Jumat, 09 Agustus 2013

Rentetan peristiwa berdarah kembali terjadi lagi di Wamena West Papua.


Almarhum. Irinus Yanengga


Hari ini tanggal 08 Agustus 2013, jam/pukul 14.30 WWP (Waktu West Papua) telah terjadi peristiwa berdarah yang sangat mengenaskan. Rentetan penembankan dan pembunuhan yang terjadi selama ini tidak terlepas dari scenario pusat guna untuk menghilangkan orang asli Papua, setelah kami menelusuri atas penembakan yang terjadi semua sepakat dan garis bawahi bahwa yang melakukan adalah Polisi Republik Indonesia yang bertugas di Kapolres Jayawijaya.

Kronologis yang terjadi setelah ditelusuri.

Wamena, pukul 14.30 WWP (Waktu West Papua) telah terjadi penembakan terhadap salah satu Pemuda asal Suku Lanny, sub Suku Lanny Barat, kampung Maki, Klen/Marga Yanengga-Kogoya. 

Menurut informasi yang kami peroleh dari lapangan bahwa penembakan tersebut terjadi berawal Alm. (Irinus Yanengga) berjalan kaki dari arah utara kota wamena menuju ke selatan kota wamena (kea rah pasar missi), tiba-tiba terjadi penembakan terhadap alm. Irinus Yanengga. Menurut saksi mata di tempat penembakan bahwa alm. Irinus Yanengga di tembak langsung oleh anggota Polres Jayawijaya, peristiwa penembakan ini terjadi tepat di depan sebuah internet yaitu Papua.com, jln Ahmad Yani jaraknya 500 meter dari Kantor Polres Jayawijaya. 

Pihak aparat kepolisian membenarkan atas peristiwa penembakan ini. Menurut keterangan kepolisian bahwa alm. Irinus Yanengga telah ditembak karena alm meneriakan yel-yel Papua Merdeka, sebab alm dalam kondisi stengah waras (Gila), alasan kedua karena alm telah minum-minuman keras (Keadaan beralkohol/Miras) oleh sebab itu aparat kepolisian Jayawijaya melakukan penembakan terhadap alm.

Data yang kami peroleh dari Rumah Sakit Umum Daerah Wamena (RSUD-W) bahwa sasaran tembakan pertama di testa dan tembakan kedua terkena di perus bagian kiri. Setelah peristiwa tersebut korban jatuh di tempat kejadian perkara dan pihak aparat langsung mengamankan mayat almarhum ke RSUD Wamena guna melakukan penanganan medis (otopsi).            

Aparat mengklaim bahwa kami (aparat) dengan terpaksa melakukan penembakan terhadap almarhum karena meneriakan Papua Merdeka, teriakan Papua Merdeka diakibatkan karena yang bersangkutan telah jadi Gila dan atau beralkohol.

Setelah kami menelusuri dan meminta keterangan dari pihak keluarga alm menjelaskan bahwa alm. Irinus Yanengga memang kurang waras (Gila) namun bukan beralkohol, bukan juga meneriakan Papua Merdeka. Alm baru tiba dari kampung, alm berkehendak untuk mengunjungi keluarga yang tinggal di dekat pasar missi. Pihak keluarga almarhum menyatakan bahwa Polisi dengan sengaja melakukan penembakan terhadap alm Irinus Yanengga karena dituduh meneriakan Papua Merdeka setelah itu mengancam orang.

Kesalahan aparat kepolisian adalah melakukan penembakan hanya karena meneriakan Papua Merdeka, Polisi merasa terancam lalu melakukan penembakan dan alm tewas di tempat kejadian. Polisi sudah tahu dan sadar bahwa Alm Irinus Yanengga adalah orang kurang waras (Gila) namun ditembak oleh Polisi menggunakan alat negara, oleh sebab itu pihak keluarga mempertanyakan Profesionalisme aparat Polisi yang bertugas di Polres Jayawijaya.

Kini pihak keluarga sedang melakukan hayatan (Acara Duka) di kediaman Klen/Marga keluarga besar Yanengga-Kogoya di lokasi Maplima dekat pasar missi, Wamena Jayawijaya West Papua. 

Kepada seluruh komunitas internasional yang bersepakat Anti Kekerasan terhadap kemanusiaan bahwa peristiwa ini murni yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Polres Jayawijaya, Wamena West Papua. Kesalahan yang paling fatal dan memalukan lagi adalah aparat kepolisian telah dan atau sengaja menggunakan alat negara secara sewenang-wenang berakibat pada terjadinya pembunuhan hak hidup setiap individu untuk berkembang sebagaimana manusia hidup.  

