Minggu, 19 September 2010

Jl RE Martadinata Diprediksi Bisa Ambrol Lagi


Jakarta - Ambrolan di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, bisa bertambah lagi. Sebab kedalaman amblesan jalan mencapai lebih dari 5 meter. Hal itu diperparah dengan adanya pergerakan tanah."Bisa saja (ambrol lagi). Kalau kita melihat kedalaman amblesan ini yang mencapai lebih dari 5 meter dan juga gerakan tanah yang terbawa gelombang pasang surut," ujar Staf Puslitbang Sumber daya Air Kementerian PU Sudarta di lokasi ambrolnya jalan, Minggu (19/9/2010).Hari ini, Kementerian PU mengkaji gerakan air terhadap stabilitas struktur jalan. Hal itu ilakukan untuk mengetahui apakah ada gerakan yang bisa mengerosi struktur jalan."Penelitian telah dilakukan dua hari sejak kemarin, tempo yang diambil adalah tipografi kawasan yang ambles. Kita ingin tahu kawasannya. Kita ingin tahu juga dasar launya seperti apa," sambung Sudarta.Pihak Kemeterian PU juga mengukur kecepatan air dengan memasang alat ukur kecepatan air yang dipasang di kedalaman 8 meter. Untuk jangka panjang tiang pancang akan dipasang sampai ke dasar laut. Tujuannya adalah agar gerakan tanah tidak terbawa oleh air.Saat ini bagaimana pergerakan tanahnya? "Lambat atau merayap," kata Sudarta.Dalam bekerja, petugas Kementerian PU juga menggunakan waterpass. Ketika akan menancapkan alat ukur ke dalam air, petugas menggunakan perahu. Perahu dinaiki dua petugas. Satu orang bertugas mendayung, sementara seorang lainnya menancapkan alat ukur ke dalam air untuk mengetahui bentuk dasar laut.Hinga pukul 09.30 WIB, lokasi ambrolnya jalan masih menjadi tontonan warga. Sekitar 200 orang menyemut di tempat tersebut. Meskipun garis polisi sudah dipasang 100 meter dari tempat kejadian, tetap saja warga nekat menerobos.Salah seorang warga yang penasaran ingin melihat jalan ambrol adalah Supardi (21) yang tinggal di Warakas, Jakarta Utara. "Baru kali ini ke sini. Sudah dari kemarin ingin ke sini karena lihat di TV. Baru kesampaian sekarang. Saya di sini dari pukul 09.00 WIB. Ingin tahu saja bagaimana kalau melihat langsung," ujar Supardi. (vit/ndr)
--------------------------
am dan Adat Bicara "
READ MORE - Jl RE Martadinata Diprediksi Bisa Ambrol Lagi

Saat Warga Tidur Lelap Ratusan Rumah Terendam Air Banjir


TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Ratusan rumah di pemukiman padat penduduk di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung ,Jawa Timur Minggu (19/9/2010) dini hari, terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan banjir mulai melanda sekitar pukul 02.00 WIB akibat luapan air dari Sungai Song setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di atasnya sejak Sabtu (18/9) malam.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sejumlah warga mengaku rumah berikut harta benda mereka sempat terendam selama beberapa jam.

"Kami tak sempat menyelamatkan perabot rumah maupun harta benda yang ada di dalam rumah karena banjir terjadi saat warga tertidur lelap," kata Sunarti, warga Desa Bolorejo.

Selain merendam ratusan rumah warga, terjangan air bah selama beberapa jam itu juga memporakporandakan lahan pertanian setempat. Akibatnya, kerugian yang ditanggung petani maupun penduduk sekitar ditaksir mencapai seratus juta rupiah lebih.

"Banjir seperti ini memang selalu terjadi setiap tahun karena permukaan Sungai Song hampir sejajar dengan daratan," kata seorang warga Desa Bolorejo lain, Kumhayati.


