Selasa, 27 April 2010

Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

VIVAnews - Fenomena aneh terdapat di Gurun Karakum di Turkmenistan.
Di dekat desa terpencil, Derweze yang dihuni 350 orang, terdapat sebuah kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter. Kawah ini terus-menerus mengeluarkan api dan terbakar selama 38 tahun.

Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer.

Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif.

Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.

Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu.

Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video 'Gerbang Neraka' juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang -- meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.

Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov 'Gerbang Neraka'.

Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.

Berdymukhamedov mengatakan bahwa "anomali ini' telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum.

Sumber: (static.atlasobscura.com, Allvoices)
READ MORE - Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

Selasa, 13 April 2010

Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

VIVAnews - Fenomena aneh terdapat di Gurun Karakum di Turkmenistan.
Di dekat desa terpencil, Derweze yang dihuni 350 orang, terdapat sebuah kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter. Kawah ini terus-menerus mengeluarkan api dan terbakar selama 38 tahun.

Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer.

Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif.

Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.

Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu.

Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video 'Gerbang Neraka' juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang -- meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.

Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov 'Gerbang Neraka'.

Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.

Berdymukhamedov mengatakan bahwa "anomali ini' telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum. Sumber: (static.atlasobscura.com, Allvoices)
READ MORE - Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

Sabtu, 16 Januari 2010

196 Rumah di Makassar Rusak Akibat Angin


MAKASSAR--MICOM: Sebanyak 196 rumah di Kecamatan Tallo, Makassar, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang melanda Makassar pada Minggu (16/1). Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Mappagio, dan Kepala Dinas Sosial Makassar Ibrahim Saleh, Senin (17/1), melakukan peninjauan terhadap kerusakan di Kelurahan Suangga dan Tallo.

Posko bencana kelurahan mencatat kerusakan yang terjadi di Kelurahan Tallo, Jalan Sultan Abdullah, RW 4 dan 5 sebanyak 46 rumah rusak dan dua orang luka. Di Kelurahan Tammua RW 1, sebanyak delapan rumah rusak dan 23 rumah rusak. Di Kelurahan Rappokalling Jalan Dg. Tantu RW 1, 2, 3, dan 5 terdapat 39 rumah dan satu mushalla yang rusak. Di Kelurahan Suangga, Jalan Sunu, RW 2 dan 3 tercatat 56 rumah rusak dan satu orang luka. Di Kelurahan Rappo Jawa, RW 2 dan 3 tercatat 21 rumah rusak, sedangkan di Kelurahan Ujung Pandang Baru RW 1 tercatat tiga rumah rusak.

Gubernur meminta petugas di posko-posko bencana untuk mendata kerusakan yang akurat, agar bantuan dan dukungan maksimal dapat segera mungkin diberikan dan kehidupan warga bisa berjalan terus. "Terutama hal-hal yang mendasar seperti makanan, selimut, dan atap rumah yang perlu diperbaiki kalau bisa besok (18/1) diberikan bantuan dari provinsi," katanya.

Menurut dia, pemerintah juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan pemulihan dan dukungan yang maksimal.

Hingga kini, lanjutnya, penanganan bencana di daerah belum menjadi skala tingkat atas, karena posisi pemerintah provinsi dan pusat adalah membantu dan mendukung. "Pemprov juga memberikan peringatan melalui edaran surat Gubernur agar semua pihak lebih siap dan tanggap terhadap kondisi cuaca yang ada saat ini," jelasnya. (LN/Ant/OL-13)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - 196 Rumah di Makassar Rusak Akibat Angin

Rabu, 13 Januari 2010

10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar

10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar

Api Diduga Berasal dari Kompor Minyak.