Sampaikan kepada seluruh solidaritas internasional bahwa di West Papua banyak terjadi pembunuhan secara kilat, berencana dan terorganisir. Oleh sebab itu, kami mohon dukungan advokasi secara internasional yang bersepakan anti “Kekerasan” negara terhadap kemanusiaan. Sekecil dan bentuk apapun dukungan anda atas peristiwa ini.       


Alm. Irinus Yanengga, asal suku, Lanny, Sub-Suku, Lanny Barat, Kampung Maki, Kab. Lani Jaya, Wamena West Papua


Alm. Irinus Yanengga, dalam keadaan berlumuran tanah karena baru turun dari kampungnya Maki.
   
READ MORE - Rentetan peristiwa berdarah kembali terjadi lagi di Wamena West Papua.

Rabu, 24 Juli 2013

KEKERASAN NEGARA TERHADAP KEMANUSIAAN DI PAPUA


Wael Nggomenak
Tidak henti-hentinya kekerasan terhadap kemanusiaan terus terjadi se antero jagad raya West Papua. Dengan meningkatnya suhu kekerasan Negara terhadap kemanusiaan, rentetan peristiwa demi peristiwa dengan berbagai bentuk yaitu, pembunuhan, penghilangan paksa, penyiksaa, intimidasi, terror, pemerkosaan, pemukulan dan penghinaan harkat dan martabat sebagai manusia di tanah airnya sendiri. Kasus demi kasus terlalu banyak dan melelahkan untuk menghitung dan mengadvokasi terhadap aksi kekerasan kemanusiaan. Di seluruh Papua dalam satu hari banyak yang berjatuhan dan bahkan tempat pemakaman selalu dipenuhi para pelayat dengan ketentuan waktu pagi, siang dan sore. Kasus demikian hingga kini terindikasi bahwa yang melakukan adalah agen-agen pemerintah Indonesia melalui Inteligen resmi maupun tidak resmi. Peristiwa yang serupa juga telah terjadi terhadap salah satu pelajar di Wamena, West Papua. Berikut kronologisnya:
READ MORE - KEKERASAN NEGARA TERHADAP KEMANUSIAAN DI PAPUA

Rabu, 17 Juli 2013

Terjadi Pembakaran Gapura Honai Adat DeMMAK oleh antek-antek Indonesia.


Pembakaran Gapura Honai Adat
 “Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka” (DeMMAK)
di Badlima, Wamena West Papua.

Kondisi Kebakaran Gapura Honai Adat
DeMMAK adalah sebuah organisasi yang berbasis Masyarakat Adat, bertujuan untuk mengidentifikasi, melindungi, memagari, serta meneruskan warisan leluhur kebudayaan yang ada serta erat melekat sejak dahulu hingga kini. Warisan kebudayaan patut dilindungi oleh setiap individu, kelompok, organisasi serta Negara sekalipun. Negara berkewajiban untuk melindungi dan membela secara hukum dan moral dari tindakan-tindakan yang membahayakan kehidupan umat manusia.
READ MORE - Terjadi Pembakaran Gapura Honai Adat DeMMAK oleh antek-antek Indonesia.

Senin, 27 Mei 2013

Pembagian Sertifikat Kepada Anggota Organizasaun “Sagrada Familia” dan Seremonia Upacara Bendera, Tahun 2013.



Moyang Melanesia News: Pada tanggal 25 Mei 2013, Comissᾶo Organizadora AAVF, Reorganiza Movimento Da Resistência “Região Leste Iha 2˚. Centro Uatucarbau” Cerimonia Inaguração. Realiza iha 18 de Maio de 2013.
READ MORE - Pembagian Sertifikat Kepada Anggota Organizasaun “Sagrada Familia” dan Seremonia Upacara Bendera, Tahun 2013.

