Selasa, 13 Juli 2010

3 Mobil dan 2 Motor Terbakar di Cilandak


JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak tiga unit mobil dan dua sepeda motor dilalap api saat kebakaran melanda dua rumah di Perumahan Puri Mutiara Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (13/7/2010) sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurut AKP Sugeng Budiono, perwira siaga di Traffic Management Centre Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, kebakaran diduga akibat dari hubungan pendek arus listrik.

Beberapa saat setelah ada laporan, Dinas Kebakaran menerjunkan tiga mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi membuat panik warga di kompleks perumahan tersebut. (Ferdinand)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"

READ MORE - 3 Mobil dan 2 Motor Terbakar di Cilandak

Kebakaran Landa Pemukiman di Kramat Pulo


JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran melanda beberapa rumah di kawasan pemukiman padat, Kramat Pulo Dalam, Kelurahan Kramat Jakarta Pusat Selasa (13/7) siang ini.

Menurut pemantauan Kompas.com di lapangan, Si Jago Api Merah masih terus membesar dan membakar sekurangnya tiga rumah yang terletak di sebuah jalan sempit di gang 18.

Keterangan yang dihimpun dari para warga menyebutkan, api mulai berkobar sekitar 30 menit lalu. Hingga saat ini, api masih sulit untuk dapat dikendalikan. Warga di sekitar lokasi masih terus berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Sempitnya jalan masuk membuat satu mobil unit mobil pemadam kebakaran tidak bisa mencapai lokasi. Sampa berita ini diturunkan, belum diketahui informasi mengenai korban atau pun kerugian yang diderita akibat kebakaran ini.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Kebakaran Landa Pemukiman di Kramat Pulo

Ratusan Tabung Elpiji Ilegal Beredar di Jambi


Liputan6.com, Jambi: Jambi belum termasuk dalam wilayah konversi minyak tanah ke gas. Namun peredaran tabung gas ilegal ukuran tiga kilogram justru amat marak di sana. Terbukti, Selasa (13/7), Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat menemukan ratusan tabung gas ilegal.

Dalam temuan Deperindag, pedagang mengaku menjual tabung ukuran tiga kilogram untuk melayani konsumen dari Sumatra Selatan. Namun, tidak menutup kesempatan juga bagi penduduk sekitar yang hendak membeli. Pedagang menjual elpiji seharga Rp 100 ribu per tabung. Sementara isinya dijual dalam kisaran Rp 25 ribu-30 ribu. Padahal harga yang dianjurkan pemerintah Rp 14 ribu per tabung.

Ratusan tabung itu kemudian disita. Petugas menduga sebagian besar tabung diisi ulang dengan cara dioplos.(OMI/YUS)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Ratusan Tabung Elpiji Ilegal Beredar di Jambi

Tabung Elpiji Meledak, Rumah Warga Terbakar


Liputan6.com, Sidoarjo: Rumah Muhammad Hussein di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (13/7) pagi, berantakan akibat ledakan tabung gas atau elpiji. Ledakan juga menimbulkan kebakaran hingga menghanguskan rumah. Petugas pemadan kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api agar tidak kian meluas.

Menurut saksi, ledakan dan kebakaran terjadi ketika tuan rumah sedang memasak sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga, ada kebocoran tabung elpiji hingga menimbulkan ledakan dan terdapat percikan api ke minyak tanah yang berada di dalam dapur.(BOG)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Tabung Elpiji Meledak, Rumah Warga Terbakar

Minggu, 11 Juli 2010

Tiga Rumah Hancur Akibat Ledakan di Medan


Sumber ledakan diduga berasal dari kebocoran gas. Ada pula yang mengira ledakan meteorit.

VIVAnews - Tiga rumah warga di Jalan Pukat V, Medan Sumatera Utara (Sumut), Jumat 6 Juni 2010 pagi, hancur akibat ledakan keras.

Dua orang menderita luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Methodist Medan.
Hingga kini belum diketahui penyebab ledakan di rumah milik A Lie, Asiong dan A Yen itu. Namun berdasarkan informasi, ledakan disebabkan gas. Ada juga yang menduga ledakan disebabkan jatuhnya meteor.

Salah satu warga mengaku ada yang melehat cahaya berpendar merah sebelum ledakan terjadi.
Hingga siang ini, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Daerah Sumut masih melakukan penyelidikan di lokasi ledakan.

Menurut Kepala Kepolisian Kota Percut Sei Tuan, AKP Josua Tampubolon, berdasarkan hasil penyelidikan sementara tim forensik, penyebab kebakaran tersebut berasal dari kebocoran tabung gas. Saat ini, pemilik rumah masih mengumpulkan barang-barang yang masih bisa digunakan. (umi)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"

READ MORE - Tiga Rumah Hancur Akibat Ledakan di Medan

Tabung Elpiji Kembali Telan Korban

11/07/2010 20:14
Liputan6.com, Sumedang: Ledakan tabung gas kembali menelan korban. Kali ini seorang pedagang bakso menderita luka bakar serius akibat terkena ledakan elpiji isi tiga kilogram yang bocor di Sumedang, Jawa Barat. Alhasil, korban yang diketahui bernama Ngasimin tersebut harus dirawat intensif di ruang gawat darurat Rumah Sakit Umum Sumedang, Ahad (11/7).

