Selasa, 10 Januari 2012

Bantuan Korban Banjir Bandang Diserahkan

INILAH.COM, Painan — Malang nian nasib korban abrasi di Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang. Saat korban banjir bandang mulai menerima bantuan sebesar Rp25 juta, mereka justru dipastikan tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah karena dianggap bandel.

Terkait itu, Kepala BPBD Pessel Nashariyadi menyebutkan, tidak akan ada bantuan bagi mereka yang rumahnya hancur dikikis air laut. Penanganan kasus bencana alam berupa abrasi pantai tidak sama dengan penanganan akibat bencana banjir.

“Korban abrasi yang ada di Pasir Putih saat ini tidak termasuk kepada korban yang harus memperoleh bantuan, meski rumahnya hancur. Soalnya mereka mendirikan rumah dan tinggal di lokasi yang tidak diizinkan pemerintah,” kata Nashariyadi Selasa (27/12).

Menurut Nashariyadi, warga di Pasir Putih tinggal di zona merah atau di lokasi yang sangat dilarang. Pemerintah malah sering mengingatkan warga untuk tidak membangun rumah di zona terlarang tersebut karena rawan bencana.

“Namun warga tidak mengindahkan peringatan itu. Sudah jelas lokasi tersebut rawan abrasi atau bencana lainnya, masih saja membangun rumah atau bangunan lainnya di lokasi itu,” katanya.

Disebutkannya, berbeda jika rumah mereka runtuh akibat dihondoh banjir, meskipun tinggal di bibir pantai. Bagi korban banjir pemerintah memang mengalokasikan dana untuk itu, karena bangunan tersapu akibat air yang datangnya bukan dari laut.

Dikatakan Nashariyadi, pemerintah hanya memperbolehkan mendirikan bangunan di pinggir pantai dengan jarak seratus meter.

“Jika kurang dari jarak itu maka berarti sama saja sengaja masyarakat tersebut sengaja membuat bencana sendiri,” katanya.

Terkait dengan tidak akan adanya bantuan pemerintah bagi rumah yang runtuh, maka Yenni (36), korban abrasi di Pasir Putih menyebutkan, ia merasa pemerintah telah menganak tirikan korban bencana.

Menurutnya, pemerintah tidak pantas menyebutkan kami ini tidak layak diberikan bantuan gara gara tinggal dizona merah.

“Kami sudah membangun rumah cukup lama di kawasan ini. Saat membangun rumah kami tidak mendengar ada pelarangan dari pemerintah. Bahkan di kawasan ini ada rumah yang didirikan 20 tahun lalu. Oleh karena itu tidak adil kiranya pemerintah punya kebijakan seperti itu,” katanya.

Cuaca Buruk

Kepala BPBD Pessel Nashariyadi menyebutkan, saat ini di Pasir Putih Kambang diturunkan alat berat berupa satu unit ekskavator. Namun ekskavator tersebut tidak bisa dioperasikan akibat gelombang masih tinggi.

“Di Pasir Putih cuaca masih buruk, sehingga alat berat tidak bisa beroperasi. Bahkan alat untuk meluncurkan pasir kedalam karung besar juga hanyut terseret ombak,” kata Nashariyadi.

Dikatakannya, cuaca buruk dengan gelombang tinggi akan berlangsung hingga satu minggu kedepan. Maka selama itu pula alat berat tidak bisa difungsikan. “Meski demikian, pemerintah tetap ingatkan warga di Pasir Putih untuk berhati hati,” katanya lagi.

Bantuan Diserahkan

Sementara itu Wakil Bupati Pessel Editiawarman menyebutkan, bantuan tahap pertama bagi korban banjir bandang di Pesisir Selatan mulai Selasa (27/12).

“Hari Selasa diserahkan bantuan tahap satu di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lengayang dan Kecamatan Sutera. Tiap tiap Kepala Keluarga yang rumahnya hancur akan memperoleh sebesar Rp10 juta,” kata Editiawarman.

Kemudian pada tahap dua nanti diserahkan lagi Rp10 juta dan terakhir Rp5 juta. Namun yang perlu diingat oleh warga yang rumahnya runtuh di pinggir pantai, uang tersebut tidak dibenarkan dipergunakan membangun rumah di pinggir pantai.

“Jika ketahuan, ada warga yang membangun kembali rumahnya di pinggir pantai, maka dana tahap dua dan tiga tidak akan diserahkan. Jika diserahkan juga berarti pemerintah sama saja membiarkan warga menciptakan bencana lagi untuk mereka,” kata Editiawarman.

Ia mengatakan, setelah Lengayang dan Sutera, pencairan dana bantuan akan dilanjutkan ke Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Tapan dan Lunang Sialut. [mor]

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Bantuan Korban Banjir Bandang Diserahkan

Menikam Protokol Kyoto di Durban

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak siang, hujan lebat mengguyur Kota Durban di Afrika Selatan. Hingga Ahad malam pekan lalu (27 November), hujan tersebut belum selesai menuntaskan tugasnya di kota tepi laut yang berpenduduk 3,5 juta jiwa itu.

Qodeni Ximba baru beranjak tidur ketika tiba-tiba dinding rumahnya dihantam banjir bandang. Perempuan berusia 17 tahun itu tewas bersama 10 penduduk Durban lainnya. Korban lain adalah bayi dan kedua orang tuanya yang tengah tidur lelap.

"Apakah Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Durban dapat mencegah kematian Ximba dan lainnya?" tanya Amy Goodman dalam tulisannya di Guardian. Pada artikel berjudul “Mengapa Durban Menjadi Kesempatan Terakhir Protokol Kyoto”, dia mengutip informasi naiknya curah hujan di Durban dua kali lipat sepanjang November.

Sehari setelah tragedi banjir itu, Christiana Figueres, Sekretaris Eksekutif United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), membuka konferensi di Albert Inkosi Luthuli International Convention Centre, Durban. Pertemuan Iklim tahunan yang dihadiri menteri lingkungan dan negosiator dari 195 negara bakal berlangsung sampai 9 Desember.

Dalam pidato pembukaannya, Figueres menjelaskan bahwa Durban harus bisa menangkap momentum global untuk perubahan iklim. Edna Molewa, Menteri Lingkungan dan Ketua Delegasi Afrika Selatan menjanjikan bahwa Durban membawa harapan dan aspirasi Afrika serta negara berkembang. "Untuk berhasil dalam menjaga Protokol Kyoto sebagai bagian dari rezim iklim di masa depan."

Protokol Kyoto merupakan hasil Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Kyoto, Jepang, pada
1997. Kesepakatan ini mewajibkan negara maju yang disebut Annex I untuk menurunkan emisi gas rumah kaca 5,2 persen dari level 1990, sehingga suhu bumi tidak naik lebih dari 2 derajat Celsius.
Amerika Serikat akhirnya menolak meratifikasi Protokol Kyoto, sedangkan Cina, India, dan Brasil ketika itu masih menjadi negara berkembang yang belum maju perekonomiannya. Meski demikian, protokol ini menjadi dasar hukum program-program mitigasi dan perdagangan karbon.

Komitmen periode pertama Protokol Kyoto akan berakhir pada Desember 2012. Namun hingga Konferensi Iklim di Cancun, Meksiko, tahun lalu, belum ada kesepakatan baru mengenai nasib Protokol Kyoto. Pada Konferensi Iklim di Durban tanda-tanda kematian Protokol Kyoto mulai kelihatan sejak awal.

"Kyoto adalah masa lalu," kata Menteri Lingkungan Hidup Kanada, Peter Kent, sehari menjelang Konferensi Durban. Sikap Kanada ini mengikuti jejak Rusia dan Jepang, yang sama-sama meratifikasi Protokol Kyoto. Tiga negara ini ogah membuat komitmen jika pengemisi besar lainnya, yaitu Amerika Serikat dan Cina, tidak ikut serta.

Padahal Amerika Serikat tidak melirik aturan yang mengikat. "Kyoto tidak ada di atas meja kami," ujar Todd Stern, kepala negosiator Amerika Serikat. Amerika Serikat akan menuntut bahwa setiap komitmen jangka panjang, ujarnya, berlaku untuk semua negara signifikan.

Cina dan India menolak tuntutan tersebut. Keduanya menjelaskan, emisi per kapita-nya jauh lebih rendah ketimbang Amerika Serikat. Mereka menghendaki negara-negara Annex I mewujudkan janjinya memotong emisi sesuai dengan target yang ditetapkan.

Bagaimana nasib Protokol Kyoto di Durban? "Sama seperti Julius Caesar yang tewas ditikam orang-orang dekatnya," kata John Vidal, wartawan Guardian. Dia khawatir sejumlah negara miskin diam-diam bergabung dengan negara kaya setelah mendapat iming-iming. Sedangkan Cina dan India tidak ingin diikat dengan kewajiban ketat.

Memasuki pekan kedua, para menteri lingkungan hidup mulai berdatangan di Durban. Menghadapi kebuntuan negosiasi, muncul wacana melakukan gerakan Occupy Durban oleh sejumlah diplomat negara berkembang. Mereka tergerak dengan seruan mantan Presiden Kosta Rika untuk meninggalkan ruang sidang sampai pembicaraan substansial tercapai.

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Menikam Protokol Kyoto di Durban

Senin, 09 Januari 2012

2012, Amankah Datang ke Negara-Negara Ini?

TAMPAKNYA, 2011 merupakan tahun yang berat bagi beberapa negara lantaran bencana alam. Lantas, apakah negara-negara ini sudah lebih pulih di 2012?


Jepang sempat mengalami bencana alam gempa dan tsunami, negara-negara Timur Tengah seperti Mesir dan Tunisia juga mengalami gejolak politik, sebagian hal yang menyebabkan negara-negara tersebut mengalami penurunan wisatawan mancanegara yang cukup signifikan.

Bagaimana dengan 2012, apakah sudah cukup aman untuk mengunjungi negara-negara tersebut? Berikut ulasannya, seperti dikutip Budgettravel, Selasa (03/01/2012):

Jepang

Maret 2011, gempa dengan kekuatan 8,9 skala richter mengguncang negara ini. Gempa disusul dengan tsunami menyerang wilayah pantai timur laut Jepang dan mengambil nyawa ribuan orang.

Belum cukup, gempa ini mengakibatkan hancurnya pembangkit listrik nuklir Fukushima Daiichi, dikhawatirkan radiasi nuklir menyebar ke beberapa area. Menurut sebuah agen perjalanan Jepang, InsideJapan Tours, beberapa turis memang membatalkan kunjungannya ke Jepang akibat bencana ini, namun banyak juga yang sekadar menunda dan kembali mengunjungi Jepang dalam beberapa bulan setelah negara ini pulih.

Mereka juga mengakui pariwisata cukup terpukul atas bencana ini, namun terbukti dalam tiga bulan sektor wisata mulai bangkit. Meskipun hari pertama 2012 diawali dengan cukup buruk, yakni gempa 7 skala richter, Jepang dinilai masih aman dikunjungi. Namun, disarankan untuk menghindari daerah-daerah dekat pembangkit listrik tenaga nuklir. Tokyo, Kyoto, dan Osaka adalah tempat wisata yang cukup aman apabila terjadi bencana tidak terduga.

Mesir

Di 2011, negara-negara Timur Tengah mengalami gejolak politik yang cukup panas, salah satunya Mesir. Diawali protes terhadap pemerintahan Husni Mubarak pada Januari kemudian kerusuhan pada Okotober. Meskipun Husni Mubarak telah turun, revolusi terus berlanjut dan dikhawatirkan masih akan ada aksi-aksi lanjutan.

Namun Departemen Pariwisata Mesir meyakinkan bahwa negara ini sudah aman bagi wisatawan, khususnya Kairo yang kini dijaga banyak polisi. Bahkan untuk menarik kembali wisatawan yang jumlahnya menurun drastis di 2011, Departemen Pariwisata Mesir membuka kembali pesiar di Sungai Nil yang telah ditutup selama 16 tahun. Kunjungan ke Mesir cukup aman, namun sebaiknya menunggu dan melihat kondisi di bulan-bulan pertama 2012 ini dulu.

Yunani

Perekonomian Yunani memang sedang dalam kondisi yang buruk saat ini, begitu pula perekonomian di negara-negara Eropa lainnya. Namun ternyata, krisis ini tidak memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Yunani pada 2011.

Asosiasi Pariwisata Yunani melaporkan bahwa jumlah kunjungan ke Yunani naik sebesar 12 persen. Namun, wisatawan tetap harus berhati-hati karena apabila krisis ini tidak kunjung selesai, dikhawatirkan akan terjadi kerusuhan dan demonstrasi seperti Oktober 2011 lalu, saat 74 demonstran bentrok dengan 32 polisi dan membuat beberapa tempat dan transportasi umum ditutup.

Pada 2012 ini, kunjungan ke Yunani sebaiknya ditunda hingga krisis perekonomian mereka membaik, atau apabila harus mengunjungi Yunani, maka tetaplah berada di kota-kota besar seperti Athena.

Bangkok, Thailand

Menjelang akhir 2011, Bangkok dilanda banjir besar akibat hujan berkepanjangan yang tidak berhenti selama tiga bulan. Banjir melanda sebagian besar wilayah negara ini, termasuk Ibu Kota Bangkok dan beberapa objek-objek wisata, salah satunya Situs Warisan Budaya UNESCO, Istana Ayutthaya.

Banjir juga merendam beberapa bandara internasional dan menyebabkan banyak penerbangan yang dibatalkan. Awal Desember 2011, banjir yang memakan ratusan korban jiwa telah surut dan kini, Bangkok berbenah untuk kembali menyambut wisatawan.

Di 2012, cukup aman mengunjungi Bangkok, asalkan terlebih dahulu melihat situasi cuaca setempat. Apalagi di 2012, Thailand memberikan banyak promosi dan diskon untuk menarik wisatawan yang sempat menurun saat bencana banjir.(ftr).

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - 2012, Amankah Datang ke Negara-Negara Ini?

Menko Kesra: Waspada Banjir Hingga Februari

SOLO, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor masih akan menjadi ancaman bagi hampir seluruh wilayah di Indonesia hingga Februari 2012. Hal itu disebabkan curah hujan yang masih tinggi hingga bulan depan.

Dalam kunjungannya ke Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/1/2012), Agung meninjau wilayah rawan banjir di bantaran Sungai Bengawan Solo sekaligus meninjau mobil Kiat Esemka. Agung menjelaskan, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diketahui bahwa curah hujan di hampir seluruh wilayah di Indonesia akan tinggi hingga bulan Februari.

"Bahkan curah hujan diperkirakan lebih tinggi mencapai tiga kali lipat dibanding biasanya dan hal tersebut bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor," kata Agung.

Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan terburuk akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut, Agung mengatakan, pemerintah pusat telah meminta daerah untuk tetap waspada. Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan imbauan kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

"Kami juga telah meminta BMKG untuk menyosialisasikan mengenai kondisi cuaca ke seluruh pemerintah daerah agar nantinya bisa diteruskan ke pihak pelabuhan, bandar udara, dan lain sebagainya," ujarnya.

Dia menjelaskan, pemerintah akan memerhatikan seluruh wilayah di Indonesia terkait waspada bencana banjir. Hal ini dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam dalam cuaca ekstrem. Agung mengatakan, Pulau Jawa termasuk wilayah dengan penduduk terbanyak dan memiliki peluang cuaca buruk hingga Februari mendatang.

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Menko Kesra: Waspada Banjir Hingga Februari

Menko Kesra Minta Pemprov DKI Tiru Surakarta

SOLO (Pos Kota) – Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia mewaspadai terjadinya banjir selama Januari hingga Februari 2012.

“Cuaca ekstrem selama dua bulan ke depan membuat seluruh pemerintah daerah harus waspada banjir,” kata Agung Laksono usai meninjau lokasi banjir di bantaran Sungai Bengawan Solo dan mobil Kiat Esemka di Solo, Senin.

Agung menjelaskan, berdasarkan ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diketahui bahwa curah hujan di hampir seluruh wilayah di tanah air tinggi hingga bulan Februari. Cuaca ekstrem di Indonesia ini merupakan ekor dari Badai Washi di Filipina yang menewaskan 1500 orang.

“Untuk itu, pemerintah daerah harus mempersiapkan antisipasi jika terjadi keadaan yang paling buruk akibat tingginya curah hujan seperti banjir, longsor dan lain sebagainya,” katanya.

Dia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah memberikan imbauan kepada seluruh pemerintah daerah.

“Kami juga telah meminta BMKG mensosialisasikan kondisi cuaca ke seluruh pemda supaya diteruskan ke pihak pelabuhan, bandar udara, pertanian dan sebagainya,” katanya.

