Jumat, 15 Oktober 2010

Banjir Rendam Kampus Akpindo

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, semakin meluas. Air merendam kampus Akademi Pariwisata Indonesia (Akpindo) pada Jumat (15/10/2010) mulai pukul 05.00 WIB di saat tidak terjadi hujan di sekitar kampus. Diperkirakan, banjir akan surut pada sore nanti.
Banjir di dalam kampus Akpindo mencapai pintu gerbang kampus dengan ketinggian lutut orang dewasa. Air diduga masuk lewat saluran pembuangan air dari kampus ke empang yang letaknya di luar kampus, RW 4 Kelurahan Cipinang Melayu.
"Sebenarnya saluran pembuangannya berfungsi bila banjir di permukiman warga tidak parah. Tapi, karena ketinggian air lebih dari 1,5 meter, salurannya jadi tak berfungsi dan air tidak bisa ke luar kampus," kata Supriyanto, dosen Akpindo.
Selain dihentikannya aktivitas perkuliahan, banjir mengakibatkan adanya genangan air di laboratorium bartender, laboratorium tata graha, laboratorium food and beverages product, laboratorium pastry dan sekretariat STEIN (Sekolah Tinggi Ekonomi Internasional).
Pihak pengelola kampus terpaksa menghentikan aktivitas sehari-hari. "Aktivitas belajar mengajar diliburkan satu hari ini dulu. Kami akan lihat besok apakah banjir benar-benar surut atau tidak," ujar Bonifasius, dosen STEIN.
Ia mengatakan, sejumlah alat elektronik juga mengalami kerusakan, seperti CPU dan vacuum cleaner. "Syukurlah kami sudah memindahkan dokumen berharga ke lantai atas," katanya.
Sementara di sekitar lokasi, kemacetan terjadi di Jalan Raya Kalimalang pada kedua arahnya, mulai dari depan kampus Universitas Borobudur hingga gerbang komplek Perumahan Cipinang Indah. Antrean kendaraan ini karena banyak kendaraan bermotor yang memarkirkan kendaraan.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Banjir Rendam Kampus Akpindo

Banjir Rendam Kampus Akpindo


JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, semakin meluas. Air merendam kampus Akademi Pariwisata Indonesia (Akpindo) pada Jumat (15/10/2010) mulai pukul 05.00 WIB di saat tidak terjadi hujan di sekitar kampus. Diperkirakan, banjir akan surut pada sore nanti.

Banjir di dalam kampus Akpindo mencapai pintu gerbang kampus dengan ketinggian lutut orang dewasa. Air diduga masuk lewat saluran pembuangan air dari kampus ke empang yang letaknya di luar kampus, RW 4 Kelurahan Cipinang Melayu.

"Sebenarnya saluran pembuangannya berfungsi bila banjir di permukiman warga tidak parah. Tapi, karena ketinggian air lebih dari 1,5 meter, salurannya jadi tak berfungsi dan air tidak bisa ke luar kampus," kata Supriyanto, dosen Akpindo.

Selain dihentikannya aktivitas perkuliahan, banjir mengakibatkan adanya genangan air di laboratorium bartender, laboratorium tata graha, laboratorium food and beverages product, laboratorium pastry dan sekretariat STEIN (Sekolah Tinggi Ekonomi Internasional).

Pihak pengelola kampus terpaksa menghentikan aktivitas sehari-hari. "Aktivitas belajar mengajar diliburkan satu hari ini dulu. Kami akan lihat besok apakah banjir benar-benar surut atau tidak," ujar Bonifasius, dosen STEIN.

Ia mengatakan, sejumlah alat elektronik juga mengalami kerusakan, seperti CPU dan vacuum cleaner. "Syukurlah kami sudah memindahkan dokumen berharga ke lantai atas," katanya.

Sementara di sekitar lokasi, kemacetan terjadi di Jalan Raya Kalimalang pada kedua arahnya, mulai dari depan kampus Universitas Borobudur hingga gerbang komplek Perumahan Cipinang Indah. Antrean kendaraan ini karena banyak kendaraan bermotor yang memarkirkan kendaraan.