Selasa, 07 Mei 2013

TIDAK LAMA LAGI, PERANG DUNIA 3 BAKAL TERJADI (Analisis Perang Dunia III)



Ancaman perang tekhnologi di era globalisasi
Perang dunia-3 (PD-3) meskipun kita semua tidak menghendakinya, dilain pihak para penguasa yang haus dengan kekuasaan terhadap kawan regional dan global telah menciptakan benih-benih terjadinya PD-3 dalam waktu dekat ini. Banyak sudah prediksi atau ekspektasi saat terjadinya PD-3 (peristiwa yang lebih mengerikan dari PD-1 dan PD-2) yang pada umumnya diprediksi akan terjadi pada tahun 2012. Ekspektasi tersebut bukan tanpa alasan sebab dapat dibuktikan secara logis berdasarkan perkembangan situasi politik, militer dan pengaruh ekonomi global yang terjadi saat ini.
READ MORE - TIDAK LAMA LAGI, PERANG DUNIA 3 BAKAL TERJADI (Analisis Perang Dunia III)

Kamis, 02 Mei 2013

Hari Buruh Internasional dan Hari Aneksasi Papua diwarnai dengan atribut berwarnah merah

 Perayaan Hari Buruh di Timor-Leste

Pada tanggal 1 May , 2013 seluruh dunia rayakan sebagai hari kebesaran bagi seluruh buruh di dunia. Di Republik Demokratik De Timor-Leste, 1 may dijadikan sebagai hari libur umum pemerintah. Pada kesempatan ini seluruh serikat organisasi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Buruh Timor-Leste terdiri dari; Sektor Mahasiswa, Sektor Buruh, Petani, NGO’s, dan Papua; dengan Thema besar “Traballador Manan Soberanu no Traballador Ne’ebe Igual No Prosperu” artinya; Kedaulatan dan Kemenangan Buruh akan membawa suatu kebersamaan untuk mencapai kemakmuran buruh. Seremonial hari buruh di Timor-Leste dimulai tepat pukul 09.00am sampai dengan pukul 17-00pm. Dalam prosesi acaranya dua bentuk kegiatan; a. Mimbar Bebas, b. Aksi Long Marchs.
READ MORE - Hari Buruh Internasional dan Hari Aneksasi Papua diwarnai dengan atribut berwarnah merah

Kamis, 18 Oktober 2012

Raksasa Laut "Predator X" Kini dapat Nama Baru





MoyangNews: WASHINGTON - Para ilmuwan telah berhasil menemukan bahwa predator X yang merupakan raksasa laut zaman 150 juta tahun lalu merupakan spesies baru.

Dilansir dari Live Science, Kamis (18/10/2012), raksasa laut itu semula disebut sebagai predator X oleh para ilmuwan. Kini hewan yang berukuran panjang 12 meter itu resmi dinamai Pliosarus funkei.

"Mereka adalah predator teratas di laut. Mereka memiliki gigi yang bisa membuat Tyranosaurus rex ketakutan," ujar paleontolog di University of Alaska Museum sekaligus co-author penelitian tersebut, Patrick Druckenmiller.

Tengkorak hewan raksasa itu, dikombinasikan dengan fosil lain, membentuk gambaran sebuah lautan di zaman jurassic yang dipenuhi predator raksasa.

Pada 2006 silam, para ilmuwan menemukan dua tengkorak pliosaur raksasa di Svalbald, Norwegia. Kini hewan raksasa tersebut dapat terlihat dengan jelas dan memiliki perbedaan dibandingkan yang ditemukan di Inggris dan Perancis.

Setelah bertahun-tahun meneliti rahang, tulang belakang dan kaki depannya, analisis baru yang muncul mengungkap bahwa pliosaur merupakan spesies baru. (yhw).

--------------------------------------------------

"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
........................................................................

Sumber : http://techno.okezone.com


READ MORE - Raksasa Laut "Predator X" Kini dapat Nama Baru

Jumat, 12 Oktober 2012

Kaimana Diguncang 2 Kali Gempa

Ilustrasi Gempa
 

MoyangNews: Metrotvnews.com, Bandarlampung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi adanya dua kali gempa bumi tektonik terjadi di Kaimana, Papua, Jumat (12/10) pagi. Gempa berkekuatan 5,1 skala Ricter terjadi pukul 08.34 WIB di tenggara Kaimana, Papua Barat.

Gempa ini berada pada koordinat 4.79 derajat Lintang Selatan (LS) dan 133.94 derajat Bujur Timur (BT), 125 kilometer tenggara Kaimana, Papua Barat, dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 48 kilometer.

Menurut BMKG, sebelumnya terjadi gempa 5,2 SR pukul 08.29 WIB. Gempa berada pada koordinat 4.79 derajat Lintang Selatan (LS) dan 133.89 derajat Bujur Timur (BT), 125 kilometer tenggara Kaimana, Papua Barat, dengan kedalaman pusat gempa 58 kilometer.