Menko Kesra menjelaskan, pemerintah pusat memperhatikan seluruh wilayah di Indonesia terkait waspada bencana banjir.”Khususnya yang jumlah penduduknya sangat banyak seperti Pulau Jawa untuk menghindari jatuhnya korban jiwa,” katanya.

Agung Laksono menjelaskan, Pulau Jawa termasuk wilayah dengan penduduk terbanyak dan memiliki peluang cuaca buruk hingga Pebruari mendatang.

RELOKASI PERMANEN

Agung menjelaskan, kehadirannya di Solo juga dalam rangka melihat kesiapan pemerintah daerah mengantisipasi bencana alam banjir. Apalagi kawasan bantaran Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut dihuni oleh jutaan penduduk.

Dia memuji progam Pemkot Surakarta menangani banjir dengan melakukan relokasi warga yang menetap di kawasan bantaran secara permanen, dan selanjutnya kawasan tersebut dijadikan hutan kota sebagai daerah resapan. Selain itu juga di Bantaran Bengawan Solo dilakukan perbaikan tanggul, pemasangan pompa dan pelebaran sungai.

“Semoga daerah-daerah lain bisa meniru yang dilakukan Pemkot Surakarta ini. Selain itu juga harus tetap dijaga agar kawasan bantaran yang sudah dihutankan , di musim kemarau saat sedang surut tidak dihuni lagi oleh warga. Sebab kalau dibiarkan dihuni lagi, itu berarti kita membiarkan warga kita tinggal di atas sungai,” kata Menko Kesra.

Meskipun diakui agak sulit diterapkan di Jakarta, namun Agung menegaskan relokasi seperti yang dilakukan di Solo merupakan solusi permanen terhadap penanggulangan banjir di Kali Ciliwung.

Kesulitan bagi Jakarta adalah lahan bantaran Kali Ciliwung saat ini sudah dihuni tidak kurang dari 72 ribu kepala keluarga. “Rumah-rumah di kawasan itu sudah banyak dan padat hingga bersusun empat,” ujarnya. (aby/b).

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Menko Kesra Minta Pemprov DKI Tiru Surakarta

BENCANA ALAM DI KULONPROGO 160 TITIK ; Kerugian Capai Rp 1,1 Miliar

WATES (KR) - Bencana alam tanah longsor, banjir, maupun angin ribut yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo selama awal Januari 2012 terdapat di 160 titik yang tersebar di 6 kecamatan. Kerugian sementara yang berhasil dilaporkan masyarakat mencapai Rp 1,1 miliar lebih. Dan hingga saat ini pendistribusian bantuan baru sebatas logistik. Sementara bantuan yang berupa uang belum dapat diberikan menunggu bantuan dari APBD, APBD provinsi, maupun pusat.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Drs Untung Waluya kepada wartawan, Jumat (6/1).
“Enam kecamatan yang merupakan titik bencana masing-masing Girimulyo 22 titik, Kalibawang 14 titik, Kokap 30, Pengasih 6, Samigaluh 80, dan Sentolo 8 titik,” katanya.
Bencana alam tersebut, kata Untung, mengakibatkan 6 rumah, musala maupun 3 sekolah roboh, sawah terendam air, jalan tertutup longsor dan adapula yang terputus. Di samping itu ternak kambing dan sapi sebanyak 12 ekor hilang, serta kerugian lainnya.
“BPBD bersama dinas terkait terus melakukan verifikasi terhadap lokasi bencana. Ada 4 personel dari tim verifikasi yakni dari BPBD, Bagian Pembangunan Setda, DPU, dan Bappeda yang melakukan validitas data yang ada, sehingga nantinya akan terekab angka riil kerugian. Karena laporan kerugian yang diterima selama ini baru dari masyarakat, dan pemkab langsung melakukan pendataan ulang. Dari hasil verifikasi ini nantinya akan dipakai untuk memetakan masalah agar solusinya dapat segera dilakukan dengan tepat,” ujar Untung.

Sembari menunggu dana dari pemerintah, imbuh Untung, pihak BPBD juga telah melakukan pendekatan dengan berbagai kalangan untuk membantu para korban bencana alam tersebut.
“Dari sekian yang kami hubungi, baru Pertamina yang berempati dan sudah melakukan peninjauan. Namun terkait bantuan dari Pertamina, kami hingga saat ini masih menunggu hasilnya. Selama menunggu kami juga akan mengajukan proposal ke pusat,”tuturnya.
Selain verifikasi, pihaknya juga sudah mengirim alat berat berupa backhoe ke lokasi bencana terutama di Nyemani. Selain alat berat, juga dipinjamkan 10 angkong untuk kegiatan kerja bakti di lokasi bencana.
“Sementara ini, penanganan prioritas penanggulangan bencana yang mendesak dilakukan adalah kerja sama dengan instansi terkait yakni penanganan orang-orang yang sakit. Kami minta agar Dinkes mengecek para korban bencana ini yang berobat di puskesmas-puskesmas di lokasi bencana. Demikian pula terhadap rumah-rumah yang roboh, masih menunggu langkah selanjutnya apakah oleh Dinsosnakertrans akan dimintakan Bahan Bangunan Rumah (BBR) atau menggunakan bantuan tak terduga,” kata Untung. (Wid).

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "


READ MORE - BENCANA ALAM DI KULONPROGO 160 TITIK ; Kerugian Capai Rp 1,1 Miliar

Indonesia-Australia Bahas Penanganan Bersama Bencana Polhukam / Senin, 9 Januari 2012 14:30 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd datang ke Indonesia membahas berbagai isu-isu strategis seperti ekonomi. "Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai penanganan bencana alam bersama untuk wilayah Asia dan Australia," kata Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa usai menerima kunjungan Menlu Australia Kevin Rudd, di Jakarta, Senin (9/1).

