Senin, 26 Agustus 2013
Jumat, 09 Agustus 2013
Rentetan peristiwa berdarah kembali terjadi lagi di Wamena West Papua.
![]() | ||||
| Almarhum. Irinus Yanengga |
Hari ini tanggal 08 Agustus 2013, jam/pukul 14.30 WWP (Waktu West Papua) telah terjadi peristiwa berdarah yang sangat mengenaskan. Rentetan penembankan dan pembunuhan yang terjadi selama ini tidak terlepas dari scenario pusat guna untuk menghilangkan orang asli Papua, setelah kami menelusuri atas penembakan yang terjadi semua sepakat dan garis bawahi bahwa yang melakukan adalah Polisi Republik Indonesia yang bertugas di Kapolres Jayawijaya.
Kronologis yang terjadi setelah ditelusuri.
Wamena, pukul 14.30 WWP (Waktu West Papua) telah terjadi penembakan terhadap salah satu Pemuda asal Suku Lanny, sub Suku Lanny Barat, kampung Maki, Klen/Marga Yanengga-Kogoya.
Menurut informasi yang kami peroleh dari lapangan bahwa penembakan tersebut terjadi berawal Alm. (Irinus Yanengga) berjalan kaki dari arah utara kota wamena menuju ke selatan kota wamena (kea rah pasar missi), tiba-tiba terjadi penembakan terhadap alm. Irinus Yanengga. Menurut saksi mata di tempat penembakan bahwa alm. Irinus Yanengga di tembak langsung oleh anggota Polres Jayawijaya, peristiwa penembakan ini terjadi tepat di depan sebuah internet yaitu Papua.com, jln Ahmad Yani jaraknya 500 meter dari Kantor Polres Jayawijaya.
Pihak aparat kepolisian membenarkan atas peristiwa penembakan ini. Menurut keterangan kepolisian bahwa alm. Irinus Yanengga telah ditembak karena alm meneriakan yel-yel Papua Merdeka, sebab alm dalam kondisi stengah waras (Gila), alasan kedua karena alm telah minum-minuman keras (Keadaan beralkohol/Miras) oleh sebab itu aparat kepolisian Jayawijaya melakukan penembakan terhadap alm.
Data yang kami peroleh dari Rumah Sakit Umum Daerah Wamena (RSUD-W) bahwa sasaran tembakan pertama di testa dan tembakan kedua terkena di perus bagian kiri. Setelah peristiwa tersebut korban jatuh di tempat kejadian perkara dan pihak aparat langsung mengamankan mayat almarhum ke RSUD Wamena guna melakukan penanganan medis (otopsi).
Aparat mengklaim bahwa kami (aparat) dengan terpaksa melakukan penembakan terhadap almarhum karena meneriakan Papua Merdeka, teriakan Papua Merdeka diakibatkan karena yang bersangkutan telah jadi Gila dan atau beralkohol.
Setelah kami menelusuri dan meminta keterangan dari pihak keluarga alm menjelaskan bahwa alm. Irinus Yanengga memang kurang waras (Gila) namun bukan beralkohol, bukan juga meneriakan Papua Merdeka. Alm baru tiba dari kampung, alm berkehendak untuk mengunjungi keluarga yang tinggal di dekat pasar missi. Pihak keluarga almarhum menyatakan bahwa Polisi dengan sengaja melakukan penembakan terhadap alm Irinus Yanengga karena dituduh meneriakan Papua Merdeka setelah itu mengancam orang.
Kesalahan aparat kepolisian adalah melakukan penembakan hanya karena meneriakan Papua Merdeka, Polisi merasa terancam lalu melakukan penembakan dan alm tewas di tempat kejadian. Polisi sudah tahu dan sadar bahwa Alm Irinus Yanengga adalah orang kurang waras (Gila) namun ditembak oleh Polisi menggunakan alat negara, oleh sebab itu pihak keluarga mempertanyakan Profesionalisme aparat Polisi yang bertugas di Polres Jayawijaya.
Kini pihak keluarga sedang melakukan hayatan (Acara Duka) di kediaman Klen/Marga keluarga besar Yanengga-Kogoya di lokasi Maplima dekat pasar missi, Wamena Jayawijaya West Papua.
Kepada seluruh komunitas internasional yang bersepakat Anti Kekerasan terhadap kemanusiaan bahwa peristiwa ini murni yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Polres Jayawijaya, Wamena West Papua. Kesalahan yang paling fatal dan memalukan lagi adalah aparat kepolisian telah dan atau sengaja menggunakan alat negara secara sewenang-wenang berakibat pada terjadinya pembunuhan hak hidup setiap individu untuk berkembang sebagaimana manusia hidup.
Sampaikan kepada seluruh solidaritas internasional bahwa di West Papua banyak terjadi pembunuhan secara kilat, berencana dan terorganisir. Oleh sebab itu, kami mohon dukungan advokasi secara internasional yang bersepakan anti “Kekerasan” negara terhadap kemanusiaan. Sekecil dan bentuk apapun dukungan anda atas peristiwa ini.
![]() |
| Alm. Irinus Yanengga, asal suku, Lanny, Sub-Suku, Lanny Barat, Kampung Maki, Kab. Lani Jaya, Wamena West Papua |
![]() |
| Alm. Irinus Yanengga, dalam keadaan berlumuran tanah karena baru turun dari kampungnya Maki. |
Rabu, 24 Juli 2013
KEKERASAN NEGARA TERHADAP KEMANUSIAAN DI PAPUA
![]() |
| Wael Nggomenak |
Tidak henti-hentinya kekerasan terhadap kemanusiaan
terus terjadi se antero jagad raya West Papua. Dengan meningkatnya suhu
kekerasan Negara terhadap kemanusiaan, rentetan peristiwa demi peristiwa dengan
berbagai bentuk yaitu, pembunuhan, penghilangan paksa, penyiksaa, intimidasi,
terror, pemerkosaan, pemukulan dan penghinaan harkat dan martabat sebagai
manusia di tanah airnya sendiri. Kasus demi kasus terlalu banyak dan melelahkan
untuk menghitung dan mengadvokasi terhadap aksi kekerasan kemanusiaan. Di
seluruh Papua dalam satu hari banyak yang berjatuhan dan bahkan tempat
pemakaman selalu dipenuhi para pelayat dengan ketentuan waktu pagi, siang dan
sore. Kasus demikian hingga kini terindikasi bahwa yang melakukan adalah
agen-agen pemerintah Indonesia melalui Inteligen resmi maupun tidak resmi.
Peristiwa yang serupa juga telah terjadi terhadap salah satu pelajar di Wamena,
West Papua. Berikut kronologisnya:
Rabu, 17 Juli 2013
Terjadi Pembakaran Gapura Honai Adat DeMMAK oleh antek-antek Indonesia.
Pembakaran
Gapura Honai Adat
“Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka”
(DeMMAK)
di Badlima,
Wamena West Papua.
![]() |
| Kondisi Kebakaran Gapura Honai Adat |
Senin, 27 Mei 2013
Pembagian Sertifikat Kepada Anggota Organizasaun “Sagrada Familia” dan Seremonia Upacara Bendera, Tahun 2013.
Moyang Melanesia News: Pada tanggal 25 Mei 2013, Comissᾶo
Organizadora AAVF, Reorganiza Movimento Da Resistência “Região Leste Iha 2˚.
Centro Uatucarbau” Cerimonia Inaguração. Realiza iha 18 de Maio de 2013.
Selasa, 07 Mei 2013
TIDAK LAMA LAGI, PERANG DUNIA 3 BAKAL TERJADI (Analisis Perang Dunia III)
![]() |
| Ancaman perang tekhnologi di era globalisasi |
Perang
dunia-3 (PD-3) meskipun kita semua tidak menghendakinya, dilain pihak para
penguasa yang haus dengan kekuasaan terhadap kawan regional dan global telah
menciptakan benih-benih terjadinya PD-3 dalam waktu dekat ini. Banyak sudah
prediksi atau ekspektasi saat terjadinya PD-3 (peristiwa yang lebih mengerikan
dari PD-1 dan PD-2) yang pada umumnya diprediksi akan terjadi pada tahun 2012.
Ekspektasi tersebut bukan tanpa alasan sebab dapat dibuktikan secara logis
berdasarkan perkembangan situasi politik, militer dan pengaruh ekonomi global
yang terjadi saat ini.