Menurut BMKG, pada Jumat dini hari terjadi pula gempa 5,7 SR. Gempa berlokasi di koordinat 1.35 derajat Lintang Utara (LU) dan 92.12 derajat Bujur Timur (BT), 463 kilometer barat daya Kabupaten Semeulue, Provinsi Aceh, dengan kedalaman pusat gempa 10 kilometer. Belum ada laporan kerusakan maupun korban. (ant/DOR).

--------------------------------------------------  
"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
........................................................................

READ MORE - Kaimana Diguncang 2 Kali Gempa

Kamis, 11 Oktober 2012

Faktor Alam, Penyebab Jatuhnya Helikopter Freeport

Moyang Melanesia-PMNews: Faktor Penyebabnya NIAT JAHAT ANDA, bukan Alam Papua.

Helikopter Airfast jenis M 18 milik PT Freeport Indonesia
Port Numbay--JAYAPURA— Musibah jatuhnya Helikopter Airfast jenis M 18 milik PT Freeport Indonesia di Perbukitan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Selasa (9/10) sekitar pukul 07.20 WIT akibat faktor alam,
bukan kerusakan mesin.

Kepala Bagian Operasional Polres Mimika, Kompol Albertus Andreana, SIK via ponselnya, Rabu (10/10) malam. 

Dia menjelaskan, saat terjadi kecelakaan cuaca disekitar lokasi tengah dikeliling kabut, sehingga memperpendek jarak pandang pilot saat hendak melakukan landing di landasan Helipad yang berjarak 30 meter dari posisi jatuh.

Kata dia, ketika terjadi musibah cuaca tengah kabut padahal helikopter tersebut berada pada posisi landasan Halipad, sehingga terbang rendah. Namun, pilot kaget Helikopter masih berada dibawah bukit, sehingga helikopter tersebut jatuh dari ketinggian 10 meter. Sedangkan posisi jarak landasan sekitar 30 meter. 

Namun demikian, lanjutnya, pihaknya hingga kini belum menerima laporan lebih lanjut terkait kondisi dan keberadaan helikopter naas tersebut. 

”Saya belum menerima laporan lanjutan, apakah Helikopter ini sudah diangkat dari lokasi atau belum, apalagi peristiwa ini tidak menjadi sorotan pihak perusahaan, karena seluruh penumpang dalam keadaan selamat,” ujarnya. Sebagaimana diwartakan, Helicopter Airfast jenis M 18 milik PT Freeport Indonesia di Perbukitan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (9/10) sekitar pukul 07.20 WIT. Tapi, Pilot Mr. Igor, Co Pilot Mr. Vladimir dan Engginner Victor. Semuanya warga negara Rusia, penumpang 26 orang karyawan selamat serta kondisi Helikopter masih dalam keadaan utuh dan tak terbakar, sementara masih dilakukan evakuasi penumpang dan awak Helicopter ke Rumah Sakit Tembagapura. (mdc/don/l03).

---------------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
...........................................................................

READ MORE - Faktor Alam, Penyebab Jatuhnya Helikopter Freeport

Senin, 08 Oktober 2012

Penerbangan Tariku Distop


Tampak jenazah Capt. Chris
ketika hendak dibawa ke Pemakaman
Umum Sentani dari rumah duka Minggu sore (07/10)
 MOYANGNews: SENTANI— Jenazah Capt. Christian Yus, pilot pesawat jenis PAC 750 XSTOL dengan nomor registrasi PK-RWT milik maskapai penerbangan Tariku Aviation, yang jatuh di Kampung Dagi Kabupaten Yahukimo, akhirnya berhasil diterbangkan kembali ke Sentani Sabtu siang (06/10) pukul 12.30 WIT.

Sementara itu akibat musibah kecelakaan pesawat ini, pihak Tariku akan menghentikan (stop) penerbangan untuk sementara waktu.

Hal itu dibenarkan Program Manager Tariku Aviation, Robin Hood Ratuntiga kepada Bintang Papua Minggu sore (07/10) di Sentani.

Dijelaskan, setelah sampai ke Sentani, jenazah pilot langsung dibawa ke Rumah Sakit Dian Harapan Waena oleh pihak keluarga untuk dimandikan dan ditempatkan ke dalam peti mati.

Sedangkan untuk jenazah penumpangnya diserahkan kepada pihak keluarganya di Kampung Corupun Kabupaten Yahukimo.

