Kamis, 02 Februari 2012

Feri Papua Nugini Berpenumpang 350 Orang Tenggelam

Feri Papua Nugini Berpenumpang 350 Orang Tenggelam
TEMPO.CO, Post Moresby - Regu penyelamat telah mengevakuasi 230 orang dari perkiraan 350 penumpang kapal feri milik Papua Nugini yang tenggelam di wilayah pantai timur Papua Nugini, Kamis 2 Februari 2012. Sebuah pesawat milik Australia, tiga helikopter dan delapan kapal dikerahkan.

Feri bernama Rabaul Queen itu berangkat dari Pelabuhan Kimbe di Pulau New Britain, menuju ke Kota Lae. Kapal itu tenggelam di 80 kilometer sebelah timur Lae yang merupakan kota terbesar kedua di negara selatan Samudra Pasifik tersebut.

Dari lokasi kejadian dilaporkan feri terbalik dan tenggelam empat jam kemudian. Australian Broadcasting Corp menyebutkan sebagian besar penumpang adalah mahasiswa, pelajar dan guru.

Kepala Badan Cuaca Nasional (National Weather Service), Sam Maiha, mengatakan perusahaan kapal telah diberi peringatan perihal ancaman cuaca buruk.

Perdana Menteri Papua Nugini Sam O’Neill belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal. Namun, kemungkinan besar sistem keamanan adalah salah satu penyebabnya.

“Perusahaan-perusahaan harus meningkatkan sistem keamanannya,” ujar O’Neill kepada wartawan.

Juru Bicara Otoritas Keselamatan Maritim Australia, Carly Lusk, mengatakan, “Pesawat pertama regu penyelamat melemparkan pelampung dan perahu karet bagi korban.” Ia menambahkan, sebanyak 238 korban berhasil diselamatkan.

Koordinator regu penyelamat, Kapten Nurur Rahman, belum mengkonfirmasikan kepastian jumlah penumpang yang berada dalam kapal nahas tersebut. “Saya belum bisa memastikan apakah benar terdapat 350 penumpang di feri itu,” ujarnya.

Pencarian korban kemungkinan ditunda sampai Jumat karena buruknya cuaca. Ia mengatakan sampai kini belum ada lagi korban yang ditemukan. “Saya berharap semakin banyak korban selamat yang ditemukan,” kata Rahman.

Korban selamat sebagian menderita luka ringan, walaupun terdapat seorang korban yang mengalami patah tulang.

Sementara itu, perusahaan yang menjadi operator Kapal Rabaul Queen belum mau memberikan keterangan terkait kecelakaan.
Kapal Feri Tenggelam di Papua Nugini, 100 Orang Masih Hilang
Sydney - Regu penyelamat masih mencari 100 orang yang masih hilang saat tenggelamnya kapal MV Rabual Queen di Papua Nugini. Sejauh ini regu penyelamat telah berhasil menyelamatkan 238 korban dari 350 penumpang kapal.

Menurut Lembaga Keselamatan Maritim Australia (AMSA), kapal tersebut tenggelam saat berjarak 16 kilometer dari lepas pantai dan para korban yang selamat telah berada di sebelah timur Kota Lae.

"Lima kapal, dengan total 238 korban yang berada di atas kapal, melanjutkan pejalan menuju Lae dengan kapal yang pertama tiba lama setelah pukul 01.00 dini hari," ujar AMSA, seperti diberitakan AFP,Jumat (3/1/2012).

"Para penumpang yang dipindahkan ke Lae di bawah koordinasi pemerintah PNG," tambahnya.

AMSA menambahkan, tiga kapal masih berada di tempat kejadian untuk melanjutkan pencarian dan dibantu oleh dua pesawat Australia dan dua helikopter lokal.

Pemilik kapal mengatakan pihaknya kehilangan kontak dengan MV Rabaul Ratu saat melakukan perjalanan antara Kimbe dan Lae.

Dalam sebuah pernyataan pemilik kapal, terdapat 350 penumpang dan 12 awak yang berada di atas buatan Jepang itu. Para penumpang adalah penduduk lokal Papua Nugini dan pelajar yang hendak menuju Lae.

Perusahaan itu mengatakan masih belum mengetahui secara penyebab kapal tersebut tenggelam. "Ini dipahami bahwa kapten feri rutin melakukan kontak dengan kapal lain sebelum tenggelam," kata perusahaan tersebut.