Jayapura - Jumat (13/01) Mes PT. Masa Irian Jaya Indah yang berlokasi di Komplek Karsatama Jl. Proyek Perumnas II Waena, Distrik Heram, ludes terbakar. Warga sekitar dengan dibantu mobil tangki pengangkut air minum, beramai-ramai berusaha memadamkan api yang menghanguskan 10 blok, yang semua dihuni karyawan PT. Masa Irian Jaya Indah.
Data yang dihimpun Bintang Papua, peristiwanya bermula sekitar pukul 08.30 WIT, Ny Mimi Yuliati yang memasak nasi dengan menggunakan kompor minyak, selesai masak kemudian memadamkan api. Selanjutnya ditinggal pergi kerja tanpa memastikan apakah kompornya telah padam.
Akibat pengatur sumbu kompor tidak berfungsi atau dol, sehingga api tidak mati, sehingga sekitar pukul 09.00 WIT, terdengar suara ledakan yang diduga dari kompor tersebut. Api pun membesar dan menyambar mess lain yang besebelahan.
Kapolsek Abepura Kompol Arie Sandy Sirait dan sejumlah anggotanya yang tiba di TKP langsung mengamankan lokasi kebakaran yang tidak lama kemudian (Sekitar pukul 09.35 WIT), api berhasil dipadamkan.
Mobil pemadam kebakaran yang tiba di TKP sekitar pukul 09.45 WIT memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mengumpulkan data-data dan barang bukti guna proses penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran. “Kita masih memeriksa saksi dan melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran,” ungkap Kapolsek saat dikonfirmasi Bintang Papua kemarin.
Demikian juga terkait nilai kerugian materil yang ditaksir mencapai milyaran, juga masih dalam proses pendataan.
Sedangkan data korban kebakaran yang semua adalah karyawan PT. Masa Irian Jaya Indah, adalah Rahmat, Yusak, Idris, Samsu, Ama, Andrian, Anto, Amri, Mualip, dan Jecki Kiseu.(aj/don/l03).
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - 10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar

Kamis, 23 Juli 2009

Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah

Liputan6.com, Deli Serdang: Angin puting beliung memorakporandakan puluhan rumah di Desa Sei Rotan, Deli Serdang, Sumatra Utara. Hingga Jumat (23/7), puluhan warga di Kecamatan Percut Sei Tuan itu mengungsi karena rumah tak bisa ditempati lagi. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Selain merusak rumah, angin puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon dan mengenai kabel jaringan listrik. Akibatnya listrik padam.(AIS)

------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah

Rabu, 22 Juli 2009

Satu Orang Tewas Terkena Ledakan Gas

Liputan6.com, Banjarmasin: Ledakan tabung gas kembali memakan korban. Kali ini terjadi di perusahaan galangan kapal di Jalan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan, Kamis (22/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang tewas bernama Ogi, warga Jalan Antasan Bondan berusia 37 tahun. Sementara lima lainnya cedera sangat parah, tiga di antaranya Idar, Anang, dan Rusliansyah.

Diduga kecelakaan terjadi akibat kelalaian seorang pekerja tukang las. Saat mengelas, ia berada dekat dengan tabung yang diduga bocor. Peristiwa berawal ketika karyawan hendak memulai aktivitas. Semua peralatan disiapkan untuk melanjutkan pekerjaan las dan perbaikan kapal. Tiba-tiba sebua tabung yang biasa digunakan untuk mengelas pelat besi meledak.

Ledakan terdengar sangat dahsyat. Lokasi galangan kapal porak-poranda. Menurut seorang saksi, ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer. Awalnya warga bahkan mengira ada bom meledak.

Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab ledakan. Sejumlah saksi dan pemilik perusahaan, Ishiang sudah dimintai keterangan.(AIS)

------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Satu Orang Tewas Terkena Ledakan Gas

Sabtu, 18 Juli 2009

Gelombang Tinggi, Penyeberangan di Selat Sunda Terganggu

Liputan6.com, Lampung: Gelombang tinggi dan angin kencang sudah melanda perairan Lampung sejak satu pekan terakhir ini. Untuk menghindari kecelakaan di laut, hanya kapal roro saja yang boleh beroperasi, Ahad (18/7).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Lampung kecepatan angin di perairan Selat Sunda mencapai lima hingga 10 knot atau 10 hingga 20 kilometer per jam. Sementara tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi penyeberangan kapal kecil seperti kapal tongkang dan kapal nelayan.(IAN)

------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Gelombang Tinggi, Penyeberangan di Selat Sunda Terganggu