Sabtu, 28 Agustus 2010

Trafo Induk Terbakar, Sebagian Jawa Barat Gelap Gulita


Liputan6.com, Kuningan: Satu unit trafo milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di gardu induk Pancalang Mandirancan, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (27/8) siang, terbakar. Trafo berkapasitas 500 Megavolt Ampere itu terbakar setelah sebelumnya sempat meledak.

Kobaran api besar serta kepulan asap tebal membuat petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kuningan yang dibantu pegawai PLN kesulitan memadamkan api. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, namun hingga lebih dari tiga jam api belum dapat dipadamkan. Menurut salah seorang petugas pemadam kebakaran, trafo yang berisi ratusan liter oli diduga menjadi penyebab utama api sulit dipadamkan.

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab ledakan yang mengakibatkan kebakaran hebat tersebut. Namun, sebagai akibat terbakarnya trafo listrik ini, pasokan listrik ke Kabupaten Cirebon dan sekitarnya berkurang. Pihak PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir pada waktu beban puncak.

Sementara itu, untuk meminimalkan pemadaman terutama pada waktu beban puncak, pihak PLN meminta pelanggan industri dan bisnis termasuk hotel di wilayah Kuningan, Cirebon, Majalengka, dan sekitarnya menyalakan genset masing-masing.

Sejauh ini pihak PLN belum mengetahui pasti penyebab ledakan pada bushing yang mengakibatkan kebakaran. PLN juga berencana memindahkan trafo interbus transformer (IBT) yang rencananya dipasang di Bekasi, Jabar, untuk menggantikan trafo yang terbakar di Pancalang Mandirancan. Pemasangan trafo itu sendiri diperkirakan memakan waktu satu bulan. (BJK/YUS)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Trafo Induk Terbakar, Sebagian Jawa Barat Gelap Gulita

Kamis, 26 Agustus 2010

Fenomena 4 Matahari di China di Luar Kebiasaan


INILAH.COM, Jakarta – Munculnya 4 matahari di China yang sempat menghebohkan, hanyalah fenomena biasa. Namun fenomena itu di luar kebiasaan karena harusnya hanya muncul 2 matahari.

Fenomena sun dog yang terjadi di China itu pada awal pekan lalu itu biasanya hanya memunculkan dua pembiasan cahaya matahari. Namun karena muncul empat, maka fenomena itu memiliki kekhususan tersendiri.

“Lazimnya terjadi dua cahaya di kanan dan kiri halo. Kalau 4 memang jarang terjadi,” kata Thomas Djamaludin, peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Ia menjelaskan banyaknya cahaya yanag muncul itu akibat pembiasan cahaya dan berdasarkan tingkatan kristal awan. “Lapisan kristal awan mungkin terdiri dari beberapa lapis. Lingkaran halo selanjutnya memunculkan efek pembiasan dari beberapa sun dog,” katanya.

Fenomena sun dog biasanya muncul di pagi hari saat matahari masih berada di dekat kaki langit. Jika terjadi di siang hari saat kristal es cukup tinggi biasanya hanya menampilkan fenomena halo.

“Sun dog dan halo biasa terjadi di musim dingin. Itu bukan hal aneh. Setiap muncul kristal es di arah matahari terbit, maka potensi sun dog akan terus ada,” kata Thomas lagi.

Fenomena sun dog juga pernah terjadi di Thailand dan Kazakhtan, pada Februari 2007.[ito]

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Fenomena 4 Matahari di China di Luar Kebiasaan

Longsor di Bogor, Dua Korban Tewas

Bogor - Empat penghuni rumah yang tertimbun longsor di Kampung Sindangsari, RT 2 RW 4, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (25/8/2010) malam, menelan dua korban jiwa.

Dua korban tersebut adalah Mumuh (51) dan Anisa (3,5). Mumuh ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB, sementara Anisa ditemukan sekitar pukul 23.55.