"Tampaknya tidak ada indikasi gangguan selama komunikasi ini." jelasnya. Dikatakanya, mereka mulai sadar ada yang tidak beres saat kapal tidak terlihat di dalam radar. (fiq/rdf).

READ MORE - Feri Papua Nugini Berpenumpang 350 Orang Tenggelam

‘Si Jago Merah’ Ngamuk, Mobil Pemadam Diteriaki


JAYAPURA - ‘Si jago merah mengamuk’ enam (6) unit rumah toko (ruko) maupun kios, di Kompleks Bumi Cenderawasih (Bucend) II Entrop, ludes terbakar. Musibah kebakaran ini terjadi Rabu (01/02) kemarin sore sekitar pukul 15.10 WIT.
Sumber api diduga berasal dari salah satu tempat usaha yang dijadikan bengkel, kemudian menyebar ke beberapa kios maupun ruko, dimana sampai berita ini diturunkan belum diketahui siapa pemiliknya.
Peristiwa kebakaran ini sempat membuat jalanan di sepanjang jalan raya Kompleks Bucend II atau Ardipura Bawah menjadi macet total selama satu jam setengah dan menjadi tontonan warga yang ingin datang melihat musibah kebakaran tersebut.
Berdasarkan Pantauan Bintang Papua, saat api sudah berkobar tinggi atau sekitar setengah jam kemudian mobil pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura yang berada di Distrik Jayapura Selatan ini datang ke lokasi, namun sagat disayangkan oleh warga, dikarenakan mobil Damkar tersebut tidak bisa berfungsi alias rusak, semprotan air dari mobil Damkar tersebut tidak bisa mengeluarkan air guna memadamkan kobaran api yang sudah membesar.
Mobil Damkar yang tidak bisa berfungsi ini langsung mendapatkan cemohan warga yang ada di sekitar lokasi kebakaran dan menyuruhnya pulang saja. “Untuk apa kalian (mobil Damkar) datang, yang hanya Cuma menambah kekecewaan dan kemarahan kepada kami disini,” kata salah satu warga yang tidak mau namanya di korankan. Yang sangat disanyangakn warga ternyata lokasi kebakaran itu tidak jauh dari tempat ‘Markasnya’ Mobil Pemadam milik Kota Jayapura. Kalau musibah dekat saja seperti ini tidak bisa diatasi lantas bagaimana kalau kejadiannya di luar Entrop. “Harusnya mobil pemadam seperti itu selalu siap di tempat, kalau tidak apa gunanya dibeli pemerintah,”jelas warga lainnya.. Saat itu juga korban kebakaran bersama warga sekitar serta dibantu oleh aparat kepolisian bahu membahu untuk memadamkan api yang sudah membesar dan menjalar ke sudut-sudut lainnya, tak lama kemudian mobil Water Cannon dari Polresta Kota Jayapura dan empat unit mobil tangki air, juga datang untuk membantu memadamkan kobaran api yang semakin membesar, sehingga kobaran api sudah agak mengecil.
Ketika Bintang Papua hendak menanyakan mengenai musibah kebakaran ini kepada salah satu korban, tapi korban enggan memberikan komentar dan korban terus menangisi, yang tak disangka tempat usaha butiknya juga ikut terbakar.
Kebakaran ini begitu cepat terjadi, dikarenakan semua bahan-bahan yang ada baik di rumah toko maupun kios tersebut merupakan barang-barang yang mudah terbakar contohnya yang diduga api berasal dari bengkel ini didalamnya banyak tersimpan bahan bakar minyak (BBM) maupun yang terbuat dari bahan karet seperti oli dan ban.
Sedangkan di beberapa tempat lain yang juga ikut dilalap si jago merah merupakan barang-barang yang mudah terbakar di tempat sablon, penjahit maupun butik, dimana barang-barangnya mudah terbakar seperti tinta, kain maupun pakaian jadi.
Sementara itu, saksi Citra (30) Ibu Rumah Tangga (IRT) mengatakan, saat itu dirinya berada didalam dapur mendengar suara gaduh dari luar sekitar pukul 15.10 WIT dan langsung keluar dari dapur melihat apa yang terjadi sebenarnya, namun dirinya kaget bahwa telah terjadi peristiwa kebakaran yang tak jauh dari arah rumahnya.
“Saya yang berada di dapur mendengar suara gaduh dan ribut dari luar rumah, ketika itu juga saya keluar dari dapur melihat asap hitam sudah mengepul dan kobaran api sudah sangat besar sekali dan saya kembali masuk kedalam rumah lagi untuk memberitahukan kepada suami dan anak-anak saya adanya musibah kebakaran yang tak jauh dari rumah kami, setelah itu suami saya menyuruh keluar dari rumah dengan membawa anak-anak dan suami yang keluar rumah belakangan dengan membawa keluar barang-barang berharga milik kami,” tutur Citra yang dimana rumahnya selamat dari musibah kebakaran ini.
Kerugian dari kebakaran ini ditaksir sekitar ratusan juta rupiah, diantaranya rumah toko (Ruko) yang ikut terbakar ini baru saja selesai dibangun dengan dua lantai, kios kelontongan, begkel motor, sablon, penjahit dan butik Lily bangunan dengan dua lantai dan sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian. (CR-36/don/l03)
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - ‘Si Jago Merah’ Ngamuk, Mobil Pemadam Diteriaki

