Senin, 05 Juli 2010

Pesawat Trike Dikabarkan Jatuh


Polres Bandung Bantu Pencarian Korban
Oris Riswan Budiana - detikBandung; Senin, 05/07/2010 08:55 WIB.

Bandung - Polres Bandung sejak kemarin terus melakukan pencarian terhadap pesawat dan awak pesawat yang dikabarkan jatuh di Gunung Wayang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

"Kita terus mencari, tapi sejauh ini belum ada tanda-tanda jatuhnya di sebelah mana," ujar Kapolres Bandung AKBP Hendro Pandowo kepada wartawan di Stadion si Jalak Harupat, Senin (5/7/2010) dini hari.

Dijelaskannya, saat kejadian ada dua pesawat latih dengan rute Pangandaran-Lanud Sulaeman. Saat berangkat dari Lanud Sulaeman ke Pangandaran tidak bermasalah.
Sulaeman, satu pesawat dikabarkan jatuh. "Jam 13.00 itu satu pesawat sudah sampai Lanud, sementara satu lagi tidak ada," ungkapnya.

Hendro mengatakan, sejak menerima kabar jatuhnya pesawat, pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk melakukan proses evakuasi dan pencarian.

Kemarin pencarian dihentikan pukul 18.00 karena cuaca dan situasi yang tidak mendukung. Sebab, kemarin terjadi hujan yang sangat deras. "Selanjutnya pencarian dilakukan kembali hari ini," katanya.(ern/ern)

-------------------------

" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Pesawat Trike Dikabarkan Jatuh

Api Lahap Belasan Pemukiman di Penjaringan

DetikNews Jakarta - Si jago merah mengamuk di kawasan pemukiman padat penduduk di Penjaringan Jakarta Utara. Belasan rumah dilalap api, puluhan warga mengungsi.

"Kebakaran terjadi di daerah Kapuk Muara RT 001/01, Penjaringan, Jakarta Utara," kata pembaca detikcom Aira, Minggu malam (4/7/2010).

Informasi yang dikumpulkan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIB dipicu oleh hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah yang kemudian menjalar cepat ke rumah-rumah di sebelahnya.

Saat ini 5 mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi untuk memadamkan api. Belum ada laporan korban jiwa. Warga yang rumahnya hangus terbakar berhasil dievakuasi. "Sedang dipadamkan, 5 mobil kesana," ujar petugas jaga Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Udin.

---------------------

" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Api Lahap Belasan Pemukiman di Penjaringan

Pesawat Pangdam IX/Udayana Jatuh

Terhempas di Ujung Timur Landasan Pacu:

Informasi yang dihimpun Radar Bali ( grup Cenderawasih Pos), para penerbang tersebut akan dilatih mulai Kamis kemarin (24/6) hingga Rabu (30/6) mendatang. Para calon instruktur penerbang itu aan diproyeksikan sebagai instruktur penerbang di lingkungan Mabes TNI AU dan dilatih menggunakan sistim navigasi jarak jauh (NJJ).

Keempat pesawat latih tersebut mendarat di Base Ops Lanud Ngurah Rai sekitar pukul 11.00 siang Kamis kemarin dan selanjutnya direncanakan untuk melakukan penerbangan gembira bersama para pejabat.

Sedianya para pejabat yang akan menjalani penerbangan gembira itu adalah Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto, Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Jefry Kauripan, dan Komandan Lanud Ngurah Rai Aldrin Petrus Mongan.

Belakangan Gubernur Bali Mangku Pastika mendadak membatalkan rencananya mengikuti kegiatan penerbangan gembira tersebut. Akhirnya pesawat latih yang rencananya ditumpangi oleh Gubernur Pastika ditumpangi oleh Pangdam IX/Udayana.

Kata Kabag Humas Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali Teneng, Pak Gubernur tidak hadir di acara joy flight karena ada acara dengan KPK di Wisbha Sabha Kantor Gubernuran. "Pak Gubernur tidak ada firasat apa-apa terkait tidak hadirnya dalam acara itu," sebut Teneng.

Tak disangka pesawat yang dipiloti oleh Komandan Skadik 102 Letkol Pnb Ramot C. Sinaga itu justru mengalami nasib naas dan jatuh di ujung landasan pacu.