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "

READ MORE - Banjir Rendam Kampus Akpindo

Kamis, 14 Oktober 2010

Banjir Putuskan 10 Km Jalan di Sintang


PONTIANAK, KOMPAS.com - Sekitar sepuluh kilometer jalan di Kabupaten Sintang, dari ibu kota kabupaten itu menuju Kecamatan Binjai Hilir putus karena terendam banjir hingga ketinggian satu meter, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tri Budiarto.

"Sudah hampir sepekan jalan dari Kota Sintang menuju Desa Simba Kecamatan Binjar Hilir putus akibat terendam banjir dengan ketinggian bervariasi," kata Tri Budiarto ketika dihubungi di Sintang, Kamis (14/10/2010).

Menurut data BPBD Provinsi Kalbar, banjir juga merendam sekitar 80 persen rumah masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Kapuas dan Melawi dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

"Kami sejak beberapa hari terakhir terus memantau perkembangan bencana banjir di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang," kata Tri.

Menurut dia, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten yang terkena musibah banjir telah membentuk pos komando dan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada masyarakat korban bencana.

Kepala BPBD Kalbar menyatakan, hingga saat ini, banjir telah merendam sawah seluas 2.000 hektare dan 8.000 unit rumah warga di Kabupaten Kapuas Hulu.

Selain itu, jembatan gantung yang hanyut terbawa air sebanyak lima unit, jembatan tidak gantung ada tiga unit dan rumah tiga unit. Banjir yang telah melanda Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu sejak Sabtu (9/10) terburuk sejak 30 tahun terakhir.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Banjir Putuskan 10 Km Jalan di Sintang

Alam Terus Bersuara di Tanah Papua: Setelah Biak, Sentani, Nabire, kini Wasior


Siapa yang Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar, Demikian Kata Hukum Alam

Memang sangat berat mengungkapkan reaksi isihati atas apa yang sedang terjadi di Tanah Papua, khususnya sesaat Alam menegakkan Hukum dan kedaulatannya. Kini Alam bersuara kali di Wasior, sebuah Kabupaten baru di Provinsi Baru buatan NKRI. Daerah yang dulunya begitu penting bagi Sejarah Peradaban dan perkembangan agama modern di Tanah Papua itu telah dijadikan alasan untuk menancapkan kekuasaan di Tanah Papua, pertama dengan memisahkan wilayah Kepala Burung dari Provinsi Papua, dan memberinya nama Provinisi Irian Jaya Barat, lalu Papua Barat.

Dalam pandangan Pemangku Alam & Adat Papua, apa yang terjadi di Tanah Papua haruslah dilihat dari Kacamata “Apa yang terjadi di Indonesia”, karena Hukum Alam dan Hukum Adat Papua sedang ditegakkan di Indonesia dalam rangka mencari ‘keseimbangan’ alamiah atas penderitaan bangsa Papua sejak NKRI menginvasi (1961,1962), menduduki (1948) dan menguasai (1963) West Papua.

Surat secara langsung dan terus terang sudah lama disampaikan, waktu itu KH Abdurrahman Wahid masih hidup. Beliau menderima dan menyatakan, “Turut merasakan penderitaan rakyat Papua,” dengan menambahkan, “Saya juga salah satu dari korban regime, dan saya kepala suku jadi saya tahu apa arti penegakkan hukum alam dan hukum adat, dan apa arti menderita karena dijajah.” Sri Sultan HB X di Istana Yogyakarta juga telah membacanya. Dan kami yakin sekali, sesungguhnya sang Sultan Jawa tahu apa maksudnya. Belakangan ini Sang Sultan sudah mengajukan isu “Referendum” untuk Yogyakarta, baliho serta slogan-slogan sudah bertebaran ditempelkan di berbagai tempat umum seperti Tugu, Jalan raya, toko dan kampus-kampus di Yogyakarta. Megawati Sukarnoputri juga sudah diberitahu, khususnya menyampaikan pesan khusus dari ayahnya sendiri, Alm. Ir Soekarno bahwa beliau tidak akan lolos menjadi Presiden NKRI, dan sudah terbukti.

Dalam pesan itu dengan jelas disampaikan, dan isi surat itu ada dalam situs ini, disampaikan dalam bahasa Melayu seperti yang dipakai NKRI. Pesannya jelas, “Hukum Adat dan Hukum Alam” harus ditegakkan, dan itu bukan kemauan manusia manapun, tetapi itu kemauan alam dan adat itu sendiri.