Peristiwa ini terjadi ketika Ngasimin berada di rumah kontrakannya. Saat menyalakan saklar listrik, tiba-tiba terdengar suara ledakan disertai sambaran api yang membuat Ngasimin terpental. Suara ledakan terdengar hingga radius 200 meter saking kuatnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ledakan diduga dari tabung gas yang bocor di bagian regulator dan mengumpul di kamar kontrakan karena kurangnya ventilasi. Gas meledak karena dipicu aliran listrik dari saklar yang dinyalakan Ngasimin.(ASW/ANS)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Tabung Elpiji Kembali Telan Korban

Rel di Stasiun Kranji Patah, Kedatangan KA di Jakarta Terlambat


Jakarta - Kedatangan sejumlah Kereta Api (KA) penumpang di Jakarta terlambat sekitar 30 menit hingga 1 jam. Hal itu diakibatkan oleh patahnya rel di dekat Stasiun Kranji, Bekasi, atau tepatnya di Km 24.500.

"Perjalanan KA terganggu karena ada rel yang patah di dekat stasiun Kranji yang diketahui pada pukul 16.50 WIB," kata Kahumas PT KA Daops I, Mateta, kepada detikcom, Minggu (11/7/2010).

Mateta mengatakan, rel yang patah itu berada di jalur yang mengarah ke Jakarta. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti rusaknya rel tersebut.

"Saya tidak mau menduga-duga sebabnya apa. Ada banyak kemungkinan. Bisa jadi akibat cuaca panas atau yang lain," ujarnya.

Selama menunggu perbaikan, lanjut dia, perjalanan KA yang melintas di Kranji dialihkan menjadi satu jalur. Tak pelak, hal itu menyebabkan antraen KA dari dan ke Jakarta karena harus bergantian melewati satu track.

"Operasional KA tetap jalan. Hanya karena ada pengalihan jalur, maka terjadi keterlambatan. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB tadi, keadaan sudah kembali normal," ungkap Mateta.

Salah satu KA yang mengalami keterlambatan adalah KA eksekutif-bisnis Argo Parahyangan. Seorang penumpangnya, Anggia, menuturkan, KA yang ditumpanginya harus tertahan cukup lama di Stasiun Bekasi.

Anggia menambahkan, Argo Parahyangan berangkat pada pukul 14.30 WIB dari Bandung dan seharusnya telah tiba di Jakarta pada pukul 17.30 WIB. Namun, akibat kejadian itu, KA tersebut terlambat masuk Jakarta.

"Tadi beberapa penumpang yang nggak sabar, turun dari kereta dan naik ojek," ucap Anggia kepada detikcom.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Rel di Stasiun Kranji Patah, Kedatangan KA di Jakarta Terlambat

Kali Ini Tabung Gas Meledak di Bogor


Diduga terjadi kebocoran di selang gas. Saat dinyalakan, api langsung menyambar. Duar!

VIVAnews – Ledakan tabung gas di wilayah Bogor, Jawa Barat, kembali terulang. Kali ini, terjadi di Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Akibat ledakan gas tersebut, dua bangunan terbakar dan tiga orang mengalami luka-luka pada bagian tubuhnya. Ketiga korban luka-luka bakar yang diakibatkan oleh ledakan gas tersebut adalah Atik (48), Upah (10) dan Haerudin (49). Atik adalah ibu dari Upah, sementara Haerudin adalah tetangga mereka.

Ketiganya langsung dibawa ke klinik terdekat dan mendapat pengobatan. Semua korban mengalami luka bakar di bagian kaki.

Akibat peristiwa itu, sang pemilik bernama Husen, suami dari Atik, mengalami kerugian materi sekitar Rp 120 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyebab dari kebakaran di rumah Husen itu karena meledaknya sebuah tabung gas berukuran 3 kilogram. Peristiwa tersebut terjadi Minggu 11 Juli 2010 siang. Akibat ledakan gas itu, api membesar dan membakar sebagian rumah Husen. Beruntung api langsung dipadamkan oleh warga setempat.