Misi penerbangan tersebut dimulai sekitar pukul 14.55 siang atau maju 35 menit dari rencana penerbangan awal. Penerbangan yang direncanakan berjalan selama 45 menit itu awalnya berjalan normal. Namun sepuluh menit terakhir atau menjelang landing justru terjadi musibah.

Empat pesawat yang terbang secara berirangan tersebut sejatinya hendak mendarat dan datang dari arah barat landasan pacu. Tiba-tiba pesawat yang berada di urutan paling depan langsung terbang ke atas seolah bermanuver dan memisahkan diri dari rombongan.

Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan keras dan terlihat dua orang penumpang terlontar keluar dari pesawat menggunakan parasut. Kedua orang yang belakangan diketahui adalah Komandan Skadik 102 dan Pangdam IX/Udayana itu terlihat mendarat di areal bandara dan sempat berjalan agak terpincang. Sementara pesawat terhempas di ujung timur landasan pacu.

Kondisi tersebut kontan membuat administratur Bandara Ngurah Raid an TNI AU Lanud Ngurah Rai panik. Dua mobil pemadam kebakaran di bandara langsung dikerahkan ke lokasi terhempasnya pesawat pun demikian dengan ambulans. Para wartawan yang berada di areal landasan pun langsung diminta menjauh dari landasan dan menunggu di dalam areal base ops. Sementara wartawan yang berada di luar base ops langsung dilarang untuk masuk ke dalam areal base ops.

Begitu api yang muncul dari pesawat itu berhasil dipadamkan, TNI AU langsung memasangi sekitar areal jatuhnya pesawat berikut serpihan-serpihannya itu dengan garis polisi. Sementara badan pesawat langsung ditutup dengan terpal berwarna putih.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, peristiwa naas tersebut diduga terjadi sekitar pukul 15.30 sore. Ketika itu, pesawat latih tersebut baru sekitar 15 menit terbang di udara dan hendak mendarat dari arah barat runway. Tak disangka, pesawat yang ditumpangi Pangam IX/Udayana tersebut justru terhempas dan meledak di ujung landasan pacu.

Beruntung pilot pesawat dan penumpang pesawat latih naas tersebut berhasil melontarkan diri dan mengembangkan parasut. Sementara tiga pesawat latih lainnya tetap melanjutkan pendaratan.

“ ?Pesawat sebenarnya hendak landing dan tahu-tahu pesawat jatuh. Tapi Pilot dan Pangdam selamat karena sudah melontarkan diri sebelum pesawat itu terhempas dan meledak. Sedangkan pesawat lainnya tetap landing. Jadi posisinya memang sedang landing dan tidak hendak melakukan manuver," terang Sugianyar di depan Base Ops Lanud Ngurah Rai.

Sedangkan Komandan Lanud Ngurah Rai Letkol Pnb Aldrin Petrus Mongan dalam keterangan persnya mengatakan program penerbangan gembira ini memang dijadwalkan dalam program pelatihan instruktu penerbang ini. "Dalam misi ini memang kita laksanakan pengenalan kepada muspida untuk mengkomunikasikan potensi udara kita," jelas Aldrin.

Aldrin sendiri mengaku tidak tahu persis kronologi musibah tersebut karena dirinya saat itu ikut dalam rombongan joy flight. "Sampai kita landing yang kita tahu semua berjalan normal. Setelah mendarat baru kita sama-sama mengetahui jika ada kejadian, karena saat itu saya juga dalam posisi di udara, dan dalam posisi nomor dua. Kita tadi datang dari arah runway serunai menuju arah doorwind, mungkin yang lebih jelas visualisasinya yang dibawah, karena kami sedang didalam pesawat," imbuhnya.

Pria asal Sulawesi Utara itu menyatakan selama berada di darat semuanya berjalan dengan normal sesuai prosedur. Bahkan komunikasi selama penerbangan berlangsung tidak pernah terjadi interrupt, influence, maupun sabotase. Ia juga menampik bahwa kecelakaan terjadi karena pesawat hendak melakukan manuver penerbangan. (eps)

Catatan WPMNews:

Kalau piot2 itu berlatih untuk menembak orang Papua, dan kalau Panglima itu punya niatan khusus terhadap tanah dan bangsa Papua, maka ia akan kena Hukum Alam-Adat Papua. Itu Hukum yang pasti.
TUBAN – Rencana TNI Angkatan Udara memberikan joy flight (penerbangan gembira) bagi para pejabat di Bali berakhir petaka. Salah satu pesawat latih jenis KT-1 B Wong Bee yang digunakan unsur Muspida Provinsi Bali untuk mengikuti joy flight justru mengalami musibah dan meledak di ujung timur landasan pacu Bandara Ngurah Rai, sore kemarin (24/6).