Hasil pembicaraan tersebut akan dibahas selanjutnya dalam pertemuan puncak Asia Timur (EAS). "Nantinya, apa yang sudah dibicarakan akan dibawa ke pertemuan puncak Asia Timur (EAS). Dalam pertemuan itu akan dibahas mengenai kerangka kerja tentang bencana alam, di mana masing-masing negara yang tergabung harus menaatinya," kata Marty.

Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd mengatakan, penanganan bencara alam secara terkoordinasi sangat diperlukan selain membicarakan mengenai peningkatan ekonomi, investasi dan masyarakat kedua negara. "Hubungan antara Indonesia dan Australia sangat penting dan erat. Australia akan terus meningkatkan hubungan agar lebih kuat lagi," kata Rudd.

Usai bertemu dengan Menlu Marty, Kevin Rudd juga bertemu dengan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian serta tokoh bisnis. Selain itu, juga membicarakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia dan ekspor ternak ke Indonesia.(Ant/BEY)

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Indonesia-Australia Bahas Penanganan Bersama Bencana Polhukam / Senin, 9 Januari 2012 14:30 WIB

Jabar Kebanjiran Terus, Pemprov Nyatakan Darurat Bencana Alam


BANDUNG (Pos Kota) - Gara-gara curah hujan di wilayah Jawa Barat dini tinggi dan tergolong ekstrim, Gubernur Ahmad Heryawan, menetapkan Jawa Barat kini dalam status siaga darurat bencana alam selama empat bulan.

Selama kurun waktu empat bulan ini masyarakat Jabar supaya tetap ada dalam waspada terutama di wilayah kabupaten yang berpotensi bencana alam. “ Siaga darurat bencana alam tertuang dalam surat dinas Gubernur, dengan kurun waktu empat bulan,” kata Sigit, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Jabar, kepada wartawan di Gedung Sate, Senin.

Dia menjelaskan, siaga darurat bencana alam, mengacu kepada surat Gubernur mulai efektif 3 Januari hingga 3 Mei 2012. Dengan adanya surat tadi, lanjut Sigit, membuktikan kalau Pemerintah dan pemerintah daerah merupakan penanggung jawab dalam penanggulangan bencana, baik pra bencana, tanggap darurat, hingga ke rehab rekon.

“Selama empat bulan ini kami selalu waspada dan siaga bergerak jika ada wilayah yang terkena bencana alam. Maklum, cuaca dan curah hujan kini sangat tinggi,” tegasnya.

Rujukan munculnya status siaga darurat bencana alam, demikian Sigit, hasil rapat koordinasi 22 Desember 2011 dedngan BMKG, BPBD Kabupaten dan kota se-Jabar.

Dalam rapat itu terungkap perlu dilakukan antisipasi yang koprehensif dalam menghadapi prediksi peningkatan curah hujan tinggi hingga Maret 2012. “ Hasil rapat itu pun mednyekapi untuk antisipasi serius karena dalam kurun waktu 4 bulan curah hujan tinggi sehingga berpotensi bencana alam berupa longsor,” pungkas Sigit. (dono/dms)


------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Jabar Kebanjiran Terus, Pemprov Nyatakan Darurat Bencana Alam

Minggu, 08 Januari 2012

Masyarakat Kepulauan Membutuhkan Helikopter


UMENEP - Cuaca ekstrim yang melanda wilayah perairan kepulauan Kabupaten Sumenep yang diprediksi bakal berlangsung sepekan ke depan membuat Syahbandar Kalianget melarang semua operator kapal melakukan pelayaran, baik ke Pulau Masalembu, Kangean maupun ke Sapeken, sejak Sabtu (7/1) kemarin.

"Semua operator kapal dianjurkan tidak melakukan aktivitas, seiring dengan ketinggian ombak yang mencapai 3 meter. Pihak BMKG memprediksi, cuaca buruk bakal berlangsung sepekan kedepan," kata Fadjar Sidik, salah seorang petugas Syahbandar Kalianget, Sumenep, Minggu (8/1).

Perairan Sumenep dilayani banyak operator kapal, yakni Kapal Express Bahari 3C milik PT Sakti Inti Makmur (SIM) melayani Kalianget-Kangean, Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I dan II, milik PT Sumekar melayani Kalianget Kangean dan jalur keperintisan (Pulau Masalembu), dan kapal milik Dharma Lautan Utama yang melayani Kalianget-Sapeken dan Banyuwangi.

Kondisi gelombang, kata dia, sangat membahayakan pelayaran, terutama pelayaran terjauh semisal Masalembu dan Kangean. Apalagi kapal cepat yang sangat berisiko tinggi saat cuaca buruk. "lebih baik tidak melayani pelayaran selama cuaca kurang baik, karena mengancam keselamatan penumpang dan crew dari kapal itu sendiri," ujarnya.

Manager Operasional PT Sumekar, Bambang Supriyo, membenarkan jika ada saran untuk tidak berlayar. Sebab, selain angin cukup kencang juga gelombang laut rata-rata mencapai 3 meter. "DBS II sempat menjual tiket, namun karena cuaca buruk akhirnya dibatalkan. Kami off dulu sampai cuaca membaik," katanya.

Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Kelas III C Kalianget, Sumenep, Syamsul Arifin menjelaskan, gelombang diperairan Sumenep mencapai 3 meter. Lebih-lebih yang termasuk perairan Laut Jawa, semisal Masalembu. "Sewaktu-waktu, kondisi cuaca di tengah laut bisa lebih ekstrim dari perkiraan. Dan kecepatan angin rata-rata 45 kilomter per jam," katanya.

