Namun ada juga beberapa tokoh-tokoh adat di Sentani yang mengatakan munculnya Helaybhu Yakheleh karena adat Sentani mulai terusik dengan segala kepentingan dewasa ini. Dari informasi yang dihimpun Bintang Papua bahwa Helaybhu Yakheleh pernah muncul pada 1950, kemudian 1961, dan terakhir sekitar tahun 1996, dan kini muncul lagi pada 2011, apakah memang fenomena ini muncul pertanda akan ada kematian bagi keluarga Ondoafi ataukah fenomena ini muncul sebagai peringatan alam, ataukah juga fenomena ini hanya merupakan gejala alam semata yang merupakan wujud kemahakuasaan Sang Khalik? Sungguh Tuhan Maha Kuasa.

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "

READ MORE - Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo