Senin, 16 Januari 2012

Hujan Deras, Tiga Rumah Tertimbun Tanah Longsor


INILAH.COM, Magelang - Sebanyak tiga rumah warga Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tertimbun tanah longsor, setelah kawasan ini diguyur hujan sekitar tiga jam.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Senin (16/1/2012), tiga rumah yang tertimbun tanah longsor tersebut berada di dua dusun berbeda yakni milik Unartin (40) warga Dusun Santan dan rumah Kartudi (46) serta Ponijah (60) warga Dusun Jumbleng, Desa Sriwedari.

Rumah milik Unartin dan Kartudi tersapu longsoran hingga rata dengan tanah, sedangkan rumah Ponijah tertimbun bagian samping dan depan.

Saat kejadian pada Minggu (15/1) malam sekitar pukul 18.30 WIB, keluarga Unartin dan Ponijah sedang bepergian.

Salah satu pemilik rumah, Kartudi mengatakan, sebelum tebing setinggi 20 meter tersebut longsor, pada Minggu sore terjadi hujan deras. "Karena melihat kondisi mengkhawatirkan, sebelum longsor kami telah mengungsi ke tempat saudara," katanya.

Ia berharap mendapat bantuan dari pemerintah karena rumahnya telah hancur tertimpa longsoran.

Pada Senin pagi masyarakat dibantu sejumlah anggota TNI dan tim SAR Kabupaten Magelang terlihat menyingkirkan puing-puing reruntuhan dan mengevakuai barang yang masih bisa diselamatkan. Para korban saat ini ditampung di rumah saudara mereka. [ant].
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Hujan Deras, Tiga Rumah Tertimbun Tanah Longsor

Hadapi Cuaca Buruk, KKP Sediakan Rp800 Miliar Bantu Nelayan

JAKARTA--MICOM: Cuaca buruk hingga gelombang tinggi membuat nelayan enggan melaut membuat penghasilan dan produksi ikan menurun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencadangkan Rp800 miliar untuk bantuan kepada nelayan yang mengalami gangguan cuaca buruk.

"KKP mengalokasikan dana-dana mendadak melalui bantuan langsung nelayan (BLN) sehingga mereka bisa mencari usaha-usaha lain di daratan. BLN ini besar sekitar Rp800 miliar. Kami hanya akan memilih daerah-daerah yang terkena bencana gelombang tinggi."

Itu dikatakan Menteri KKP Cicip Sharif Sutardjo dalam seminar pemetaan logistik dan distribusi industrialisasi perikanan, Senin (16/1).

Untuk menyalurkan bantuan tersebut, Cicip masih menunggu laporan dari pemerintah daerah setempat yang memberikan data daerahnya terkena dampak gelombang tinggi dan cuaca buruk.
Cicip menunggu laporan tersebut hingga akhir minggu ini.

"Kami hanya akan memilih daerah-daerah yang terkena bencana gelombang tinggi. Daerah itu yang sedang kami inventarisasi. Kami meminta pemda memberikan laporannya kepada kami minggu ini karena harus cepat disalurkan," tambah Cicip.

Bantuan kepada nelayan yang gagal melaut itu masih dikaji KKP berupa uang tunai atau modal usaha. Besaran bantuan yang akan disalurkan pun belum dapat disebutkan. (Fid/OL-5).
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Hadapi Cuaca Buruk, KKP Sediakan Rp800 Miliar Bantu Nelayan

Longsor di Ponorogo Putuskan Jalan Desa

INILAH.COM, Ponorogo - Bencana tanah longsor menghantam sejumlah wilayah di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Di Desa Baosan Lor, satu buah rumah Ngrayun rata dengan tanah dan di Dusun Tunjungan, Desa Ngrayun material longsoran menutup jalan desa sepanjang 50 meter lebih.

Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Ponorogo, Siswanto mengatakan, saat ini pihaknya masih berusaha membersihakan material longsoran yang kebanyakan berupa tanah, batu dan pepohonan.

"Longsor ini terjadi karena tanah sudah tidak bisa lagi menampung debit air hujan. Dan saat ini kami masih kesulitan dalam menyingkirkan material longor. Karena sejumlah alat berat tidak bisa masuk ke lokasi," ujarnya, Senin (16/1/2012).

Siswanto menambahkan, proses pembukaan akses jalan menuju Desa Mrayan dan Wonodadi dilakukan secara manual yang melibatkan muspika, satuan Taruan Tanggap Bencana (Tagana), TNI, dan warga setempat menggunakan peralatan seadanya.

Selain longsor yang menutup akses jalan antar desa, bencana serupa juga meratakan sebuah rumah milik Darmani, warga Dusun Krajan, Desa Baosan Lor. Beruntung, ketika peristiwa itu terjadi, keluarga Darmani terlebih dahulu lari menyelamatkan diri.

"Sebelum kejadian pemilik rumah sempat mendengar suara bergemuruh. Kemudian ia langsung mengajak seluruh penghuni rumah untuk keluar dari rumah. Setelah beberapa saat berada di luar rumah mereka langsung longsor," tuturnya.

Dari data BPBD dari awal tahun sampai pertengahan Januari ini di wilayah Kabupaten Ponorogo telah terjadi sekitar 15-20 kali bencana tanah longsor. Dimana separuhnya terjadi di Kecamatan Ngrayun. Sisanya terjadi di empat kecamatan lain. Yakni Kecamatan Sawo, Slahung, Ngebel, dan Soko. [beritajatim.com].
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Longsor di Ponorogo Putuskan Jalan Desa

Gempa 5,4 SR Guncang Sulawesi Utara

INILAH.COM, Jakarta - Gempa berkekuatan 5.4 Skala Richter (SR) mengguncang Sulawesi Utara, Senin, 16 Januari 2012 pukul 17.26 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, gempa dengan kedalaman 29 Km ini terjadi pada 156 km Tenggara Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. [mvi].

--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Gempa 5,4 SR Guncang Sulawesi Utara

Banjir Banten Menelan Empat Korban Jiwa

Liputan6.com, Lebak: Banjir besar di Lebak, Banten, yang disebabkan meluapnya Sungai Ciujung telah menelan empat korban jiwa. Satu korban hanyut terbawa arus Sungai Ciujung di sekitar Kota Rangkasbitung, Ahad (15/1) petang.
Menurut saksi, korban hanyut bernama Mukhtar hanyut saat berusaha melompat dari tempatnya berdiri di bantaran Sungai Ciujung ke sebuah rakit bambu. Namun pencarian yang dilakukan petugas tak berhasil menemukan jasad Mukhtar.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Lebak sejak tiga hari terakhir juga dilaporkan menewaskan dua warga Kecamatan Wanasalam. Sementara di Kecamatan Lebak Gedong, seorang warga dilaporkan meninggal akibat tertimbun longsor.
Sejauh ini hujan masih sesekali mengguyur wilayah Lebak meski ketinggian air Sungai Ciujung berangsur surut. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Lebak, jumlah rumah yang terendam tercatat 5.146 unit, 15 di antaranya rusak berat.(JUM).
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Banjir Banten Menelan Empat Korban Jiwa

Ada Delapan Celah Seismik Rawan Tsunami

REPUBLIKA.CO.ID,PACITAN -- Sedikitnya ada delapan kawasan "seismik gap" (celah seismik) di Indonesia yang saat ini berpotensi mengalami gempa besar dan berpotensi tsunami. "Delapan celah seismik yang berpotensi tsunami itu terbentang Pulau Sumatera, Jawa, hingga pulau-pulau di sekitar Nusa Tenggara Timur," terang Direktur Pesisir dan Kelautan KKP Soebandono Diposaptono, Ahad (15/1)
Ia menjelaskan, celah seismik pertama berada di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat.
Celah sisimik di wilayah ini menurut analisa Soebandono, terpicu oleh gempa bumi berkekuatan 9,1 skala richter (SR) yang menyebabkan tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan gempa Bengkulu tahun 2007.
Sedangkan celah kedua terbentang mulai Lampung sampai sekitar Pantai Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).
"Kabupaten Pacitan masuk di celah ketiga, sejajar dengan Cilacap, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Trenggalek. Celah tersebut merupakan berada di antara peristiwa tsunami Jatim tahun 1994 dan tsunami Jabar tahun 2006," paparnya.
Ke arah timur, celah seismik berada di sekitar Provinsi Bali dan muncul karena gempa di Banyuwangi pada 1994 silam dan Sumbawa Timur tahun 1977. Celah tersebut menurut Soebandono, memanjang sampai ke Samudera Pasifik.
"Kemudian di Selat Ambon, yang Halmahera itu. Tapi jangan lupa juga yang di utara Flores. 'Flores Back Arch' yang menimbulkan tsunami Flores tahun 1992," imbuhnya.
Berdasarkan catatan KKP, sejak tahun 1600 hingga saat ini telah terjadi 110 kali tsunami di berbagai kawasan pesisir yang berada di jalur pertemuan lempeng, yakni lempeng Eurasia - Indo Australia serta lempeng Eurasia - Pasifik. "Yang harus dicatat, frekwensi tsunami sejak kurun tahun 1960 hingga sekarang justru meningkat. Total sudah terjadi 23 kali tsunami pada kurun 50 tahun terakhir," katanya.
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Ada Delapan Celah Seismik Rawan Tsunami

BENCANA ALAM Jabodetabek Masih Akan Diganggu Banjir


JALAN TOL LUMPUH - Warga melintas di depan truk yang terperosok di Km-59 Jalan Tol Jakarta-Merak, di Desa Undar-Andir, Kecamatan Ciujung, Serang, Banten, Minggu (15/1). Tol Jakarta-Merak lumpuh total sejak Sabtu (14/1) malam, akibat luapan Sungai Ciujung hingga merendam jalan tol sepanjang 2 kilometer dengan kedalaman 1-2 meter. (Antara).

SERANG (Suara Karya): Dalam sepekan ke depan ini, hujan potensial terus mengguyur Jabodetabek. Dengan tingkat curah hujan yang cenderung meningkat, sejumlah daerah langganan banjir di Jabodetabek pun--terutama di belahan selatan--kemungkinan besar tergenang.
Menurut Kepala Sub Bidang Informasi Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto, kemarin, di Jakarta, wilayah selatan Jabodetabek saat ini sudah masuk puncak musim hujan. Karena itu, menurutnya, kejadian hujan tidak bisa lagi diprediksi. Hujan bisa terjadi setiap saat. "Tentu potensi banjir pun sangat besar," katanya.
Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Serang, Banten, Sabtu-Minggu, mengakibatkan banjir bandang di dua belas kecamatan. Banjir luapan Sungai Ciujung mengakibatkan akses jalan Tol Tangerang-Merak Kilometer (Km) 25 lumpuh total.
Berdasarkan pemantauan, Minggu sampai pukul 16.00 WIB, jalan Tol Jakarta-Merak masih lumpuh. Ketinggian air di lokasi banjir rata-rata masih 30-50 cm. Bahkan di luar jalan tol genangan air lebih tinggi lagi.
Humas PT Marga Mandala Sakti Indra Wijaya saat dihubungi, Minggu malam, mengatakan, banjir terjadi sejak pukul 03.00 dini hari, Minggu. Bahkan ketinggian air saat itu mencapai semeter lebih.
Akibat jalan tol tergenang, arus kendaraan dialihkan ke jalan negara (jalan bukan tol). Dari Jakarta, arus kendaraan keluar di Balaraja Barat, sedangkan dari arah Merak keluar di Serang Timur. Akibat pengalihan arus lalu lintas itu, jalan raya Serang-Jakarta yang selama ini sudah padat menjadi macet.
"Satu lajur jalan tol kami gunakan untuk menampung warga, karena permukiman mereka kebanjiran. Sedangkan kendaraan dari Jakarta keluar gerbang Balaraja dan dari arah Merak harus balik arah atau keluar Serang," kata Indra.
Operator jalan tol belum menghitung nilai kerugian akibat banjir itu. Indra menyebutkan, banjir kali hampir sama dengan kejadian tahun 2001. "Kami sudah meminta bantuan Pemprov Banten untuk penanganan warga di sekitar jalan tol," ujarnya.
Menurut ekonom Ahmad Erani Yustika, banjir yang menggenangi jalan tol Tangerang-Merak membuat arus barang dari Jawa ke Sumatera terhambat. Itu, katanya, jelas berdampak memicu kelangkaan barang di daerah-daerah tujuan. Akibatnya pula, bisa dipastikan harga barang terkerek naik.
"Ini memang sudah menjadi hukum ekonomi. Karena itu, pemerintah harus menjaga pasokan barang agar harga-harga bisa tetap stabil," ujarnya.
Erani menekankan, banjir yang melanda di sejumlah wilayah di Tanah Air sekarang ini jelas berdampak luas terhadap kehidupan ekonomi nasional. Menurut dia, kemacetan lalu lintas akibat banyaknya jalan raya yang tergenang banjir menjadikan biaya transportasi yang ditanggung pelaku usaha jadi membengkak.
"Jika kondisi ini berlangsung cukup lama, dan arus barang sampai terhenti, maka kerugian pelaku usaha bisa mencapai miliaran rupiah," katanya.
Karena itu, banjir yang terjadi setiap tahun itu hendaknya menjadi fokus perhatian pemerintah. Infrastruktur jalan dan pelabuhan, dalam kaitan ini, harus segera dibenahi. Dengan demikian, kerugian ekonomi akibat banjir dan kemacetan lalu lintas bisa diminimalisasi.
Erani menyayangkan sikap pemerintah yang selalu menyalahkan kondisi alam terkait bencana banjir seperti sekarang ini.
Padahal jika infrastruktur dibenahi dengan baik, katanya, banjir dan genangan air di jalan bisa diminimalisasi atau bahkan dihilangkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Banten Nandi Mulya mengatakan, ribuan warga di 12 kecamatan yang tersebar di sekitar daerah aliran Sungai Ciujung harus diungsikan ke tempat-tempat aman karena luapan air nya mencapai ketinggian 1 sampai 3 meter di tempat yang rendah.
"Kami sudah menurunkan bantuan berupa puluhan ton beras, obat-obatan, dan makanan," kata Nandi. Menurut dia, warga terpaksa ditampung sementara di masjid-masjid, sekolah, balai desa, dan di rumah warga yang tidak kebanjiran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Suyadi Wiraatmaja mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan evakuasi terhadap ratusan warga yang dilanda banjir. Berbagai bantuan juga sudah diberikan, khususnya berupa kebutuhan pokok dan obat-obatan.
"Ratusan warga sementara ini ditampung di jalan tol karena pemukiman mereka terendam," ucap Suyadi. Sebagian besar warga yang mengungsi di jalan tol itu merupakan warga Kampung Undar-andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Sementara itu, lima desa di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir setinggi 1 meter akibat jebolnya tanggul Sungai Cidurian. "Banjir sudah terjadi sejak kemarin, dan hingga pagi ini belum juga surut," kata Sekretaris Camat Kresek Martono di Tangerang, Minggu kemarin.
Mengenai korban jiwa, Martono belum dapat memastikannya, karena sejumlah akses jalan juga terendam banjir. Dia berharap Pemkab Tangerang memberi bantuan, terutama perahu karet yang aman dibutuhkan untuk mobilitas pemantauan dan pendataan korban banjir.
Di lain pihak, Bupati Lebak H Mulyadi Jayabaya mewanti-wanti satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar korban jangan sampai dilanda kelaparan dan terserang berbagai penyakit. "Semua SKPD harus membantu para korban banjir dengan menyediakan makanan dan pelayanan kesehatan," katanya saat meninjau lokasi penampungan banjir di Gedung Juang Rangkasbitung.
Mulyadi juga mengatakan, banjir kali ini lebih besar dibanding awal tahun lalu. Dia meminta warga agar waspada jika hujan berlangsung lama karena wilayah Kabupaten Lebak merupakan langganan banjir tahunan.
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, banjir melanda Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cileles, Cimarga, Leuwidamar, Wanasalam, Banjarsasri, dan Cijaku. "Dari sembilan kecamatan itu diperkirakan 3.000 sampai 4.000 rumah terendam banjir," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Muklis.
Sementara itu, di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, seorang warga dilaporkan tewas tertimbun longsoran tanah setinggi 20 meter saat hujan hujan deras melanda wilayah tersebut.
"Warga yang meninggal dunia itu diketahui bernama Anam bin Aman (47), yang sehari-hari bekerja sebagai penggembala kerbau," kata Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Lebak Gedong Saeful.

Tujuh kecamatan di Lamongan, Jawa Timur, juga dilanda banjir dahsyat akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Pemkab Lamongan mengumumkan siaga satu di tujuh kecamatan yang dilintasi sungai terpanjang di Jawa itu. Ketujuh kecamatan itu masing-masing Babat, Maduran, Laren, Karanggeneng, Kalitengah, Karangbinangun, dan Glagah. (Bayu/Antara/Yon Parjiyono).
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat

READ MORE - BENCANA ALAM Jabodetabek Masih Akan Diganggu Banjir

Bencana Alam di Lebak, 3 Orang Tewas



[LEBAK] Bencana alam di Kabupaten Lebak, Banten, menewaskan tiga orang, di antaranya seorang tertimbun longsor dan dua orang terseret arus sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Muklis, Senin (16/1), mengatakan, korban bencana alam tersebut tercatat tiga orang meninggal dunia berdasarkan laporan dari kecamatan.

Ketiga orang itu adalah Jarhudi (62) warga Bejod, Kecamatan Wanasalam, terseret air sungai Cibinungeun dan Anam (47) warga Lebaksangka, Kecamatan Lebak Gedong tertimbun longsoran tanah.

Sedangkan, Muktar (20) warga Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung hilang setelah terseret air Sungai Ciujung.

Saat ini, kata dia, tim penolong dari Brimob Polda Banten dan Tagana Lebak masih melakukan pencarian dengan menyisir sungai. "Kami terus melakukan penyisiran untuk mencari jasad Muktar, yang sehari-hari sebagai penambang pasir itu," ujarnya.

Menurut dia, ketiga korban bencana alam itu, dua di antaranya sudah dimakamkan oleh keluarganya. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di tempat rawan banjir dan lonsor agar meningkatkan kewaspadaan selama puncak hujan Januari-Februari untuk menghindari korban jiwa.

"Dengan imbauan ini, tentu diharapkan tidak menimbulkan korban jiwa yang disebabkan bencana banjir dan longsor," ujarnya.

Sementara itu, Camat Lebakgedong Vidia Indera mengatakan, pihaknya terus melakukan imbauan-imbauan terhadap masyarakat untuk menghindari jatuh korban jiwa karena wilayahnya sangat rawan longsoran tanah.

Sebagian besar topografi Kecamatan Lebakgedong berbukit-bukit dan pegunungan, sehingga sewaktu-waktu bisa terjadi longsoran tanah, terlebih pada musim hujan.

Selain itu juga warga diminta menjauhkan diri dari tebing atau perbukitan jika hujan terus menerus guna menghindari korban longsor.

"Kebanyakan korban jiwa di sini warga yang sedang berteduh atau istirahat di lokasinya dekat tebing, tiba-tiba terjadi longsoran tanah," katanya. [Ant/L-8].
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat

READ MORE - Bencana Alam di Lebak, 3 Orang Tewas

Minggu, 15 Januari 2012

Megawati ingatkan kader tanggap terhadap bencana

Kupang (ANTARA News)-Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, lewat Sekjen partai itu mengingatkan kader untuk tanggap terhadap ancaman bencana alam, ancaman banjir, tanah longsor dan ancaman kekurangan pangan di daerahnya masing-masing.

"Kepada seluruh jajaran struktural partai, anggota, kader dan simpatisan PDI Perjuangan, mari bersama rakyat mempersiapkan diri dengan melakukan antisipasi dan sikap tanggap darurat terhadap ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan ancaman kekurangan pangan yang sedang dan akan terjadi di daerah-daerah yang rawan bencana," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, di Kupang, Sabtu.

Tjahjo Kumolo yang saat itu didampingi anggota DPR RI Ganjar Pranowo, Honing Sani, Jefry Riwu Koreh menyampaikan pesan harian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, itu dalam Rapat Kerja Daerah tingkat DPD PDIP Provinsi NTT, di Kupang.

"Ini adalah bagian dari upaya memperkuat jati diri partai yang berasal dari rakyat, untuk rakyat dan terdepan di dalam membela rakyat khususnya rakyat yang miskin, tertindas atau diperlakukan tidak adil," katanya.

Berkaitan dengan itu, katanya, PDI Perjuangan harus menjadi bagian terhadap upaya penyelesaian masalah rakyat, melalui kebijakan yang pro rakyat, baik tingkat nasional melalui DPR RI, maupun tingkat provinsi dan kabupaten/kota melalui kepala daerah/wakil kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan, beserta seluruh jajaran legislatif di daerah.

Megawati, kata Tahjo Kumolo juga meminta kader PDI Perjuangan untuk memperhatikan masalah pangan, kelangkaan dan kenaikan harga menjelang musim paceklik pada Januari hingga Maret.

Megawati mengingatkan hal ini sebab ada banyak kader PDIP di sejumlah daerah yang berada di pemerintahan bahkan top eksekutif, sehingga kenaikkan harga pangan harus diantisipasi.

Megawati mengatakan masalah pangan di daerah-daerah harus dilakukan langkah antisipasi mulai dari kenaikan harga hingga kemungkinan terjadinya kelangkaan bahan pokok dan makanan. Langkah paling nyata untuk menekan hal ini harus benar-benar dilakukan.