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "

READ MORE - Saat Warga Tidur Lelap Ratusan Rumah Terendam Air Banjir

Puluhan Rumah di Kramat Pulo Hangus Terbakar


Liputan6.com, Jakarta: Kebakaran terjadi di kawasan bepemukiman padat di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Ahad (19/9) dinihari. Sedikitnya 10 rumah ludes dilalap si jago merah.

Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik dari sebuah rumah kosong yang ditinggal penghuninya mudik. Api dengan cepat menjalar ke rumah warga lainnya. Namun kondisi ini dimanfaatkan seorang remaja. Di tengah kepanikan, remaja tersebut diduga mencuri barang-barang milik warga. Alhasil, remaja itu babak belur dihajar warga yang kesal. Namun amukan berhasil diredam dan pelaku pencurian berhasil diamankan kepolisian.

Kobaran api berhasil dipadamkan setelah satu jam berlangsung. Belasan unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan. Tak ada korban jiwa dalam musibah kali ini. Namun, kerugian yang disebabkan kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kasus tersebut kini ditangani Polsek Senen. (MEL)



--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Puluhan Rumah di Kramat Pulo Hangus Terbakar

Senin, 13 September 2010

Pulau Enggano Krisis Air Bersih

Bengkulu (ANTARA News) - Seluruh desa di wilayah Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, sudah puluhan tahun dilanda krisis air bersih, dan hanya mengandalkan rembesan air laut sebagai sumber kehidupan.

Tetua Suku di pulau Enggano Rafli Zen, Senin, mengatakan, daerah tersebut mengalami krisis air bersih sejak tidak berfungsinya perusahan daerah air minum (PDAM) setempat puluhan tahun lalu.

Desa tersebut yakni, Desa Banjar Sari, Meok, Malakoni, Apoho, Kahyapu dan Desa Kaana.

"Sejak itu pula masyarakat menggunakan air sebagai sumber kehidupan hanya air sumur dari rembesan air laut," katanya.

Air yang dihasilkan sumur tersebut tidak layak dikatakan sebagai air sumur karena galian sumur hanya kedalaman 1,5 meter telah mendapat air, sementara kualitas air tersebut meragukan untuk kesehatan, ujarnya.

Hal senada disampaikan Suyitno Kepala Desa Kaana Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, ia menyayangkan sarana air bersih di daerah itu mubazir sejak puluhan tahun sehingga sekarang dalam kondisi rusak dan sebagian hilang.

Ia mengatakan, sumber air bersih di pulau yang berpenduduk 2.700 jiwa itu terdapat di dua desa, yakni Desa Meok dan Desa Kaana, keduanya bersumber dari mata air perbukitan.

Mata air tersebut saat ini difungsikan masyarakat setempat sebagai sumber irigasi buatan hingga dapat mengaliri area persawahan puluhan hektare.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara, Buyung Satria, saat dihubungi melalui telepon, di Bengkulu membenarkan kondisi masyarakat di pulau tersebut memerlukan air bersih PDAM.

"Kondisi itu betul adanya apa yang disampaikan masyarakat setempat, kita dalam kunjungan kerja unsur Muspida Kabupaten Bengkulu Utara tiga bulan lalu, telah melihat langsung kondisi masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian dan kekayaan laut itu," kata Buyung Satria.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah mengagendakan beberapa hal yang harus diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat setempat, ujarnya.(*) ANT/M027

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Pulau Enggano Krisis Air Bersih

Hati-hati Banjir di Subang-Sadang


SUBANG, KOMPAS.com — Imbauan ini untuk para pemudik yang hendak kembali ke Jakarta melalui jalur tengah Kadipaten-Cikamurang-Subang-Kalijati-Sadang, sejumlah titik di ruas jalur tersebut terutama antara Subang-Sadang tergenang air hujan. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa atau sekitar 30 sentimeter.

Genangan air hujan di antaranya terdapat di Jalan Raya Lebaksiuh, Dawuan, dan depan Pasar Kalijati. Selain itu, di ruas jalan yang menurun juga air ikut mengalir dengan arus cukup deras sehingga menyebabkan jalanan licin dan kendaraan mudah tergelincir.

Sejak Senin (13/9/2010) pagi hingga siang tadi, Subang dan sekitarnya diguyur hujan cukup deras, tetapi tidak disertai angin.

Meski cuaca kurang bersahabat, tetapi sejumlah kendaraan yang melintas di jalur tengah Subang-Sadang tetap ramai. Iring-iringan kendaraan dari arah Cirebon menuju Cikampek sudah ramai sejak pagi tadi. (roh)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Hati-hati Banjir di Subang-Sadang

Mobil Masuk Jurang di Wonosobp, Dua Tewas


WONOSOBO - Sebuah mobil bernopol AA 8746 BB terbang sejauh 20 meter dan mendarat di jurang sedalam 15 meter di Sungai Gajian, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Wonosobo, kemarin (12/9). Dua korban tewas dalam insiden tersebut. Seorang lagi dirawat di RSI Wonosobo karena terluka parah.

Korban tewas dikenali sebagai Andriyanto, 11, dan Mosita Dyah, 48, anak dan ibu. Korban luka parah adalah Ign Iryanto, 48, ayah dan suami korban. Ketiganya warga Dusun Maliyan, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang.

Insiden itu berawal saat mobil Zebra yang mereka naiki melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo. Saat melaju di turunan Reco, Iryanto diduga dikejutkan oleh motor di depannya. Untuk menghindari tabrakan, dia membanting setir ke kanan untuk mendahului motor tersebut.

Setelah menyalip motor, Iryanto kaget lagi karena mobil di depan motor tersebut hendak menyalip bus di depannya. Dia pun spontan membanting setir ke kiri. Nahas, mobilnya menghantam tembok pembatas jalan lalu "terbang" sejauh 20 meter, jatuh di jurang sedalam 15 meter, melintasi Sungai Gajian. "Mungkin remnya blong. Sebab, mobil itu sepertinya tak bisa dikendalikan," ujar Supriyanto, 34, saksi mata.

Bodi mobil itu remuk. Tiga penumpangnya segera dilarikan ke RSI Wonosobo. Menurut Andi Prabowo, paramedik RSI Wonosobo, Andriyanto dan Mosita tewas karena benturan keras di kepala. Iryanto juga terluka di kepala. "Kondisinya kritis," lanjutnya.

Kapolres Wonosobo AKBP Yavied Duma Parembang melalui Kasatlantas AKP Darmono menuturkan, berdasar keterangan saksi mata, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat rem blong. "Tapi, kami masih menyelidiki kondisi mobil tersebut," katanya. (zah/jpnn/c2/soe)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Mobil Masuk Jurang di Wonosobp, Dua Tewas

Eksplorasi Amole Mining Ancam Taman Nasional Lorentz


Timika (ANTARA News) - Kegiatan eksplorasi emas dan tembaga yang dilakukan perusahaan Amole Mining di Distrik Jila, Mimika, Papua, dinilai dapat mengancam kelestarian kawasan Taman Nasional Lorentz.

Kepala Balai Taman Nasional Lorentz Yunus Rumbarar di Timika, Jumat, mengatakan, lokasi kegiatan eksplorasi perusahaan Amole Mining di Kampung Hoeya, Distrik Jila, Mimika, berada dalam kawasan Taman Nasional Lorentz sehingga jika dilanjutkan harus mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan RI.

"Kegiatan pertambangan seharusnya tidak boleh dilakukan dalam kawasan taman nasional. Yang terjadi di Jila itu juga menyalahi aturan karena lokasi itu berada dalam kawasan Taman Nasional Lorentz," kata Rumbarar.

Menurut dia, larangan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan Taman Nasional Lorentz juga menjadi rekomendasi kegiatan sosialisasi zonasi Taman Nasional Lorentz lima kabupaten (Mimika, Asmat, Paniai, Intan Jaya dan Puncak Jaya) yang berlangsung di Hotel Serayu Timika, Kamis (2/9).

Rumbarar menjelaskan, setiap kegiatan eksplorasi pertambangan dalam kawasan taman nasional harus mendapat persetujuan Menteri Kehutanan RI. Kegiatan eksplorasi perusahaan Amole Mining di Hoeya, Jila, Mimika, untuk sementara waktu dihentikan menunggu izin pemakaian kawasan hutan dari Kantor Kementerian Kehutanan di Jakarta.

Ada lima distrik di Mimika yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yaitu Tembagapura, Mimika Timur Jauh, Jila, Jita dan Agimuga.

Seluruh kegiatan yang dilakukan pada kawasan tersebut, katanya, harus berkoordinasi dengan pengelola Taman Nasional Lorentz yang berkantor di Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Kampung-kampung yang berbatasan langsung dengan batas luar kawasan Taman Nasional Lorentz dijadikan zona penyangga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kawasan Taman Nasional Lorentz.

Direktur Konservasi Kawasan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Wiratno meminta hasil monitoring biota di daerah endapan tailing dapat diakses oleh pengelola Taman Nasional Lorentz dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Sebanyak 13 rekomendasi hasil sosialisasi zonasi Taman Nasional Lorentz di Timika diteruskan kepada Menteri Kehutanan cq Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA).

Beberapa rekomendasi dari pertemuan itu antara lain Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu kawasan strategis nasional dan situs warisan dunia di Provinsi Papua yang difungsikan sebagai kawasan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan secara lestari dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Taman Nasional Lorentz sebagai situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada 1999 perlu mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta, LSM baik nasional maupun internasional. (E015/N002)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Eksplorasi Amole Mining Ancam Taman Nasional Lorentz

Ajaib, Gempa 7,1 SR Tak Ada yang Tewas!


Chirstchurch -- Perdana Menteri (PM) New Zealand (NZ) John Key mengungkapkan keheranannya seka­ligus bersyukur pasca gempa 7,1 skala Richter yang menggoyang negerinya. Bagaimana tidak, gempa dahsyat yang meluluhlantakan Kota Chirstchurch sama sekali tidak menelan korban jiwa.

“Ini adalah keajaiban. Tidak ada yang tewas,” ujar John Key, saat meninjau lokasi kejadian di Kota Chirstchurch, kemarin. Namun diakuinya, memang terdapat warga yang mengalami luka ringan hingga luka parah. Menurut Key, salah satu alasan tidak banyak yang lolos dari gempa karena bencana alam itu terjadi sebelum fajar, di mana banyak warga melakukan aktivitas di luar gedung.

“Jika ini terjadi lima jam sebelumnya atau lima jam kemudian (ketika banyak orang di kota itu), maka akan terjadi pembantaian mutlak kehidupan manusia,” terang Key.

Profesor Geologi Mark Quigley dari Universitas Canterbury menjelaskan, gempa itu disebabkan oleh tabrakan antara lempeng Pasifik dengan lempeng tektonik Australia. Kini, NZ tengah berbenah. Pemerintah setempat berusaha menangani dan mengaktifkan berbagai kebutuhan sanitasi, seperti listrik dan air. Setidaknya 500 ge­dung, termasuk 90 properti pusat kota, hancur lebur, setelah gempa, Sabtu 4 September. (RMOL)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Ajaib, Gempa 7,1 SR Tak Ada yang Tewas!

Pasca Gempa Susulan ; Selandia Baru Perpanjang Keadaan Darurat


Christchurch, (Analisa). Petugas keselamatan Selandia Baru merobohkan bangunan yang rusak akibat gempa di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (8/9).