Kami tdak bertugas memerintahkan, atau mengarahkan. Fungsi kami hanyalah menginformasikan apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi.

Selang beberapa hari, Presiden NKRI, keluar ke Televisi dan menyatakan, “Jangan percaya kepada takhayul, percayalah kepada ilmu, sains, yang masuk akal.” Pertanyaannya,

Mana yang penting: Takhayul yang ada bukti dalam hidup ini, ataukah
Ilmu pengetahuan yang tidak ada buktinya dalam hidup ini, walaupun masuk akal?
Apa yang penting:
Masuk akalkah, atau
Tidak masuk akal tetapi faktual-realitas?

Alam kini bicara di Wasior, dan sekali lagi, itu bukan takhayul, orang menderita, rumah hanyut, kota lumpuh total, orang mati berserakan, penduduk mengungsi keluar dari tempat alam berpidato, ITU BUKAN TAKHAYUL, ITU FAKTA, ITU REALITAS, ITU DIANGGAP TAKHAYUL TETAPI NYATA.

Sejak manusia memasuki era positivisme-nya, maka modernisme dimuai, diboncengi oleh berbagai kepentingan kekuasaan dan ekonomi. Justru karena boncengan itulah yang menyebabkan positivisme itu potensial dan marak direkayasa. Memang positivisme bukanlah sebatas memahami, mendalami dan menjelaskan apa yang ada, tetapi ia bertanggungjawab atas rekayasa (engineering) secara sosial, politik, ekonomi, hukum, dan seterusnya, dan sebagainya. Justru karena boncengan itulah pembunuhan orang Papua atas nama nasionalisme Indonesia dianggap harus dan wajib. Para pembela HAM orang Papua justru dianggap separatis dan GPK/GPL/OPM/TPN….

Justru karena boncengan itu pula-lah SBY menyatakan ‘itu takhayul, jangan percaya takhayul.”

Perlu diingatkan, “Tulisan ini tidak ditulis mewakili manusia, sama sekali tidak. Ia mewakili Hukum Alam dan Hukum Adat Papua” Gunung Nabi di tempat peristiwa Wasior terjadi melaporkan,

“Hitung dulu, berapa orang Papua, dan berapa orang Indonesia di situ!! Kasih tahu dulu, kenapa orang Papua ada di situ! Kasih tahu dulu, apakah orang Papua punya pengalaman sejarah seperti ini? Kenapa orang di Provinisi buatan NKRI bernama Papua Barat itu paksa diri membentuk Majelis Rakyat Papua? Kenapa satu bangsa punya Dua Majelis? Bukankah majelis itu mewakili sebuah etnis-bangsa Papua-Melanesia? Kenapa orang Papua mau dua MRP di satu tanah, untuk satu bangsa?”

Ditambah lagi, “Mengapa orang di Provinsi Papua Barat itu sangat mencintai Indonesia? Apa alasannya? Apakah mereka itu moyang? Apa dasar cinta itu?”

Pada saat kami tanyakan,
“Apa yang harus kami lakukan?”

Jawabannya,

“Kasih tahu mereka, tetapi saya tahu mereka tidak akan mendengarnya. Biarkan mereka tidak mendengarnya, tanah ini bukan milik mereka, mereka hanya numpang lewat. Saya ada di sini dari dulu sampai sekarang, sampai selamanya, sampai kapanpun. Para penumpang yang sedang lewat ini, janganlah berbuat semaunya.”

Memang orang dalam sudah, kami sadar tidak pantas menyampaikan pesan keras ini, tetapi sekali lagi, kami tidak berbicara atas nama manusia. Manusia punya dunianya sendiri, punya gengsinya sendiri, punya ambisinya sendiri, punya politiknya sendiri, punya bisnisnya sendiri. Alam dan Adat tidak ada urusan dengan itu. Ia berbicara semuanya sebagaimana adanya dan sebagaimana harusnya.
[Bersambung]

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "

READ MORE - Alam Terus Bersuara di Tanah Papua: Setelah Biak, Sentani, Nabire, kini Wasior

Rabu, 13 Oktober 2010

Kapal Tenggelam di Tual, Tiga Orang Tewas dan 15 Luka Bakar

TUAL--MICOM: Kapal Motor Haar Indah 3 yang mengangkut 125 orang penumpang dan kru, tenggelam di perairan Kota Tual, Maluku Tenggara, Rabu (13/10).