"Sejak dulu PDIP sangat peduli dengan hal ini, karena itulah maka sejak lama partai ini memiliki badan penanggulangan bencana (Baguna) yang selalu melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi masalah pangan mulai dari kenaikan harga sampai kerawanan," katanya.

Baguna ini dipimpin Efendi Simbolon dan telah bekerja dengan sangat baik untuk mengurus segala hal yang berhubungan dengan bencana, termasuk kelangkaan pangan dan kami tidak hanya bekerja pada saat kejadian bencana tetapi sampai masa pemulihan.

Walaupun ini adalah kewajiban pemerintah, namun PDIP tetap peduli, sehingga PDIP selalu mengingatkan kadernya di pemerintahan untuk mengantisipasi hal ini apalagi ini berhubungan langsung dengan masyarakat.

Selain masalah bencana, Megawati dalam pesan hariannya juga meminta seluruh kader PDIP aar tetap teguh menempuh jalan sebagai partai ideologi berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan selalu memperkokoh empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinekaan Indonesia. (T.B017/J006).
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Megawati ingatkan kader tanggap terhadap bencana

Banjir Akan Dominasi Bencana pada 2012

Menurut prakiraan, Januari-Agustus cuaca normal, sedangkan Agustus-Desember kemarau basah.

VIVAnews-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa bencana 2012 akan didominasi oleh hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, puting beliung, dan gelombang pasang.

"Data bencana 2002-2011 menunjukkan 85 persen bencana di Indonesia adalah hidrometeorologi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada VIVAnews.com, Minggu, 1 Januari 2012.

Sutopo menjelaskan, menurut prakiraan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (Jamstec), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Bureau of Meteorology (BoM), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), antara Januari-Agustus kondisi cuaca normal. Sementara itu, Agustus-Desember kemarau agak basah. "Tahun 2013 diprediksi kemarau elnino," katanya.

Untuk bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami, belum ada teknologi yang bisa memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan besaran atau magnitude gempa. Karena itu, pada daerah-daerah rawan gempa, masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta terus meningkatkan kesiapannya.

Sementara itu, untuk ancaman gunung api, dari 127 gunung api aktif terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Saat ini, 6 gunung berstatus siaga dan 18 waspada.

Dengan ancaman bencana 2012 itu, maka upaya sosialisasi, kesiapsiagaan, gladi, dan peningkatan kapasitas BPBD serta masyakarat perlu terus-menerus dilakukan. "Anggaran bencana 2012 sekitar Rp995 miliar," katanya. (art).

---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat

READ MORE - Banjir Akan Dominasi Bencana pada 2012

Bencana yang Mengintai 2012

Potensi gempa, tsunami, banjir, tanah longsor dan puting beliung masih mengancam di 2012.

VIVAnews - Menyambut tahun 2012, Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana yang masih mengintai. Karenanya, bangsa Indonesia sangat patut mempersiapkan mitigasi bencana secara benar dan baik.

"Pada 2012, setidaknya ada beberapa potensi bencana yang perlu diwaspadai," kata Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana kepada VIVAnews.com, Minggu 1 Januari 2012.

Menurut dia, ada sembilan fenomena alam yang penting dicermati dan diwaspadai. Pertama, ancaman dari gempa-tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 skala Richter. Gempa ini dinilai dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan, dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat.

Kedua, adanya potensi gempa di Selat Sunda, Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat dan Bali. Selain itu, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong, dan Tarerua-Aiduna di Irian.

Ketiga, aktivitas gunung-gunung berapi. Aktivitas ini dampak dari gempa Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011. Setelah letusan besar Merapi 2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan Siaga.

Keempat, adanya bahaya sekunder gunung api terutama di sekitar aliran sungai paska letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material erupsi Merapi mencapai 120 juta kubik.

Kelima, potensi gempa dari patahan besar Sumatera yang sudah cukup banyak diteliti. Selain itu gunung api lainpun ada yang bisa menjadi kejutan bencana terutama karena pengetahuan dan database kegempaan gunung api di Indonesia masih minim.

Untuk Patahan Sumatera, segmen yang sudah lama bertapa termasuk di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko, serta Selat Sunda.

Keenam, bencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai. Serta belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih terus keluar dari dalam bumi.