Dari pantauan detikcom, Anisa mengalami luka cukup parah di bagian kepala, serta patah tulang tangan dan kaki. Jenazah keduanya disimpan di posko yang berada di sekitar lokasi longsor.

Longsor terjadi sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan cukup deras mengguyur Kota Bogor sejak Rabu sore. Akibatnya, tebing setinggi 10 meter longsor dan menimbun dua rumah di bawahnya. Satu orang korban lagi, Nano (40), masih dalam pencarian tim SAR. (ahy/anw)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Longsor di Bogor, Dua Korban Tewas

Pesawat turis jatuh di Nepal, 14 tewas


BBC-Indonews. Sebuah pesawat penumpang jatuh di kawasan perbukitan di luar ibu kota Nepal, Kathmandu, Rabu (25/8) dinihari waktu Indonesia dan menewaskan 14 penumpang di dalamnya.

Di antara korban tewas terdapat enam warga negara Nepal, empat warga Amerika Serikat, seorang warga negara Inggris dan Jepang.

Pesawat milik maskapai Agni Air itu jatuh saat hujan lebat mengguyur kawasan di dekat desa Shikharpur, 80 kilometer sebelah selatan Kathmandu.

Pesawat itu tengah dalam perjalanan menuju kota Lukla, sebuah kota tujuan wisata di kawasan pegunungan Himalaya, namun di tengah jalan pesawat itu mengubah arahnya kembali ke Kathmandu karena cuaca buruk.

Akibat cuaca buruk pula, helikopter yang membawa tim penyelamat baru bisa mencapai lokasi kecelakaan beberapa jam kemudian.

"Puing-puing pesawat itu tersebar di ladang kami dan kami bisa melihat serpihan tubuh penumpang," kata seorang warga desa Pratap Lama kepada sebuah radio lokal.

Para pejabat setempat mengatakan mereka sudah menemukan sisa tubuh enam penumpang dan membawanya ke Kathmandu untuk keperluan identifikasi.

Wartawan BBC di Kathmandu, Joanna Jolly mengatakan setiap tahun ribuan wisatawan mengunjungi Lukla untuk memulai pendakian ke Gunung Everest.

Namun, bandara Lukla selama ini dianggap sebagai salah satu bandara yang paling sulit didarati ditambah cuaca pengunungan yang sukar ditebak menambah tingkat kerawanan bandara Lukla.

Landas pacu sepanjang 550 meter terletak di sebuah tebing di ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut dengan jurang sedalam 700 meter di ujung landasan.

Kecelakaan sudah pernah terjadi sebelumnya di kawasan ini tahun 2008 lalu. Saat itu sebuah pesawat terbang kecil jatuh di Lukla dan menewaskan 18 penumpang, termasuk 12 orang wisatawan asal Jerman. (bbc/bbc)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Pesawat turis jatuh di Nepal, 14 tewas

Rabu, 25 Agustus 2010

Puting Beliung Gagalkan Pasar Murah Ramadan

Liputan6.com, Kendari: Puting beliung terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/8). Akibatnya, tenda yang bakal digunakan untuk pasar murah porak poranda sehingga tak bisa digunakan.

Menurut Rustam, ketua panitia pasar murah Ramadan, acara pasar murah seharusnya digelar nanti sore. Untuk itu, panitia sudah memasang tenda yang nantinya digunakan untuk tempat distribusi sembako.

Namun, sebelum digunakan, angin puting beliung terlebih dahulu merobohkan tenda. Semua tempat yang disiapkan panitia hancur berantakan, hingga tak satu pun yang bisa digunakan.

Bastian, pekerja yang mendirikan tenda mengatakan, puting beliung terjadi ketika angin tiba-tiba muncul dari arah kanan tenda. Hanya dalam hitungan detik, angin langsung membuat tenda berantakan. Sejumlah pekerja juga langsung berhamburan menyelematkan diri.