Kamis, 02 Mei 2013
Hari Buruh Internasional dan Hari Aneksasi Papua diwarnai dengan atribut berwarnah merah
Perayaan Hari Buruh di Timor-Leste
Kamis, 18 Oktober 2012
Raksasa Laut "Predator X" Kini dapat Nama Baru
MoyangNews: WASHINGTON - Para ilmuwan telah berhasil menemukan bahwa predator X yang merupakan raksasa laut zaman 150 juta tahun lalu merupakan spesies baru.
Dilansir dari Live Science, Kamis (18/10/2012), raksasa laut itu semula disebut sebagai predator X oleh para ilmuwan. Kini hewan yang berukuran panjang 12 meter itu resmi dinamai Pliosarus funkei.
"Mereka adalah predator teratas di laut. Mereka memiliki gigi yang bisa membuat Tyranosaurus rex ketakutan," ujar paleontolog di University of Alaska Museum sekaligus co-author penelitian tersebut, Patrick Druckenmiller.
Tengkorak hewan raksasa itu, dikombinasikan dengan fosil lain, membentuk gambaran sebuah lautan di zaman jurassic yang dipenuhi predator raksasa.
Pada 2006 silam, para ilmuwan menemukan dua tengkorak pliosaur raksasa di Svalbald, Norwegia. Kini hewan raksasa tersebut dapat terlihat dengan jelas dan memiliki perbedaan dibandingkan yang ditemukan di Inggris dan Perancis.
Setelah bertahun-tahun meneliti rahang, tulang belakang dan kaki depannya, analisis baru yang muncul mengungkap bahwa pliosaur merupakan spesies baru. (yhw).
--------------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
........................................................................ Sumber : http://techno.okezone.com
Jumat, 12 Oktober 2012
Kaimana Diguncang 2 Kali Gempa
![]() |
| Ilustrasi Gempa |
MoyangNews: Metrotvnews.com, Bandarlampung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi adanya dua kali gempa bumi tektonik terjadi di Kaimana, Papua, Jumat (12/10) pagi. Gempa berkekuatan 5,1 skala Ricter terjadi pukul 08.34 WIB di tenggara Kaimana, Papua Barat.
Gempa ini berada pada koordinat 4.79 derajat Lintang Selatan (LS) dan 133.94 derajat Bujur Timur (BT), 125 kilometer tenggara Kaimana, Papua Barat, dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 48 kilometer.
Menurut BMKG, sebelumnya terjadi gempa 5,2 SR pukul 08.29 WIB. Gempa berada pada koordinat 4.79 derajat Lintang Selatan (LS) dan 133.89 derajat Bujur Timur (BT), 125 kilometer tenggara Kaimana, Papua Barat, dengan kedalaman pusat gempa 58 kilometer.
Menurut BMKG, pada Jumat dini hari terjadi pula gempa 5,7 SR. Gempa berlokasi di koordinat 1.35 derajat Lintang Utara (LU) dan 92.12 derajat Bujur Timur (BT), 463 kilometer barat daya Kabupaten Semeulue, Provinsi Aceh, dengan kedalaman pusat gempa 10 kilometer. Belum ada laporan kerusakan maupun korban. (ant/DOR).
--------------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
........................................................................
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
........................................................................
Sumber: http://www.metrotvnews.com
Kamis, 11 Oktober 2012
Faktor Alam, Penyebab Jatuhnya Helikopter Freeport
Moyang Melanesia-PMNews: Faktor Penyebabnya NIAT JAHAT ANDA, bukan Alam Papua.
![]() |
| Helikopter Airfast jenis M 18 milik PT Freeport Indonesia |
bukan kerusakan mesin.
Kepala Bagian Operasional Polres Mimika, Kompol Albertus Andreana, SIK via ponselnya, Rabu (10/10) malam.
Dia menjelaskan, saat terjadi kecelakaan cuaca disekitar lokasi
tengah dikeliling kabut, sehingga memperpendek jarak pandang pilot saat
hendak melakukan landing di landasan Helipad yang berjarak 30 meter
dari posisi jatuh.