Ditemui terpisah, salah seorang anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Dul Siam mengatakan, setiap kali cuaca buruk hingga menghentikan aktivitas pelayaran, masyarakat kepulauan dalam kondisi ketar-ketir. Sebab, akan berdampak pada stok sembilan bahan pokok (sembako). "Kalau cuaca buruk, otomatis stok sembako akan berkurang. Saat ini saja, stok sembako sudah menipis seiring dengan seringnya cuaca buruk dan menghentikan aktivitas pelayaran," katanya.

Cuaca buruk, kata dia, bukan hanya sekali dalam setahun, melainkan sering kali terjadi. Bahkan, disaat cuaca benar-benar ekstrim, hampir satu bulan tidak ada aktivitas pelayaran. Stok sembako di sejumlah kepulauan terjauh habis.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai sudah waktunya pemerintah daerah mempunyai helikopter. Disaat cuaca buruk, maka sembilan bahan pokok (Sembako) tetap bisa didistribusikan lewat udara. "Jadi, tidak salah bila ada pengadaan helikopter untuk pelayanan prima bagi masyarakat kepulauan," tegasnya. md2.

____________

Alam dan Bicara

READ MORE - Masyarakat Kepulauan Membutuhkan Helikopter

Jumat, 06 Januari 2012

Bencana Alam-Banjir Bengawan Solo Ancam Jatim


Beberapa warga Solo memilih bertahan di tenda pengungsian yang berada di atas tanggul bantaran sungai Bengawan Solo, kemarin.


BOJONEGORO,SINDO
– Banjir luapan Bengawan Solo, Jawa Tengah (Jateng), mengancam daerah hilir di Provinsi Jawa Timur (Jatim) mulai Bojonegoro,Tuban, Lamongan hingga Gresik.Indikator ancaman adalah ketinggian air pada papan duga di Jurug Solo yang mencapai 10,24 meter (siaga III).

”Banjir luapan Bengawan Solo di Solo,Jateng,terjadi akibat hujan di daerah setempat, bukan dari buangan air Waduk Gajah Mungkur,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Agus Bachtiar kemarin. Dia memperhitungkan,perjalanan air banjir yang terjadi di Solo, Jateng, akan merambah kawasan Bojonegoro dalam waktu 40 jam.

Berdasarkan perhitungan itu, air Bengawan Solo di Bojonegoro mengalami peningkatan secara signifikan sejak tadi malam. Dalam mengantisipasi luapan banjir Bengawan Solo di daerah hilir,Jatim,akibat turunnya banjir di Solo tersebut, pintu sudetan Sedayu lawas di Lamongan,yang mampu mengalirkan air Bengawan Solo, sudah dibuka.Dengan demikian, air Bengawan Solo, selain dialirkan melalui saluran utama di Sembayat, Gresik, juga dibuang ke laut Jawa melalui sudetan sepanjang 13,4 km itu.

”Dengan kondisi Bengawan Solo di hilir sekarang ini,(yaitu) airnya masih kosong, kemungkinan bertambahnya debit air banjir yang terjadi terkendali sepanjang tidak terjadi hujan,” katanya. Dia menggambarkan, banjir besar yang terjadi pada akhir 2008 dan awal 2009, ketinggian air di Jurug,Solo,mencapai 11 meter lebih dan dalam waktu bersamaan ketinggian air di Ndungus, Ngawi, juga mencapai 11 meter lebih.

Jajaran instansi terkait yang menangani masalah banjir di daerah hilir tetap diminta waspada menghadapi ancaman banjir setelah melihat kondisi yang terjadi di Solo, Jateng. Alasannya, kalau dalam waktu bersamaan di daerah hulu dan hilir terjadi hujan, bisa timbul banjir besar. ”Yang jelas melihat perkembangan air banjir di daerah hulu Jateng, kita semua tetap harus waspada,” katanya menegaskan.

Sementara itu, bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jateng hingga kemarin belum sepenuhnya surut. Bahkan di Kabupaten Pekalongan, banjir kemarin merendam 827 rumah di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto.Selama sepekan ini, banjir telah melanda 10 kabupaten/kota. Tak hanya merendam ribuan rumah,banjir tersebut juga merusak ribuan hektare areal persawahan.

Para petani pun terancamgagalpanenkarenapadinya terendam air.Atas kondisi ini,pemerintah siap membantu petani yang merugi tersebut. Pemerintah menjanjikan bantuan hingga Rp3,7 juta per hektare (ha) bagi petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat tanaman padinya hancurdilandabanjir.

Definisigagal panen adalah tanaman padinya rusak sekitar 75%.“Perincian bantuan itu, Rp2,6 juta untuk bantuan pengolahan lahan dan Rp1,1 juta untuk pupuk,“ ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di sela acara Panen Pedet di Wonogiri kemarin. abdul alim/sumarno/m rokib.

________________
Alam dan Adat Bicara
READ MORE - Bencana Alam-Banjir Bengawan Solo Ancam Jatim

Minggu, 16 Oktober 2011

Fenomena Alam Semesta Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal

Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior

Kejadian aneh aneh telah sering terjadi pada banyak bencana besar di indonesia. Kejadian aneh tsb adalah sebuah manifest pelajaranNya tentang universalitas kebinasaan yang didahului oleh peringatanNya. Secara hakikat dan sederhana, kejadian aneh yang terjadi sebelum terjadinya kebinasaan merupakan refleksi dari jaman n.Musa, ketika itu firaun diberikan peringatan yang aneh-aneh berupa kemarau panjang dan langkanya buah-buahan, kemudian muncul keanehan di negeri mesir tsb berupa taufan, belalang, kutu, katak dan darah.