Kamis, 19 Januari 2012

Banjir Bojonegoro Rendam 2 Ribu Ha Lahan Pertanian


INILAH.COM, Bojonegoro - Sekitar 2.802 hektar (ha) luas lahan pertanian di Kabupaten Bojonegoro yang terendam banjir. Tanaman hortikultural itu tersebar di 75 desa dari sembilan Kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Sembilan kecamatan itu diantaranya Balen, Kanor, Kapas, Baureno, Bojonegoro, Malo, Kalitidu, dan Dander. Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro belum bisa memastikan luasan tanaman yang mengalami gagal panen. Namun dapat dipastikan jika tanam terendam air tiga hari lebih maka akan menjadi mudah busuk.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bojonegoro Agus Heryana menyatakan banjir luapan sungai Bengawan Solo hampir sepekan ini telah merendam tanaman seluas 2.802 ha. Rinciannya, seluas 2.532 ha berupa tanaman padi berumur antara berumur 20-40 hari setelah tanam dan sisanya tanaman jagung sebanyak 270 ha.

Dari tanaman yang terendam banjir, yaitu tanaman padi dan jagung. Untuk tanaman padi tersebar di 62 desa dan jagung berada di 13 desa dari tiga kecamatan. Diantaranya, di Kecamatan Malo, Kanor, dan Baureno.

Lanjut Haryana, jumlah tersebut bisa meningkat lagi jika air Bengawan Solo terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini pihaknya belum memiliki data secara pasti berapa tanaman yang mengalami puso.

"Kami baru bisa memastikan, kalau tanaman sudah terendam selama sepekan. Termasuk, angka kerugiannya," jelasnya. [beritajatim.com].
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat


READ MORE - Banjir Bojonegoro Rendam 2 Ribu Ha Lahan Pertanian

Selasa, 17 Januari 2012

Tangerang Selatan Siaga Satu Bencana Banjir

TANGERANG, suaramerdeka.com - Banjir akibat meluapnya Sungai Cidurian sejak tiga hari terakhir ini telah menggenangi 2.059 rumah di lima desa Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten. Genangan air yang merendam pemukiman terpaksa membuat warga diungsikan ke masjid, mushola, dan gedung sekolah.
"Dari kelima desa tersebut, banjir yang paling parah terjadi di Desa Pasir Ampo karena hampir semua rumah terendam," kata Ketua Tagana Kabupaten Tangerang, Ending di Tangerang, kemarin malam (16/1).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menyatakan siaga satu terhadap ancaman banjir ini. "Mengingat beberapa daerah di Banten terendam banjir, maka kami pun mengantisipasi dengan kondisi siaga satu," kata Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangsel Tomi Patria, Selasa (17/1).
Tomi mengatakan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah menyiapkan 25 personil yang bertugas selama 24 jam dalam rangka penanggulangan banjir. Sementara itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air juga menyiapkan untuk mengatasi banjir di pemukiman warga.
Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, Djudianto menuturkan, Pemkot Tangerang Selatan menyiapkan setidaknya delapan perahu karet dan delapan pompa penyedot air, serta 20 personil yang siap siaga membantu proses evakuasi.
READ MORE - Tangerang Selatan Siaga Satu Bencana Banjir

Banjir di Bojonegoro dan Tuban Terus Meluas

TEMPO.CO, Bojonegoro - Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo kian meluas. Dampaknya, sekitar 2.550 hektare sawah di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban terendam banjir.