Kapolsek Babakan Madang Ajun Komisaris Polisi, Ipik Kusmana, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat selang tabung gas bocor dan kemudian menyambar. "Saat ini kami sudah mengamankan tabung gas tersebut. Kami akan menyelidikinya. Namun untuk sementara ini, kejadian ini merupakan sebuah kecelakaan," katanya.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Kali Ini Tabung Gas Meledak di Bogor

Korban Ledakan Gas Akhirnya Meninggal

11/07/2010 18:19
Liputan6.com, Tangerang: Seorang dari dua korban ledakan tabung gas di kawasan Perum III, Tangerang, Banten, Ahad (11/7), meninggal dunia. Korban yang diketahui bernama Nursiah, tewas akibat luka bakar serius yang ia derita. Sang anak, Sisil Lunglai, tak kuasa membendung kesedihan ketika mengetahui ibunda tercintanya telah tiada. Sejumlah anggota keluarga dan kerabat Nursiah juga larut dalam duka mendalam.

Nursiah meninggal dunia menyusul ledakan tabung gas 12 kilogram di rumahnya. Saat itu ia bersama sang suami, Sofyan, menjadi korban ledakan. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Qadr, Tangerang. Karena kondisi luka bakar yang serius, Nursiah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kematian Nursiah menambah panjang daftar warga yang menjadi korban ledakan tabung gas. Sejumlah pihak menuding musibah kerap terjadi lantaran tabung dan selang tak memenuhi standar kelayakan. Sebelumnya, korban ledakan elpiji di Curug, Tangerang, yang sempat dirawat di rumah sakit meninggal [baca: Korban Ledakan Elpiji di Curug Akhirnya Meninggal].(ASW/ANS)


-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Korban Ledakan Gas Akhirnya Meninggal

15 Rumah Warga Pademangan Hangus


Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih bahu membahu menjinakkan api.

VIVAnews – Hingga pukul 11.15 WIB , jumlah rumah penduduk di Jalan Ampera IV Nomor 11 RT 02/07, Pademangan Barat, Jakarta Utara, yang terbakar sudah mencapai 15 unit.

"Sekarang rumah penduduk masih terbakar,” kata Brigadir Polisi Satu Nuruljaman, petugas radio Polres Metro Jakarta Utara, yang dikutip dari situs Traffic Management Center Polda Metro Jaya, Rabu 23 Juni 2010.

Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara terlihat masih bahu membahu menjinakkan kobaran si jago merah yang masih menghebat. Sedikitnya 20 armada pemadam kebakaran dikerahkan ke sana.

Kebakaran hebat yang melanda pemukiman padat penduduk ini selain berada di dekat pusat perbelanjaan, juga berada di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jalan Budi Mulia.

Sampai berita ini diturunkan, petugas belum mengetahui penyebab kebakaran maupun korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kebakaran juga pernah melanda daerah Pademangan, tepatnya di rumah komplek Pademangan 2 gang 30, pada 14 Maret 2010. Selain menghanguskan rumah, kebakaran ini juga menewaskan seorang warga.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - 15 Rumah Warga Pademangan Hangus

Kebakaran Landa Pemukiman Kalideres


Petugas pemadam kabakaran terhambat kemacetan akibat peninggian Jalan Peta Barat.

VIVAnews - Kebakaran melanda pemukiman penduduk di Jalan Peta Barat, Kelurahan/Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi sejak pukul 11.15, hingga berita ini diturunkan, api belum bisa dipadamkan.

Saat ini sudah ada sekitar 11 unit pemadam kebakaran, baik dari Dinas Pemadam Kebaran DKI Jakarta, maupun Jakarta Barat.

Sayangnya, untuk mencapai lokasi, petugas pemadam terhambat kemacetan akibat peninggian jalan yang tengah dilakukan di Jalan Peta Barat. Peninggian ini menyebabkan jalan hanya bisa dilalui satu lajur.

Sementara itu, ratusan orang yang berkerumun di lokasi kebarakan juga menambah kemacetan semakin panjang. Kondisi ini membuat sejumlah pengendara dari Kalideres menuju Bandara Soekarno-Hatta memilih memutar arah.

Mengenai penyebab kebakaran, hingga kini belum diketahui penyebabnya. Namun kabar yang beredar, kebarakan disebabkan ledakan tabung gas.(np)

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Kebakaran Landa Pemukiman Kalideres

Kamis, 1 Juli 2010 | 16:27 WIB Berkurangnya Es Puncak Jaya


Gambar yang dirilis oleh Papua Project Freeport-McMoRan, memperlihatkan permukaan gletser Puncak Jaya, Indonesia bagian timur. Menurut Lonnie Thompson, salah seorang peneliti gletser dunia, permukaan es yang ada di Puncak Jaya kondisinya sekarat usai mengadakan penelitian selama tiga belas hari bersama penduduk setempat di Puncak Jaya, Rabu (30/6).
Sebelumnya Lonnie memprediksi gletser di Puncak Jaya akan bertahan untuk beberapa dekade tapi menurutnya kini hanya beberapa tahun mendatang. Foto : AP Photo/Papua Project Freeport McMoRan. VIVAnews.

-----------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Kamis, 1 Juli 2010 | 16:27 WIB Berkurangnya Es Puncak Jaya