Pesawat latih milik Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adisutjipto Jogjakarta itu sebenarnya sudah mendarat di Landasan Udara (Lanud) Ngurah Rai sejak Selasa (22/6) lalu. Ketika itu, hanya empat pesawat latih yang mendarat. Padahal sedianya ada lima pesawat yang akan mendarat di Lanud Ngurah Rai.

Kelima pesawat latih tersebut sedianya digunakan untuk melatih para penerbang yang diproyeksikan menjadi instruktur penerbang di lingkungan TNI AU. Tercatat ada 16 siswa penerbang yang akan dilatih oleh 19 instruktur penerbang dari Skadik 102. Sebelumnya sebanyak 35 orang kru ground handling dari Skadik 102 sudah lebih dahulu mendarat di Lanud Ngurah Rai.

---------------------

" Alam dan Adat Bicara" Minggu/04 Juli 2010

READ MORE - Pesawat Pangdam IX/Udayana Jatuh

Bengkel Variasi Mobil Dilalap Api

Metrotvnews.com, Bengkulu: (Minggu, 4 Juli 2010 05:24 WIB)

Sebuah bengkel variasi mobil di Bengkulu, terbakar, Sabtu (3/7). Dua mobil box ikut terbakar. Tak ada korban, tapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut saksi mata, api mulai berkobar tengah hari bolong. Si jago merah cepat membesar dan menjalar ke salah satu rumah warga. Amukan api baru bisa dipadamkan satu jam setelah beberapa mobil pemadam tiba di lokasi kejadian.(ICH)

READ MORE - Bengkel Variasi Mobil Dilalap Api

Minggu, 04 Juli 2010

Pesawat Trike Dikabarkan Jatuh di Pangalengan

Bandung - Pesawat Trike dikabakarkan jatuh di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (4/7/2010). Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Pesawat Trike ini terbang dari Pangandaran dan hendak mendarat di Lanud Sulaeman," jelas Kapenkorpaskhas Letkol (Sus) Nairiza saat dihubungi detikbandung via ponsel.

Nairiza mengatakan, saat ini belum mengetahui pasti kondisi apakah ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Hingga kini belum diketahui kabarnya," jelas Nairiza.

Pesawat ini, kata Nairiza, merupakan pesawat yang mesinnya berada di belakang. Pesawat diketahui berangkat dari Bandara Nusawiru, Pangandaran, Kabupaten Ciamis. "Tadinya pesawat ini akan mendarat di Lanud Sulaeman," katanya lagi.

Betul jatuh di Pangalengan? "Kabarnya seperti itu. Anggota masih melacaknya," terangnya.
--------------------------
http://www.detik.com
READ MORE - Pesawat Trike Dikabarkan Jatuh di Pangalengan

Undangan Untuk Aksi 8 Juli 2010 di Port Numbay

yth. seluruh rakyat papua
di- JAYAPURA

Syalom.
GUNA MENDESAK DPRP MELAKSANAKAN SIDANG PARIPURNA MENINDAK LANJUTI TUNTUTAN RAKYAT PAPUA, SEKALIGUS MENINDAKLANJUTI AKSI DEMO TANGGAL 18 JUNI 2010 DALAM RANGKA MENYERAHKAN HASIL MUSYAWARAH MASYARAKAT PAPUA

MAKA AKAN DIADAKAN DEMONSTRASI DAMAI SECARA BESAR-BESARAN DI JAYAPURA PADA;
HARI/TGL : KAMIS, 8 JULI 2010

*]TEMPAT KUMPUL :
- SENTANI = POS 7, LAPANGAN MAKAM TEYS ELUAY, KAMPUNG HARAPAN
- ABE = PERUMNAS III, KAMPUS UNCEN LAMA, DEPAN MERPATI
- ENTROP, HAMADI, ARGAPURA, POLIMAK, DOK DAN SEKITARNYA DI TAMAN IMBI JAYAPURA

*]TUJUAN AKSI :
KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PAPUA (DPRP)

*]WAKTU :
TANGGAL 08 jULI 2010, & AKAN BERTAHAN DIKANTOR DPRP BEBERAPA HARI SAMPAI SIDANG PARIPURNA DIADAKAN

*]TARGET AKSI;
SIDANG PARIPURNA TERLAKSANA DAN RAKYAT PAPUA PULANG MEMBAWA HASIL.