Berdasarkan data yang dihimpung Tempo dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di dua kabupaten tersebut, Selasa, 17 Januari 2012, dari 2.550 hektare sawah yang terendam, seluas 1.710 hektare berada di delapan kecamatan di Bojonegoro. Sedangkan 840 hektare berada di dua kecamatan di kabupaten Tuban.

Kawasan yang terendam banjir akan terus meluas karena hujan terus turun di dua kabupaten tersebut, terutama di kawasan hulu sungai Bengawan Solo.

Selasa siang tadi, posisi air di permukaan Bengawan Solo di Bojonegoro menunjuk pada angka 14,55 phielschaal atau siaga dua pada pukul 11.30 WIB. Dengan demikian jika permukaan air terus naik 45 centimeter lagi atau mencapai angka 15 phielschaal, maka banjir Bojonegoro masuk pada kondisi siaga tiga atau yang tergolong kondisi kritis.

Meski hari ini masih pada kondisi siaga dua, luapan sungai Bengawan Solo sudah meluber ke perkampungan penduduk di Bojonegoro. Di antaranya di Desa Ngablak dan Ngulanan, Kecamatan Dander. Sedangkan di Kecamatan Kalitidu, banjir juga merendam pemukiman dan perwasahan di Desa Ngraho, Pilangsari, Manukan, Brenggolo, Talok, Ringinrejo dan Mojosari.

Adapun di Kecamatan Kota Bojonegoro, banjir juga sudah merendam beberapa perkampungan, seperti Jetak, Mulyoagung, Ledok Kulon, Ledok Wetan dan Banjarejo.

Selain itu, banjir Bengawan Solo di kawasan Desa Sukorejo, Kecamatan Kalitidu, hampir mendekati jalan raya Bojonegoro - Cepu. Jarak antara genangan air dengan badan jalan utama itu tinggal dua meter.

Sedangkan di Tuban, banjir sudah merendam pemukiman dan persawahan di beberapa desa di Kecamatan Rengel. Di antaranya Desa Maibit, Pakuwon, Bulurejo, Karangtinoto, Tambakrejo, Kanorrejo, Ngadirejo, Sawahan dan Desa Rengel.

Pihak BPDB Bojonegoro meminta masyarakat untuk waspada atas pergerakan banjir. Terutama masyarakat yang tinggal di kiri-kanan bantaran Bengawan Solo. Selain itu, terus bertambahnya debit air Bengawan Solo juga karena kiriman air dari Kabupaten Ngawi, Madiun dan Ponorogo yang juga sebagian kawasannya mengalami banjir.

Banjir kiriman dari beberapa kabupaten itu mengalir ke Sungai Madiun yang muaranya bertemu di Dungus, Ngawi. “Makanya permukaan air di Bengawan Solo terus naik,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanganan Pengungsi BPBD Bojonegoro, Sutardjo, Selasa 17 Januari 2012.

Menurut Sutardjo, BPDB Bojonegoro sedang mempersiapkan tempat mengungsian bagi warga yang rumahnya terkena banjir. Lokasi pengungsian, akan dipusatkan dibeberapa lokasi.

Di Kota Bojonegoro, di antaranya ditempatkan di Gegung Serbaguna di Jalan KH Mas Mansyur, di Kantor Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, serta di Taman Bengawan Solo, sebelah utara Pasar Besar Kota Bojonegoro. Bahkan sejumlah warga Kecamatan Trucuk sudah mengungsi di Taman Bengawan Solo karena rumah mereka terendam banjir.
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat


READ MORE - Banjir di Bojonegoro dan Tuban Terus Meluas

Senin, 16 Januari 2012

Prakiraan Cuaca Kota-kota Besar di Pulau Jawa, Senin (16/1)

REPUBLIKA.CO.ID, Berikut prakiraan cuaca kota-kota besar di Pulau Jawa, Senin (16/1):


1. Jakarta : Hujan Sedang
Suhu : 23 - 32 °C

2. Serang: Hujan Sedang
Suhu : 24 - 31 °C

3. Bandung: Hujan Sedang
Suhu : 22 - 26 °C

4. Semarang: Hujan Lebat
Suhu : 23 - 31 °C

5. Yogyakarta: Hujan Sedang
Suhu : 23 - 30 °C

6. Surabaya: Hujan Sedang
Suhu : 24 - 32 °C.

--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Prakiraan Cuaca Kota-kota Besar di Pulau Jawa, Senin (16/1)

Waspadai Gelombang Besar di Laut Jawa

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Badan Meteorologi Kliminologi dan GeOfisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengimbau pelaut waspada gelombang besar di perairan Laut Jawa.