Ketujuh, ancaman banjir di mana-mana. Khususnya kota-kota besar seperti Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007 dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit juga sering disertai dengan longsor atau banjir bandang.

Kedelapan, iklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrem yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah penyakit. Selain itu adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan energi.

Sembilan, meningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang tinggi serta munculnya fenomena angin puting beliung akibat depresi lokal.

Sembilan fenomena alam ini merupakan hasil diskusi dan koordinasi yang dilakukan oleh Kantor SKP BSB selama tahun 2011, baik yang diselenggarakan di Istana, Geotek LIPI, GREAT ITB, dan lain-lain.

Banjir Dominasi Bencana

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa bencana pada 2012 akan didominasi oleh aktivitas hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, puting beliung, dan gelombang pasang.

"Data bencana 2002-2011 menunjukkan 85 persen bencana di Indonesia adalah hidrometeorologi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada VIVAnews.com, Minggu.

Sutopo menjelaskan, menurut prakiraan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (Jamstec), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Bureau of Meteorology (BoM), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), antara Januari-Agustus kondisi cuaca normal. Sementara itu, Agustus-Desember kemarau agak basah. "Tahun 2013 diprediksi kemarau elnino," katanya.

Untuk bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami, belum ada teknologi yang bisa memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan besaran atau magnitude gempa. Karena itu, pada daerah-daerah rawan gempa, masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta terus meningkatkan kesiapannya.

Sementara itu, untuk ancaman gunung api, dari 127 gunung api aktif terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Saat ini, 6 gunung berstatus siaga dan 18 waspada.

Dengan ancaman bencana 2012 itu, maka upaya sosialisasi, kesiapsiagaan, gladi, dan peningkatan kapasitas BPBD serta masyakarat perlu terus-menerus dilakukan. "Anggaran bencana 2012 sekitar Rp995 miliar," katanya.

Berkaca pada 20011, lebih dari seribu peristiwa bencana mewarnai perjalanan Indonesia sepanjang 2011 dan sebagian besar adalah banjir, kebakaran, dan puting beliung yang semuanya terkait hidrometeorologi.

BNPB mencatat setidaknya sepanjang 2011 telah terjadi 1.598 bencana, dan 1.598 di ataranya (75 persen) adalah hidrometeorologi dengan prosentase banjir (403 kejadian), kebakaran (355), dan puting beliung (284). "Data ini masih sementara, karena belum seluruhnya data di Kementerian," kata Sutopo.

Bencana itu telah menimbulkan korban meninggal dan hilang 834 orang, dan 325.361 orang lainnya dilaporkan menderita dan harus mengungsi. Selain merenggut nyawa ratusan orang, bencana yang terjadi selama 2011 itu juga menyebabkan kerugian material. Tercatat, 15.166 unit rumah penduduk rusak berat, 3.302 rusak sedang, dan 41.795 unit rusak ringan.

Sedangkan bencana geologi seperti gempa bumi terjadi 11 kali atau 0,7 persen, tsunami (1 kali atau 0,7 persen) dan gunung meletus (4 kali atau 0,2 persen). "Dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi 5 orang meninggal dan rumah rusak sebanyak 7.251 unit," katanya.

---------------------------------

OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Bencana yang Mengintai 2012

AGAMA ADAT DAN AGAMA SAMAWI

Pengantar

Jalur Adat dan Agama dalam wacana perjuangan pembebasan nasional Papua Barat kini menjadi penting untuk dibicarakan, tidak saja menarik minat sejumlah aktivis Papua Merdeka tetapi telah menjadi kebutuhan bagi Gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat [GPNPB] untuk memasifkannya sebagai sebuah diskursus pembanding bagi IDEOLOGI pembebasan nasional Papua Barat.

Saya tidak banyak memahami tentang Agama lain, tetapi dari perspektif Kristiani, saya hendak mengulas beberapa prinsip dasar Agama, yang kemudian oleh aliran Filsafat Materialisme Dialektika Historis [MDH] dianggap sebagai candu! Sampai disini, saya hendak menerjemahkan kembali konsukuensi logis dari pernyataan Karl Marx dalam bukunya "Das Capital" yang menganggap Agama sebagai "candu!"