Sebelum tenggelam, kapal sempat terbakar. Akibat kejadian itu, sebanyak 3 orang tewas dan 15 lainnya menderita luka bakar.

Peristiwa itu terjadi saat KM Haar Indah 3 berlabuh dan bersiap siap untuk menuju Kecamatan Kur, Kota Tual. Tiba-tiba terdengar ledakan. Kapal pun terbakar. Itu membuat panik penumpang kapal.

Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai cara, di antaranya terjun ke perairan. Sementara itu kapal pun tenggelam. Warga sekitar bahu membahu menyelamatkan korban tenggelam dan mengevakuasi korban.

Jumlah penumpang dan awak kapal diperkirakan berjumlah sekitar 125 orang. Sebanyak 3 orang dipastikan meninggal.

Mereka antara lain Halima Tetroman, 54, Nadia Tetroman, 4, dan Aditia,3. Sedangkan 15 lainnya menderita luka bakar cukup serius. Mereka kini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur.(Aladin Sukma/DSY)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Kapal Tenggelam di Tual, Tiga Orang Tewas dan 15 Luka Bakar

Korban Tewas di Wasior Menjadi 149 Orang

JAYAPURA--MICOM: Upaya pencarian korban tewas akibat banjir bandang di Wasior,
Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, sepanjang Selasa (12/10), tidak membuahkan hasil.

Tim evakuasi tidak menemukan lagi korban tewas dalam pencarian yang berlangsung sejak pagi hingga sore. Tetapi, petugas Posko Penanggulangan Bencana Wasior menerima laporan dari
warga perihal penemuan jezasah pada hari kedua pascabanjir bandang, namun baru Selasa ini dilaporkan.

"Dengan demikian, total data korban tewas akibat bencana yang terjadi pada 4 Oktober lalu yang masuk ke Posko Penanggulangan Bencana Wasior hingga Selasa sore sebanyak 149 orang dan korban hilang sebanyak 119 orang," kata Dandim 1703 Manokwari Letkol Edward Sitorus kepada mediaindonesia.com, Selasa malam.

Hingga hari ketujuh, lanjut Dandim, sebanyak 173 orang yang mengalami luka berat telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire (125 orang), RSUD Manokwari 40 orang,
dan RS Angkatan Laut Makowari (enam orang). Selain itu, dua orang dirujuk ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan Jakarta.

"Tiga polisi tewas, dan80 anggota Polres Teluk Wondama mengalami luka-luka. Mereka sudah dievakuasi ke RSUD Manokwari," ujarnya.

Ia berharap korban tewas tidak ada lagi. Meski demikian, uparya pencarian akan tetap berlangsung hingga batas tanggap darurat pada 18 Oktober mendatang. "Tim evakuasi berharap tidak ada lagi korban tewas yang ditemukan di tumpukan lumpur dan reruntuhan bangunan," ungkapnya. (OL-01)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Korban Tewas di Wasior Menjadi 149 Orang

Jumat, 08 Oktober 2010

Banjir Bandang di Wasior 95 Korban Tewas, 76 Hilang

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga pukul 06.15 waktu Indonesia timur, jumlah korban meninggal yang ditemukan dari lokasi bencana banjir bandang Distrik Wasior, Papua Barat, mencapai 95 orang. Jumlah itu terungkap dalam laporan dari Posko Palang Merah Indonesia atau PMI di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, yang diterima Kompas.com, Jumat (8/10/2010) pagi.

Menurut La Abidin, Sekretaris PMI daerah Papua Barat, sebanyak 1.061 orang mengalami luka, dan 76 orang masih dinyatakan hilang. Sementara pasien yang dirujuk ke Nabire mencapai 87 orang (tiga di antaranya meninggal dalam penanganan di rumah sakit). Mereka dievakuasi dengan menggunakan helikopter.