DEMIKIAN RENCANA KEGIATAN INI DIBUAT UNTUK DIKETAHUI, DAN DIDOAKAN SERTA DILAKSANAKAN BERSAMA OLEH KITA SEMUA ORANG PAPUA.

Yang mengundang;
DAP, PDP, WPNA, SOLIDARITAS PEREMPUAN PAPUA, PGGP, SINODE GKI, GIDI, KEMAH INJIL, BAPTIS PAPUA, PANTEKOSTA, KNPB, AMPTPI, AMWP, FRONT PEPERA, GARDA-P,FORUM INDEPENDEN MAHASISWA, OKP-OKP SE-KOTA/KAB. JAYAPURA-SARMI-KEROM, BEM/SENAT MAHASISWA SE-JAYAPURA SERTA SELURUH LAPISAN MASYARAKAT PAPUA YANG BERADA DI JAYAPURA, SENTANI, KEROM, SARMI DAN SEKITARNYA.

SATU TANAH, SATU HATI SATU BANGSA DAN SATU TUJUAN
Salam persatuan…!

*[FORUM DEMOKRASI RAKYAT PAPUA BERSATU]*
READ MORE - Undangan Untuk Aksi 8 Juli 2010 di Port Numbay

Sabtu, 03 Juli 2010

Seluruh isi surat pemerintah Vanuatu yang akan dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal. Ban Ki-moon

Seluruh isi surat pemerintah Vanuatu yang akan dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal. Ban Ki-moon untuk mengagendakan soal Papua Barat di Sidang Majelis PBB ke 65 mendtang tahun ini adalah sebagai berikut:

“ Negara Daulat Republik Vanuatu,

“Memohon dukungan dari Sidang Majelis Umum PBB yang ke 65;

“ Mengingat pernyataan bangsa2 didunia sebagai diungkapkan dalam piagam2 PBB

“ Menyadari pernyataan bangsa dari bekas jajahan Belanda New Guinea selama dan sejak Augustus 1962 melawan perjanjian yang ditunjangi oleh Amerika Serikat antara Republik Indonesi and Kerajaan Belanda mengenai Papua Barat,

“Mengakui penderitaan yang berkelanjutan untuk kebebesan berbicara diakui oleh Kerajaan Belanda dengan menaikan Bendera Bintang Kejora pada 1 Desember 1961, mengakui dibukanya Dewan Rakyat Papua Barat pada tanggal 5 April 1961, mengakui diadakannya pemilihan umum secara bebas dan rahasia dibulan Januari 1961,

“Mengakui atas pernyataan2 mengenai kesahan hukum dari perjanjian antara Republik Indonesia and Kerajaan Belanda yang dimajukan oleh bangsa Papua Barat dan bangsa2 lain yang baik didunia, dan

“ Menyakinkan masalah kebenaran untuk menghapuskan perbudakan diseluruh dunia,

“Memohon dukungan dari Sidang Majelis Umum PBB yang ke 65 untuk Mahkamah Agung Internasional untuk memberikan Pendapat Hukum atas sahnya perjanjian antara Republik Indonesia and Kerajaan Belanda yang mempunyai dampak buruk bagi hak2 rakyat dan kehidupan bangsa Papua Barat,

“Dan akhirnya, Negara Daulate Republik Vanuatu mengusulkan pertanyaa ini kepada Mahkamah Agung International:

“Dengan memperhatikan prinsip2 dasar untuk menghapuskan perbudakan , Pernyataan Hak Azasi Manusia, Piagam2 PBB and resolusi2 1514 dan 1541 dari Majelis Umum PBB,

“Kami peserta dari Sidang Majelis Umum PBB yang ke 65 memohon Pendapat Hukum dari Mahkamah Agung Internasional dr PBB,

“pada masalah kesahan hukum atas Perjanjian New York antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda mengenai Papua Barat,

“ pada masalah kesahan hukum dari PBB dalam menjalakan pasal :12 dari penjanjian New York tersebut.