Setelah fase pengiriman kejadian aneh sebagai peringatanNya, yang mana manusia di mesir atau balatentara mesir saat itu, yang beberapa gelintir orang, tidak tersangkut pautnya dengan keangkuhan firaun, jika mereka mengerti tentang kejadian aneh ini, maka sesungguhnya kejadian aneh ini adalah pintu untuk menghindarkan diri dari bahaya kebinasaan. Hal ini terbukti, saat fase pengiriman kejadian aneh tsb, firaun sudah ‘menyerah’, Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.(al-a’raaf:135)

Namun hakikat kejadian aneh tersebut sebagai awal dari kebinasaan akhirnya terukir sebagai keingkaran dari diri manusia ketika sudah merasa aman dan selamat dari mara bahaya, hingga datanglah kebinasaan itu. Pada masa kini, ketika jaman para nabi sudah berhenti, sesungguhnya era siklus kejadian aneh yang mendahului dari sebuah kebinasaan dapat dijumpai dibanyak kejadian. (baca Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar). Hal ini merupakan sebuah manifest panjang dari siklus alam semesta yang sangat jelas tertulis pada surat yunus ayat 24

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai perhiasannya , dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya , tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan kepada orang-orang berfikir (yunus:24)

Kejadian aneh jelang bencana yang membinasakan pada posisi orang yang saleh adalah sebuah tanda dari tuhan yang akan menyempurnakan janjiNya dari mereka. Beberapa dari mereka yang memperhatikan kejadian aneh hingga dapat diambil sebuah hikmah.

Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior

Banyak kasus kejadian aneh jelang bencana besar sering melingkupi diri dari seorang pemimpin negeri tsb, dimana dengan kejadian aneh tsb, diharapkan sang pemimpin dapat segera berbenah atau paling tidak berdoa iklash kepada Allah swt semata agar kebinasaan yang akan muncul berikutnya tidak membawa korban jiwa yang cukup banyak.

Sebelum Bencana Wasior, tepatnya tgl 9-9-2010 dimana hari itu adalah HUT dari presiden kita, bapak SBY, Kamis, 09/09/2010 20:19 WIB Selamat Ulang Tahun Bagi SBY Mengemuka Dalam Tabligh Akbar. Tepat tgl itulah kejadian aneh terjadi di kediaman pak Wapres jalan Madiun di timpa pohon besar. ,Rumah Dinas Wapres Tertimpa Pohon Kamis, 9 September 2010, Rumah Dinas Wapres Tertimpa Pohon

Headline News / Metropolitan / Kamis, 9 September 2010 20:01 WIB Metrotvnews.com, Jakarta: Hujan deras yang mengguyur sebagian Kota Jakarta, Kamis (9/8), menimpa pagar rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Madiun, dan Duta Besar Amerika Serikat di Jalan Besuki. Belasan pohon tumbang juga terjadi di Kawasan Menteng. Hal itu disebabkan karena usia pohon sudah tua. Di Jalan Imam Bonjol pohon tumbang juga menimpa sebuah rumah mewah. Akibatnya, arus lalu lintas dari bundaran Hotel Indonesia ke Taman Surapati dialihkan. Tidak hanya itu, hujan lebat sore tadi juga membuat lampu lalu lintas di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum pusat juga jatuh.(**)

Kejadian rumah wapres di timpa pohon adalah sebuah keanehan, sebab kejadian itu bertepatan dengan HUT presiden SBY (bandingkan dengan kejadian pasar Turi yang terbakar di HUT pak SBY tahun 2007 lalu, setelah itu, tiga hari berselang gempa bengkulu terjadi, selengkapnya baca di Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar)

Setelah rumah dinas pak Wapres di timpa pohon tepat di HUT presiden, maka esok harinya, giliran di depan rumah pak presiden yang membawa korban, lewat Open House SBY Makan Korban Satu Tewas


Jum’at, 10 September 2010 18:24:57 WIB
Reporter : -

Jakarta (beritajatim.com) – Acara silaturahmi presiden Susilo Bambang Yudhoyono di pintu gerbang istana bawa bencana. Korbannya adalah Jhony Malela, tunanetra asal Sulawesi.

“Iya benar ada yg meninggal di depan karena kecapean,” ujar Petugas Dinas Kesehatan DKI, Teresia Indah Susanti, ketika dihubungi via telpon.

Menurut Indah, Jhony yang berusia 45 tahun, tidak bisa bergerak di antrean tengah warga yang tetap berdesakan dan saling dorong, “Dia nggak bisa mundur karena keinjak-keinjak,” ucapnya.

Ia pun menambahkan, Jhony yang sebelumnya pingsan, sempat diberi oksigen dan bantuan napas oleh tim paramedis sekitar 10 menit. Sayangnya, pria yang tinggal di Cinangka ini keburu menghembuskan nafasnya. Saat ini jenazah sudah berada di RSCM, didampingi sang istri, Euis Rahmawati, yang juga tunanetra. Pihak Istana Presiden belum dikonfirmasi terkait korban meninggal ini. Adapun Biro Rumah Tangga Presiden sebelumnya mengatakan Presiden SBY hanya menerima warga di open house sekitar 1.250 orang dari pukul 15.00-17.00 WIB.

