Selasa, 16 November 2010

Pascabanjir Bandang Mangkang Semarang


REL MENGGANTUNG: Sebuah KA melintas di rel yang mengantung karena gogos permukaan di bawahnya di sekitar Stasiun Mangkang Semarang, Rabu (10/11). Rel tersebut menggantung karena tergerus air akibat banjir bandang yang melanda di kawasan tersebut, Selasa (9/11). (SM CyberNews/ Maulana M Fahmi)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Pascabanjir Bandang Mangkang Semarang

Korban Tewas Meningkat Jadi 60 Orang


[NEW DELHI] Sedikitnya 60 tewas ketika sebuah gedung berlantai empat di sebuah kawasan padat di New Delhi roboh pada Senin (15/11) malam. Regu penyelamat masih terus mencari korban yang masih terperangkap di bawah runtuhan gedung tersebut dengan peralatan seadanya. Demikian disampaikan pejabat setempat pada Selasa (16/11).

Pejabat setempat mengatakan, fondasi gedung di Delhi timur itu kemungkinan lapuk karena banjir akibat hujan lebat selama berpuluh-puluh tahun. Apalagi letaknya berdekatan dengan tepi Sungai Yamuna yang membelah kota itu.

Tim penyelamat dan warga setempat sepanjang malam tadi mencoba memindahkan puing-puing gedung yang terletak di kawasan hunian Lalita Park Laxmi Nagar yang roboh tengah malam tadi dengan peralatan seadanya. Pasalnya, alat berat sulit mencapai tempat tersebut.

“Masih banyak korban yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan. Kami berharap kami bisa menyelamatkan mereka dalam keadaan hidup. Kami membenarkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 60 orang dan 80 orang lainnya dirawat di rumah sakit,” kata juru bicara kepolisian, Rajan Bhagat.

Saksi mata mengatakan, mereka mendengar teriakan minta tolong dari bawah reruntuhan gedung sementara warga setempat mengeluh tidak memiliki kekuatan untuk menyingkirkan bongkahan-bongkahan tembok yang besar. Sangat dibutuhkan alat berat untuk membantu menyelematkan para korban.

“Gedung itu roboh seperti kartu yang dijatuhkan begitu saja. Saya melihat orang bergelantungan di tembok yang roboh, yang lain lagi berupaya melompat ke bawah tetapi tidak bisa, yang lain masih terperangkap,” kata sopir taksi, Gurwider Singh.

Sedangkan Girija Devi, ibu empat anak yang bekerja di gedung tersebut mengaku ditarik keluar oleh tetangganya tetapi saudaranya masih terperangkap di bawah reruntuhan gedung.

Perdana Menteri Kota Delhi, Sheila Dikshit menduga konstruksi gedung itu sudah tidak layak dan pejabat setempat sudah mengingatkan bahwa gedung itu dalam keadaan bahaya. “Saya kira, penyebabnya adalah ketikdahati-hatian para pembangun yang tidak membangun gedung yang cukup kuat dan tahan banjir yang menghantam sebulan yang lalu,” ujar perdana menteri perempuan itu. [AFP/A-21]

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Korban Tewas Meningkat Jadi 60 Orang

Kompleks Pasar Youtefa Terbakar, Kerugian Rp 4 M Lebih


JAYAPURA—Pagi kemarin sekitar pukul 05.30 WIT, warga sekitar kompleks Pasar Youtefa Abepura, dikejutkan dengan adanya amukan si jago merah. Hasil pantauan Bintang Papua, di TKP, hanya berkisar satu jam, api telah melahap habis enam ruko, dua rumah dan belasan petak rumah kontrakan milik warga.

KObaran api baru dapat dipadamkan berkat kerja sama warga dan 1 unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit mobil waterconan milik Brimob juga Polda Papua.

Terlebih lagi dengan turunnya hujan di pagi itu menambah kemudahan warga melunakkan si jago merah. Tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran ini, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 4 miliar lebih, selain itu api juga melalap habis satu unit mobil dan sepuluh unit kendaraan roda dua.

Hajriana, salah seorang warga yang bermukin di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan, bila sebelumnya tepat jam 00.00 Wit, ia mengaku sempat mencium aroma yang kurang sedap berasal dari ruko yang berjejer di depan.

Namun saat terbangun tepat pukul 05.00, keadaan di seputaran TKP masih stabil. Akan tetapi tepat pukul 05.30 tiba-tiba saja ia dikejutkan kebakaran di Ruko tepat di samping kontrakannya.

Dalam hitungan menit api terus merembet dan kian besar hingga merembet ke Gudang Besi tua, dan kos-kosan yang ada di belakang ruko. Akibat kebakaran itu, delapan rumah kontrakan, termaksuk yang ia tempati dilahap api, akibatnya pintu dan daun jendela, tempatnya bernaung hangus terbakar.“ Jam 00.00 saya sempat mencium aroma tidak sedap dari arah ruko seperti bau oli, waktu bangun jam 5, belum apa-apa, tapi setengah jam kemudian , tiba-tiba api sudah besar dan melahap 6 ruko juga belasan kos-kosan,”katanya.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Kompleks Pasar Youtefa Terbakar, Kerugian Rp 4 M Lebih

Selasa, 09 November 2010

Korban Terakhir 94 Tewas, 218 Hilang


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Hingga pagi ini korban tewas akibat letusan dahsyat Gunung Merapi, Jumat (5/11/2010), yang dibawa ke RSUD Sardjito Yogyakarta berjumlah 94 jenazah. Sebanyak 48 jenazah di antaranya dapat diidentifikasi oleh tim gabungan Disaster Victim Identification.

Demikian dikatakan Teguh, anggota Disaster Victim Identification (DVI) Polda DI Yogyakarta, kepada Kompas.com, Selasa (9/11/2010). "Keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya berjumlah 218 ," ujarnya.

Seperti diketahui, 64 jenazah sudah dikubur secara massal di tempat pemakaman umum (TPU) Kabupaten Sleman. Sebagian jenazah dibawa keluarganya untuk dimakamkan.

Jumlah korban tewas itu dipastikan akan terus bertambah lantaran masih banyak jenazah yang belum dapat dievakuasi, terutama di sekitar Kali Gendol, tempat aliran awan panas atau whedus gembel.

Eko Sulistyo, relawan dari PKPU, ketika dihubungi mengatakan, hari ini tim PKPU bersama dengan anggota Kopasus dan PMI akan kembali ke Dusun Ngepringan, Cangkringan, untuk mengevakuasi sekitar 10 jenazah di sekitar Kali Gendol.

Dua hari lalu, tim sudah menembus lokasi yang berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Merapi itu. Namun, baru satu jenazah yang dapat dievakuasi lantaran kondisi Merapi yang terus menyemburkan awan panas.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Korban Terakhir 94 Tewas, 218 Hilang

Paguyuban Tri Tunggal menggelar ritual


Paguyuban Tri Tunggal menggelar ritual Ruwat Tolak Bala Mahesa Lawung di Perempatan Tugu, Yogyakarta, Senin (8/11/2010) malam. Ritual tersebut dimaksudkan untuk menentramkan Gunung Merapi beserta dampaknya serta sebagai tanda menyambut peradaban baru Keistimewaan Yogyakarta. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO



--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Paguyuban Tri Tunggal menggelar ritual

Kamis, 21 Oktober 2010

Penderita ISPA di Bengkalis Bertambah

BENGKALIS--MICOM: Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Riau, dalam sepekan terakhir menyebutkan bahwa jumlah penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dampak dari kebakaran hutan setempat terus bertambah dan kini menjadi 43 orang.

"Dari 43 penderita ISPA tersebut, 13 orang di antaranya menjalani rawat inap, sementara selebihnya merupakan pasien rawat jalan," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, Edi Setiawan Ramli, Kamis (21/10).

Dikatakannya, beberapa hari sebelumnya jumlah penderita ISPA hanya sekitar 21 orang dan kesemuanya merupakan pasien rawat jalan. Selain ISPA, terang Edi, akibat kabut asap tersebut, banyak juga warga Bengkalis yang terserang iritasi mata dan mengalami gatal-gatal pada kulit. "Untuk jumlah warga yang terkena iritasi mata dalam sepekan ada sekitar 30 orang, sementara yang menderita gatal-gatal pada kulit ada 21 orang," ucapnya.

Menurut Edi Setiawan Ramli, kualitas udara saat ini memang tidak sehat, namun belum sampai pada tahap bahaya. "Kendati demikian kewaspadaan harus dilakukan dengan menghindari beraktivitas di luar rumah," tuturnya.

Bagi warga yang menjalani aktivitas luar rumah, terang Edi, diimbau untuk memakai masker. Bagi pengendara sepeda motor, sambungnya, dianjurkan untuk menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan atau masker selain juga menggunakan helm berkaca untuk menghindari dampak asap yang kini mulai terasa menganggu kesehatan.

Di lain pihak, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bengkalis sebelumnya secara serentak membagikan 4.000 masker kepada masyarakat pejalan kaki dan pengendara sepeda motor di tiga kecamatan, masing-masing, Bengkalis 2.000 masker, Bukitbatu 1.000 masker dan Kecamatan Mandau dengan dibagikan 1.000 masker.

Kegiatan tersebut wujud kepedulian PMI terkait kondisi udara yang berkabut sejak seminggu terakhir. (Ant/wt/OL-01)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Penderita ISPA di Bengkalis Bertambah

Warga Jayapura Kekurangan Air Bersih Rabu, 20 Oktober 2010 | 22:18 WIB


SENTANI, KOMPAS.com - Masyarakat kabupaten/kota Jayapura kekurangan suplai air bersih dari PDAM Jayapura kurang lebih selama empat bulan.

Direktur PDAM Jayapura Ir Gading Butarbutar, Rabu (20/10/2010) mengatakan, sekitar 17 intek atau titik penampung dengan rata-rata enam pipa sambungan sekarang tinggal satu pipa yang mengalir sisanya kering atau tidak mengalir atau sekitar 60 persen pasokan air bersih PDAM Jayapura hilang.

"Sampai pada bulan keempat kurang lebih 385 liter per detik air bersih hilang dari jumlah biasanya 625 liter per detik," kata Ir Gading Butarbutar.

Seperti penampungan di Kamwolker, lanjutnya, dari enam sambungan pipa besar tinggal satu pipa yang mengalir, begitupula di Brogoji, dan Di Entrop tinggal dua pipa sisanya kering.
Rata Penuh
Sementara di Sentani, pasokan air yang berkurang sebanyak 80 liter per detik dari jumlah biasanya sebanyak 140 liter per detik.

Karena itulah pihaknya harus melakukan penggiliran satu kali satu minggu agar semua pelanggannya yang ada di wilayah Sentani mendapat pasokan air bersih begitu pula dengan planggan yang ada di kota Jayapura diberikan giliran sesuai pasokan air di wilayah tersebut.

Menurut dia, pelanggan PDAM Jayapura sampai saat ini kurang lebih 27 ribu pelanggan.

"Ada yang satu hari, ada dua hari, bahkan ada yang satu minggu baru mendapat giliran," ujar Gading.

Gading mengatakan, selain musim kemarau yang berkepanjangan salah satu akibat kurangnya pasokan air di Jayapura karena pembalakan liar di kawasan cagar alam Cycloop terus terjadi mengakibatkan sumber mata air bersih yang bersumber dari kawasan tersebut semakin kering.

Untuk menyiapkan pasokan air bersih bagi pelanggan PDAM Jayapura, pihaknya harus memperbaiki semua sambungan pipa yang bocor sambil menghimbau masyarakat agar menggunakan air seperlunya saja dan setelah mengisi air supaya menutup kran.