Tindakan yang dilakukan tim Satuan Penanggulangan Bencana PMI saat ini adalah mencari korban-korban yang tertimbun, pendataan pengungsi, dan penyemprotan vektor di lokasi penemuan mayat. Penyemprotan dilakukan karena di lokasi mulai muncul bau menyengat yang dikhawatirkan akan menyebar wabah penyakit.

Di sisi lain, arus pengungsi yang meninggalkan Distrik Wasior terus berlanjut. Umumnya warga mengungsi ke kabupaten terdekat, seperti Nabire dan Manokwari, dengan kapal laut.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Banjir Bandang di Wasior 95 Korban Tewas, 76 Hilang

Banjir Bandang di Wasior 95 Korban Tewas, 76 Hilang


JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga pukul 06.15 waktu Indonesia timur, jumlah korban meninggal yang ditemukan dari lokasi bencana banjir bandang Distrik Wasior, Papua Barat, mencapai 95 orang. Jumlah itu terungkap dalam laporan dari Posko Palang Merah Indonesia atau PMI di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, yang diterima Kompas.com, Jumat (8/10/2010) pagi.

Menurut La Abidin, Sekretaris PMI daerah Papua Barat, sebanyak 1.061 orang mengalami luka, dan 76 orang masih dinyatakan hilang. Sementara pasien yang dirujuk ke Nabire mencapai 87 orang (tiga di antaranya meninggal dalam penanganan di rumah sakit). Mereka dievakuasi dengan menggunakan helikopter.

Tindakan yang dilakukan tim Satuan Penanggulangan Bencana PMI saat ini adalah mencari korban-korban yang tertimbun, pendataan pengungsi, dan penyemprotan vektor di lokasi penemuan mayat. Penyemprotan dilakukan karena di lokasi mulai muncul bau menyengat yang dikhawatirkan akan menyebar wabah penyakit.

Di sisi lain, arus pengungsi yang meninggalkan Distrik Wasior terus berlanjut. Umumnya warga mengungsi ke kabupaten terdekat, seperti Nabire dan Manokwari, dengan kapal laut.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Banjir Bandang di Wasior 95 Korban Tewas, 76 Hilang

Jumat, 24 September 2010

Topan Fanapi Menerjang, 107 Orang Cedera

TAIPEI (Suara Karya): Badai Topan Fanapi dengan kecepatan lebih dari 162 km per jam menerjang Taiwan dan mencederai sedikitnya 107 orang saat topan bergerak menuju China.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri Taiwan melaporkan, badai tersebut telah meluluhlantakkan kaca-kaca gedung bertingkat serta membawa dan mengangkut ratusan motor dan mobil yang sedang pakir.
"Ratusan motor yang sedang parkir di pusat bisnis Taipei itu beterbangan seperti sekumpulan lebah yang sedang terbang. Badai itu juga membawa beberapa kendaraan roda empat yang melintas di jalan-jalan protokol di ibu kota," kata pejabat kementerian itu.
Badai itu menaikkan tanah hingga 1.125 mm (44 inci) di sebagian wilayah Taiwan, sehingga menghentikan operasi pembangkit listrik yang dikelola USI Corp, TSRC Corp, dan lainnya di selatan kawasan industri petrokimia Taiwan. Beberapa pembangkit listrik, kemarin, masih ditutup.
Pengapalan produk Formosa Petrochemilak Corp milik Taiwan juga terhenti akibat ditutupnya pelabuhan dekat kompleks penyulingan berkapasitas 540.000 barel per hari di Mailiao itu.
Agustus 2009, Topan Morakot yang bergerak lambat membawa hujan hingga berhari-hari dan mengakibatkan tanah longsor yang menewaskan 700 jiwa itu.
Fanapi, yang merupakan badai kategori 3 dalam skala 1-5, diperkirakan mengarah ke Provinsi Guangdong di China, Senin (20/9), sebagai badai tropis dengan skala lebih rendah, demikian pernyataan situs prakiraan cuaca Tropical Storm Risk (www.tropicalstormrisk.com).
Topan sering kali melanda China, Taiwan, Filipina, dan Jepang selama semester kedua tahun ini mengakumulasikan kekuatan dari "arus hangat" Samudra Pasifik atau Laut China Selatan sebelum melemah di daratan.
Sementara itu, dari arah utara, Topan Igor bergerak kencang disertai gelombang dan hujan yang diperkirakan dalam beberapa minggu menuju Asia. Pusat Topan Nasional Amerika Serikat menyebutkan, Topan Igor sangat besar. (AP/Kentos)