Rustam akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra terkait pelaksanaan pasar murah Ramadan. Besar kemungkinan penyelenggaraan pasar murah tetap akan dilaksanakan di waktu mendatang karena sangat membantu rakyat yang membutuhkan sembako murah.(ULF)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Puting Beliung Gagalkan Pasar Murah Ramadan

Ilmuwan Bantah Teori Evolusi Darwin


INILAH.COM, Jakarta- Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Biology Letters mengungkapkan bahwa teori evolusi Charles Darwin mungkin salah.

Sementara Darwin berpendapat bahwa kompetisi merupakan kata kunci yang mengendalikan proses evolusi, tim peneliti dari University of Bristol malah berpendapat bahwa ‘ruang kehidupan’ merupakan faktor penting perubahan makhluk hidup.

Michael Benton, salah satu peneliti mengatakan bahwa timnya menyimpulkan bahwa persaingan antarmakhluk hidup tidak memainkan peran besar dalam keseluruhan pola evolusi.

“Studi baru mengusulkan bahwa perubahan evolusioner sangat besar terjadi saat binatang berpindah ke daerah yang kosong di mana belum diduduki oleh hewan manapun,” ujarnya.

“Sebagai contoh, saat burung berevolusi hingga memiliki kemampuan untuk terbang, maka ini membuka kesempatan baru yang tidak dilakukan oleh hewan lain. Langit secara harfiah menciptakan evolusi baru.”

Hal ini dijelaskan oleh Sarda Sahney pada penelitiannya. “Sepanjang waktu geologi, pola keragaman global dari keluarga tetrapod menunjukkan 97% memiliki kaitan dengan mode ekologi.”

Tapi ahli evolusi biologi dari Yale University Stephen Stearns mengatakan bahwa interpretasi itu cukup problematik. “Apa yang mendorong kehadiran lingkup ekologis pada dasarnya adalah usaha menghindari kompetisi dengan binatang lain yang sudah menempati wilayah tertentu,” katanya.[ito]

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Ilmuwan Bantah Teori Evolusi Darwin

Puting Beliung Gagalkan Pasar Murah Ramadan

Liputan6.com, Kendari: Puting beliung terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/8). Akibatnya, tenda yang bakal digunakan untuk pasar murah porak poranda sehingga tak bisa digunakan.

Menurut Rustam, ketua panitia pasar murah Ramadan, acara pasar murah seharusnya digelar nanti sore. Untuk itu, panitia sudah memasang tenda yang nantinya digunakan untuk tempat distribusi sembako.

Namun, sebelum digunakan, angin puting beliung terlebih dahulu merobohkan tenda. Semua tempat yang disiapkan panitia hancur berantakan, hingga tak satu pun yang bisa digunakan.

Bastian, pekerja yang mendirikan tenda mengatakan, puting beliung terjadi ketika angin tiba-tiba muncul dari arah kanan tenda. Hanya dalam hitungan detik, angin langsung membuat tenda berantakan. Sejumlah pekerja juga langsung berhamburan menyelematkan diri.

Rustam akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra terkait pelaksanaan pasar murah Ramadan. Besar kemungkinan penyelenggaraan pasar murah tetap akan dilaksanakan di waktu mendatang karena sangat membantu rakyat yang membutuhkan sembako murah.(ULF)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Puting Beliung Gagalkan Pasar Murah Ramadan

Selasa, 24 Agustus 2010

Tabung Gas Meledak, Dua Tewas, Enam Luka


Liputan6.com, Jakarta: Setidaknya dua orang tewas dan enam orang terluka akibat ledakan tabung gas di sebuah agen pengisian gas yang berlokasi di Jalan Mindi blok Y RT 13 RW 8 no 27, Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Selasa (24/8).

Seorang saksi mata yang rumahnya berada persis di depan lokasi kejadian menyebutkan, sebelum ledakan terjadi ia melihat sebuah truk datang untuk menurunkan tabung gas. Ia kemudian mendengar suara seperti tabung yang saling berbenturan. Lima menit kemudian terdengar bunyi ledakan keras disusul dengan keluarnya asap hitam tebal.