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air bersih di daerah itu, pihaknya pernah mengusulkan akan mengambil air dari Danau Sentani tetapi usulan tersebut tidak diterima oleh Pmerintah Provinsi Papua dengan alasan air danau telah tercemar sehingga tidak layak konsumsi.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Warga Jayapura Kekurangan Air Bersih Rabu, 20 Oktober 2010 | 22:18 WIB

Minggu, 17 Oktober 2010

Luka Bakar; Elpiji Pertamina Meledak Sekeluarga Luka


Minggu, 17 Oktober 2010 | 22:17 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com - Satu keluarga yang terdiri dari suami istri dan seorang anak menderita luka bakar cukup serius pada beberapa bagian tubuh akibat ledakan tabung elpiji pertamina ukuran tiga kilogram.


Ketiga korban luka tersebut yakni Sukarlan (70), Taslimah (60), dan Yulianto (30) beralamat di Kampung Kalialang Baru RT 03 RW 07 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang.

Saat ditemui di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi Semarang, Yulianto mengatakan peristiwa tersebut berawal saat dirinya mengganti tabung elpiji yang berada di dapur sekitar pukul 09.30 WIB.

"Saat memasang selang regulator pada tabung elpiji ternyata gas mengalami kebocoran yang diketahui dengan adanya bau yang menyengat,"
katanya, Minggu (17/10/2010).

Yulianto bersama kedua orang tuanya yang dalam keadaan panik kemudian membawa tabung elpiji yang bocor tersebut keluar dapur sambil menutup dengan kain basah.

Baru berjalan beberapa meter dari dapur, tiba-tiba terjadi ledakan dengan suara cukup keras yang mengakibatkan satu keluarga tersebut menderita luka pada beberapa bagian tubuh.

"Saya tidak tahu asal api yang menyebabkan ledakan itu," ujarnya yang ditunggui salah seorang kerabatnya tersebut.

Sejumlah warga sekitar yang mendengar suara ledakan dan teriakan minta tolong korban langsung mendatangi lokasi kejadian serta langsung memadamkan api yang membakar sebagian dapur sehingga tidak menyebabkan kebakaran yang lebih besar.

Selain mengakibatkan terbakarnya sebagian dapur dan tiga orang menderita luka bakar cukup serius hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, ledakan tabung elpiji yang diduga bocor ini juga mengakibatkan atap tempat mencuci berlubang.

Yulianto menderita luka bakar pada bagian wajah, kedua tangan dan kaki, Taslimah luka pada kedua kaki dan sebagian tangan, sedangkan Sukarlan luka pada kedua kakinya.

Petugas Kepolisian Sektor Gunungpati dan Kepolisian Resor Kota Besar Semarang yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.

Penyelidikan dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan korban serta memeriksa tabung elpiji yang meledak.

Dari hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari aliran listrik karena pada saat kejadian lampu listrik di dapur sedang menyala, sedangkan gas elpiji sudah memenuhi bagian dapur.

Selain itu, dari penyelidikan sementara juga diketahui bahwa gas elpiji yang keluar karena katup tabung elpiji tertekan ke dalam dan tidak bisa kembali ke posisi semula.

Hingga saat ini, garis polisi telah terlihat dipasang polisi di tempat kejadian perkara dengan tujuan untuk mengamankan lokasi guna penyelidikan lebih lanjut.

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Luka Bakar; Elpiji Pertamina Meledak Sekeluarga Luka

750 Kendaraan Disiapkan untuk Evakuasi Warga Merapi

MAGELANG--MICOM: Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 750 armada angkutan (truk dan mobil bak terbuka) untuk mengevakuasi warga setempat jika sewaktu-waktu terjadi letusan Gunung Merapi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Ismu Kuswandari, di Magelang, Minggu (17/10), mengatakan, armada berupa truk dan mobil bak terbuka akan lebih dioptimalkan penggunaan karena bisa memuat lebih banyak warga dari berbagai desa rawan letusan Merapi ke pengungsian.

Pada Kamis (23/9), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPK) Yogyakarta menyatakan kenaikan status aktivitas vulkanik Merapi dari aktif normal menjadi waspada. Status aktivitas vulkanik Merapi meliputi aktif normal, waspada, siaga, dan awas.

Sejak peningkatan status tersebut sejumlah pemkab yang mempunyai wilayah di lereng gunung berapi teraktif di dunia tersebut terus melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi bahaya Merapi.

Ia mengatakan, semula pemkab akan menyiapkan sebanyak 1.900-an kendaraan, tetapi setelah dihitung ulang, diperkirakan 750 kendaraan sudah mencukupi untuk mengangkut warga dari sejumlah daerah di lereng Merapi ke pengungsian.

Menurut dia, agar proses evakuasi berjalan lancar perlu dilakukan perbaikan jalur evakuasi di beberapa titik, antara lain jalur Mangunsuko-Krinjing sepanjang tiga kilometer dan jalur Keningar-Sumber sepanjang lima hingga enam kilometer.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Paling tidak dilakukan penutupan lubang-lubang jalan yang agak dalam sehingga nanti jika sewaktu-waktu digunakan untuk evakuasi bisa berjalan lancar," katanya.

Jalur tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk evakuasi karena memang disiapkan untuk itu, tetapi permasalahannya sekarang jalan rusak sehingga harus diperbaiki agar tidak menggangu proses evakuasi. (Ant/OL-8)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - 750 Kendaraan Disiapkan untuk Evakuasi Warga Merapi

750 Kendaraan Disiapkan untuk Evakuasi Warga Merapi


MAGELANG--MICOM: Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 750 armada angkutan (truk dan mobil bak terbuka) untuk mengevakuasi warga setempat jika sewaktu-waktu terjadi letusan Gunung Merapi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Ismu Kuswandari, di Magelang, Minggu (17/10), mengatakan, armada berupa truk dan mobil bak terbuka akan lebih dioptimalkan penggunaan karena bisa memuat lebih banyak warga dari berbagai desa rawan letusan Merapi ke pengungsian.

Pada Kamis (23/9), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPK) Yogyakarta menyatakan kenaikan status aktivitas vulkanik Merapi dari aktif normal menjadi waspada. Status aktivitas vulkanik Merapi meliputi aktif normal, waspada, siaga, dan awas.

Sejak peningkatan status tersebut sejumlah pemkab yang mempunyai wilayah di lereng gunung berapi teraktif di dunia tersebut terus melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi bahaya Merapi.

Ia mengatakan, semula pemkab akan menyiapkan sebanyak 1.900-an kendaraan, tetapi setelah dihitung ulang, diperkirakan 750 kendaraan sudah mencukupi untuk mengangkut warga dari sejumlah daerah di lereng Merapi ke pengungsian.

Menurut dia, agar proses evakuasi berjalan lancar perlu dilakukan perbaikan jalur evakuasi di beberapa titik, antara lain jalur Mangunsuko-Krinjing sepanjang tiga kilometer dan jalur Keningar-Sumber sepanjang lima hingga enam kilometer.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Paling tidak dilakukan penutupan lubang-lubang jalan yang agak dalam sehingga nanti jika sewaktu-waktu digunakan untuk evakuasi bisa berjalan lancar," katanya.

Jalur tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk evakuasi karena memang disiapkan untuk itu, tetapi permasalahannya sekarang jalan rusak sehingga harus diperbaiki agar tidak menggangu proses evakuasi. (Ant/OL-8)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - 750 Kendaraan Disiapkan untuk Evakuasi Warga Merapi

Banjir Bandang Vietnam; Lagi, 14 Tewas, 78.000 Orang Dievakuasi


BANGKOK, KOMPAS.com - Inilah pukulan mematikan kedua bagi Vietnam dalam waktu satu bulan. Setelah merenggut 60 orang di Vietnam tengah, kini banjir bandang kembali membunuh 14 orang.