“ pada masalah kesahan hukum atas memberikan ijin tambang demi kepentingan penjajah,

“pada masalah kesahan hukum atas cara2 atau akhibat2 langsung dari PEPERA tahun 1969, dan kedudukan politik Papua Barat sekarang berdasarkan prinsip2 No:4 dan 5 dari resolusi 1514 dari Majelais Umum PBB.

READ MORE - Seluruh isi surat pemerintah Vanuatu yang akan dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal. Ban Ki-moon

Jumat, 02 Juli 2010

SELAMAT ULANG TAHUN WEST PAPUA YANG KE-39


Pada Tanggal 1 Juli 1971 adalah hari Proklamasi kemerdekaan bangsa Papua yang berdaulat diatas negerinya sendiri seperti bangsa-bangsa lain yang sedang hidup merdeka di muka bumi ini, sehingga bertambanya usianya yang ke 39 tahun, maka West Papua semakin dewasa untuk merealisasikan kemerdekaan itu karena dia cukup umur untuk mengatur dirinya sendiri didalam rumah tangganya West Papua.

Meskipun hak dan kemerdekaan itu dirampas oleh bangsa-bangsa lain dengan berbagai kepentingan di bumi Papua tetapi kami tetap memperjuangkan hak-haknya sampai West Papua berdiri sendiri diatas tanahnya, menjadi tuan diatas negerinya sendiri.

Walaupun West Papua masih dijajah oleh bangsa-bangsa lain, namun Ia selalu merayakan hari kemerdekaanya dimanapun, kapanpun, dia berada. West Papua semakin dewasa didalam mengatur, menata dirinya didalam perjuangan agar dalam alam kemerdekaan ia lebih dewasa untuk mengatur dirinya sendir tanpa campur tangan orang/bangsa-bangsa lain di muka bumi ini

Didalam arena perjuangan pun ia telah dewasa untuk membedakan mana yang baik dan benar karena ia telah belajar banyak melalui banyak pengalaman dalam perjuangan, pengalaman baik dan buruk menjadi guru dan pelajaran yang paling berharga untuk ditetapkan sebagai landasan didalam perjuangan.

Seperti seorang yang sudah dewasa mencapai 24-25 tahun yang siap untuk memisahkan diri dari orang tuanya dan menikah dan mendirikan rumah tangganya sendiri serta mengatur rumah tangganya tanpa harus bergantung di orang tuanya. Maka kesiapan untuk West Papua berdiri sendiri diluar rumah tangga orang tua angkatnya/bapa piaranya.

Mengukur umur dan pertumbuhan Bangsa West Papua, sudah saatnya untuk memerdekakan dirinya dan membangun rumah tangganya sendiri.

Untuk itu dalam mempersiapkan dirinya menuju kemerdekaan dalam rumah tangganya, ia sendiri telah mempersiapkan Pagar Rumah, Landasan Rumah, Tiang-tiang rumah, papan, balok, atap rumah sehingga rumahnya sudah rampung tinggal pindah rumah kapan saja.

Kepala rumah tangga sudah ada, untuk bertanggung jawab sehingga semua anak-anak yang lahir sebelum menikah maupun sesuah menikah hendaknya menyatukan barisan dengan bapak rumah tangga agar kita dapat dibawa secepatnya ke rumah yang telah dibangun.

Untuk itu pesan kami: semua pejuang secara pribadi maupun organisasi yang masih terhamburan tanpa mengetahui siapa bapaknya, mari kita bersatu menyatukan barisan untuk merebut rumah itu meskipun bapa piara/bapa angkat tidak setuju, secara kasar maupun halus kita harus merebut rumah itu dibawa satu komando, bapak Revolusi West Papua yang sedang mempersiapkan diri untuk bertanggung jawab didalam rumah tangganya.

Dalam proses perjuangan ini anak dan bapa harus menyatukan suara, kehendak, kekuatan agar bapa tiri yang datang dari jauh dan kawin mama di Papua bisa meninggalkan tempat diam-diam.