Kata dia, ketika terjadi musibah cuaca tengah kabut padahal helikopter tersebut berada pada posisi landasan Halipad, sehingga terbang rendah. Namun, pilot kaget Helikopter masih berada dibawah bukit, sehingga helikopter tersebut jatuh dari ketinggian 10 meter. Sedangkan posisi jarak landasan sekitar 30 meter.
Namun demikian, lanjutnya, pihaknya hingga kini belum menerima
laporan lebih lanjut terkait kondisi dan keberadaan helikopter naas
tersebut.
”Saya belum menerima laporan lanjutan, apakah Helikopter ini sudah
diangkat dari lokasi atau belum, apalagi peristiwa ini tidak menjadi
sorotan pihak perusahaan, karena seluruh penumpang dalam keadaan
selamat,” ujarnya. Sebagaimana diwartakan, Helicopter Airfast jenis M
18 milik PT Freeport Indonesia di Perbukitan Tembagapura, Kabupaten
Mimika, Papua, Selasa (9/10) sekitar pukul 07.20 WIT. Tapi, Pilot Mr.
Igor, Co Pilot Mr. Vladimir dan Engginner Victor. Semuanya warga
negara Rusia, penumpang 26 orang karyawan selamat serta kondisi
Helikopter masih dalam keadaan utuh dan tak terbakar, sementara masih
dilakukan evakuasi penumpang dan awak Helicopter ke Rumah Sakit
Tembagapura. (mdc/don/l03).
---------------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
...........................................................................
Sumber: http://papuapost.com
Senin, 08 Oktober 2012
Penerbangan Tariku Distop
MOYANGNews: SENTANI— Jenazah Capt. Christian Yus, pilot pesawat jenis PAC 750 XSTOL dengan nomor registrasi PK-RWT milik maskapai penerbangan Tariku Aviation, yang jatuh di Kampung Dagi Kabupaten Yahukimo, akhirnya berhasil diterbangkan kembali ke Sentani Sabtu siang (06/10) pukul 12.30 WIT.
![]() |
| Tampak jenazah Capt. Chris ketika hendak dibawa ke Pemakaman Umum Sentani dari rumah duka Minggu sore (07/10) |
Sementara itu akibat musibah kecelakaan pesawat ini, pihak Tariku akan menghentikan (stop) penerbangan untuk sementara waktu.
Hal itu dibenarkan Program Manager Tariku Aviation, Robin Hood Ratuntiga kepada Bintang Papua Minggu sore (07/10) di Sentani.
Dijelaskan, setelah sampai ke Sentani, jenazah pilot langsung dibawa ke Rumah Sakit Dian Harapan Waena oleh pihak keluarga untuk dimandikan dan ditempatkan ke dalam peti mati.
Sedangkan untuk jenazah penumpangnya diserahkan kepada pihak keluarganya di Kampung Corupun Kabupaten Yahukimo.
“Sekitar pukul 17.00 WIT, setelah pulang dari rumah sakit, jenazah kami semayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Gereja Silo depan Batalyon 751 Sentani,” tandasnya.
Dikatakannya, jenazah Capt. Chris dimakamkan pada Minggu sore (17/10) di pemakaman umum Sentani pada pukul 15.00 WIT dengan dihadiri oleh teman-teman sejawatnya dan handai taulan.
“Sekitar pukul 13.00 WIT, sebelum dimakamkan, pihak keluarga mengadakan ibadah pelepasan jenazah di rumah duka,” imbuhnya. Diungkapkan Robin, pihaknya sangat kehilangan sosok Capt. Chris tetapi diketahui bersama bahwa di dalam Alkitab sudah disebutkan bahwa tidak ada manusia yang dapat menghindari hal ini sehingga semuanya merupakan baik adanya.
Sedangkan ketika ditanyai mengenai aktivitas penerbangan di Tariku Aviation, Robin menegaskan bahwa penerbangan untuk sementara ini akan dihentikan.
“Kami belum tahu sampai kapan akan dhentikan, yang jelas besok (hari ini-Red) pihak kami belum melayani penerbangan,” tukasnya.
Untuk diketahui, maskapai penerbangan Tariku Aviation melayani penerbangan ke wilayah pedalaman dan pegunungan Papua seperti Mamberamo dan Yahukimo. (dee/don/l03).