Pemerintah Selandia Baru memperpanjang keadaan darurat di Christchurch, Rabu (8/9) setelah gempa susulan kuat.
Gempa susulan berkekuatan 5,0 SR terjadi pukul 07.49 waktu setempat (02.49 WIB, Rabu), menyebabkan penduduk yang ketakutan berlamburan lari ke jalan-jalan, memutuskan aliran listrik sebentar dan menjatuhan puing-puing dari gedung-gedung yang sudah rusak.

Markas pertahanan sipil kota dan pusat kesejahteraan rakyat yang menampung penduduk kehilangan tempat tinggal akibat gempa Sabtu untuk sementara waktu dikosongkan.

Sekitar 1.000 pengendara mobil dalam terowongan sepanjang 1,9 km menghubungkan Christchurch dengan pelabuhan Lyttleton terdekat menjadi ketakutan setelah gempa susulan membuat retak bangunan itu.

Terowongan tadi ditutup sebagai tindakan pencegahan tapi akhirnya dibuka kembali setelah teknisi menemukan kerusakan tidak berat.

Gempa terbaru berkedalaman satu km dan jauh lebih dekat dengan pusat kota daripada gempa berkekuatan 7,0 SR, yang menyebabkan kerugian senilai miliaran dolar AS, kata para pakar seismologi.

Kementeriaan pertahanan sipil memperpanjang keadaan darurat di kota itu yang berakhir tengah hari Rabu (07.00 WIB) selama sepekan lagi, kendati keputusan diambil berdasarkan skala kerusakan pada Sabtu, bukan gempa susulan terbaru.

Kementerian Keuangan juga mengatakan, biaya perbaikan dari gempa itu kemungkinan senilai empat miliar dolar Selandia baru (2,7 miliar dolar AS), dua kali lipat perkiraan sebelumnya. (AFP/es)

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Pasca Gempa Susulan ; Selandia Baru Perpanjang Keadaan Darurat

Gempa 5,0 SR Guncang Jogjakarta


JOGJAKARTA, BANGKAPOS.com- - Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 skala Richter mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pukul 23.38 WIB, dengan pusat gempa 23 kilometer tenggara Bantul.

Menurut staf Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta David, di Jogjakarta, Minggu malam menjelang dini hari, pusat gempa berada di pantai dengan kedalaman 10 kilometer.

Ia menyebutkan pusat gempa berada di koordinat 8.10 Lintang Selatan - 110.37 Bujur Timur, atau 23 kilometer tenggara Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).ant

--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Gempa 5,0 SR Guncang Jogjakarta

Batavia Air Tujuan Jakarta Rusak di Pekanbaru


Pekanbaru (ANTARA News) - Pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan 566 dan rute Pekanbaru-Jakarta, pada pukul 13.00 WIB Senin, batal berangkat dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, Riau, karena mengalami kerusakan.

"Pesawat Batavia tujuan Jakarta dari SSK II batal berangkat pada pukul 13.00 WIB Senin, karena kerusakan teknis," kata Koordinator posko Lebaran bandara SSK II, Amintas Sinaga, kepada ANTARA, Senin.

Dia mengatakan, pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.00 WIB tujuan Jakarta itu masih dalam perbaikan.

"Kami sudah menyampaikan pembatalan keberangkatan pesawat ini kepada penumpang," urainya.

177 penumpang asal Pekanbaru yang hendak berangkat ke Jakarta terpaksa menunggu di bandara tersebut.

"Pihak Batavia sudah mengumumkan pembatalan ini ini kepada penumpang, dan penumpang nampaknya maklum menunggu pesawat pengganti atau pesawat yang rusak usai diperbaiki," tegasnya.

Dia mengungkapkan, Batavia sudah melakukan kewajibannya dengan memberikan konpensasi sesuai aturan kepada penumpang.(*) ANT/B012/AR09


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Batavia Air Tujuan Jakarta Rusak di Pekanbaru

Sabtu, 11 September 2010

Meregang Nyawa di Open House Istana


Bukan kali ini saja acara seperti membawa korban jiwa.