Sampai berita ini diturunkan, acara open house Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan masyarakat sudah selesai. Halaman komplek Istana Negara penuh sampah bekas air mineral. Pukul 17.00 WIB para pengunjung open house di Istana Presiden berangsur menyusut. [ist/gir]

Dua kejadian aneh yang urut, didekat kediaman para pemimpin kita, seyogyanya, harus diberikan tanggapan yang sangat serius tentang sebuah siklus kejadian aneh yang berikutnya terjadi kebinasaan. Bandingkan hal ini dengan kejadian sebelum Tsunami Aceh, dimana dua hari berturutan helikopter saling berjatuhan, selengkapnya baca Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar

Setelah itu, kejadian aneh berlanjut kepada diri presiden kita, bapak SBY terkait masalah transportasi, dimana tepat tgl 17-september-2010 itulah bapak presiden merasakan gambar yang gelap dari teleconverensi yang dilakukan dengan pak Kapolda Jateng. Jumat, 17/09/2010 11:01 WIB CCTV Pemantau Arus Balik Mati, SBY Omeli Telkom & Telkomseldan dimedia lain disebutkan Video Conference Mati, SBY Tegur Telkom-Telkomsel. Setelah kejadian aneh yang menimpa diri bapak presiden SBY, maka terjadilah tabrakan kereta api di jawa tengah, ketika saat CCTV mati itulah presiden SBY berbincang dengan kapolda Jateng.

Cikampek – Rencana Presiden SBY memantau arus balik Lebaran 2010, terganggu dengan matinya koneksi CCTV dari Telkom dan Telkomsel di Pospol AJU Cikopo. SBY pun kesal dan meminta para petinggi perusahaan itu turun tangan. Ketika SBY datang ke Pospol AJU Cikopo, Cikampek, Jumat (17/9/2010) pukul 09.30 WIB, TV flat screen yang semestinya menampilkan gambar CCTV sudah dalam kondisi mati. CCTV yang providernya adalah Telkom dan Telkomsel itu baru menyala pukul 10.15 WIB.Selama itu, SBY hanya mendengarkan presentasi dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Kapolda Jabar Irjen Sutarman. Saat giliran telekonferensi dengan Kapolda Jateng Irjen Edward Aritonang, BHD tiba-tiba meminta Edward berhenti presentasi. “Kapolda Jateng berhenti sebentar,” kata BHD.Para menteri pun saling lirik. Rupanya Presiden SBY ingin bicara. “Telkom atau Telkomsel, Saudara harus turun ke lapang. Jangan di belakang meja saja. Pastikan sistem berjalan dengan baik,” kata SBY sejurus kemudian dengan nada tegas. Begitu SBY bicara demikian, Sekretaris Kabinet Dipo Alam langsung keluar dari Pospol. Dia menelepon seseorang. “Panggil Dirut Telkom dan Telkomsel sekarang! Call saya segera sekarang! Ini sama Presiden,” perintah Dipo. Hingga pukul 10.45 WIB, SBY sedang memberikan arahan di Pospol Cikopo.

Kejadian aneh yang benar benar aneh berupa empat KA bertabrakan secera serentak (baca Mengapa Argo Bromo Anggrek Tabrak Senja Utama dan Bima Serempet Gaya Baru Terjadi Tepat 2-10-2010 ?), merupakan sebuah sentuhan halus dari kejadian aneh tsb pada bapak menteri perhubungan, Bpk Freddy Number asal papua. Dimana sebelum KA saling bertabrakan itu, maka terjadilah gempa cukup besar di papua yang bertepatan dengan peringatan satu tahun gempa padang (baca Peringatan Setahun Gempa Padang, Ditandai Terjadinya Gempa Papua dan Aceh, Mengapa ?)

Akhirnya kejadian aneh demi kejadian aneh telah terkirimkan, maka kebinasaan itu benar nyata terjadi, Presiden Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa.. Mengapa harus kebinasaan itu di wasior ? mengapa bukan tempat lain ? tiada lain kejadian aneh berupa empat KA yang saling bertabrakan adalah sebuah kejadian aneh yang sempurna untuk ‘memanggil’ menteri perhubungan yang asal papua, lalu mengapa harus terjadi berselang 2 hari setelah tabrakan KA itu terjadi ? baca Banjir Bandang Wasior, Mengapa Tepat 4-oktober-2010 ? yang menunjukkan kebinasaan itu masih liar.

Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya kembali , agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. (QS 10:4) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Surat ke 10 ayat 4 menerangkan arti sebuah siklus, semua mahluk akan terkena siklus sebagai bentuk keadilan yang general. Surat ini diambil dari tgl terjadinya banjir wasior 4-10-2010 yang merupakan sebuah kebalikan dari peristiwa sebelumnya, dimana presiden polandia meninggal karena kecelakaan pesawat tgl dan bulan kebalikan dari banjir wasior yakni tgl 10-4-2010.

------------------------------
" Alam dan Adat Bicara "
READ MORE - Fenomena Alam Semesta Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal

Jumat, 07 Oktober 2011

Kecelakaan di Tanjakan Emen Dirlantas Polda Jabar: 3 WNA Tewas di Lokasi Kejadian


Bandung - Tiga warga negara asing (WNA) yang tewas dalam kecelakaan tunggal mini bus bernopol B 7917 IB belum diketahui identitas dan asal negaranya. Ketiganya tewas seketika di lokasi kejadian, Jalan Raya Ciater-Lembang, Jumat (7/10/2011).


"Tiga korban itu tewas di lokasi kejadian," ujar Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Bimo Anggoro Seno saat meninjau langsung tempat kejadian perkara.

Sementara korban luka berat 9 orang dan luka ringan 2 orang.

Menurut Bimo, minibus itu membawa 14 penumpang termasuk sopir dan knek. Sebanyak 11 penumpang merupakan turis asing yang hendak liburan ke Ciater. Kini semua korban baik yang meninggal, luka berat maupun luka ringan dibawa ke puskesmas terdekat.
(bbn/ern)

____________________
ALAM DAN ADAT BICARA
READ MORE - Kecelakaan di Tanjakan Emen Dirlantas Polda Jabar: 3 WNA Tewas di Lokasi Kejadian