Agar semua keinginan itu tercapai, semua anak-anak yang mendirikan gubuk-gubuk kecil yang bernama PDP, DeMMAK, WPNCL, AMWP, harus bergabung ke rumah induk OPM dibawa komando Panglima Tertinggi Tentar Revolusi West Papua agar semua kekuatan yang tercerai-berai dapat disatukan sehingga dengan kekuatan ini kita dapat mengusir BAPA TIRI/PENJAJAH yang datang cari makan di tanah Papua dan merampas mama papua dari suaminya yang orang Papua asli lalu kawin dengan mama Papua sehingga telah mengacaukan dan mengaburkan jati diri anak negeri bersama ibu kandungnya.

Semoga cerita pendek ini menjadi kado ulang Tahun untuk-mu Papua, kami anak-anak yang lahir dari darahmu siap untuk meneruskan perjuangan sampai anak-anak negeri berdiri sendiri diatas Tanah Leluhurnya.


Kami persembahkan sebuah puisi untukmu:
Tangisan Seorang Yatim di Medan Perjuangan
Mama…. Telah sekian lama aku mengembara di rimba…
Telah sekian lama aku mengasingkan diriku di negeri orang..
Telah sekian lama aku mencari bapa kandungku,
karena Mamaku dikawaini orang yang tidak bertanggung jawab..
Dalam perjalanan pengembaraan ini aku telah kehilangan…..
Kehilangan mereka……
Om, kaka, adik, saudara-saudaraku, teman-teman-ku….
Tulang-tulang mereka telah berserahkan di hutan..
Di lubang batu…
Di lubang tanah….
Di kota-kota ….
Bagaikan binatang liar diatas tanahnya sendiri…
bagaikan anak yatim di negeri orang….
Tuhan…. Mengapa, mengapa…
Engkau ciptakan tanah ini..
Engkau lahirkan kami di atas tanah ini…..
Apakah hanya untuk lahir dan mati….?
Kepada siapakah siapa aku harus mengeluh…
Karena semua orang sekelilingku menutup telinga dan mata mereka…
Aku ingin kembali ke bapaku….
Aku ingin menemukan rumahku….
Aku ingin mencari dia….
Aku ingin berada di sisinya,. apapun situasi, kondisi, medan…… aku tidak peduli…..

Hai mama, kekasihku…….
Dengan berat hati aku meninggalkan-mu sekian lama…
Aku harus pergi…. Aku harus melawan….
Sampai kapapun, apapun situasinya…
untuk menemukan rumah dimana bapa berada…
Kuatkanlah hatimu….., berteguh kepada janji kita diatas tanah Leluhur…
West Papua..

Jangan bertanya kemana aku pergi, dari mana aku datang, biarkan aku pergi untuk kita semua…..

Port Moresby 1 July 2010.
Tary Yikwainak Karoba

===



READ MORE - SELAMAT ULANG TAHUN WEST PAPUA YANG KE-39

Selasa, 27 April 2010

Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

VIVAnews - Fenomena aneh terdapat di Gurun Karakum di Turkmenistan.
Di dekat desa terpencil, Derweze yang dihuni 350 orang, terdapat sebuah kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter. Kawah ini terus-menerus mengeluarkan api dan terbakar selama 38 tahun.

Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer.

Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif.

Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.

Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu.

Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video 'Gerbang Neraka' juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang -- meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.

Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov 'Gerbang Neraka'.

Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.

Berdymukhamedov mengatakan bahwa "anomali ini' telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum.

Sumber: (static.atlasobscura.com, Allvoices)
READ MORE - Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

Selasa, 13 April 2010

Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

VIVAnews - Fenomena aneh terdapat di Gurun Karakum di Turkmenistan.
Di dekat desa terpencil, Derweze yang dihuni 350 orang, terdapat sebuah kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter. Kawah ini terus-menerus mengeluarkan api dan terbakar selama 38 tahun.

Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai 'Gerbang Neraka'. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer.

Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif.

Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.

Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu.

Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video 'Gerbang Neraka' juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang -- meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.

Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov 'Gerbang Neraka'.

Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.

Berdymukhamedov mengatakan bahwa "anomali ini' telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum. Sumber: (static.atlasobscura.com, Allvoices)
READ MORE - Ini Video 'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter terus terbakar selama 38 tahun.