“Sekitar pukul 17.00 WIT, setelah pulang dari rumah sakit, jenazah kami semayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Gereja Silo depan Batalyon 751 Sentani,” tandasnya.

Dikatakannya, jenazah Capt. Chris dimakamkan pada Minggu sore (17/10) di pemakaman umum Sentani pada pukul 15.00 WIT dengan dihadiri oleh teman-teman sejawatnya dan handai taulan.

“Sekitar pukul 13.00 WIT, sebelum dimakamkan, pihak keluarga mengadakan ibadah pelepasan jenazah di rumah duka,” imbuhnya. Diungkapkan Robin, pihaknya sangat kehilangan sosok Capt. Chris tetapi diketahui bersama bahwa di dalam Alkitab sudah disebutkan bahwa tidak ada manusia yang dapat menghindari hal ini sehingga semuanya merupakan baik adanya.

Sedangkan ketika ditanyai mengenai aktivitas penerbangan di Tariku Aviation, Robin menegaskan bahwa penerbangan untuk sementara ini akan dihentikan.

“Kami belum tahu sampai kapan akan dhentikan, yang jelas besok (hari ini-Red) pihak kami belum melayani penerbangan,” tukasnya.

Untuk diketahui, maskapai penerbangan Tariku Aviation melayani penerbangan ke wilayah pedalaman dan pegunungan Papua seperti Mamberamo dan Yahukimo. (dee/don/l03).

---------------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
...........................................................................


Sumber: http://papuapost.com
            : http://bintangpapua.com
READ MORE - Penerbangan Tariku Distop

Banjir Kota Jayapura, Seorang Kakek Tewas Terseret Arus

Nuralam: Atasi Banjir, Pemkot Gandeng Balai Sungai Restorasi 3 Sungai/Kali




Banjir Kota Jayapura
MOYANGNews:
JAYAPURA – Siapa sangka ternyata musibah banjir yang melanda sejumlah lokasi di Kota Jayapura, Sabtu (6/10), menelan satu korban meninggal dunia, yaitu seorang kakek 75 tahun bernama BI Frank yang tinggal di Jalan Biak No 5, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura tewas terseret arus air.

Meski rumah korban tidak terkena banjir, korban tewas setelah terbawa derasnya arus air di saluran selebar 60 cm di seberang jalan depan rumahnya. Yakni saat korban hendak menyeberangi saluran air atu got tersebut, yang digenangi air yang meluap hingga ke jalan saat situasi hujan Hari Sabtu (6/10) pagi.

Sebagaimana diceritakan kemenakan korban bernama Terida Yansip, bahwa saat itu korban hendak melihat kondisi tetangga depan rumahnya yang diinformasikan kebanjiran.

“Tadi dia (korban) mau liat rumah tetangga. Pas mau menyeberang got, mungkin kakinya terpeleset dan jatuh ke dalam got,” ungkapnya kepada wartawan di rumah duka, Sabtu (6/9).

Saat hendak menyeberangi got yang sedang dalam perbaikan, sehingga jembatan yang biasanya menutupi got, diangkat dan dipindahkan, kaki korban terpeleset dan terjatuh ke dalam got dan terbawa derasnya air yang mengalir di got yang melewati depan Supermarket Sumber Makmur hingga tembus depan Kantor Pos Abepura.

Karena sebagian besar got tersebut tertutup semen, sehingga korban baru ditemukan sekitar dua jam kemudian setelah sampai di depan Kantor Pos Abepura yang gotnya terbuka. Sementara itu, banjir yang diakibatkan hujan yang mengguyur seluruh wilayah Kotamadya Jayapura dan sekitarnya sejak Jumat malam hingga Sabtu siang, mengakibatkan di sejumlah lokasi, seperti di Padang Bulan, tepatnya di Perumahan organda, yang mencapai ketinggian 1,5 meter hingga menggenangi puluhan rumah.

Selain itu, banjir juga mengenangi di Pasar Youtefa Abepura yang mencapai 1 meter serta di kawasan CV Bintang Mas, Entrop.