"Saya mendengar seperti bunyi tabung yang berbenturan. Gak biasanya sih seperti itu kalau lagi nurunin tabung gas," ujar Hasan yang menyaksikan peristiwa ledakan itu.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa lokasi ledakan itu biasanya tempat orang mengisi gas karbit. Sementara menurut polisi, rumah itu memang tempat agen pengisian gas seperti oksigen, Argon, LPG nitrogin, freon dan karbon dioksida.

"Sekarang masih dilakukan proses evakuasi dan identifikasi dari puslabfor. Belum diketahui pasti penyebabnya, tapi kemungkinan dari ledakan tabung gas," Kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Polisi Andap Budhi.(MLA)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Tabung Gas Meledak, Dua Tewas, Enam Luka

Menteri: Ledakan di Cikini Mungkin dari Biogas Kotoran Hewan


Jakarta - Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah menyangkal ledakan yang terjadi di Cikini berasal dari pipanya. Asumsi sementara yang bisa ditarik dari analisa lapangan, ledakan berasal dari biogas yang terakumulasi sedemikian rupa.

"Pada jarak 15 meter dari TKP baru ada pipa gas PGN. Dugaan sementara akibat bio gas yang sudah sekian lamanya terperangkap di saluran air dalam kondisi tertutup rapat. Jadi lalu timbul tekanan," jelas menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (24/8/2010).

Soal biogas, pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Darwin Saleh berkesempatan menjelaskannya. Menurutnya, biogas adalah gas yang menyeruak dari kotoran mahluk hidup.

"Anda tahu biogas? Itu mungkin ada kotoran binatang yang terakumulasi lama di sana di dalam saluran air," jelasnya.

Pagi ini ledakan gas terjadi di trotoar yang terletak di Jalan Cikini Raya. Tidak ada korban jiwa tetapi trotoar dan beberapa bangunan rusak. Karena bukan ledakan dari pipa PGN, maka pasokan gas tetap aman. (gah/ndr)

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Menteri: Ledakan di Cikini Mungkin dari Biogas Kotoran Hewan

Ledakan Terjadi di SPBU Cikini


Liputan6.com, Cikini: Sebuah ledakan terjadi di dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/8). Ledakan yang diduga akibat kebocoran pipa gas alam itu menghancurkan sederet ruas trotoar.

Sedikitnya enam titik lokasi dampak ledakan masih disterilisasi polisi. Menurut saksi mata, sebelum ledakan sempat tercium bau gas dari bawah trotoar di sepanjang Jalan Cikini. Hingga kini, petugas dan sejumlah staf Pertamina masih menyelidiki kasus ini.(WIL/SHA)

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Ledakan Terjadi di SPBU Cikini

Wow, Ada Ledakan Spektakuler di Galaksi


INILAH.COM, Jakarta- Peristiwa ledakan gunung api spektakuler berhasil difoto oleh teleskop milik NASA. Ledakan itu mencegah pembentukan ratusan juta bintang baru. Gambar ledakan ini tertangkap kamera agen luar angkasa Chandra X-Ray Observatory dan Very Large Array milik National Science Foundation.

Astronom mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi karena ledakan yang tiba-tiba terjadi di antara lubang hitam raksasa dan pendinginan gas.

Ledakan tersebut dihasilkan melalui galaksi raksasa M87 yang berada lebih dari 50 juta tahun cahaya. Satu tahun cahaya setara dengan 5,9 triliun mil.

Ilmuwan mengatakan bahwa lubang hitam yang menjadi sumber daya gunung api galaksi ini sekaligus mencegah pembentukan ratusan juta bintang baru.

Tetapi ledakan itu hanya peristiwa biasa. Ketika proses pembentukan bintang di galaksi di mana gas sangat panas mulai mendingin, maka ledakan akan muncul di sela-sela proses tersebut.

NASA mengatakan bahwa letusan kosmik ini sangat mirip dengan kejadian gunung berapi Eyjafjallajokull di Islandia. Kejadian tersebut telah melemparkan abu dan asap ke atmosfer sekaligus menyebabkan kekacauan industri penerbangan.