Sabtu, 16 Januari 2010

196 Rumah di Makassar Rusak Akibat Angin


MAKASSAR--MICOM: Sebanyak 196 rumah di Kecamatan Tallo, Makassar, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang melanda Makassar pada Minggu (16/1). Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Mappagio, dan Kepala Dinas Sosial Makassar Ibrahim Saleh, Senin (17/1), melakukan peninjauan terhadap kerusakan di Kelurahan Suangga dan Tallo.

Posko bencana kelurahan mencatat kerusakan yang terjadi di Kelurahan Tallo, Jalan Sultan Abdullah, RW 4 dan 5 sebanyak 46 rumah rusak dan dua orang luka. Di Kelurahan Tammua RW 1, sebanyak delapan rumah rusak dan 23 rumah rusak. Di Kelurahan Rappokalling Jalan Dg. Tantu RW 1, 2, 3, dan 5 terdapat 39 rumah dan satu mushalla yang rusak. Di Kelurahan Suangga, Jalan Sunu, RW 2 dan 3 tercatat 56 rumah rusak dan satu orang luka. Di Kelurahan Rappo Jawa, RW 2 dan 3 tercatat 21 rumah rusak, sedangkan di Kelurahan Ujung Pandang Baru RW 1 tercatat tiga rumah rusak.

Gubernur meminta petugas di posko-posko bencana untuk mendata kerusakan yang akurat, agar bantuan dan dukungan maksimal dapat segera mungkin diberikan dan kehidupan warga bisa berjalan terus. "Terutama hal-hal yang mendasar seperti makanan, selimut, dan atap rumah yang perlu diperbaiki kalau bisa besok (18/1) diberikan bantuan dari provinsi," katanya.

Menurut dia, pemerintah juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan pemulihan dan dukungan yang maksimal.

Hingga kini, lanjutnya, penanganan bencana di daerah belum menjadi skala tingkat atas, karena posisi pemerintah provinsi dan pusat adalah membantu dan mendukung. "Pemprov juga memberikan peringatan melalui edaran surat Gubernur agar semua pihak lebih siap dan tanggap terhadap kondisi cuaca yang ada saat ini," jelasnya. (LN/Ant/OL-13)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - 196 Rumah di Makassar Rusak Akibat Angin

Rabu, 13 Januari 2010

10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar

10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar

Api Diduga Berasal dari Kompor Minyak.

Jayapura - Jumat (13/01) Mes PT. Masa Irian Jaya Indah yang berlokasi di Komplek Karsatama Jl. Proyek Perumnas II Waena, Distrik Heram, ludes terbakar. Warga sekitar dengan dibantu mobil tangki pengangkut air minum, beramai-ramai berusaha memadamkan api yang menghanguskan 10 blok, yang semua dihuni karyawan PT. Masa Irian Jaya Indah.
Data yang dihimpun Bintang Papua, peristiwanya bermula sekitar pukul 08.30 WIT, Ny Mimi Yuliati yang memasak nasi dengan menggunakan kompor minyak, selesai masak kemudian memadamkan api. Selanjutnya ditinggal pergi kerja tanpa memastikan apakah kompornya telah padam.
Akibat pengatur sumbu kompor tidak berfungsi atau dol, sehingga api tidak mati, sehingga sekitar pukul 09.00 WIT, terdengar suara ledakan yang diduga dari kompor tersebut. Api pun membesar dan menyambar mess lain yang besebelahan.
Kapolsek Abepura Kompol Arie Sandy Sirait dan sejumlah anggotanya yang tiba di TKP langsung mengamankan lokasi kebakaran yang tidak lama kemudian (Sekitar pukul 09.35 WIT), api berhasil dipadamkan.
Mobil pemadam kebakaran yang tiba di TKP sekitar pukul 09.45 WIT memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mengumpulkan data-data dan barang bukti guna proses penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran. “Kita masih memeriksa saksi dan melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran,” ungkap Kapolsek saat dikonfirmasi Bintang Papua kemarin.
Demikian juga terkait nilai kerugian materil yang ditaksir mencapai milyaran, juga masih dalam proses pendataan.
Sedangkan data korban kebakaran yang semua adalah karyawan PT. Masa Irian Jaya Indah, adalah Rahmat, Yusak, Idris, Samsu, Ama, Andrian, Anto, Amri, Mualip, dan Jecki Kiseu.(aj/don/l03).
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - 10 Blok Mes PT. Masa Irian Jaya Indah Terbakar