Sementara itu untuk mengatasi banjir yang sering melanda kota Jayapura Pemkot Jayapura menggandeng Balai Sungai Wilayah Papua untuk merestorasi atau membuka kembali jalur 3 Sungai/Kali, masing-masing Kali Anafri, Kali Acai dan Kali Kampwalker.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Jayapura DR. H. Nuralam, SE,MSi ketika Peluncuran Edisi Perdana Majalah Orang Papua (MOP) dan Papua Entrepreneur Club (PEC) Di Hola Plaza, Padang Bulan, Jayapura, Sabtu (6/10). Ketika hujan turun pada Jumat (5/10) malam hingga dini hari menyebabkan bencana banjir melanda sejumlah pemukiman penduduk di Kota Jayapura.

Pakar Tata Kota Uncen Jayapura ini mengemukakan, Tim Balai Sungai Wilayah Papua telah mempresentasikan rencana membuka kembali jalur Sungai/Kali yang selama ini mengalami pendangkalan atau penyempitan.

“Balai Sungai selama periode 2013 membantu merestorasi Kali-kali di Kota Jayapura yang sempit. Apabila hujan menyebabkan daya tampungnya menjadi kecil yang mengakibatkan banjir,” katanya.

“Apabila belum tersentuh ya mungkin tahun 2013 kita akan memprioritaskan lagi untuk perbaikan selokan-selokan yang ada di Kota Jayapura,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Kota Jayapura untuk membuang sampah pada tempatnya. “Sense of Belonging belum sepenuhnya dimiliki warga Kota Jayapura,”tukasnya. (aj/mdc/ven/don/l03).

---------------------------------------------------

"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
...........................................................................

Sumber:  http://papuapost.com
            : BintangPapua.com



READ MORE - Banjir Kota Jayapura, Seorang Kakek Tewas Terseret Arus

Minggu, 07 Oktober 2012

Jenazah Pilot Pesawat Jatuh Dibawa ke Sentani



Pesawat jenis PAC 750 XL
milik maskapai penerbangan Tariku
MoyangNews:
JAYAPURA, KOMPAS.com - Jenazah Christian Yus, pilot pesawat PAC 750 XL milik Tariku uang jatuh di pedalaman Papua pada Rabu (3/10/2012), telah tiba di Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/10/2012) sekitar pukul 12.30 WITA.

Manajer Yayasan Penerbangan Tariku, Robinhood Ratuntiga mengatakan, jenazah Christian Yus langsung diserahterimakan dari Tim SAR kepada dirinya selaku Manajer Yayasan Penerbangan Tariku. Robin mengatakan, jenazah korban dimandikan di RS Dian Harapan, Distrik Heram, Kota Jayapura, dan akan disemayamkan di rumah duka di Sentani. Manajemen Tariku akan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk prosesi pemakaman di Sentani.

"Kalau pemakaman direncanakan di Sentani, Kabupaten Jayapura, yang pasti dalam waktu dekat karena anak dan istrinya tinggal di Sentani, Kabupaten Jayapura," kata Robin kepada Antara, Sabtu.

Kepala Polres Kabupaten Yahukimo, Papua, Ajun Komisaris Besar Yusuf Usman mengatakan, jenazah Christian Yus telah berada di Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo sejak pagi tadi sekitra pukul 08.00 WITA. Korban tersebut dipindahkan dari lokasi jatuhnya pesawat dengan menggunakan Helikopter dari Dagi ke Dekai dan diterima oleh Wakil Bupati Yahukimo, Robby Lungkotoy.

"Tadi juga sudah dilakukan upacara serah terima jenazah dan dihadiri oleh Wakil Bupati Yahukimo, tim SAR, tim KNKT, perwira penghubung TNI, tokoh agama, tokoh adat, Muspida, dan warga setempat," kata Yusuf.

Pesawat Tariku dengan kode PK-RWT yang dikemudikan Christian Yus itu membawa satu penumpang bernama Paulus Osu (30 tahun). Pesawat terbang dari Korbun pukul 11.00 WIT dan diperkirakan tiba di Dekai pada pukul 11.15 WIT. Pesawat nahas tersebut dikabarkan hilang kontak dan akhirnya ditemukan jatuh tak jauh dari Gunung Lomo. Posisi pesawat berada pada sebuah lereng dengan kemiringan 90 derajat dan pada ketinggian 10.000 kaki. Pencarian korban terkendala cuaca sehingga tim SAR dan sejumlah tim pencarian lain baru dapat bergerak ke lokasi jatuhnya pesawat pada Sabtu subuh.

---------------------------------------------

"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
...................................................................

Sumber: http://regional.kompas.com

READ MORE - Jenazah Pilot Pesawat Jatuh Dibawa ke Sentani