"Selain itu, sekitar 78.000 orang terpaksa dievakuasi dari rumah mereka di Vietnam tengah. Provinsi Nghe An mencatat jumlah kematian tertinggi dengan delapan orang tewas," kata Dao Van Long, pejabat departemen pengawasan bencana.

Curah hujan yang begitu tinggi, lebih dari 800 milimeter dan hujan yang turun terus-menerus membuat wilayah tersebut terisolasi.

"Beberapa daerah di provinsi kami telah diisolasi. Kami telah mengevakuasi hampir 10.000 orang," katanya.

Menurut kantor departemen bencana, di Provinsi Ha Tinh, korban tewas sementara lima orang, dua lainnya masih hilang serta satu orang dilaporkan tewas di kota Hue.

Menurut laporan tersebut, lebih dari 84.000 rumah dan ribuan hektar tanaman telah terendam banjir, sedangkan lebih dari 68.000 orang telah dievakuasi.

"Kami membutuhkan sekitar 5.000 ton beras untuk masyarakat korban banjir. Kami juga sangat membutuhkan obat-obatan dan air bersih," katanya.

Wilayah Vietnam secara teratur dilewati badai dan cuaca buruk. Topan dan badai tropis telah menewaskan puluhan orang setiap tahun.

Pada bulan Agustus sedikitnya sembilan orang tewas ketika Topan Mindulle melanda pantai tengah, sedangkan pada bulan Juli badai tropis Conson menyebabkan sedikitnya satu orang tewas setelah membunuh 68 orang di Filipina.

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Banjir Bandang Vietnam; Lagi, 14 Tewas, 78.000 Orang Dievakuasi

Asap Kebakaran Hutan/Lahan Masih Selimuti Dumai


Dumai (ANTARA News) - Asap dan kabut tipis masih menyelimuti Kota Dumai Provinsi Riau, setelah kebakaran hutan maupun lahan yang mulai muncul sejak Sabtu dini masih terlihat di beberapa bagian kota.

Pantauan ANTARA, Sabtu, kabut asap tipis terlihat jelas pada jalan-jalan utama di Kota Dumai, meliputi poros utara arah ke Pekanbaru, dan poros selatan yang menuju Provinsi Sumatera Utara.

Kabut asap dengan bau yang pekat ini cukup mengganggu para pejalan kaki dan pengendara, terutama pengendara sepeda motor karena asap tidak hanya membatasi jarak pandang, namun juga mendatangkan sesak dan membuat mata perih.

Sementara pada daerah-daerah perumahan atau padat penduduk, kabut asap tidak terlalu tampak, namun bau sangit dirasakan oleh banyak warga disana.

Irmada (33), seorang pengendara sepeda motor di Dumai, mengatakan, sejauh ini kabut asap memang makin kelihatan tipis dan hanya membuat sedikit sesak dan perih di mata.

Namun biasanya, terang dia, beberapa hari ke depan, kabut akan semakin tebal dan membuat aktifitas banyak warga terganggu.

Ia mengharapkan pemerintah untuk segera memberikan bantuan berupa masker, dan perobatan gratis bagi masyarakat korban kabut asap ini.

"Hal ini dilakukan sebelum banyak warga yang kena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)," harapnya.

Sementara Idon (44), seorang pejalan kaki, berpendapat, kabut asap ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Dumai.

Menurutnya Dumai, merupakan salah satu daerah langganan bencana kebakaran yang berimbas terhadap turunnya kabut asap sisa dari kebakaran tersebut.

"Dalam menanggapi hal ini, sebaiknya pemerintah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran untuk kemudian dapat mencari solusi dini agar hutan dan lahan tidak lagi terbakar atau dibakar," ujarnya.

Wali Kota Dumai, Agus Widayat, melalui selularnya mengatakan, sejauh ini belum diketahui penyebab turunnya kabut asap.

"Ada kebakaran dimana kita belum tahu, yang jelas kabut asap ini adalah dampak dari kebakaran besar, atau hutan dan lahan," terangnya. (FZR/K004)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Asap Kebakaran Hutan/Lahan Masih Selimuti Dumai