"Besarnya gelombang laut jawa diakibatkan kencangnya tipuan angin yang melintasi perairan tersebut, dan gelombang saat ini mencapai 3 meter," kata Kepala BMKG Hidayat di Palangka Raya, Ahad.

Menurutnya, semua pelayaran yang melintasi perairan itu kapal diharapkan berhati-hati dan selalu melihat perkembangan cuaca. Pihaknya juga mengimbau nelayan juga berhati-hati saat melaut.

Ini penting karena gelombang laut tidak menentu dari 2-3 meter, sehingga sangat berbahaya bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil. Sedangkan curah hujan di Provinsi Kalteng normal karena wilayah penghujan sudah beralih ke daerah selatan seperti Bali, Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diprediksikannya, hujan akan menguyur Kalteng pada Maret hingga April 2012 dan masyarakat diminta waspada karena bisa saja terjadi banjir dengan curah hujan tinggi yaitu daerah aliran sungai (DAS) Barito.

Hidayat memprediksi musim kemarau berkisaran pada Juni-Juli 2012, bahkan keadaannya akan sama pada tahun 2011 yang lalu dimana beberapa daerah akan mengalami kekeringan dan terjadi terbakarnya lahan. "Untuk itu saya imbau masyarakat menjaga lahannya dari sekarang, jangan sampai terjadi kebakaran tahun 2011 terulang kembali pada tahun 2012," katanya.
Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: antara.
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Waspadai Gelombang Besar di Laut Jawa

Hujan Deras, Tiga Rumah Tertimbun Tanah Longsor


INILAH.COM, Magelang - Sebanyak tiga rumah warga Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tertimbun tanah longsor, setelah kawasan ini diguyur hujan sekitar tiga jam.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Senin (16/1/2012), tiga rumah yang tertimbun tanah longsor tersebut berada di dua dusun berbeda yakni milik Unartin (40) warga Dusun Santan dan rumah Kartudi (46) serta Ponijah (60) warga Dusun Jumbleng, Desa Sriwedari.

Rumah milik Unartin dan Kartudi tersapu longsoran hingga rata dengan tanah, sedangkan rumah Ponijah tertimbun bagian samping dan depan.

Saat kejadian pada Minggu (15/1) malam sekitar pukul 18.30 WIB, keluarga Unartin dan Ponijah sedang bepergian.

Salah satu pemilik rumah, Kartudi mengatakan, sebelum tebing setinggi 20 meter tersebut longsor, pada Minggu sore terjadi hujan deras. "Karena melihat kondisi mengkhawatirkan, sebelum longsor kami telah mengungsi ke tempat saudara," katanya.

Ia berharap mendapat bantuan dari pemerintah karena rumahnya telah hancur tertimpa longsoran.

Pada Senin pagi masyarakat dibantu sejumlah anggota TNI dan tim SAR Kabupaten Magelang terlihat menyingkirkan puing-puing reruntuhan dan mengevakuai barang yang masih bisa diselamatkan. Para korban saat ini ditampung di rumah saudara mereka. [ant].
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Hujan Deras, Tiga Rumah Tertimbun Tanah Longsor

Hadapi Cuaca Buruk, KKP Sediakan Rp800 Miliar Bantu Nelayan

JAKARTA--MICOM: Cuaca buruk hingga gelombang tinggi membuat nelayan enggan melaut membuat penghasilan dan produksi ikan menurun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencadangkan Rp800 miliar untuk bantuan kepada nelayan yang mengalami gangguan cuaca buruk.

"KKP mengalokasikan dana-dana mendadak melalui bantuan langsung nelayan (BLN) sehingga mereka bisa mencari usaha-usaha lain di daratan. BLN ini besar sekitar Rp800 miliar. Kami hanya akan memilih daerah-daerah yang terkena bencana gelombang tinggi."

Itu dikatakan Menteri KKP Cicip Sharif Sutardjo dalam seminar pemetaan logistik dan distribusi industrialisasi perikanan, Senin (16/1).

Untuk menyalurkan bantuan tersebut, Cicip masih menunggu laporan dari pemerintah daerah setempat yang memberikan data daerahnya terkena dampak gelombang tinggi dan cuaca buruk.
Cicip menunggu laporan tersebut hingga akhir minggu ini.