Marx menganggap Agama sebagai candu rakyat ketika "Gereja" yang teleh dilembagakan menjadi alat mencari untung segolongan pimpinan gereja yang menjadikan umat bukan sebagai domba-domba pilihan untuk penebusan sang bayi natal, Yesus Kristus, tetapi umat dijadikan domba-domba perahan, yang kapan saja diambil keuntungan dari kaum papa yang menjadi anggota gereja, misalnya dengan menarik uang persepuluhan atau perembahan yang dalam kebiasaan gereja Kristen disebut "uang persembahan!"

Uang persembahan oleh orang yang menyebut dirinya "Hamba Allah" atau "Hamba Tuhan" yaitu golongan pendeta atau pastor kemudian biasanya memanfaatkan persembahan tersebut untuk memperkaya diri sendiri, dan ini masih terjadi di Gereja Modern hari ini. Apa yang dibayangkan Karl Marx, seorang keturunan Yahudi Jerman, dalam filsafatnya MDH, kemudian menjadi pembenaran bagi golongan umat kristen terpelajar untuk menjadi Atheys atau tak beragama lalu dikaitkan pula dengan Ideologi Komunis atau Sosialisme yang dianggap tidak menganggap keberadaan Tuhan sebagai sang pencipta.

Ulasan singkat saya diatas hendak saya tempatkan dalam pandangan pribadi saya mengenai keberadaan Agama Barat [Kristen] dan Agama Adat yang sesungguhnya telah mengakar kuat ditengah-tengah kehidupan Masyarakat Adat [Indigenous People] seperti misalnya Suku-suku Melanesia di Tanah Papua.

Adat mengajarkan kepada kita [saya sebagai manusia Melanesia] untuk menjaga hak ulayat [Tanah, Sungai, Gunung] dimana saya berada dan menjalani hidup sebagai manusia dalam kehidupan kolektif keluarga, marga dan suku.

Jika saya memiliki hak memakai tanah dalam lingkup keluarga, itu berarti saya juga mewakili marga saya dan atau suku saya sebagai sebuah entitas nilai yang hidup.

Tanah bagi orang Melanesia adalah sakral. Ia merupakan kehormatan dan harga diri yang harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan, karena pencipta langit dan bumi, menurut pandangan saya sebagai orang Melanesia, telah membagi-bagi Tanah dibumi ini kepada setiap suku-bangsa berdasarkan haknya masing.

Orang Eropa berkuasa atas Tanah mereka di Eropa, Orang Indian di Amerika, Orang Melanesia di Pasifik [termasuk Australia dan Zelandia Baru], orang Arabb di Jazirah Timur Tengah dan Magribi, orang Afrika di Tanah Afrika, orang Tioghoa di China atau katakanlah orang berbudaya oriental berkuasa diatas Tanah mereka dibagian bumi yang disebut Oriental, termasuk Korea dan Jepang.

Agama modern mengajarkan orang untuk saling mengasihi dan memberi serta membagi apa yang dimiliki kepada sesamanya, sementara agama adat mengajarkan kepada kita bahwa apa yang kita miliki [misalnya; Tanah]haruslah kita jaga, sebab itu merupakan hak kesulungan yang diberikan Tuhan untuk masing-masing suku-bangsa sesuai peruntukkan masing-masing.

Ketika terjadi perang salib, manifestasi untuk menghargai hak kesulungan sudah tidak berlaku maka muncullah apa yang kita kenal dewasa ini sebagai Imperialisme / Kolonialisme. Negara-negara Eropa Barat yang tamak mulai membagi bumi dan menguasainya dengan tiga tema suci: gold, glory and gospel.

Inilah kekeliruan awal manusia yang mulai saling menguasai dan menjajah dan mulai saat inilah rusaklah wajah bumi yang indah yang telah diciptakan Tuhan bagi manusia untuk dipakai bagi kehidupannya.

Ulasan singkat diatas, akan saya lanjutkan dengan memperbandingkan Budaya Oriental, Barat, Timur Tengah dan budaya-budaya "kelas dua" misalnya Melanesia, untuk memperkaya tulisan ini dari sisi Budaya Melanesia.

Gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat [GPNPB] sedang memulai menggerakan semangat Adat dalam perspektif perjuangan pembebasan nasional kita, oleh karena itu hal ini menjadi penting untuk didiskusikan dan diperdebatkan sehingga kita bisa mengambil nilai-nilai yang baik dari Komunisme/Sosialisme, Agama Samawi, Kebudayaan Oriental, dan Agama Adat Melanesia sendiri.
Sumber : Papua Diary
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - AGAMA ADAT DAN AGAMA SAMAWI