---------------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
...........................................................................
Sumber: http://papuapost.com
: http://bintangpapua.com
Banjir Kota Jayapura, Seorang Kakek Tewas Terseret Arus
Nuralam: Atasi Banjir, Pemkot Gandeng Balai Sungai Restorasi 3 Sungai/Kali
Meski rumah korban tidak terkena banjir, korban tewas setelah terbawa derasnya arus air di saluran selebar 60 cm di seberang jalan depan rumahnya. Yakni saat korban hendak menyeberangi saluran air atu got tersebut, yang digenangi air yang meluap hingga ke jalan saat situasi hujan Hari Sabtu (6/10) pagi.
Sebagaimana diceritakan kemenakan korban bernama Terida Yansip, bahwa saat itu korban hendak melihat kondisi tetangga depan rumahnya yang diinformasikan kebanjiran.
“Tadi dia (korban) mau liat rumah tetangga. Pas mau menyeberang got, mungkin kakinya terpeleset dan jatuh ke dalam got,” ungkapnya kepada wartawan di rumah duka, Sabtu (6/9).
Saat hendak menyeberangi got yang sedang dalam perbaikan, sehingga jembatan yang biasanya menutupi got, diangkat dan dipindahkan, kaki korban terpeleset dan terjatuh ke dalam got dan terbawa derasnya air yang mengalir di got yang melewati depan Supermarket Sumber Makmur hingga tembus depan Kantor Pos Abepura.
Karena sebagian besar got tersebut tertutup semen, sehingga korban baru ditemukan sekitar dua jam kemudian setelah sampai di depan Kantor Pos Abepura yang gotnya terbuka. Sementara itu, banjir yang diakibatkan hujan yang mengguyur seluruh wilayah Kotamadya Jayapura dan sekitarnya sejak Jumat malam hingga Sabtu siang, mengakibatkan di sejumlah lokasi, seperti di Padang Bulan, tepatnya di Perumahan organda, yang mencapai ketinggian 1,5 meter hingga menggenangi puluhan rumah.
Selain itu, banjir juga mengenangi di Pasar Youtefa Abepura yang mencapai 1 meter serta di kawasan CV Bintang Mas, Entrop.
Sementara itu untuk mengatasi banjir yang sering melanda kota Jayapura Pemkot Jayapura menggandeng Balai Sungai Wilayah Papua untuk merestorasi atau membuka kembali jalur 3 Sungai/Kali, masing-masing Kali Anafri, Kali Acai dan Kali Kampwalker.
Demikian disampaikan Wakil Walikota Jayapura DR. H. Nuralam, SE,MSi ketika Peluncuran Edisi Perdana Majalah Orang Papua (MOP) dan Papua Entrepreneur Club (PEC) Di Hola Plaza, Padang Bulan, Jayapura, Sabtu (6/10). Ketika hujan turun pada Jumat (5/10) malam hingga dini hari menyebabkan bencana banjir melanda sejumlah pemukiman penduduk di Kota Jayapura.
Pakar Tata Kota Uncen Jayapura ini mengemukakan, Tim Balai Sungai Wilayah Papua telah mempresentasikan rencana membuka kembali jalur Sungai/Kali yang selama ini mengalami pendangkalan atau penyempitan.
“Balai Sungai selama periode 2013 membantu merestorasi Kali-kali di Kota Jayapura yang sempit. Apabila hujan menyebabkan daya tampungnya menjadi kecil yang mengakibatkan banjir,” katanya.
“Apabila belum tersentuh ya mungkin tahun 2013 kita akan memprioritaskan lagi untuk perbaikan selokan-selokan yang ada di Kota Jayapura,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Kota Jayapura untuk membuang sampah pada tempatnya. “Sense of Belonging belum sepenuhnya dimiliki warga Kota Jayapura,”tukasnya. (aj/mdc/ven/don/l03).
---------------------------------------------------
"OPERASI SANDI "AWAS"
Pemangku Dewan Allah, Alam, dan Adat
...........................................................................
Sumber: http://papuapost.com
: BintangPapua.com
Langganan:
Postingan (Atom)