"Kami hanya akan memilih daerah-daerah yang terkena bencana gelombang tinggi. Daerah itu yang sedang kami inventarisasi. Kami meminta pemda memberikan laporannya kepada kami minggu ini karena harus cepat disalurkan," tambah Cicip.

Bantuan kepada nelayan yang gagal melaut itu masih dikaji KKP berupa uang tunai atau modal usaha. Besaran bantuan yang akan disalurkan pun belum dapat disebutkan. (Fid/OL-5).
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Hadapi Cuaca Buruk, KKP Sediakan Rp800 Miliar Bantu Nelayan

Longsor di Ponorogo Putuskan Jalan Desa

INILAH.COM, Ponorogo - Bencana tanah longsor menghantam sejumlah wilayah di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Di Desa Baosan Lor, satu buah rumah Ngrayun rata dengan tanah dan di Dusun Tunjungan, Desa Ngrayun material longsoran menutup jalan desa sepanjang 50 meter lebih.

Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Ponorogo, Siswanto mengatakan, saat ini pihaknya masih berusaha membersihakan material longsoran yang kebanyakan berupa tanah, batu dan pepohonan.

"Longsor ini terjadi karena tanah sudah tidak bisa lagi menampung debit air hujan. Dan saat ini kami masih kesulitan dalam menyingkirkan material longor. Karena sejumlah alat berat tidak bisa masuk ke lokasi," ujarnya, Senin (16/1/2012).

Siswanto menambahkan, proses pembukaan akses jalan menuju Desa Mrayan dan Wonodadi dilakukan secara manual yang melibatkan muspika, satuan Taruan Tanggap Bencana (Tagana), TNI, dan warga setempat menggunakan peralatan seadanya.

Selain longsor yang menutup akses jalan antar desa, bencana serupa juga meratakan sebuah rumah milik Darmani, warga Dusun Krajan, Desa Baosan Lor. Beruntung, ketika peristiwa itu terjadi, keluarga Darmani terlebih dahulu lari menyelamatkan diri.

"Sebelum kejadian pemilik rumah sempat mendengar suara bergemuruh. Kemudian ia langsung mengajak seluruh penghuni rumah untuk keluar dari rumah. Setelah beberapa saat berada di luar rumah mereka langsung longsor," tuturnya.

Dari data BPBD dari awal tahun sampai pertengahan Januari ini di wilayah Kabupaten Ponorogo telah terjadi sekitar 15-20 kali bencana tanah longsor. Dimana separuhnya terjadi di Kecamatan Ngrayun. Sisanya terjadi di empat kecamatan lain. Yakni Kecamatan Sawo, Slahung, Ngebel, dan Soko. [beritajatim.com].
--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Longsor di Ponorogo Putuskan Jalan Desa

Gempa 5,4 SR Guncang Sulawesi Utara

INILAH.COM, Jakarta - Gempa berkekuatan 5.4 Skala Richter (SR) mengguncang Sulawesi Utara, Senin, 16 Januari 2012 pukul 17.26 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, gempa dengan kedalaman 29 Km ini terjadi pada 156 km Tenggara Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. [mvi].

--------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Gempa 5,4 SR Guncang Sulawesi Utara

Banjir Banten Menelan Empat Korban Jiwa

Liputan6.com, Lebak: Banjir besar di Lebak, Banten, yang disebabkan meluapnya Sungai Ciujung telah menelan empat korban jiwa. Satu korban hanyut terbawa arus Sungai Ciujung di sekitar Kota Rangkasbitung, Ahad (15/1) petang.
Menurut saksi, korban hanyut bernama Mukhtar hanyut saat berusaha melompat dari tempatnya berdiri di bantaran Sungai Ciujung ke sebuah rakit bambu. Namun pencarian yang dilakukan petugas tak berhasil menemukan jasad Mukhtar.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Lebak sejak tiga hari terakhir juga dilaporkan menewaskan dua warga Kecamatan Wanasalam. Sementara di Kecamatan Lebak Gedong, seorang warga dilaporkan meninggal akibat tertimbun longsor.
Sejauh ini hujan masih sesekali mengguyur wilayah Lebak meski ketinggian air Sungai Ciujung berangsur surut. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Lebak, jumlah rumah yang terendam tercatat 5.146 unit, 15 di antaranya rusak berat.(JUM).
---------------------------------
OPERASI SANDI "AWAS!"
Pemangku Alam dan Adat
READ MORE - Banjir Banten Menelan Empat Korban Jiwa