“Pada saat peristiwa Eyjafjallajokull, gas panas telah menyebar di permukaan lava dan menghasilkan gelombang kejut yang dapat dilihat melalui asap abu-abu gunung berapi," kata juru bicara NASA.

“Ini sama seperti gas vulkanik panas yang terus naik ke awan abu gelap. Seperti gunung api di bumi, gelombang kejut dapat dilihat dari tekanan lubang hitam di galaksi yang telah menarik partikel gas kluster,” ujarnya lagi.[ito]

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Wow, Ada Ledakan Spektakuler di Galaksi

Gempa 5 SR Pecahkan Umpak Keraton Jogja


Diyakini Tak Ganggu Konstruksi, Dinas PU Tetap Turunkan Tim

JOGJA - Gempa berkekuatan 5,0 skala Richter (SR) yang mengguncang Jogja Sabtu malam (21/8) merusak sejumlah bangunan utama di kompleks Keraton Jogja. Beruntung, kerusakannya ringan.

''Kerusakannya tidak berat kok. Tidak mengganggu konstruksi bangunan," tutur Pengageng Wahon Sarto Kriyo Keraton Jogja KGPH Hadiwinoto kemarin (22/8).

Menurut adik Sultan Hamengku Buwono X itu, kerusakan terjadi di Bangsal Kencono dan Bangsal Srimanganti. Di Bangsal Kencono, salah satu umpak (penyangga tiang) di sisi utara bergeser sekitar 5 sentimeter.

Bangsal Kencono merupakan bangsal utama keraton. Di tempat itu, Sultan kerap mengadakan acara. Salah satunya acara ngabekten tiap Idul Fitri. Bangsal Kencono juga biasa dipakai untuk upacara tinggalan dalem (ulang tahun) kelahiran raja.

Di Bangsal Srimanganti, tambah Hadiwinoto, ada empat umpak yang pecah. Meski begitu, kekuatan tiang tidak terpengaruh. "Umpak itu lebih bersifat sebagai aksesori. Sebab, tiang di Bangsal Srimanganti menyentuh lantai," terang pangeran yang dipercaya menjabat semacam menteri pekerjaan umum dan aset bangunan keraton tersebut.

Bangsal Srimanganti biasa dipakai Sultan untuk menjamu tamu. Bangsal yang lokasinya berhadap-hadapan dengan Bangsal Trajumas itu kerap dipakai untuk pentas tari bedoyo keraton.

Sementara itu, Bangsal Trajumas yang baru selesai direnovasi setelah ambruk akibat gempa pada 26 Mei 2006 tidak mengalami kerusakan sedikit pun. ''Bangsal Trajumas tetap kukuh, meski memakai umpak lama," lanjut Hadiwinoto.

Setelah meneliti kerusakan, Hadiwinoto memastikan segera memperbaikinya. "Bila tidak parah, kami akan pakai anggaran keraton," ungkapnya.

Kabar rusaknya sejumlah bangunan keraton itu tak urung memancing perhatian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM Provinsi DIJ Rani Sjamsinarsi. Kemarin Rani meninjau ke lokasi dengan didampingi Kabid Cipta Karya Gatot Saptadi dan tim ahli bangunan cagar budaya dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Atma Jaya.

Rani menyatakan segera menerjunkan tim khusus untuk memeriksa semua kerusakan tersebut. "Kami juga pikirkan biaya renovasi. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan karena bangunan itu termasuk cagar budaya," terangnya.

Meski tak ada korban jiwa, gempa malam itu membuat warga panik. Maklum, mereka masih trauma gempa hebat pada 2006 lalu. Apalagi, gempa Sabtu malam tersebut cukup terasa. Indikasinya, puluhan rumah di perbatasan Kabupaten Bantul-Gunungkidul rusak, meski ringan. (kus/jpnn/c6/soe)

-------------------------
" Alam dan Adat Bicara"
READ MORE - Gempa 5 SR Pecahkan Umpak Keraton Jogja