VIVAnews - Joni Malela, 45, barangkali tak pernah menyangka sebelumnya, bahwa dirinya bakal menemui ajal di Hari Raya Idul Fitri. Alih-alih mendapat uang Rp100 ribu, pria tunanetra asal Garut ini malah merengang nyawa saat mengantre di Istana Negara untuk bersalaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Penyebab tewasnya Joni sebetulnya belum dapat dipastikan secara medis. Sebab, dokter hanya memeriksa bagian luar tubuhnya. Dokter forensik RSCM, Wibisana Widyatmaka menyebutkan, tidak ada luka akibat kekerasan. "Dari hasil pemeriksaan dari kepala hingga kaki, tidak ada tanda-tanda kekerasan," ungkapnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Namun, yang bisa dipastikan, berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih usai melihat kondisi jenazah, Joni tewas bukan karena terinjak atau akibat kekerasan. "Sudah dilakukan pemeriksaan luar dan tidak dijumpai ada tanda-tanda kekerasan atau diinjak-injak," kata Endang.

Dalam keterangan persnya, Endang menyatakan, tim forensik siap jika keluarga bersedia untuk melakukan otopsi. Namun, Euis Rusmiati, istri Joni yang juga tunanetra dan agak tuli ini tidak bersedia jasad suaminya diotopsi.

"Setelah tadi bertemu, beliau (Euis) meminta langsung dimakamkan saja. Beliau ikhlas, langsung dimakamkan saja," ucap Endang setelah berdialog dengan Euis di kamar jenazah RSCM.

Berawal dari acara open house yang diadakan Presiden SBY di Istana Negara, Joni dan ribuan warga lainnya mendatangi Istana Negara. Saking banyaknya warga yang antre, desak-desakan pun terjadi. Joni yang terkulai lemah akibat berdesakan, segera dipapah petugas untuk diberikan pertolongan. Namun tak berdaya, Joni pun pingsan dan akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.

Ribuan warga berdesakan, mereka saling dorong masuk Istana Negara untuk bersalaman dengan Presiden SBY. Ribuan warga nampaknya khawatir, tak mendapat kesempatan bertemu Presiden SBY.

Nampaknya, bersalaman dengan Presiden bukan satu-satunya alasan warga rela antre lama-lama. Sebelumnya, beredar kabar bahwa akan ada pembagian uang sebesar Rp 300 ribu. "Katanya dapat Rp 300 ribu," kata Rina, seorang warga yang rela antre sebelum open house dibuka.

Hal yang sama juga dikatakan Ani, warga Tangerang. "Saya dapat kabar katanya dikasih Rp 300 ribu, makanya saya datang," ujar Ani.

Namun kabar pembagian uang dibantah pihak Istana. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha malah mempertanyakan kabar itu. "Keliru. Tidak ada pembagian duit. Itu kabar yang tidak bertanggung jawab. Dari mana ada kabar itu?" kata Julian yang menyesali informasi sesat itu.

Sebetulnya, kericuhan saat open house bukan kali ini saja terjadi. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pernah merasakan imbasnya mengadakan open house. Terlebih, acara silaturahmi itu disisipkan dengan pembagian sedekah, sembako atau apapun namanya.

Demi menghindari terulangnya kejadian serupa, gubernur DKI ini tidak mau ambil resiko. Dan menghentikan kegiatan open house disertai pembagian sedekah mulai tahun ini. "Tertutup untuk masyarakat umum," ujar Foke begitu sapaan Fauzi Bowo.

Dalam acara tahun lalu itu, Foke menyediakan 6000 paket sembako untuk warga kurang mampu di Jakarta. Gubernur juga menyiapkan angpao Rp 40 ribu untuk setiap warga. Hal itu jelas mengundang antusiasme warga. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan anak-anak pun menyemut di Balai Kota sejak pagi, hingga terjadilah kericuhan. VIVAnews


--------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Meregang Nyawa di Open House Istana