---Alam dan Adat Bicara---
READ MORE - Topan Fanapi Menerjang, 107 Orang Cedera

Badai Matahari Ancam Bumi 'Kiamat' di 2013


VIVAnews - Ilmuwan memperingatkan suatu ledakan energi Matahari bisa melumpuhkan Bumi tiga tahun mendatang. Para peneliti khawatir ledakan besar itu terjadi pada tahun 2013 dan bisa menyebabkan pemadaman listrik secara total di seluruh dunia dan kekacauan global.

Seperti dilansir The Sun edisi 21 September 2010, potensi bencana yang terjadi sekali dalam seabad ini bisa membawa ancaman serius pada sejumlah fasilitas vital: kerusakan jaringan listrik, hancurnya sistem komunikasi, pesawat jatuh, dropnya stok pangan dunia, dan porak-porandanya jaringan Internet.

Bencana sejenis disebutkan pernah terjadi pada tahun 1859 dan mendatangkan kerusakan dahsyat di Eropa dan Amerika. Saat itu dilaporkan kawat telegraf terbakar habis. Bahkan, saat itu diberitakan dua pertiga langit di Bumi diselimuti cahaya aurora berwarna merah darah.

Peringatan malapetaka ini--yang mengingatkan pada gambaran kiamat di film '2012' ala Hollywood--tak kurang membuat was-was Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox. Dia lalu menggelar konperensi darurat di London pada 20 September lalu. Fox yang bergelar doktor mengatakan bencana yang dampaknya sulit diukur dan diprediksi ini bisa mengakibatkan kerusakan berskala hebat. Dan jika benar terjadi, maka badai matahari itu bisa menciptakan kerusakan yang jauh lebih berbahaya ketimbang ledakan serupa pada tahun 1859.

Da lalu meminta para ilmuwan untuk menyusun strategi guna mengantisipasinya. Konperensi yang diselenggarakan oleh Dewan Keamanan Infrastruktur Listrik Inggris itu mendengar paparan dari para ahli bahwa Matahari akan mencapai tahap kritis dari siklusnya di tahun 2013 mendatang.

Ketika itu, gelombang energi magnetik yang tercipta di atmosfer diperkirakan akan memicu badai radiasi yang menyebabkan lonjakan energi berkekuatan besar. Akibatnya, akan tercipta badai awan di kota-kota besar dunia seperti London, Paris, dan New York. Pada tahun 1989, bencana serupa yang berskala kecil sempat mengganggu pembangkit listrik di Quebec, Kanada.

Mantan penasihat pertahanan pemerintah AS, Dr. Avi Schnurr, juga memperingatkan, "Badai geomagnetik bisa menghancurkan negara-negara di muka bumi. Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu bencana itu datang." (kd)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Badai Matahari Ancam Bumi 'Kiamat' di 2013

Minibus Terbalik di Tol Jakarta-Merak


JAKARTA, KOMPAS.com — Mobil minibus Suzuki Carry B 8950 CU terbalik di ruas Tol Tangerang Km 33.200, tepatnya di sekitar Karawaci menuju Serang, Jumat (24/9/2010) pukul 09.40 WIB.

Berdasarkan informasi dari Briptu Widia, petugas TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan tersebut terjadi di lajur dua sehingga mengakibatkan kemacetan karena hanya satu lajur yang bisa dilintasi kendaraan, sedangkan dua lajur lainnya tertutup oleh Suzuki Carry.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab maupun korban jiwa dalam insiden tersebut, saat ini petugas PJR sudah berada di lokasi kecelakaan untuk mengamankan TKP dan melakukan pengaturan arus lalu lintas. (Tr)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Minibus Terbalik di Tol Jakarta-Merak

Pesawat Cessna Jatuh di Bandung


JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat Cessna yang sedang melakukan atraksi akrobat di acara Bandung Air Show, Jumat (24/9/2010) pagi, jatuh dan meledak. Demikian informasi yang diperoleh Kompas.com.

Bandung Air Show sendiri berlangsung di Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, dan baru dibuka Kamis.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Pesawat Cessna Jatuh di Bandung